Kumpulan Istilah Dalam Dunia Blogger

 

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros …

 

blog

Suatu jenis situs dimana sang pemiliknya mempublikasikan pikiran, ide atau pengetahuan mengenai topik tertentu. Biasanya isinya berupa artikel, yang disebut post, dan disusun berdasarkan urutan …

blogdex

Diambil dari kata Blog + Index, merupakan project-nya MIT yang isinya untuk tracking difusi informasi di komunitas weblog.

blogger

Penulis catatan di internet atau halaman web. Blogger ini merupakan pengguna internet yang rajin mengisi weblog. …

Blogback

Blogback punya dua arti, yang satu adalah commenting system sedang arti lain dari Blogback adalah blog-blog lain yang membuat link kembali ke blog lain.

blogspot

Sebuah layanan blog yang disediakan oleh Google secara gratis untuk penggunanya.

blogroll

Kumpulan link dari blog lain. Fitur blog yang sangat populer yang memungkinkan pemilik blog menampilkan daftar blog-blog lain yang direkomendasikannya. Fitur ini biasanya ditampilkan di bagian …

blogging

Kegiatan yang dilakukan di dalam suatu blog, misalnya mengisi, mengedit blog, atau mengelola blog.

bloglines

Salah satu RSS Feed Reader yang paling populer. Bloglines merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk berlangganan dan mengelola RSS Feed.

blogsphere

Nama alat blogging untuk Lotus Domino, dan merupakan proyek OpenNTF dari situs mereka di http://www.blogsphere.net/

blogcencus

Usaha-usaha untuk menghitung jumlah blog yang ada di Internet.

Blogshares

Pasar saham fantasi dimana seseorang bisa menjual saham dari blog yang dimilikinya.

blog client

Klien weblog adalah software untuk mengelola (post, edit) blog dari sistem operasi tanpa perlu menggunakan web browser. Beberapa ciri khas dari klien blog ini adalah memiliki penyunting, …

blogreading

Membaca blog-blog yang ada.

blogwalking

Berkunjung ke blog lain yang ada di internet.

Blogosphere

Istilah yang dipergunakan untuk menjelaskan dunia yang diciptakan oleh jaringan blog. Dunia dimana blog-blog ini hidup dan tumbuh. Dikenal juga dengan istilah blogworld atau blogland.

blog walking

Jalan-jalan atau cuci mata dari satu blog ke blog lain.

blog carnaval

Blog carnival umumnya adalah jenis blog untuk suatu event atau acara. Hal ini mirip dengan sebuah majalah, dalam hal ini didedikasikan untuk topik tertentu, dan diterbitkan pada jadwal teratur, sering …

Pro Blogger

Seorang blogger profesional yang mendapatkan penghasilan melalui blog dan hidup dari income yang ia terima dari aktivitas blogging.

Microblog

Blog dalam jumlah karakter yang terbatas. Twitter adalah kegiatan nge-Blog namun dalam karakter terbatas yakni 140 karakter, itulah kenapa Twitter disebut microblog.

splog

Blog yang hanya digunakan untuk mempublikasikan konten-konten spam. Splogs biasanya berisi teks yang dikopi dari sumber lain, dikombinasikan dengan link-link situs-situs seperti untuk obat-obatan …

Movable Type

Sofware untuk blogging yang diciptakan oleh Six Apart. Pada tahun 2007 Movable Type menjadi layanan blogging gratis (dikeluarkan dibawah ketentuan GPL atau General Public License).

WordPress

Software untuk blogging yang cukup populer di dunia internet, diciptakan oleh sebuah perusahaan yang bernama Automattic. WordPress mendapatkan popularitas terutama karena dukungan komunitasnya yang …

commenting system

Sistem komentar. Dalam blog, tempat diskusi/meninggalkan pesan seperti layaknya blog tradisional.

Page Rank

Merupakan posisi sebuah blog atau web yang terindex oleh search engine. Ditampilkan beserta status dan karakter sebuah blog atau web. Blog yang memiliki page rank (rangking halaman) adalah termasuk …

RSS feed

File berisi posting blog terbaru. Hal ini dibaca oleh RSS aggregator / reader dan menunjukkan sekaligus ketika sebuah blog telah diupdate. Ini mungkin hanya berisi judul posting, judul ditambah …

Completely Automated Public Turing Test To Tell Computers and Humans Apart

Program pelindung website / blog dari aplikasi robot penyebar spam. Biasanya merupakan karakter aneh yang hanya bisa dibaca oleh manusia.

akismet

Plugin filter spam untuk blog berplatform WordPress yang sangat populer. Dibuat oleh perusahaan yang sama dengan yang membuat kode WordPress, Automattic.

twitter

Website Social Networking dan Micro Blog yang memberikan fasilitas bagi penggunanya untuk menyimpan catatannya berupa text dengan panjang maksimal 140 karakter. Bisa melalui SMS, Instant Messenger, …

themes

Desain tampilan suatu situs atau blog (wordpress).

hiatus

Berhenti sementara, misalnya dari kegiatan blog.

 

adsense

Iklan dari Google yang bila dipasang di blog atau situs lainnya. Jaringan periklanan online ini cukup terkenal di internet. Adsense dimiliki oleh Google dan memberikan kesempatan kepada para blogger …

alexa

Situs yang memantau traffic dari suatu website atau blog. Semakin kecil nilai yang diberikan oleh alexa, maka diasumsikan semakin tinggi peringkat yang diperolehnya. Alexa adalah anak perusahaan dari …

Technorati

Layanan mesin pencari untuk artikel yang ada pada blog, dan memberikan informasi tracking blog, link dan posting dari seluruh dunia. Sangat populer meskipun beberapa tahun belakangan mulai kehilangan …

Article

Artikel. Karya tulis yang dimuat di berbagai media, termasuk blog, jurnal, dlsb.. Termasuk sebuah pembicaraan yang terdapat di Usenet Newsgroup. article Suatu penempatan ke sebuah newsgroup. Artinya, …

RSS aggregator

Perangkat lunak atau layanan online yang memungkinkan seorang blogger untuk membaca RSS feed, terutama pesan-pesan terbaru di blog favorit mereka. Juga disebut pembaca, atau feedreader.

Scraper

Seseorang yang menyalin konten dari sumber lain (baik situs ataupun blog) dan mempublikasikannya di blognya sendiri, dengan atau tanpa memberikan kredit link, dan tanpa meminta izin kepada penulis …

MySpace

Situs Social Networking yang menawarkan jaringan antar teman, profil pribadi, blog, grup, foto, musik dan video. MySpace bermarkas di Beverly Hills AS. Pemiliknya News Corporation. Sejarahnya berawal …

troll

Sebuah komentar yang tujuan utamanya adalah untuk menanggapi pandangan yang diungkapkan di blog dan mendapatkan feed back terhadap suatu opini, misalnya, seorang liberal akan berkomentar pada sebuah …

Posting

Mengirimkan informasi, mengirimkan email, mempublikasikan suatu artikel pada sebuah blog.

Subscriber

Orang atau suatu object yang berlangganan terhadap suatu layanan. Misalnya, pengunjung situs atau blog yang berlangganan RSS feed di sebuah situs ataupun berlangganan melalui email. Manakala situs …

really simple syndication

Keluarga format feed Web digunakan untuk mempublikasikan content yang sering diperbarui seperti catatan blog, headline berita atau podcast.

Automattic

Perusahaan yang didirikan oleh Matt Mullenweg dan bertanggungjawab terhadap pengembangan WordPress.org (software blog) dan WordPress (hosting) selain proyek-proyek lainnya.

compete

Perusahaan analis web, seperti halnya Alexa, yang memantau dan memperkirakan jumlah traffic situs atau blog.

adwords

Layanan promosi dari Google untuk pemasang iklan. Kebalikan dari Adsense, Adwords memberikan kesempatan bagi pemilik situs/blogger untuk promosi iklan dengan kata kunci dan harga per-klik tertentu. …

Google Gadget

Sebuah fasilitas dari Google yang memungkinkan kita bisa mempercantik dan menambahkan fitur-fitur lain pada sebuah website atau blog.

 

feed count

Biasanya merujuk pada widget dari FeedBurner yang berfungsi memberikan laporan jumlah pelanggan RSS pada suatu situs atau blog.

Disqus

Layanan dan Tool gratis untuk memberikan komentar dan diskusi di WEB. Sistem dari Diskus ini umumnya bisa dimasukan ke website manapun baik pada Blog atau aplikasi Web.

atom feed

Sebuah format sindikasi feed yang dikembangkan sebagai alternatif RSS. Atom memungkinkan seseorang mendapatkan updates artikel dari sebuah situs atau blog manakala ada posting baru.

Hash Tags

Dilambangkan dengan #. Pada twitter gunanya agar pengguna lain yang melihat bisa mencari topik sejenis yang ditulis orang lain dengan mudah. Misal #FollowFriday , #Blogging dll

comment spam

Komentar yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah komentar yang ditulis semata-mata untuk mendapatkan backlink dan diharapkan akan memberikan traffic pengunjung ke blog pihak yang menuliskan …

portlet

bagian dari web portal, yaitu komponen atau modul khusus yang bisa ditempelkan pada suatu portal sebagai interface dengan penggunanya. Misalnya digunakan untuk memuat suatu blog, berita, dan hal lain …

Multiply

Mengalikan, perkalian, berbagai cara. Multiply adalah layanan jaringan sosial dengan penekanan pada yang memungkinkan pengguna untuk berbagi media – seperti foto, video dan entri blog – dengan …

Pingback

Sebuah tool untuk jaringan yang digunakan untuk memberitahu sebuah situs ketika seseorang menautkan link atau merujuk kepada situs tersebut. Kebanyakan platform untuk blog mencatat pingback secara …

feed news

Dikenal juga dengan istilah feed saja, atau feed web. Sebuah format data yang digunakan di dunia internet untuk memudahkan penggunanya mendapatkan updates artikel dari situs atau blog favoritnya. …

dashboard

adalah control panel (panel kontrol), yang ditempatkan di depan pengemudi pada sebuah mobil. Digunakan untuk pengontrolan dalam pengoperasian kendaraan. Di dalam suatu sistem, baik berupa blog, web …

Pillar article

Sebuah istilah yang pertama kali diciptakan oleh Yaro Starak, untuk merujuk sebuah artikel panjang dan terstruktur, berisi informasi atau sumber rujukan yang bermanfaat, yang dipublikasikan di blog. …

Google Reader

RSS Reader yang cukup populer di dunia internet. Google Reader merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan para penggunanya untuk berlangganan dan mengelola RSS Feed pada situs atau blog …

FeedBurner

Sebuah perusahaan online milik Google yang menyediakan layanan RSS Feed. FeedBurner merupakan layanan gratis yang menyediakan RSS Feed dengan berbagai fitur menarik, dan memudahkan pemilik situs atau …

Unique visitor

Unique visitor adalah jumlah pengunjung manusia yang masuk ke sebuah situs dalam jangka waktu tertentu. Penghitungannya diidentifikasi melalui IP (Internet Protocol) atau metoda lainnya. Katakanlah 3 …

advertiser

Perusahaan yang membuat iklan untuk mempromosikan produk dan / atau sendiri. Pengiklan biasanya melakukan hal ini dengan membeli ruang di media cetak atau waktu penyiaran. Di dunia online, …

Social Media

Sebuah istilah umum yang digunakan untuk mendefinisikan situs dan aplikasi web dimana terdapat unsur interaksi sosial didalamnya (dalam bentuk teks, gambar, suara, video atau gabungan dari semuanya). …

Packet Internet Groper

Disingkat dengan Ping. Program test koneksi yang mengirim suatu paket data kepada host dan menghitung lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses pengiriman tersebut. Ping merupakan sebuah tool …

comment

Komentar, keterangan. Di dalam pengkodean suatu program, komentar ini tidak dianggap sebagai suatu instruksi, ketika ditemukan, maka informasi yang terdapat di dalamnya tidak akan dieksekusi. …

Cost Per Click

Bayaran per klik, ini adalah jumlah yang dibayar oleh individu meluncurkan iklan untuk setiap klik yang diterima pada banner atau link ke website-nya. Representasi suatu bentuk online advertising …

 

Sumber : http://www.total.or.id

 

Profil Prof.Dr.Ir.Rudi Wibowo, MS Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Jember

 

Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Jember, Doktor Perencanaan Pembangunan Wilayah Perdesaan IPB 1987. Direktur Program Pascasarjana Universitas Jember. Pengajar tamu di Program Pascasarjana (Doktor) Manajemen Bisnis IPB. Aktif di Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), dan saat ini sebagai Ketua Majelis Penasehat Perhepi (2011-2014), dimana periode sebelumnya menjadi Ketua Umum Perhepi (2007-2011) dan Sekretaris Jenderal Perhepi (2004-2007). Sejak akhir Oktober 2008 hingga saat ini diberikan amanah oleh Menteri BUMN Republik Indonesia sebagai Anggota Dewan Komisaris pada PT Perkebunan Nusantara X. Saat ini juga sebagai pengurus Yayasan Agro Ekonomika (YAE), dan Deputi Badan Eksekutif Gapperindo (Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia) Bidang SDM/Teknologi.

Pendidikan tambahan diperoleh antara lain dari Cochrane Programme University California Davis (UCD) (USA, 1994), Sekolah Pendidikan dan Pelatihan Staf dan Pimpinan Administrasi Tingkat Menengah (SPAMEN) Lembaga Administrasi Negara (Jakarta, 1996), “Good Governance” in Germany Government, Deutsche Stiftung fur Internationale Entwicklung (Jerman, 1997), Training for Executive Director and Commissioner BUMN (2009, 2010 dan 2011). Kegiatan penting yang pernah dilakukan antara lain sebagai (a) Anggota Delegasi Indonesia pada Sidang Gerakan Non Blok (GNB) Bidang Pertanian (Denpasar, Bali, 1995), (b) anggota Delegasi Indonesia pada Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) Pangan Sedunia (Roma, Italia, 1997), (c) Delegasi Departemen Pertanian pada Indonesian Development and Promotion Agribusiness, khususnya sektor Perkebunan ke beberapa negara di Asia dan Eropa (Thailand, Malaysia, Jerman, Belgia, Inggris, Austria dan Switzerland 1997), (d) Utusan Pemerintah Indonesia (wakil Departemen Pertanian) pada penanganan Grant (hibah) Second Kennedy Round

(SKR) (Tokyo, 1999), (e) Delegasi Indonesia pada 2008 Asian Farmers Exchange Program (Philippines, 2008), (f) anggota Tim di beberapa event a.l. : Pengembangan Roadmap Pabrik Gula di lingkungan PTPN X di India, 2011 dan Jepang, 2013; Pengembangan Kerjasama Hibah Pabrik Bioetanol PTPN X di Jepang, 2010; Switzerland dan Jerman pada Cigar-Tobbaco (LoI) dan Auction Market Bremen, 2010; Tim Pengembangan Bioetanol di Bangkok, 2009; Tim Pengkajian Teknologi Palm-Oil BUMN, Kuala Lumpur, 2009. Pernah diperbantukan di Departemen Pertanian (1989-2000) sebagai Tasks Force Kebijakan Pertanian,

Sekretaris Badan Agribisnis, Kepala Biro TU BUMN dan Sekditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura. Dosen Teladan UNEJ dan salah satu teladan Nasional di tahun 1990. Pembantu Rektor IV UNEJ 2002-2003. Tahun 1998 memperoleh Satyalencana Wirakarya dari Presiden dalam Pengembangan Agribisnis, dan 2010 memperoleh Satyalencana dari Presiden dalam Tiga Dasawarsa Pengabdian. Menulis beberapa buku bertema Ekonomi Pertanian, Pangan dan Perkebunan.

Sumber :

  • Makalah Kuliah Umum Perdana, Pascasarjana Universitas Jember Jember,7 September 2013

Filosofi CELENG / BABI HUTAN Dalam Kesenian Jaranan Buto Banyuwangi

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

      Ada berbagai macam istilah dari berbagai daerah ketika menyebut nama kesenian JARANAN,Kadang ada daerah yang menyebut dengan nama Kuda Lumping,Jaranan ,Reogan maupun Sungkliran namun dari berbagai istilah diatas memiliki kesamaan yaitu sama-sama sebuah Tari Tradisional dan dalam pementasannya penari menunggang acecoris Kuda-Kudaan.

Meskipun pada intinya memiliki kesamaan namun dalam setiap pementasaannya masing masing daerah memiliki corak keunikan yang berbeda dengan daerah lain seperti di wilayah Tulungangung bercorak sungkliran namun di banyuwangi lebih menonjolkan sisi Raksasa atau Butoan.Dan di ponorogo lebih menggunakan media barongan yang berwujud burung merak dan singa serta juga ada kolaborasi Jatilan yang biasa ditampilkan oleh anak-anak putrid.

Sebagaian kalangan khususnya teman Facebook Mas Say Laros pernah menanyakan kepada Mas Say Laros melalui Inbox FB tentang makna dibalik CELENG/BABI HUTAN yang biasa ditampilkan dalam kesenian jaranan BUTHO Di Banyuwangi.Apakah itu sebuah kebetulan?Apakah itu hanya sebagai acecoris Jaranan?Atau mungkin ada filosofi kehidupan yang mengiringinya agar supaya penonton bisa belajar nilai-nilai kehidupan dari kesenian ini.

Jika artikel sebelumnya mas say laros sudah memaparkan sedikit tentang filosofi jaranan Butho Banyuwangi,namun untuk kali ini saya akan mencoba menjabarkan secara umum maksud dan tujuan adanya penampilan BABI HUTAN Dalam kesenian ini.

Sebenarnya kalau kita jeli,Dalam kesenian Jaranan Buto Banyuwangi ini banyak memberikan nilai-nilai moral yang dapat kita ambil.Secara keseluruhan dalam kesenian jaranan buto banyuwangi ini memberikan pesan moral kepada penonton bahwa hidup diduna ini hanya sebentar maka pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.

Bagaimana Mas Say Laros Tahu?Baiklah coba kita bahas satu persatu,Dalam kesenian jaranan Buto banyuwangi biasanya untuk pagi hari menampilkan penari yang masih kecil-kecil sebagai simbul bahwa seseorang berasal dari sesuatu yang kecil dan anak-anak itu sebagai simbul seseorang yang akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.

Ketika tengah hari ketika matahari tepat diatas Kepala sehingga sengatan panas begitu membara biasanya menampilkan penari dewasa dengan berpenampilan Buto atau Raksasa sebagai simbul seorang pemuda atau dewasa memiliki semangat yang begitu membara sehingga karena semangatnya tersebut kadang-kadang manusia menjadi lupa diri dan rela menindas sesama.

Nach,ketika sore Hari biasanya menampilkan Rampokan,Rampokan yaitu beberapa orang penari membawa tombak dan kayu untuk berburu Celeng / Babi Hutan.Lalu apa Nilai Kehidupan dari penampilan Rampokan ini?Baiklah Mas say laros ungkap sekarang,Dalam sesi ini menggambarkan bahwa manusia pasti akan dikejar yang namanya kematian.Dan Malaikat pencabut nyawa tidak akan pernah bisa dinegosiasi agar supaya membatalkan pencabutan nyawa seseorang.Lalu sebagai manusia siapa yang bisa menolong?Nach,disinilah maksud dari Babi Hutan itu.dalam Bahasa JAWA Babi Hutan itu dinamakan CELENG,Maksudnya CELENG-CELENG Atau CELENGAN yang artinya TABUNGAN,Tabungan yang bagaimana?Yaitu Sebuah Tabungan amal kebaikan yang bisa menolong seseorang.

Lalu bagaimana caranya agar memperoleh kebaikan?Seekor babi hutan ketika berjalan selalu lurus tidak pernah menoleh hal ini sebagai simbul untuk mencapai Tujuan Akhir Kehidupan seseorang harus berjalan lurus atau focus pada ajaran yang sudah digariskan oleh TUHAN YME.

Subhanallah,Ternyata ada nilai-nilai keislaman dalam kesenian JARANAN BUTO BANYUWANGI ini yang mungkin selama ini jarang kita sadari dan kita menganggapnya hanya sebagai Kesenian Saja tanpa ada nilai-nilai filosofis kehidupan.

SALAM BUDAYA….

Di Tulis Di Kamar Mas Say Laros

Senin,09 September 2013

Pukul 10:16 AM

 

7 Daya Tarik Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi, Jawa Timur, menduduki peringkat ke-11 dari daftar 50 kabupaten/kota terkaya se-Indonesia tahun 2012 atau  nomor dua terkaya di tingkat Jawa Timur, setelah Kota Surabaya yang menduduki peringkat ke-2 kabupaten/kota terkaya versi Warta Ekonomi.

Sebanyak 11 kabupaten/kota terkaya versi Warta Ekonomi yakni peringkat pertama diraih Kabupaten Kutai Kartanegara, Surabaya, Kota Bandung, Siak, Bogor, Medan, Kutai Timur, Bengkalis, Kabupaten Bandung, Muara Enim, dan Kabupaten Banyuwangi. Definisi kabupaten/kota terkaya versi Warta Ekonomi adalah daerah yang memiliki pendapatan daerah yang tinggi dengan didukung oleh daya tarik investasi yang tinggi, infrastruktur daerah yang lengkap, dan kualitas masyarakatnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas membeberkan  tujuh daya pemikat investor. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Pada 2012, pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi mencapai 7,18 persen. “Level pertumbuhan ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,2 persen,” tuturnya.

Kedua, kondusifitas iklim perbankan yang menunjukkan geliat nyata perekonomian lokal di Banyuwangi. Simpanan masyarakat (dana pihak ketiga) pada 2012 di perbankan Banyuwangi mengalami peningkatan 23,5 persen atau Rp 4,2 triliun (data BI). Hal ini melampaui pertumbuhan rata-rata seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur yang berkisar 16 persen. Sedangkan penyaluran kredit di Banyuwangi meningkat 18,5 persen atau Rp 5,7 triliun. Kondisi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa kota/ kabupaten di Jatim lainnya.

Ketiga, Banyuwangi memiliki keunggulan lokasional berupa pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi terkelola, SDM memadai, jalur dan akses mudah dijangkau, serta sumber daya alam (SDA) melimpah. “Potensi komoditas hulu kami terbentang dari sektor pertanian, perkebunan, hingga sektor energi dan pertambangan,” kata Anas.

Keempat, pembangunan infrastruktur yang masif. Diantaranya, pengembangan Bandara Blimbingsari dari runway sebelumnya sepanjang 1.400 meter, kini menjadi 1.800 meter. Juga revitalisasi Pelabuhan Tanjungwangi yang kedalamannya murni buatan alam, bisa menjadi tumpuan di kawasan timur Pulau Jawa di tengah kondisi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang sudah kelebihan kapasitas. “Keberadaan Pelabuhan Tanjungwangi yang representatif akan membuat investor nyaman, karena ada jaminan kelancaran arus distribusi. Baik untuk pasokan bahan baku maupun barang jadi,” tuturnya.

Kelima, penyiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang industrialisasi. Seperti berdirinya Politeknik Negeri Banyuwangi dengan berbagai jurusan seperti Teknik Sipil, informatika, maupun mesin. Banyuwangi juga mengembangkan SMK-SMK unggulan dan memberikan beasiswa untuk mahasiswa dalam program ‘Banyuwangi Cerdas’. “Secara kualitas, SDM di Banyuwangi akan terus meningkat. Sehingga bisa menunjang pengembangan dunia usaha,” ujarnya.

Keenam, standarisasi regulasi dan perizinan investasi. Melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) yang modern dan menggunakan sistem online, memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di Banyuwangi. Bahkan, ada tim khusus dari Pemkab Banyuwangi yang melayani antar jemput calon investor tentang proses pengurusan perizinannya hingga tingkat instansi vertikal.

Ketujuh, di Banyuwangi juga telah disiapkan sekitar 2.000 hektar lahan untuk kawasan industri terpadu, yang akan menjadi industri baru di kawasan timur Pulau Jawa. Kawasan industri yang representatif, memungkinkan investor membangun basis produksi dan distribusi baru, guna membidik pasar Indonesia bagian timur.

Jangan bangun mall

Selain tujuh daya pikat tersebut, ada satu kebijakan yang ‘tidak ramah’, khususnya bagi investor pusat perbelanjaan.  Bagi pengusaha yang ingin membangun mal di Kabupaten Banyuwangi sebaiknya mengurungkan niatnya. Pasalnya, Bupati Abdullah Azwar Anas dipastikan tidak akan menerbitkan izin. Sebab Banyuwangi lebih membutuhkan investor yang tertarik menanamkan duitnya untuk hotel bintang 3 ataupun 4.

Azwar Anas menyatakan izin untuk mal akan diberikan bila Indeks Prestasi Manusia (IPM) di Banyuwangi lebih dari 7,6. “Jika IPM sudah lebih 7,6, silahkan bangun mal di sini,” kata Azwar Anas yang mengaku banyak belajar menata kota dari luar negeri itu.

Kebijakannya yang keras itu kata Azwar Anas bukan sebagai kebijakan yang anti investasi untuk perkembangan daerahnya. “Saya melakukan semua itu untuk melindungi warga Banyuwangi. Bahkan PNS di sini saya larang keras untuk menyajikan buah-buah impor di setiap kegiatan. Menjenguk orang sakit kalau bawa buah ya wajib buah lokal,” tandasnya.

sumber :

http://menpan.go.id/cerita-sukses-rb/1677-7-daya-pikat-banyuwangi

Situs Buyut Cili Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi

Petilasan yang memiliki unsur Religi dan Magis yg begitu kental, terletak di sebelah selatan Ds.Kemiren berbatasan langsung dengan Ds.Olehsari
Buyut Cili sendiri d’ambil dari kosakata Osing “Ngili” yg berarti “Ngungsi”(mengungsi) karena menurut cerita beliau sendiri adalah seorang pelarian dari kerajaan Macan Putih. Buyut Cili memiliki 4 orang Putra & Putri, yakni Mas Anggring, Mas Buronto, Siti Ambari & Siti Sundari.
 Secara Mitologi Buyut Cili digambarkan sebagai sesosok harimau besar  dan gagah berbulu hitam, berdada putih serta bermata terang, yang menjaga dan melindungi masyarakat Desa Kemiren dari gangguan dan pengaruh dari luar.
Petilasan ini Di percaya sebagai cikal bakalnya masyarakat using di desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. terletak di tengah sawah dengan pemandangan alam di sekitarnya yang menakjubkan. Selalu ramai dikunjungi peziarah terutama pada hari Minggu dan Kamis sore. Sesaji utamanya biasanya berupa pecel pitik dan nasi, sesudah diberi doa oleh juru kunci, pecel pitik dan nasi dibagikan kepada pengunjung.
Follow Twitter PJT : @JebengthulikBWI
Photo By : Disbudpar
Sumber By : Aguest Aryanto

Makam Buyut Wongsokarjo Di Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri Banyuwangi

MAKAM BUYUT WONGSOKARYO CUNGKING
Makam Buyut Wongsokaryo terletak di Lingkungan Cungking. Jarak pusat Kota Banyuwangi ke lokasi sekitar 2 km. Menurut sejarah, Buyut Wongsokarjo adalah orang kepercayaan Prabu TawangAlun

Sumber : http://salmantours.blogspot.com/2009_10_01_archive.html

Makam Buyut Jakso Di Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Banyuwangi

Ki Buyut Jaksa adalah gelar yang disandang Ki Martojoyo, seorang tukang rumput Bupati Mas Alit (Bupati I Banyuwangi) yang merupakan salah satu cicit dari Tawang Alun. Mas Alit diangkat jadi Bupati atas dasar usulan Patih Juru Kunci (patih dari Adipati Jeksanegara 1771-1773) pada Residen Schophoff yang kemudian diteruskan lewat P. Luzak, Gezaghebber Ujung Timur, dilanjutkan lewat Van der Burg Gubernur di Semarang dan dilanjutkan ke Gubernur Jenderal Van der Parra di Batavia. maka turunlah resolusi penguasa VOC tanggal 7 Desember 1773 yang berisi: Pengangkatan Mas Alit sebagai Bupati Blambangan; memberikan kebebasan kepada Mas Alit untuk memilih dan memindahkan ibu kota pemerintahannya dari tempatnya yang semula di Benculuk ke tempat lain dan; memerintahkan kepada seluruh eselon bawahannya dari jajaran pejabat VOC di ujung timur terutama yang ada di Blambangan untuk mengubah kebijaksanaanya (dari kekerasan ke pendekatan dengan mem­perhatikan kepentingan dan keadaan sosial ekonomi penduduk setempat) dalam menangani pemerintahan di Blambangan. Berdasarkan resolusi itu, Mas Alit dilantik 1 Februari 1774 dan memindahkan pusat pemerintahannya dari Benculuk ke Banyuwangi. Dan Mas Alit mulai menempati kediamannya di Banyuwangi pada tahun 1775 (Lekkerkerker, 1923: 1061).

Dari literatur yang ada dapat dipastikan sejarawan hanya meperhatikan tokoh-tokoh utama pelaku sejarah. Barang kali memperhitungkan segi praktis dan ekonomisnya, namun tidak ada jeleknya jika dalam tulisan ini saya menyoroti Ki Martojoyo sebagai tukang pencari rumput sekaligus tukang ramut kudanya Bupati Mas Alit. Karena sosok Ki Martojoyo asal Lumajang ini punya andil besar dalam meluruskan masalah keagamaan di Banyuwangi dan punya andil besar pula dalam pembuatan jalan dari Banyuwangi-Surabaya, utamanya tragedi penembusan bukit batu yang sekarang kita kenal sebagai obyek wisata Watu Dodol (15 km arah utara dari pusat pemerintahan). Alkisah, Ki Martojoyo sedang merumput di tegal (lapangan di selatan pendopo Kabupaten, di timurnya masjid dan sekarang sudah jadi Taman Sritanjung). Hujan lebat sekali disertai petir yang menyambar-nyambar. Melihat keadaan yang demikian, Bupati Mas Alit tahu dan memerintahkan pembantunya yang lain (Jongos) menyusul Ki Martojoyo. Jongos (namanya luput dari catatan sejarah) tergesa- gesa menghampiri Ki Martojoyo. Berdasarkan, perintah Bupati Mas Alit, Ki Martojoyo disuruh pulang. Seusai menyampaikan pesan itu, Jongos segera lari ke pendopo. Ki Martojoyo malah jalan berlenggang seperti tidak sedang diguyur hujan. Ia langsung menuju kandang kuda dan menurunkan gulungan rumput. Lagi-lagi Bupati Mas Alit memerintahkan Jongos membawa pakaian kering untuk Ki Martojoyo. Begitu sampai di kandang kuda, Jongos sangat kaget campur heran karena dilihatnya Ki Martojoyo tidak menggigil kedinginan karena seluruh badan dan pakaiannya tetap kering, belum sampai menegur Ki Martojoyo, Jongos kembali menghadap Bupati Mas Alit untuk melaporkan apa yang baru saja dilihat. Untuk membuktikan laporan Jongos, Bupati Mas Alit mendatangi Ki Martojoyo di kandang kuda. Ternyata benar laporan Jongos tadi. Setelah terjadi dialog beberapa kali, akhirnya Bupati Mas Alit tahu kalau Ki Martojoyo memiliki ilmu yang tinggi dan tidak pada tempatnya jika hanya sebagai tukang rumput dan ramut kuda. Maka atas dasar musyawarah Bupati Mas Alit dengan para penasehat, punggawa dan para Singo, Ki Martojoyo diangkat menjadi Jaksa Agama dan masyarakat menjuluki Ki Buyut Jaksa.

Sayang sekali jabatan ini tidak lama diduduki Ki Buyut Jaksa. Usianya memaksa dirinya untuk bergeser. Bupati Mas Alit meminta Ki Buyut Jaksa tetap tinggal di lingkungan pendopo karena nasehat-nasehatnya masih dibutuhkan. Namun Ki Buyut Jaksa berniat mengasingkan diri ke Gunung Silangu, 3 km arah barat dari pendopo kabupaten. Bupati Mas Alit tak bisa mencegah.  Maka berangkat-lah Ki Buyut Jaksa ke Gunung Silangu. Di Gunung Silangu Ki Buyut Jaksa ngampung di gubuk Kik Lemani yang punya anak bernama Nuriman. Dimana, Ki Buyut Jaksa sangat sayang pada Nuriman dan akhirnya dijadikan anak angkat. Di Gunung Silangu ini Ki Buyut Jaksa mengamalkan ilmunya, konon ia sering-sering menghilang. Begitu datang dapat dipastikan membawa batu sebesar kepala sapi. Batu-batu itu ditumpuk di tepi kali dari timur ke barat sepanjang 25 meter/tinggi 3 meter (dulu) sekarang tinggal 1 m, lebar 2 m di tengah-tengah tumpukan batu itu tumbuh pohon beringin. Di barat beringin itu dibuat ruangan sholat. (dindingnya tumpukan batu tadi dan atapnya dari helai-helai daun ilalang). Ruang pesholatan ini sekarang dibangun musholla At-Taqwa. Hanya saja batu tempat Ki Buyut Jaksa sujud tetap dipasang di ruangan musholla, persis 1 m dari pintu masuk. Di bawah batu itu ada haikal, keris Nogo Sosro dan akik. Untuk mengambilnya tentu harus melalui jalur ilmu tinggi. Untuk kepentingan VOC, Residen Schophoff mendapat perintah dari atasannya agar di Banyuwangi ada jalan darat menuju Surabaya. Maka Residen Schophoff meminta pada Bupati Mas Alit agar mengerahkan rakyatnya untuk kerja bakti. Dan berlangsunglah berbulan-bulan dengan korban berjatuhan karena imbalan jaminannya tidak seimbang dengan kerja baktinya. Korban makin banyak tatkala jalan sudah sampai di bukit batu dekat pantai jauh di utara pusat pemerintahan. Bupati Mas Alit sangat sedih. Ia tak mau rakyatnya jadi korban sia-sia. Maka kerja bakti dihentikan

Pihak VOC bersikeras mewujudkan jalan darat tanpa harus melibatkan anggotanya untuk ikut kerja bakti. Karenanya pihaknya sangat terpukul atas pemogokan para pekerja bakti yang keseluruhannya rakyat Banyuwangi. Bupati Mas Alit yang jelas membela keberadaan rakyatnya, karena masing-masing pihak berdiri pada kepentingannya sendiri, akhirnya kedua pihak sepakat mengadakan sayembara, isinya, barang siapa mampu mendodol bukit batu selebar 30 m, diberi hadiah tanah mulai dari selatan bukit batu ke selatan hingga Sukowidi (sekarang). Namun sampai batas waktu yang ditentukan, tidak ada satupun orang yang sanggup mengikuti sayembara. Akhirnya Bupati Mas Alit teringat Ki Buyut Jaksa yang sedang mengasingkan diri di Gunung Silangu. Maka ia mengirim beberapa utusan untuk menyampaikan permasalahan ini pada Ki Buyut Jaksa. Di luar harapan, ternyata Ki Buyut tidak bersedia membantu karena dirinya tahu, kesemuanya merupakan rekayasa VOC yang menjalankan kekerasannya lewat cara lain. Berkali-kali Bupati Mas Alit kirim utusan. Akhirnya Ki Buyut Jaksa bersedia membantu asal orang-orang VOC juga ikut kerja bakti, yang mimpin ditunjuk Nuriman yang kala itu baru berusia 11 tahun. Pihak VOC dan Bupati Mas Alit menyetujui gagasan Ki Buyut Jaksa, Nuriman yang merasa keberatan. Karena usianya yang masih anak-anak dirasa tidak mungkin mampu memimpin orang-orang tua apa lagi campur orang-orang VOC untuk kerja bakti. Ki Buyut Jaksa menasehati kalau dirinya membantu Nuriman dari belakang. Akhirnya Nuriman bersedia.

Sebelum melakukan kerja bakti, konon Ki Buyut Jaksa memanggil para demit yang menghuni bukit batu. Kedatangan dedemit ini diceritakan seperti arak-arakan agustusan. Rajanya dipikul empat prajuritnya. Kepala rajanya seperti barong (sebarang) dan badannya memanjang lumpang (tempat menumbuk padi). Terjadi dialog antara raja demit dengan Ki Buyut Jaksa menghasilkan kesepakatan, para demit di bukit batu bersedia membantu mendodol bukit batu antara dua anjir (patek). Sepulang rombongan demit, Nuriman diwejang oleh Ki Buyut Jaksa sekaligus diberi kayu semacam tongkat komando untuk memimpin kerja bakti. (Tongkat kayu ini sampai sekarang masih ada). Karena butuh uang, cicit Nuriman yang bernama Mistari pinjam uang Rp 100 ribu dan tongkat kayu ini dijadikan bork).

Sebelum memimpin kerja bakti, Nuriman diajak meninjau lokasi oleh Ki Buyut Jaksa, ternyata di bukit batu ada dua anjir yang jaraknya lebih kurang 60 m. Ki Buyut Jaksa memerintahkan kepada Nuriman agar para pekerja bakti nanti mendodol bukit batu sesuai dengan ukuran yang diminta VOC saja, yakni 30 m. Setelah melihat lokasi, ayah (lajang) dan anak angkat ini kembali ke Gunung Silangu.

Keesokan harinya, Nuriman dengan tongkat komando di tangan kanannya berangkat ke lokasi kerja bakti dengan rakyat Banyuwangi dan beberapa anggota opas VOC. Kerja bakti berlangsung siang malam. Konon para dedemit membantu. Kalau malam dedemit ini berubah menjadi harimau. Tapi para pekerja bakti makhluk manusia tidak tahu karena batasan alamnya. Ki Buyut Jaksa hanya njangkungi dari Gunung Silangu.

Kerja Bakti selesai, para pekerja bakti selamat. Tidak ada korban meskipun ada seonggok batu yang tidak kena didodol di sebelah timur jalan (sekarang di tengah jalan). Menurut cerita, seonggok batu yang tidak kena didodol itu tempat duduknya raja demit. Atas keberhasilan ini, Nuriman dan Ki Buyut Jaksa diberi hadiah sesuai janji Bupati Mas Alit. Namun Nuriman dan Ki Buyut Jaksa menolak. Mereka lebih suka hidup di Gunung Silangu, di samping itu lahan di selatan watu Dodol hingga Sukowidi masih berupa hutan lebat.

Kini Gunung Silangu jadi Kelurahan Boyolangu Kec. Glagah. Tiap tahun masyarakat Boyolangu berbondong-bondong naik andong menuju Watu Dodol sambil membawa makan untuk disantap bersama-sama. Rombongan andong (dokar) ini bisa kita jumpai setiap 10 hari dari 1 Syawal.

Kapan Ki Buyut Jaksa wafat? menurut kepercayaan Ki Buyut Jaksa tidak wafat tapi musno. Sebelum musno, Ki Buyut Jaksa berpesan pada Nuriman: Jika suatu saat saya tidak ada di gubuk ini, buatlah tanda di patek ini.” Sayang sekali ketika Ki Buyut Jaksa menghilang dan tidak kunjung kembali, tidak dicatat hari tanggal bulan dan tahunnya. Akhirnya Nuriman membuat semacam kuburan. Dan oleh masyarakat Weringinan Boyolangu, Nuriman dijadikan petinggi dan mendapat gelar Singosari. Singosari punya anak Kik Iyam dijuluki Singopati. Singopati ini punya keturunan Jono, Jono punya anak Karunia alias H. Kodir, punya anak Senari Sukaryo, punya anak Mistari (64). Mistari inilah yang menceritakan pada penulis. Ia mengatakan, buku-buku peninggalan Ki Buyut Jaksa sebenarnya banyak. Pada waktu penjajahan Jepang buku-buku itu dipendam oleh murid-muridnya di tengah sawah. Sedang cincin Merah Delimanya sampai sekarang masih ada. Konon cincin ini akan diberikan pada saudara-saudaranya (cicit saudaranya) yang ada di Lumajang. Untuk mengambilnya mesti tirakat dan nyepi di petilasan Ki Buyut Jaksa di utara Masjid Kel. Boyolangu. Sumber lain yang penulis hubungi adalah Mak Suriyah (Sayuti) berusia 127 tahun juga penduduk Kel. Boyolangu. Ia sempat bertemu dengan petingginya yakni Singosari. Menurut ceritanya, Singosari pernah mengatakan, Boyolangu yang dulu masih berbentuk Gunung Silangu ini hampir mengeluarkan lahar. Tapi Ki Buyut Jaksa berdoa agar Gunung Silangu dimatikan saja. Doanya dikabulkan, hanya saja diganti dengan musibah api. Maka sebagian dari wilayah Gunung Silangu hangus terbakar, mak Suriyah menuturkan, atas cerita tadi, kini di Boyolangu tiap tahunnya hampir bisa dipastikan ada kebakaran. Entah rumah, kendaraan manusia seperti yang menimpa guru SMPN I Giri, Ibu Hamdana. Penyebabnya sepele. Anaknya sedang bermain kompor-komporan yang dibelikan di THR Blambangan. Karena diisi minyak tanah sungguhan, kompor-kompor tadi nggebus, apinya masuk ke tempat minyak tanahnya. Buru-buru Bu Hamdana mengambil kompor-komporan yang dilahap api itu. Maksudnya mau dimasukkan ke bak air. Tak disangka, api menjilat kain roknya hingga terbakar dan dengan cepat merambat ke seluruh pakain yang dikenakan. Bu Hamdana panik masuk bak air (jeding). Masyarakat sekitar menolong langsung melarikan ke RSUD Blambangan. Satu hari dirawat, Bu Hamdana meninggal di sal rumah sakit. Sebagai sikap kontroversi, Drs. Sugiono (48) justru suka bermain sepak bola api dan voli dengan bola api. Apakah ini sikap menentang sugesti dari generasi kini pada generasi tua? Sugesti lainnya yang dituturkan Mistari adalah persetruan antara masyarakat Boyolangu dengan Cungking hingga sekarang. Apakah ini buah politik Belanda yang suka memecah belah dengan jalan mengadu masyarakat suatu tempat dengan daerah lain sehingga turun-temurun hingga sekarang? Barang kali publik lebih setuju dengan pendapat penulis. Namun lain kepercayaan yang digandoli masyarakat Boyolangu. Mereka percaya, dulu Ki Buyut Wongso Karyo yang petilasannya berada di Cungking ngeluruk Ki Buyut Jaksa di Gunung Silangu dengan membawa kiling, dipasang di dekat peristirahatan Ki Buyut Jaksa. Dengan ilmunya, Ki Buyut Wongso Karyo yang dikenal sebagai Ki Buyut Cungking, mengundang angin dari arah utara, karena tingginya kecepatan angin, pohon-pohon kelapa yang dilaluinya roboh. Namun begitu dekat dengan kiling, anginnya menghindar sehingga kiling tidak berputar. Atas kekalahan ini Ki Buyut Wongso Karyo merasa malu dan jengkel. Tanpa bicara ia menurunkan kilingnya dan siap meninggalkan Ki Buyut Jaksa. Sebelum melangkah meninggalkan Boyolangu (Gunung Silangu), Ki Buyut Wongso Karyo berkata: Aku akui kekalahan ini. Tapi jika kelak ada masyarakat Gunung Silangu ini masuk Cungking pasti tinggal namanya. Ki Buyut Jaksa menjawab sebaliknya. Kisah ini bisa dibuktikan. Pernah pemuda Cungkin berani menikahi gadis Boyolangu. Perkawinan belum berusia sebulan pengantin lakinya meninggal tanpa jalaran sakit lebih dulu. Benarkah demikian? Apakah masa kehidupan Ki Buyut Jaksa satu jaman dengan Ki buyut Wongso Karyo? Setelah penulis buka-buka makalah sejarah Blambangan 1993, Ki Buyut Wongso Karyo itu tidak sejaman dengan Ki Buyut Jaksa. Mungkinkah terjadi? Jadi penulis yakin persetruan antara masyarakat Cungkin dengan Boyolangu hanyalah hasil rekayasa politik Belanda, bukan karena kutukan Ki Buyut Wongso Karyo yang hidup di jaman Prabu Tanpo Uno Tanpo Uni tahun 1389 M atau kutukan Ki Buyut Jaksa yang hidup pada jaman Bupati Mas Alit tahun 1773-1782 M.

Ki Buyut Wongso Karyo adalah tokoh penting di jamannya. Ilmu kanuragannya tinggi, pandai mengatur strategi perang dalam menghadapi VOC di jaman kepemimpinan putra-putranya Prabu Tanpo Uno Tanpo Uni yang dibayangi kekuasaan Kerajaan Mataram. Ki Buyut Wongso Karyo adalah tokoh yang sangat disegani di kalangan rakyat Blambangan dan ditakuti lawan. Begitu juga tokoh Ki Buyut Jaksa yang rendah hari, memulai karir jasanya dari tukang rumput dan tukang ramut kuda Bupati Mas Alit (1773-1782). Karena ketinggian ilmu keagamaap dan kanuragannya ia diangkat menjadi jaksa agama, kemampuannya memasuki alam metafisik mampu menggerakkan dedemit di bukit batu untuk ikut kerja bakti mendodol bukit batu dijadikan jalan darat. Dan kini bukit batu yang jadi masalah itu malah jadi obyek wisata Watu Dodol. Kedua tokoh ini sama-sama potensial. Sama-sama milik Banyuwangi. Jadi tak ada alasan saling mempertentangkan satu sama lain. Sekarang sudah alam globalisasi. Apa yang sedang terjadi di belahan bumi selatan dapat diketahui oleh penghuni belahan bumi utara.

Penjajahan fisik bangsa lain atas negeri kita memang sudah lama berlalu. Namun politik adu dombanya hingga sekarang masih kita rasakan getarannya. Kitalah yang bertanggung jawab membersihkan sisa-sisa feodalisme yang kaku kemudian kita ganti dengan lembaran persatuan dan kesatuan untuk ikut berperan dalam PJP II. Karena bangsa kita pada dasarnya memiliki watak dan kepribadian luhur. Memiliki kewibawaan yang tinggi di tengah bangsa-bangsa lain di dunia ini.

Sebagai bangsa yang tahu adat, tentu sangatlah arif menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pendahulu kita. Sekecil apapun upaya itu. Dengan apa? Minimal kita memberikan perhatian pada kehidupan mereka yang ikut merawat peninggalan pelaku sejarah seperti Mistari yang masih punya tanggungan Rp 100 ribu dan benda peninggalan sejarah dijadikan bork. Tanggung jawab siapa ini? □

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Abdullah Fauzi, Gema Blambangan. No. 063/1996 44-48

Sumber : http://jawatimuran.wordpress.com/2012/11/28/ki-buyut-jaksa-tukang-rumput-bupati-mas-alit-kabupaten-banyuwangi/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: