Pacaran NO Vs Ta’aruf YES

PACARAN VS TA’ARUF

Seorang wanita cantik dan gaul mendekati seorang lelaki sholeh yang belum menikah.
Dia penasaran kenapa lelaki tampan yang juga seorang ustadz ini nggak tertarik sama dirinya.
Padahal puluhan lelaki mengejar-ngejar dirinya.
Akhirnya di sebuah kesempatan kajian keslaman, sang wanita yang terpaksa memakai kerudung gaul itu memberanikan diri bertanya pada sang lelaki ini yang menjadi narasumber kajian tersebut

Wanita: “Ustadz muda yang tampan dan sholeh, apakah dalam Islam ada yang namanya pacaran?”

Ustadz: “Maaf Mba, sebelumnya terimakasih sudah mendo’akan saya. Sejujurnya saya masih jauh untuk dikatakan sholeh.
Segala puji itu hanya milik Allah yang Maha Mulia. Memang dalam Al Qur’an surat Al-Isra ayat 32 Allah menegaskan, “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
Nah, pacaran itu salah satu jalan mendekati zina”

Wanita: “Tapi bagaimana dong caranya kita kenal dengan calon suami kita. Emangnya kita mau beli kucing dalam karung?”

Ustadz: “Mba sepertinya orang cerdas. pasti bisa jawab pertanyaan ini, Coba kalau seorang penjual ingin dagangannya cepat laku.
Apa yang mesti dia lakukan?”

Wanita: (Mengernyitkan dahinya) “Mm.. kebetulan saya dulu jurusan manajemen, saya coba jawab ya.
Jadi gini ibu-ibu, sang pedagang pasti akan berusaha supaya si pembeli tertarik.
Iklannya harus menarik, packagingnya harus keren, diskon besar, mm.. ya gitu deh.
Ih ustadz kok malah nanya balik?”

Ustadz: “Terimakasih Mba, tepat sekali jawabannya. Itulah bedanya orang yang menikah dengan cara pacaran dan cara ta’aruf yang disukai Allah”.

Wanita: “Maksud Ustadz gimana sih?
Makin bingung deh! Iya kan jama’ah?” (Sambil melihat pada para jama’ah)

Ustadz: “Saat seseorang berpikir bahwa pacaran bisa membuat dirinya lebih mengenal calon pasangan hidupnya.
Sebenarnya yang sedang dilakukan dirinya adalah memperindah kemasan alias topeng dirinya supaya calon pasangannya suka dengan dirinya.
Misalnya: kalau jalan berdua pasti pake baju paling bagus, sisiran paling rapi, mobil kalau lelaki pake mobil bagus walau modal pinjem, sampe nraktir walau pake uang pinjaman kanan kiri. Wanitanya juga demikian, ia akan berdandan bak artis, pake make up tebal biar si pacar makin demen.
Nah apakah selama 2 tahun jalan berdua mereka sudah mengenal 100 persen pasangannya?
Saat menikah ketahuan deh ternyata lelakinya gak punya mobil, males-malesan, atau justru wanitanya cantik hanya saat dimakeup, konsumtif, dan bau badan misalnya.
Wajar, kalau akhirnya banyak terjadi pacaran 7 tahun, cerai setelah 7 bulan nikah.”

Wanita: “I.. iya juga sih Ustadz. Tapi bagaimana cara kita mengenal calon pasangan kita?
Nikah kan sekali seumur hidup?”

Ustadz: “Inilah indahnya Islam Mba. Islam sangat menjunjung tinggi nilai pernikahan.
Maka untuk masa pengenalan ada namanya ta’aruf.
Dalam jangka waktu itu setiap pasangan diperkenankan mencari tahu selengkap mungkin tentang kepribadian, kesehatan juga latar belakang keluarga calon.
Tentunya dengan tidak berdua-duaan, sms mesra, atau kegiatan yang mendekati zina lainnya.
Kalau memang ada kepentingan bisa sms sekedarnya atau lewat perantara saudara.
Saat ada yang mau didiskusikan untuk ke jenjang pernikahan harus ditemani mahromnya. Biar tidak terjadi fitnah”.

Wanita: “Ribet banget sih.. Mau nikah aja sulit banget!”

Ustadz: “Lebih sulit lagi kalau orang tua membiarkan anak wanitanya jalan berdua dengan calon yang belum pasti menikahinya.
Namun yang sudah pasti bermaksiat dengannya. Berapa banyak yang pulang hilang kehormatannya.
Lalu dijauhi begitu saja oleh sang lelaki saat sudah menikmati manisnya?
Disinilah Islam menjaga harga diri dan kehormatan wanita.”

Wanita: (Mulai paham, dan merasa dirinya kotor) “Ustadz, tapi apakah seorang wanita yang banyak dosa dan masa lalunya kelam bisa dapatkan suami yang soleh?”

Ustadz: Jangan takut Mba, ampunan Allah begitu besar. InsyaAllah jika kita terus mensucikan diri maka Allah akan memberikan jodoh terbaik bagi diri kita. InsyaAllah”

Wanita: “Terimakasih Ustadz. Do’akan agar saya dan para wanita lainnya bisa bertaubat dan menjadi sebaik-baik wanita yang dicintai Allah dan mendapatkan jodoh lelaki sholeh seperti Ustadz.”

Ustadz: “Aamiin. Barokallahufiikum”

Semoga Bermanfaat

Setia Furqon Kholid

Melihat Pesona Teluk Biru, Surga Tersembunyi Di Banyuwangi

Sebenernya postingan tentang teluk biru sudah pernah admin posting, tapi dulu banget.
nah bagi yang belum tahu di mana sih teluk biru atau bagus gak sih teluk biru, admin posting lagi ni artikel tentang teluk biru.

TELUK BIRU, SURGA TERSEMBUNYI DI BANYUWANGI

Satu lagi surga tersembunyi di Banyuwangi yang masih belum terkenal seperti green bay, pulau merah, kawah ijen, dll. Yang mempunyai nama hamper mirip dengan green bay, yaitu Blue Bay.

Teluk yang satu ini berbeda dengan green bay. Jika green bay mempunyai keindahan pasir putih dan warna air lautnya yang kehijauan. Kalau Blue Bay mempunyai keindahan bawah laut yang indah.

 

Teluk Blue Bay salah satu alternative snorkeling di banyuwangi selain pantai bama di baluran atau pulau tabuhan. Keindahan bawah laut Blue Bay tidak kalah dengan kedua wisata diatas. Laut disini juga masih asri dan belum terekpose, terbukti dari warna lautnya yang biru jernih. itulah kenapa teluk ini dinamakan teluk biru atau Blue Bay.

Agar tidak terjadi lagi pengeboman ikan, kawasan ini dilindungi oleh komunitas sekitar yang bernama Gemuruh (Gerakan Muncar Rumahku). Komunitas ini mempunyai beberapa kegiatan pelestarian lingkungan. Diantaranya adalah penanaman fish apartement, transplantasi terumbu karang, dan penanaman pohon mangrove yang bertujuan untuk menyelamatkan alam sekitar. Disini juga terdapat budidaya kerang mutiara yang PT. DISTY.

Lokasi Teluk Biru berada di Muncar Banyuwangi di balik semenanjung Sembulungan, Teluk ini masih masuk di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Masyarakat sekitar menyebut teluk biru dengan sebutan Senggrong. Jadi jika anda bertanya kepada masyarakaat sekitar dengan bertanya teluk Biru, anda tidak akan mendapatkan informasi yang anda cari. Jadi bertanyalah dengan sebutan Senggrong.

Akses darat menuju Teluk biru masih belum ada, jadi anda harus menyewa perahu atau boat untuk pergi kesana, harga pasaran menyewa perahu di banyuwangi sekitar Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Ombak di daerah muncar cukup besar jadi kalau mau datang di pagi hari sampai siang hari, karena kalau di sore hari para nelayan tidak mau mengantarkan karena ombaknya yang terlalu besar. Lama perjalanan dari Muncar ke Teluk Biru sekitar 2 jam perjalanan. Waktu terbaik pergi ke Teluk Biru adalah di Jam 2 dini hari sehinnga anda bisa menikmati sunrise di tengah laut.

SUMBER :

https://www.facebook.com/pages/Banyuwangi-Gerbang-Wisata-Indonesia/460555650673726

Kumpulan Pantun ASMARA / CINTA Edisi Pertama

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Ayam Jantan Berbulu Putih

Bermain-Main Mencari Makan

Siapa Dia Berbaju Putih

Cobalah Tolong Ayah Tanyakan

@@@@@@@@@@

Rintik-Rintik Hujan Gerimis

Berpayung Agar Baju Tak Basah

Bertemu Gadis Yang Cantik Manis

Hatiku Bingung Jadi Gelisah

@@@@@@@@@@@@@@@@

Dikota Jombang Tempat Lahirku

Kota Banyuwangi Tempat Tinggalku

Betapa Bimbang Rasa Hatiku

Hendak Ku Cari Aku Tak Tahu

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Pergi Ke Sawah Tanam Ketimun

Sirami Ia Agar Tak Mati

Hatiku Susah Sering Melamun

Ingat Si Dia Pujaan Hati

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Dari Manakah Datangnya Banjir

Kalau Tiada Hujan Dahulu

Bagaimanakah Ku Bisa Mampir

Kalau Tiada Janji Dahulu

@@@@@@@@@@@@@@

Orang Arab Pergi Ke Arab

Pulang Ke Arab Membawa Baju

Siang Ku Harap Malam Ku Harap

Yang Aku Harap Tiada Tahu

@@@@@@@@@@@@

Naik Kereta Dari Maluku

Beli Papaya, Manggis Dan Duku

Sungguh Senangnya Rasa Hatiku

Jikalau Dia Jadi Milikku

@@@@@@@@@@@

Jikalau Abang Pergi Kehulu

Belikan Saya Bunga Kamboja

Jikalau Abang Mati Dahulu

Nantikan Saya Dipintu Surga

Calon Suami yang Islami

cari calon suami itu yang rekam jejaknya bagus walau tak sempurna | ibadah dia segera, taubat nggak ditunda, cinta akhirat tak lupa dunia

lelaki yang santun pada orangtuanya, pandai bahagiakan keduanya | kemungkinan besar santun-ramah pada istrinya, dan bahagiakan istrinya

lelaki yang menomorsatukan Allah, dan senantiasa taat saat dia sendiri | akan jauh dari maksiat dan selalu dirindukan saat sudah beristri

lelaki yang senantiasa berdakwah, karena tak mau sendiri dalam taat | nantinya mengajakmu taat berdua, dan menjaga keluarga dari maksiat

lelaki yang hatinya terikat pada masjid, lisannya basah oleh Al-Qur’an | nantinya jadikan rumah tangga ibadah, syahdu penuh ketenangan

yang celaka, lelaki yang sudah rekam jejaknya jelek, enggan memperbaiki | maksiat dipelihara, kebaikan diolok-olok, sudah taubat kumat lagi

lelaki begini jangan diharap-harap, sudah dinikahi bikin susah | ibunya yang sudah melahirkan saja diabaikan, apalagi kamu

lelaki begini hanya bisa PHP, jangankan janji ke kamu | janjinya kepada Sang Pencipta saja bisa diingkari

lelaki begini minim tanggung jawab, pacaran terus | menikahi beum sanggup, maksiat jalan terus

lelaki begini, shalatnya ditinggal, puasa sekenanya, ibadah lalai | wajar nanti istrinya ditinggal, nafkah sekenanya, bahagia cuma mimpi

calon suami baik, itu rekam jejaknya baik, juga sebaliknya | cari rekam jejak ke ustadznya, bapak-ibunya | bukan dipacari, itu maksiat

calon suami baik itu dilihat dari rekam jejak hidupnya | kalo sekarang berani maksiat, sudah nikah lebih parah lagi

kalau dia taat dia nggak pacaran, kalau pacaran dia berani maksiat | kalau kamu cari calon suami baik lewat pacaran, jelas salah fatal

kalau rekam jejaknya baik, kemungkinan besar calon yang baik | kalau rekam jejaknya hancur, kemungkinan besar calon yang hancur

tentu ada pengecualian yang rekam jejaknya jelek tapi calon suami baik | tapi ya itu, melibatkan rekam jejak lain, taubat-taubat-taubat

‪#‎UdahPutusinAja‬, cari ridha Allah, taat pada Allah | kalau kamu yakin jodoh ditangan Allah, maka taat Allah jalan terbaik dapat suami baik

akhukum,
@felixsiauw

 

Bersabarlah Kawan , Seperti ……

bersabarlah dalam penantian, sebagaimana sabarnya Nabi Ibrahim | tatkala meminta pada Allah keturunan, lalu Allah anugerahkan padanya Nabi Ismail

bersabarlah dalam usaha, sebagaimana sabarnya Bunda Hajar dan Nabi Ismail | tatkala ditinggal suaminya tanpa bekal, lalu Allah karuniakan pada mereka air zamzam

bersabarlah dalam ujian, sebagaimana sabarnya Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim | tatkala Allah meminta nyawanya, lalu Allah selamatkan mereka, dan Allah berkahi keturunan mereka

bersabarlah dalam dakwah, sebagaimana sabarnya Nabi Muhammad | tatkala harus difitnah, diancam, diusir, dicaci, dilempari, disakiti, lalu Allah muliakan namanya di langit dan di bumi

bersabarlah dalam kelapangan, sebagaimana sabarnya Nabi Sulaiman | yang Allah uji dengan kekayaan yang tak pernah diberi pada siapapun jua, dan dia tak pernah merasa memiliki selain berucap “Ini hanya karunia dari Tuhanku!”

bersabarlah dalam kesakitan, sebagaimana sabarnya Nabi Ayyub | yang Allah uji dengan badan dan jiwa, harta dan keluarga, lalu Allah tinggikan derajatnya di surga

bersabarlah dengan cara apapun, karena malaikat di surga nanti akan mengucapkan “salam keselamatan pada kalian, tersebab kesabaran kalian”

(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (QS 13: 23-24)

akhukum fillah,
@felixsiauw

 

Kumpulan Parikan Lucu Jula Juli Khas Jawa Timuran 2015

Jula juli adalah parikan khas Jawa Timur. Sejenis pantun jenaka berbahasa Jawa. Kesenian olah kata tradisional yang sudah ada sejak zaman dulu kala dan diwariskan secara turun temurun. Fungsi parikan sebagai pitutur (nasehat) para orang tua kepada anak muda. Sering dibawakan dalam acara pentas kesenian tradisional ludruk. Contoh group ludruk Suroboyoan paling terkenal ialah Cak Kartolo cs, Supali cs dan Kirun cs.

Parikan jula juli terdiri dari 2 atau 4 bait. Bait pertama atau kedua merupakan “umpan pembuka”. Sedang bait ke 3 dan ke 4 adalah isi atau inti dari pesan yang hendak disampaikan. Bunyi terakhir dari bait “pembuka” harus mirip dengan bunyi kata terakhir dari bait “isi” sehingga “jatuhnya” terdengar enak.

Jula-juli yang baik bukan sekedar rangkaian kata-kata lucu semata. Tapi harus memberikan makna bermanfaat bagi pendengar serta pembacanya. Dalam ludruk Suroboyoan, jula-juli terdiri dari lima sampai delapan parikan yang saling terkait. Isi dari jula juli biasanya menggambarkan benang merah dari lakon / cerita yang akan dipentaskan.

Contoh humor boso Jowo jula juli lucu Jawa Timuran / Suroboyoan dapat Anda simak di bawah ini. Mohon maaf, bagi yang tak bisa bahasa Jawa silahkan translate sendiri ya, hehe

 

Panen klungsu mbarek mangan kwaci

Kurungan papat lugur kesampluk siji

Pancen lucu arek lanang zaman saiki

Durung disunat kok wis njaluk rabi

 

Ngemah kedele karo semongko

Lungguh ndodok mblusuk nok kamar

Bocah wedoke ya semono ugo

Durung iso cewok kok njaluk dilamar

 

Klopo enom aranane degan

Degan pitu kecemplung melamin

Opo bener omongane wong edan

Gendhakan iku mengandung vitamin

 

Pitik blirik sobo prapatan

Isih cilik ojo podo pacaran

 

Prapatan iku akeh krikile

Pacaran iku nggarahi kere

 

Budale bakul yen wayah esuk

Modal dengkul po ra clingak clinguk

Kepethuk jaran nok nggone Medan

Entuk pacaran nek wis nduwe sedan

 

Segane cemawis umup semure

Ndang cepet mangan munggah bale

Nek wis gede cukup umure

Tinimbang kebelet yuk nikah wae

 

Ringin gedi panggonane dedemit

Pring lumpang sesajene danyang

Pingin rabi ora nduwe dhuwit

Paling gampang yo jepitke lawang

 

Ki Painur nyanggong nyang kebon

Ono gludhuk peteng mbongkar omah

Iki pitutur nggo arek lanang wadon

Cekno gak kedluduk meteng di luar nikah

 

Kecap dibacem dicampur gulo

Mboten ngecap namung wicoro

Cekap semanten atur kawulo

Wonten lepat nyuwun sepuro

Parikan Jula Juli Lucu Jawa Timuran tadi semoga memberi sedikit pengetahuan tentang salah satu kekayaan budaya Jawa dan kebudayaan Indonesia pada khususnya. Mudah-mudahan sedulur sedaya terhibur. Maafkan jika ada kesalahan. Selamat tertawa.

sumber

http://republik-gondes.blogspot.com/2014/12/parikan-jula-juli-lucu-jawa-timuran.html

Kaum Liberal dan Pentingnya Khilafah

01. mengapa ramai hastag #IndonesiaTanpaJIL? semua itu wajar mengingat mudharat besar yg dihasilkan kelompok ‘kaki-tangan’ barat ini

 

02. mulai dari membolehkan homoseksual, penolakan terhadap syariat Islam dan pembenaran untuk mengumbar aurat mereka dakwahkan

 

03. sampai ke penghalalan nikah beda agama, penghinaan terhadap kerasulan Muhammad saw, gugatan atas keaslian Al-Qur’an mereka gencarkan

 

04. maka wajar ummat Islam menolak liberalisme, bagaikan menggunting dalam lipatan, mereka menamakan diri Islam dan mempropagandakan barat

 

05. ditilik dari segi sejarah, kemunculan kaum liberal (JIL) di indonesia sangat terkait dengan gerakan liberal di dunia Islam umumnya

 

06. pada abad ke 17, saat Khilafah Utsmani sudah melemah, misionaris kristen mulai melaksanakan aksi mereka di beirut libanon lwt pendidikan

 

07. tugas mereka jelas, membuat kaum Muslim ragu dengan agamanya sendiri dan mempertanyakan keabsahan agama mereka

 

08. pada abad 18-19, seiring kebangkitan dunia barat karena meninggalkan kristen sebagai agama, masalah liberalisme kaum Muslim juga dimulai

 

09. beberapa tokoh barat bersepakat bahwa masuknya Napoleon ke Mesir pada 1798 adl inisiasi awal dari pemikiran liberal di dunia Muslim

 

10. saat itu, ummat shock menyaksikan kebangkitan barat dan bersamaan dengannya melemahnya Khilafah Islam, dan mulai bertanya-tanya

 

11. “apa yang membuat barat bangkit?” dan “yang membuat Islam lemah?”, begitulah yang dipikirkan ilmuwan2 Islam saat saksikan majunya barat

 

12. “apakah kita lemah dan barat kuat karena cara pikir barat lebih baik dari cara pikir kita?” begitulah syaitan menyusup lewat akal

 

13. maka saat itu pemikir2 Islam banyak merapat ke barat, membuka dialog, mengapa “barat maju sementara Islam melemah”

 

14. tanpa kaum Muslim sadari, melemahnya Khilafah saat itu sesungguhnya karena melemahnya pemikiran Islam, bukan karena pemikiran Islam

 

15. saat itu bahasa arab telah melemah penggunaannya, filsafat persia dan yunani pun merusak pemikiran, belum lagi ijtihad yg tak dilakukan

 

16. namun sebagaimana jebakan barat, kaum Muslim mulai diperkenalkan dengan cara pikir barat yg liberalis, derivat dari sekulerisme

 

17. “memisahkan antara agama dan negara”, “menolak otorisasi kelompok tertentu menafsirkan dalil” itu kampanye barat pada Islam

 

18. barat via prancis, inggris dan amerika berusaha mengenakan paham yg membangkitkan mereka pada kaum Muslim, yaitu “meninggalkan agama”

 

19. barat sangat sadar, adanya Khilafah menutup jalan bagi mereka untuk menguasai Muslim, karena itu liberalisasi agama jadi jawaban

 

20. maka melalui upaya liberalisasi agama, barat berusaha menanamkan bahwa modernisasi adalah meninggalkan agama sebagai dasar pikir

 

21. liberalisasi agama ini mendapatkan sambutan, khususnya dari misionaris kristen dan cendekiawan Islam yang disekolahkan keluar negeri

 

22. generasi awal (1830-1870) liberalis tmsk Rifa’ah Rafi Al-Tahtawi, menimba liberalism di Prancis dan membawa pendidikan sekuler ke Mesir

 

23. pula tokoh kristen Butrus al-Bustani yg menyebarkan pemikiran cabang liberalisme yaitu nasionalisme arab, utk memisahkan dr Khilafah

 

24. generasi kedua (1870 – 1900) dari mereka lebih berani, kali ini kaum liberal menggugat bahwa Al-Qur’an dan Islam adl agama bias gender

 

25. Maka muncullah perusak Islam lainnya, liberalis generasi kedua yaitu Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani guru-murid pengusung liberal

 

26. banyak ummat Muslim menyangka mereka adalah ulama pembaharu Islam, pada hakikatnya mereka ini adalah pengkhianat yg menjual Islam

 

27. khusus Jamaluddin ini, Khalifah Abdul Hamid II dlm catatan hariannya pernah mengatakan dia layaknya “pelawak” kaki tangan Inggris

 

28. setelah pan-arabisme (nasionalisme arab) yg diusung Jamaluddin gagal, ia malah meminta lindungan pada tentara kafir, begitulah “pelawak”

 

29. gerakan liberalisme generasi kedua ini tampil lebih vulgar, mulai mengusung pemakzulan Khilafah, sebagaimana diinginkan majikan baratnya

 

30. ide liberalisasi agama dalam bentuk penolakan terhadap syariat dalam bingkai Khilafah ini mengkristalisasi pada generasi liberalis ketiga

 

31. generasi ketiga ini merentang 1900 – 1939, dengan tokohnya spt Muhammad Rasyid Ridha, Ali Abdur Raziq dan Thaha Husain

 

32. gugatan mereka terhadap Khilafah, juga dibarengi dengan meniupkan benih nasionalisme pada pemuda Arab, Turki, dan lainnya

 

33. Nasionalisme inilah kelak memberi ruh pada gerakan revolusi arab dan gerakan turki muda, yang berujung pada runtuhnya Khilafah di 1924

 

34. Nah, generasi liberal ketiga inilah yang banyak direspons oleh dunia Islam, termasuk Indonesia yang terpengaruh dengan pemiran liberal

 

35. da’i liberal semacam Muhammad Arkoun, Nashr Hamid Abu Zaid, Rasyid Ridha dll, mulai mewarnai pemikir-pemikir Indonesia

 

36. adalah Muhammad Tahir Djalaluddin, murid Muhammad Abduh yg ‘berjasa’ menyebarkan liberalisme di nusantara dan ranah melayu

 

37. sesampai dari mesir, ia menyebarkan pemikiran Muhamamd Abduh dan Jamaluddin al-Afghani tentang liberalisme di majalah al-Imam

 

38. tema sentral majalah al-Imam ini adalah feminisme, kebebasan berpendapat (walau tak sesuai syariat) dan tema liberal yg lain

 

39. Pada 1970-an, gerakan liberal ini menemukan relungnya di indonesia lewat Nurcholish Majid, sesepuh liberal di Indonesia

 

40. Nurcholish Majid mewarisi liberalisme dari Fazlur Rahman, dosennya di Chicago yg mengusung tafsir ‘kontekstual’ bukan ‘tekstual

 

41. Tafsir kontekstual ini menyatakan bahwa dalil Qur’an bukan dilihat secara teks kata2, tapi maknanya (konteks) saja sudah cukup

 

42. Misal, menutup aurat maknanya adl menjaga kehormatan n melindungi diri, jadi bila sudah terhormat dan terlindung, tak perlu tutup aurat

 

43. Nurcholish misalnya menyatakan “Tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar)” dan mengajarkan bahwa semua agama itu benar

 

44. menjelang 1970-an, gerbong liberalisme bertambah panjang dengan daftar nama Harun Nasution, Abdurrahman Wahid dan Munawir Sjadzali

 

45. mereka miliki kesamaan, yaitu kekaguman atas Muhammad Abduh, Ali Abdur Raziq, Rasyid Ridha dan pemikir liberal lainnya

 

46. saat itu, tak ayal lagi, pemikiran liberal mulai menyusup pada cendekiawan NU dan Muhammadiyah, khususnya para santri muda mereka

 

47. maka pada 2001, digalang Ulil Abshar, Gonawan Moehammad dibentuklah JIL untuk satukan seluruh organisasi bernafas liberal di Indonesia

 

48. dalam situs islamlib.com dinyatakan, lahirnya JIL sebagai respons atas bangkitnya “ekstremisme” dan “fundamentalisme” agama di Indonesia

 

49. intinya gerakan JIL adl membuat ummat berpaling dari Islam memanfaatkan isu “ekstremisme”, “fundamentalisme” n “radikalisme”

 

50. mereka menggugat Al-Qur’an dan Rasul, menyalahkan ahli tafsir dan ulama terdahulu, serta menafsirkan ayat sebatas batok kepala mereka

 

51. Ulil Abshar Abdalla misalnya menyatakan “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.”

 

52. Sumanto al-Qurthuby menulis “hakekat Al-Qur’an bukanlah ‘teks verbal’ yg 6666 ayat bikinan Utsman itu melainkan gumpalan2 gagasan.”

 

53. Luthfi Assyaukani “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat/pengajian. Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik,”

 

 

54. begitulah kerjaan mereka, selain itu mereka juga aktif mengadakan acara2 pemurtadan secara pemikiran, dan disokong dana barat

 

55. JIL juga merilis FLA (fikih lintas agama) yang membolehkan nikah beda agama, penghapusan nisbah warisan dan masa iddah ada pada laki2

 

56. mereka mengkampanyekan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme (sepilis) sebagai tandingan syariat Islam dan Khilafah Islam

 

57. walau MUI telah mengharamkan sepilis kaum liberal ini, namun masyarakat tetap dijejali dengan ide ini, khususnya kaum awam

 

58. termasuk menyebar derivat sepilis seperti demokrasi yg mengambil hak Allah sebagai penentu halal dan haram dan serahkan pd suara mayoritas

 

59. liberalis membeli acara2 tv dan lapak2 di koran dengan uang dari barat dan memaksa ide liberal bercokol di kepala generasi Muslim

 

60. tak hanya tulisan dan radio, mereka juga merambah sinetron, dan film2 bioskop, seminar2 di kampus dan partai2 politik

 

61. org liberal merasa mereka keren ketika bisa kutip pendapat2 barat, tanpa sadar mereka cuma tugasnya membeo majikannya saja

 

62. lebih parah lagi, mereka kira dengan menjilat n ngibas-ngibasin ekor mereka bisa senangkan majikan, padahal nunggu dipotong juga

 

63. menjual agama atas dalil modernisasi, kebablasan, itulah kaum liberal, yang terkadang juga gak konsisten sama pendapatnya sendiri

 

64. bilang semua agama sama2 benar, tapi disuruh pindah agama keluar Islam gak mau, gak konsisten toh?

 

65. bilangnya semua agama sama, tapi mati masi mau dikainin kafan, kalo berani ya dibakar aja trus dibuang ke kalimalang

 

66. Betul ketika Hudzaifah meriwayatkan hadits Nabi bahwa akan ada “da’i-da’i yang menyeru pada neraka jahannam, yg ikut mrk akan masuk neraka”

 

67. Nabi jelaskan bahwa da’i penyeru neraka ini “dari kaum yg kulitnya sama seperti kamu, dan berbicara dengan bahasa kami”

 

68. begitulah JIL, berkulit Islam dan berbahasa Al-Qur’an, namun yang diserukannya adalah menuju pintu neraka jahannam.. innalillahi..

 

69. konsisten sekuler, web mereka jelaskan dasar JIL poin f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik

 

70. singkat cerita, sama seperti pendahulu2nya, sepertinya majikannya juga masih sama, JIL ingin menggagalkan penerapan syariat Islam

 

71. karena itulah kaum liberal dan JIL paling sewot bila ada kelompok yg menginginkan formalisasi syariat dalam negara dlm bentuk Khilafah

 

72. bila generasi liberal lalu memakzulkan Khilafah, maka peliharaan barat generasi baru ini menghalang-halangi kembalinya Khilafah Islam

 

73. subhanallah, terkadang Allah menguji kaum Muslim dengan musuh bersama, yang kita bersatu karenanya, menyadari pentingnya ukhuwah Islam

 

74. oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL perlu digemakan, dan kita lanjutkan dengan Indonesia Dengan Syariah dan Khilafah” :)

oleh :

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: