NYANCANG ATI Versi Sholawat Banyuwangi (Mas Say Laros )

Qiroah Kontroversial Dengan Langgam Jawa Di Istana Negara

“Mbah yai,, ini jelas2 penghinaan,, negara keterlaluan,, agama diinjak2,,”

“Ngomong opo tho min?”

“Apa mbah yai tidak tahu,, itu kalimat ayat suci dilantunkan dengan langgam jawa,, rasis,, egois,, pelecehan kan itu?”

“Mbahmu min pelecehan,, asal tajwidnya sudah bener,, apa salahnya? Di mana dosanya? Eleng min,, ini nusantara,, bukan tanah arab,, milih nada harus sama dengan qari2 padang pasir,,”

“Tapi kan pelecehan mbah yai?”

“Pelecehen terus dari tadi? Pelecehan dari mana? Memangnya langgam jawa itu noda apa,, mau pakai langgam sunda,, padang,, aceh,, papua,, whatever min,, asal makhraj dan tajwidnya beres,, jalan terus,, kalau kamu ngotot pelecehan,, ya pejabat yg nempeleng nasib rakyat dgn korup itu,, sambil tetap mengaku beragama dan berTuhan,, itu baru pelecehan namanya,,”

“Wah payah nih mbah yai,, berarti sholat juga boleh dong pakai langgam jawa?”

“Boleh aja kenapa tidak,, adzan pakai langgam jawa juga masih ada yg make,, fine2 aja,, yg gak boleh itu min,, sholat pakai bahasa jawa,, Allahu Akbar diganti Gustipun Moho Ageng,, atau bismillah’nya diganti pakai bahasa inggris,, in the name of God,, nah ini baru ngawur min,, kalau cuma langgam,, ndak ada dalil,, hadits apalagi ayat suci yg melarang,, kalaupun ada paling hadits yg dipelintir tafsirnya,,”

“Wah,, tetap belum klop dengan pikiran saya yai,, saya tetap belum bisa menerima konsep mbah yai ini,,”

“Gundulmu min,, ini bukan konsep saya,, jauh sebelum qari itu ngaji langgam jawa,, banyak malah bahasa arab dibaca dgn lidah lokal,, ‘alamin jadi ngalamin misalnya,, itu malah tdk sesuai makhraj,, tapi kamu berani memastikan kalau Tuhan tdk menerima sholat mereka atau bacaan mereka karena tak sesuai dgn lidah arab?”

“Ya ndak berani yai,,,”

“Nah,, kok cerewet dari tadi,, Tuhan aja santai kok,, situ yg sibuk sendiri,,”

‪#‎Anda‬ Bertanya Kiai Jarkoni Asal Menjawab

Selamat siang Mahasiswa Kampus UMI Ayoo di lihat Vidio Pembaca’an Ayat” Suci Al Qur’an menggunakan Langgam Jawa di Istana Negara tercuinta…

https://fbcdn-video-d-a.akamaihd.net/…/11266271_10205612052…

Jaga terus api Menyanmu ,,jangan terlalu kebesaran nanti bisa membakar segalanya ,,jangan pula terlalu kecil nanti bisa padam ,, yang sedang” saja,, agar tetap menghangatkan

‪#‎Sarkub‬ ‪#‎Aswaja‬ ‪#‎KampusMenyan‬

Kunjungan Mas Say Laros Ke Pantai WEDI IRENG Pesanggaran Banyuwangi

Sabtu, 16 Mei 2015
Salam Jenggirat Tangi !!!
Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros
Tidak berlebihan jika Kabupaten Banyuwangi dikatakan sebagai salah satu surganya Gerbang Wisata Indonesia. Selama ini para wisatawan lokal maupun mancanegara ketika akan berwisata Pantai di Banyuwangi kebanyakan yang mereka kenal adalah Pantai G-LAND, PULAU MERAH atau RED ISLAND dan TELUK HIJAU. Hal ini wajar karena selama ini Pantai itulah yang selalu di Ekspose di berbagai media namun tahukah anda ? Ternyata di Kecamatan Pesanggaran selain Pulau Merah ada destinasi Wisata Pantai yang indah apalagi kalau bukan Pantai Wedi Ireng dan Pantai Mustika. Bagi para pecinta petualang wisata Pantai di Banyuwangi tidak ada salahnya kalian mencoba salah satu destinasi wisata pantai yang sangat Menakjubkan yaitu Pantai Wedi Ireng dan Pantai Mustika ini.


Pantai wedi ireng ini masih satu jalur dengan Pantai Pulau merah jadi ketika kalian sudah menikmati Indahnya Pantai Pulau Merah tidak ada salahnya kalian mencoba berkunjung juga di Pantai WEDI IRENG dan Pantai MUSTIKA yang jaraknya skitar 3 KM dari Pulau Merah. Kali ini Mas Say Laros bersama saudara sepupuku yang bernama Irvan Swastono mengunjungi Salah Satu Pantai Unggulan ini. Karena sudah lama saya ingin kesana namun karena berbagai kesibukan akhirnya saya membatalkan rencana saya.


Dengan menggunakan sepeda motor kami sudah sampai di Pantai Mustika Pancer pada pukul 11:00 WIB. Sesampai di dipintu masuk Pantai Mustika kalian akan di berhentikan oleh para petugas wisata disana kalian akan diarahkan ke tempat Parkir kendaraan. Dengan membayar Karcis kendaraan sebesar Rp.5.000 Insya Allah kendaraan Kalian Aman. Lokasi parkir kendaraan berada di area sepanjang Pantai Mustika.


Perlu sahabat ketahui Pantai Mustika dan Pantai Wedi Ireng ini terletak di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Meskipun indah, Karena lokasi Pantai Wedi Ireng tersembunyi di Balik Hutan menjadikan pantai ini belum dirambah oleh para wisatawan.


Ok, ceritanya lanjut ya, setelah memarkirkan sepeda Motor kami langsung menuju ke Pantai Wedi Ireng. Untuk menuju pantai wedi ireng dari Pantai Mustika kalian berjalanlah kearah Barat. Namun jangan khawatir jika kalian bingung hampir disetiap sudut area wisata ada Information Center Area Jadi, kalian nanti bisa bertanya seputar informasi biaya masuk, fasilitas wisata dll. sehingga kalian tidak akan kebingungan.


Di antara pantai Mustika dan Wedi ireng ada sebuah pantai yang bernama Pantai Pancer disana merupakan tempat Pelelangan Ikan terbesar No dua di kabupaten Banyuwangi. Jadi, tidak ada salahnya sebelum kalian menuju pantai Wedi ireng terlebih dahulu membeli ikan disana untuk dimakan ketika berada di Pantai Wedi Ireng.


Setalah sampai di TPA Pancer disana ada pusat informasi untuk para wisatawan yang ingin menuju ke Pantai Wedi Ireng. Untuk menuju pantai Wedi Ireng ada dua Jalur yaitu Jalur DARAT dan Jalur LAUT. untuk menggunakan Jalur LAUT kita bisa menggunakan perahu yang sudah disiapkan para petugas wisata dengan hanya membayar RP.50.000/Orang PP kalian akan dihantarkan menuju pantai Wedi Ireng sambil menikmati indahnya lautan disekeliling kita. Dengan jalur laut ini Nelayan akan menghantarkan anda mengelilingi Pulau Bedil, Pulau Mustika, Pasir pendek, Batu Mukijo dan Transit ke Pantai Wedi Ireng ongkosnya Rp.550.000 untuk maksimal 6 orang.


Sedangkan untuk jalur DARAT Kalian cukup membayar Biaya Masuk sebesar Dua Ribu Rupiah anda akan menikmati suasana pegunungan yang masih Alami. Biaya masuk ini kita bayarkan ketika sampai di gapura utama, disana kalian terlebih dahulu mengisi biodata perwakilan rombongan mulai nama dan alamat serta banyaknya anggota yang ikut setelah itu barulah kalian membayar karcis masuk sebesar dua ribu rupiah/orang.
Namun untuk JALUR DARAT ini dibutuhkaan Fisik yang prima karena medannya yang menanjak tajam sehingga akan menyebabkan kelelahan bagi para wisatawan yang tidak terbiasa naik gunung. Jadi saran Mas Say Laros untuk wisatawan yang tidak memiliki tubuh prima saya sarankan kalian lewat Jalur Laut Saja agar nantinya tidak menjadi masalah ketika dalam perjalanan.
Nach, kali ini Mas Say Laros dan teman-teman mencoba menempuh jalur darat. Perjalanan kami memakan waktu kurang lebih satu jam plus istirahatnya yang cukup lama. maklumlah kami tidak terbiasa naik gunung jadi ya kalau capek istirahat hehehehe. Jarak yang ditempuh dari Pelelangan Pancer ke Wedi Ireng sekitar dua KM.Setelah menempuh waktu sekitar satu jam barulah kami dapat menikmati Indahnya Pantai WEDI IRENG ini.
Pantai Wedi ireng memiliki kemiripan dengan Teluk Hijau yaitu bentuknya seperti huruf ‘’W’’. Namun kelebihan pantai ini memiliki garis Pantai yang lebih panjang. Saran saya selama di WEDI IRENG jangan buang saampah sembarangan ya, karena disana sudah disediakan banyak tempat sampah namun masih saja ada pengunjung yang membuang sampah disembarang tempat sehingga mengotori keindahan Pantai.
Ombah yang ada di Wedi ireng pun juga tidak terlalu tinggi meskipun demikian Mandi di pantai itu juga berbahaya so, kalian harus jaga diri baik-baik selama disana. Selama disana para wisatawan akan dibuat terlena dengan pemandangan teluk yang sunyi, pasir yang bersih, pepohonan yang rindang serta hembusan angin yang sepoi-sepoi membuat kita betah berlama-lama tinggal disana.
Namun selama ini para wisatawan bertnya-tanya mengapa pantai ini dinamakan dengan pantai WEDI IRENG? Padahal kalau kita lihat disana pasir pantainya berwarna Putih. Nach untuk menjawab penasaran kalian cobalah untuk mengeruk pasir yang ada dipantai wedi ireng ini, ternyata dibalik butiran pasir putih ini tersimpan butiran pasir hitam yang sungguh mempesona.
Jadi, selamat berkunjung di Pantai Wedi Ireng semoga perjalanan anda menyenangkan.

Pesanggaran, Sabtu, 16 Mei 2015

Wisata AIR TERJUN KALIBENDO Kecamatan Glagah Banyuwangi

Air Terjun Kalibendo memiliki ketinggian sekitar 10 M dan berada di dalam kawasan Agro Wisata Kalibendo, yang terletak di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Jaraknya sekitar 15KM dari kota Banyuwangi ke arah barat daya, satu arah dengan lokasi wisata Gunung Ijen. Di kawasan Kalibendo ini terdapat perkebunan karet, kopi dan cengkeh.

Untuk menuju lokasi Air Terjun Kalibendo, dari pusat kota Banyuwangi perjalanan diarahkan ke Terminal Sasak Perot di Desa Bakung, Kecamatan Glagah. Selanjutnya lurus ke arah barat hingga tiba di pertigaan Patung Barong di Desa Banjarsari. Dari pertigaan ini mengambil arah lurus melintasi Desa Kemiren hingga desa Tamansuruh. Selanjutnya perjalanan diteruskan beberapa menit hingga masuk Desa kampung anyar.

Setelah masuk gerbang PT Perkebunan kalibendo dan membayar tiket yang relatif murah, kendaraan dapat diparkir di tempat yang disediakan di depan gedung pertemuan. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak, melewati lapangan sepakbola, perkebunan cengkeh dan pohon bendo. Jalannya sangat menanjak dan melewati puluhan anak tangga, sehingga cukup menguras tenaga. Sebaiknya pengunjung jangan datang dalam keadaan perut kosong.

Selanjutnya akan tiba di sungai dengan jembatan di atasnya. Di pinggir sungai ini banyak ditemui beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman. Pengunjung biasanya mandi atau turun di sungai ini, terdapat kamar ganti baju di tempat ini. Namun harus hati – hati karena banyak lintah nya.

Setelah menyeberangi jembatan kayu selebar 1 m di atas sungai tersebut tampak menghampar perbukitan dan tanaman heterogen.

Dari jembatan tersebut perjalanan diteruskan (masih melewati jalan setapak) di sepanjang tebing di sisi atas sungai, sejauh kurang lebih 300 m ke arah barat hingga tiba di sungai lagi. Dan akhirnya ikuti aliran sungai tersebut dengan menyusurinya hingga bertemu dengan tikungan sungai yang dikelilingi tebing. Di balik ujung sungai bertebing itulah lokasi air terjun nya.

 

http://banyuwangiapik.blogspot.com/2013/08/air-terjun-antogan.html

AIR TERJUN KALONGAN Kecamatan Kalipuro Banyuwangi

Desa Pesucen, di Kecamatan Kalipuro sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa di bidang wisata alam. Salah satunya adalah Air Terjun Kalongan. Air terjun Kalongan yang memiliki ketinggian sekitar 10 meter ini, pernah mengalami masa jaya di era 1980 hingga 1990 an, dimana air terjun ini menjadi jujugan bagi warga lokal. Tempat wisata yang dibuka sejak 1980 itu memiliki keindahan yang alami, airnya sangat jernih dan dingin, dikelilingi perbukitan di sekitarnya. Di lokasi wisata ini terdapat kolam pemandian yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter. Sebuah bendungan dibangun di bawah Kalongan yang memanfaatkan potensi sumber air yang melimpah. Bendungan ini dimanfaatkan untuk air minum di wilayah Kalipuro dan sekitarnya. Namun sangat disayangkan, dalam perkembangannya, karena ketiadaan modal yang cukup, air terjun itu kini tak terawat.

 

http://banyuwangiapik.blogspot.com/

Pesona AIR TERJUN SELOGIRI Kecamatan Kalipuro Banyuwangi

Air terjun Selogiri terletak kira-kira 13 km ke arah utara kota Banyuwangi. Kawasan wisata ini masuk wilayah administrasi Kecamatan Kalipuro. Dinamakan Air Terjun Selogiri karena lokasinya berada di daerah Perkebunan PTPN XII Selogiri. Sebagaimana air terjun lain di Banyuwangi yang lokasinya masuk area perkebunan, diperlukan perjuangan untuk mencapainya, karena harus melalui jalan yang masih berbatu atau jalan makadam.


Untuk menuju lokasi Air Terjun Selorejo bisa menggunakan motor trail atau sport, jangan motor matik mengingat medannya yang berbatu. Jika naik mobil sebaiknya memakai mobil dengan penggerak empat roda atau four wheel drive (4WD). Jika terpaksa memang bisa dicapai dengan kendaraan niaga. Tetapi, jangan sekali-kali menggunakan kendaraan roda empat yang bertipe sedan atau SUV.

Dari Banyuwangi kota melewati jalan raya menuju Pelabuhan penyeberangan Ketapang, menuju ke utara untuk sampai di wilayah Perkebunan Selogiri sejauh 3KM. Setelah melewati terminal Bus, Anda akan menjumpai papan petunjuk menuju ke Air Terjun Selogiri, lalu yang mengarah sebuah jalan yang tidak terlalu lebar.

 

Pesona AIR TERJUN SELO TIRTO Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi

Lokasi Air terjun Sello Tirto berada di wilayah PTPN XII Kebun Pasewaran, yang terletak di desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, sekitar 50 km dari kota Banyuwangi. Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung harus berjalan 100 meter dari tempat pemberhentian terakhir, selanjutnya menuruni jalan setapak.

 

SUMBER :

http://banyuwangiapik.blogspot.com/

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: