• Arsip Bulanan

  • Ikuti saya di Twitter

  • Follow Instagram

    Lomba Karaoke Selamat pgi shbat dumai #ngakaklucu
  • 5 Tulisan Populer

Filosofi Kehidupan dalam Perayaan Ketupat Lebaran 2013

Rabu,14 Agustus 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Sebelumnya Mas Say Laros mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah mohon ma’af lahir dan batin kepada seluruh sahabat Blogger yang selalu setia membaca setiap postingan di Blog Padepokan Mas Say Laros ini.

Bagi mayarakat jawa khususnya masyarakat banyuwangi mempunyai Tradisi membuat ketupat lebaran atau biasa dikenal dengan istilah lebaran ketupat.Biasanya perayaan tradisi ketupat ini berlangsung setelah hari raya idul fitri ke-7 atau H+7 .

Namun sayangnya kita sering melupakan makna filosofis dari ketupat ini karena yang kita tahu selama ini kita hanya sebatas mengetahui jika ketupat itu rasanya enak.Oleh karena itu melalui moment perayaan ketupat dibanyuwangi kali ini mas say laros akan memposting tentang makna filosofis kehidupan dari KETUPAT ini.

Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara berbahan dasar beras yang dibungkus dengan selongsong terbuat dari anyaman daun kelapa (janur). Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Sebagai simbol, secara historis ketupat lahir dari sebuah pergulatan kebudayaan pesisiran. Sumber dari Malay Annal (1912) oleh HJ de Graaf menyebutkan, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Fatah pada awal abad ke-15.

Bungkus ketupat dipilih dari janur. Mengapa janur? De Graaf menduga-duga secara antropologis bahwa hal itu berfungsi sebagai identitas budaya pesisiran karena pohon kelapa kebanyakan tumbuh di dataran rendah. Selain itu, warna kuning memberi arti khas untuk membedakan dari warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Ketupat sebagai karya budaya dikaitkan dengan suatu hasil dengan beraneka macam bentuk. Sedang ketupat sebagai ungkapan budaya adalah merupakan simbol yang di dalamnya terkandung makan dan pesan tentang kebaikan. Sebagai ungkapan budaya, ketupat antara lain memberikan makna dan pesan:

1. Ketupat terdiri dari beras/nasi yang dibungkus daun kelapa muda dan janur (bahasa Jawa). Beras/nasi adalah simbol nafsu dunia. Sedangkan Janur yang dalam budaya Jawa Jarwa dhosok adalah “Jatining nur” (sejatinya nur), yaitu hati nurani atau dalam bahasa arab yaitu JANATUN NUR : Atau Cahaya Surga Jadi ketupat dimaksudkan sebagai lambang nafsu dan hati nurani, yang artinya agar nafsu dunia dapat ditutupi oleh hati nurani sehingga dapat mendapatkan SURGA.

2.Ketupat yang dalam bahasa Sunda juga disebut kupat, dimaksudkan agar seseorang jangan suka ngupat, yaitu membicarakan hal-hal buruk pada orang lain karena akan membangkitkan amarah.

3.Ketupat, kupat dalam budaya Jawa sebagai “Jarwa dhosok” juga berarti “ngaku lepat”. Dalam hal ini terkandung pesan agar seseorang segera mengakui kesalahannya apabila berbuat salah.

Tindakan “ngaku lepat” ini telah menjadi kebiasaan atau tradisi pada tanggal satu Syawal, yaitu setelah melaksanakan ibadah puasa dengan menyediakan hidangan ketupat berikut lauk pauknya di rumah-rumah, sehingga disebut dengan ketupat lebaran. Semua ini sebagai simbol pengakuan dosa baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa maupun terhadap sesama manusia.

4.Seiring dengan makna di atas dan erat sekali hubungannya dengan tanggal satu syawal, kupat adalah “jarwo dhosok” dari “laku papat” (empat tindakan). Budaya menyediakan hindangan ketupat pada tanggal satu syawal terkandung pesan agar seseorang melakukan tindakan yang empat tersebut, yaitu: lebaran, luberan, leburan dan laburan.

Leburan, seiring dengan pengertian ngaku “lepat”, yaitu saling mengaku berasal dan saling meminta maaf dalam budaya Jawa pelaksanaan Leburan dalam satu syawal nampak pada ucapan dari seseorang yang lebih rendah status sosialnya kepada seseorang yang lebih tinggi status sosialnya atau dari anak kepada orang tua, yaitu ucapan “Mugi segeda lebur ing dinten menika”. Maksudnya bahwa semua kesalahan dapat lepas dan dimaafkan pada hari tersebut.

5. Ketupat pada saat tertentu digunakan sebagai pelengkap sesaji dalam upacara daur hidup, yaitu untuk pelengkap sesaji selamatan empat bulan orang mengandung. Adapun jenis ketupat yang digunakan adalah ketupat jago, ketupat sinta, ketupat sido lungguh dan ketupat luwar. Belum ditemukan sumber yang mengungkap makna yang ada di dalamnya dan kiranya perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut. Ketupat dapat diketahui sekaligus memberikan gambaran bahwa perlu adanya pengembangan lebih lanjut tentang ketupat, baik sebagai karya budaya yang dapat menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai seni, maupun sebagai ungkapan budaya yang merupakan simbol yang memiliki makna dan pesan baik.

6.Ketupat biasanya disandingkan dengan makanan LEPET yaitu sebagai simbul pria dan wanita.Lepet berbentuk panjang menyerupai kelamin pria dan Ketupat kalau mau dimakan harus dibelah tengah sebagai simbul wanita.

Demikianlah ketupat perlu dimasyarakatkan dalam rangka menambah wawasan khasanah budaya bangsa.

 

 

 

Menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah,Pelaku Gendam Berkeliaran di Pesanggaran Banyuwangi

Minggu,04 Agustus 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Sepertinya sudah menjadi agenda tahunan jika setiap menjelang Lebaran,tindakan kriminal selalu meningkat.Hal ini mungkin dikarenakan meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat menjelang hari raya idul fitri sehingga kesempatan ini digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhannya menjelang lebaran dengan cara-cara yang tidak manusiawi dan merugikan masyarakat.

Baru-baru ini di dua desa wilayah kecamatan pesanggaran banyuwangi khususnya di desa Ringin Agung dan Silirbaru ada dua keluarga yang menjadi korban Gendam.Kerugian yang ditaksir mencapai jutaan rupiah.Para pelaku ini cukup lihai dalam menjalankan aksinya.Pertama-tama pelaku mendatangi rumah korban yang sepi atau mungkin rumah korban hanya ditempati satu orang.

Sebut saja Ibu dewi,kemarin ibu dewi hanya tinggal dirumah sendiri karena suami dan anaknya lagi keluar ada keperluan.Tiba-tiba dikejutkan oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas pengirim paketan barang.Nach dalam pertemuan kedua orang antara pelaku dan korban ini terjadi percakapan yang cukup serius dan lama-lama semakin akrab.

Setelah itu ibu dewi seperti kehilangan kesadaran karena ketika ibu dewi diperintah oleh pelaku untuk mencopoti perhiasan dan mengambil sejumlah uang yang ada dirumahnya dia menurut saja seperti tidak ada paksaan dari siapapun.Namun anehnya setelah barang-barang yang diminta pelaku dikasihkan dan pelaku itu nyelonong pergi.

Akhirnya setelah pelaku meninggalkan rumah korban,bu dewi berangsur-angsur sadar dan membuka kotak paketan tadi ternyata isinya hanya 5 buah Mie Instans.Akhirnya Bu dewi begitu shock mengetahui perhiasan dan uangnya hilang sekejap itu.

Maka dari itu Saran Mas Say Laros kepada sahabat Blogger semua untuk berhati-hatilah jika menemukan modus penipuan seperti diatas.Bang NAPI Bilang ‘’KEJAHATAN ADA BUKAN KARENA ADA NIAT PELAKUNYA,TETAPI KARENA ADA KESEMPATAN. WASPADALAH WASPADALAH !!!

 

Berbagi Berkah Ramadhan Bareng Massay English Center (MEC)

Jumat,02 Agustus 2013

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1434 Hijriah kali ini Mas Say Laros melalui komunitas bahasa inggris Massay English Center (MEC) yang beralamatkan di desa Kanal3 Pesanggaran Banyuwangi mengadakan pembelajaran bahasa Inggris Gratis kepada Anak-anak warga kanal3 mulai tingkat SD, SMP Sampai SMA.

Acara yang dilaksanakan mulai Hari kamis 11 Juli 2013 ini bertempat diRumah Mas Say Laros.Alhamdulillah meskipun baru pertama kali MEC mengadakan acara seperti ini namun respon dari warga cukup antusias.Terbukti  mereka selalu rutin hadir setiap pertemuan mulai hari senin-jumat pukul 14:00 – 15:30 WIB.

Materi yang Mas Say Laros sampaikan merupakan materi-mater dasar yag harus dipahami oleh peserta seperti pengenalan Alphabet, number, time, day Dll.Jadi intinya dalam kegiatan ini Mas Say Laros ingin megajak peserta belajar bahasa inggris dari NOL.Ternyata meskipun materi yang mas say laros sampaikan adalah materi dasar ternyata mereka juga masih banyak yang belum bisa.Oleh karena itu dalam kegiatan selama ramadhan ini mas say laros ingin merubah mindset peserta yang mengatakan bahasa inggris sulit menjadi ‘’ENGLISH IS EASY’’

Maka dari itu agar tercipta suasana belajar bahasa inggris yang Fun maka materi saya sampaikan melalui lagu dan permainan.Dan Alhamdulillah mereka merasa senang dengan metode yang saya gunakan.Acara ini ditutup pada hari Jumat 02 Agustus 2013 dengan penutupan berupa Ujian bersama yang meliputi Test Vocab,Reading,Listening dan Writing.Mudah-mudahan acara serupa bisa dilaksanakan di Tahun Depan.Amin,,,

Belut Ajaib Gemparkan Warga Pesanggaran Banyuwangi

Minggu,21 Juli 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Cerita ini berasal dari sebuah keluarga di desa sumbermulyo pesanggaran banyuwangi.Beberapa puluh tahun yang lalu ada sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah ibu dan seorang anak yang masih duduk dibangku SD.Untuk privasi Sebut saja ayahnya bernama pak BUDI,Ibunya bernama Bu Erna dan anaknya bernama Raka.

Ketika masih duduk dibangku SD raka memiliki hobi mencari belut.Sehingga setiap hari sehabis mendapatkan beberapa ekor belut dia tidak memasak belut tersebut namun malah memasukkan belut tersebut kedalam septic tank (WC).Hari berganti hari tahun berganti tahun tak terasa kini Raka lulus Sarjana dan sudah bekerja.

Beberapa hari yang lalu Ibu Erna sakit keras yang sulit disembuhkan dia merasa setiap malam rumahnya seperti terkena getaran yang cukup hebat.Dan dia sendiri juga tidak tahu sumber asal getaran itu.Akhirnya Pak budi mencarikan beberapa orang paranormal untuk menyembuhkan istrinya namun segala usahanya itu gagal total.

Akhirnya ditengah rasa keputusasaan itu Pak Budi nekat untuk begadang dirumahnya untuk mengetahui sumber suara getaran yang dahsyat itu.Tepat tengah malam getaran itu perlahan-lahan mulai terasa menggelegar.Dengan perasaan yang campur aduk antara penasaran dan ketakukan,Pandangan pak budi tertuju pada sebuah Septik Tank dibelakang rumah yang dari tadi bergetar semakin hebat.Perlahan tetapi pasti dengan sisa-sisa keberaniannya Pak budi akhirnya nekat membuka Septik Tank itu.Dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat ribuan belut memenuhi septic thank itu sampai-sampai kotoran yang ada di WC tidak ada saking banyaknya belut itu.

Setelah Misteri itu terbongkar akhirnya Ibu erna bisa sembuh dari sakitnya,dan Keluarga Pak budi mendapatkan uang jutaan rupiah dari hasil penjualan belutnya yang dikirim langsung ke pulau dewata bali.Dan meskipun keluarga pak budi mempersilahkan bagi warga yang ingin mengolah belut ini namun masyarakat sekitar tidak mau karena merasa jijik dengan belut yang bersumber dari septic tank ini.Akhirnya Ramadhan 1434 Hijriah ini benar-benar merupakan berkah tersendiri bagi keluarga pak budi dan keluarganya.

Sumber : Masyarakat Pesanggaran Banyuwangi

Mas Say Laros : Selamat Tinggal Kampung Inggris,Welcome Kabupaten Banyuwangi

Sabtu,13 Juli 2013

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Tak terasa sudah 3,5 Bulan Mas say laros belajar bahasa inggris di kampung inggris Pare Kediri Jawa Timur ini.Perasaan baru kemarin saya kesini bersama sahabat Fauzi (Teman satu kampus di UIN Malang) untuk mendaftarkan diri program Speaking 1 di Mahesa Instiute.Meskipun 3,5 Bulan namun banyak kenangan suka maupun duka selama Mas Say Laros di Kampung inggris ini.

Selama tinggal dipare Mas say laros tinggal di CAMP 2 Putra yang merupakan salah satu CAMP dari lembaga Kursusan Mahesa Institute.Dan di Camp 2 Putra inilah Mas say laros mendapatkan banyak pengalaman berharga yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.Maklumlah karena seumur hidup baru pertama kali ini mas say laros tinggal di asrama atau Kost-kostan jadi secara tidak langsung saya perlu beradaptasi dengan kondisi yang ada.Karena memang selama ini Mas say laros selalu tinggal dipesantren yang tentu saja kultur antara pesantren dan Camp sangat berbeda jauh.

Sebenarnya tujuan awal Mas say laros datang ke pare ini untuk mengisi liburan kampus sekaligus mempersiapkan bekal untuk memasuki jenjang pendidikan S2 di pascasarjana Universitas Jember.Kebetulan setelah test di UNEJ kemarin Mas say diterima,namun untuk kuliah perdana baru berlangsung pada bulan Agustus besok,Jadi dari pada Nganggur di bulan Februari-Juli 2013 Mas say laros memantapkan belajar bahasa inggris untuk persiapan S2 nanti.

Selama dipare Mas say laros menemukan teman dari berbagai daerah baik di Indonesia maupun di luar negeri seperti Thailand dan Timur Leste.Dari situ Mas say laros banyak mendapatkan informasi berharga tentang kondisi masyarakat, seni budaya, politik maupun ekonomi dan pendidikan dari daerah teman-teman Mas say laros.Dari situ akhirnya saya mengambil informasi positifnya dengan harapan saya bisa membangun kabupaten banyuwangi kelak.

Di pare tidak hanya belajar Grammar maupun Speaking aja,tetapi kita belajar banyak hal salah satunya adalah belajar menanamkan sikap toleransi antar pemeluk agama.Hal ini saya dapatkan ketika di Pare yang kebetulan saya satu kamar dengan teman  pemeluk Agama Kristen Katolik yang sangat Taat.Kadang-kadang kita saling berdiskusi tentang perbandiangan agama islam dan Kristen untuk mencari titik persamaan agama-agama itu seperti apa sehingga akan muncul sikap saling menghargai.Bahkan kita sering mengingatkan ketika ada salah satu dari kita melupakan kewajiban beribadah seperti ke gereja pada hari minggu,puasa maupun sholat lima waktu.Disamping itu dikamar saya ada 2 kitab suci yaitu Al-quran kitabnya umat islam dan Al-Kitab kitabnya Umat Kristen masing-masing dari kita menghargai kedua kitab itu jadi kadang-kadang kita malah menaruhnya secara berdampingan seakan-akan mengatakan Jika Kitab suci aja bisa hidup berdampingan mengapa kita tidak?

Disamping tentang toleransi kita juga berlajar tentang artinya sebuah persahabatan,Dipare itu menyuguhkan berbagai program bahasa inggris dengan durasi waktu yang berbeda ada yang 2 minggu, 1 bulan maupun 2- 6 bulan jadi setiap orang juga berbeda-beda dalam mengambil jenis program.Sehingga bagi yang mengambil program 2 minggu juga secepatnya pulang kekampung halaman dan begitu juga sebaliknya.Dari situ hampir setiap minggu dan bulannya mas say laros menemukan teman-teman baru dan juga wawasan baru yang membuat otak semakin refresh namun juga kadang merasa kehilangan ketika mereka harus pulang karena durasi program yang diambil Telah Habis.

Ada lagi ilmu terkait dengan Enterpreneur,saat itu mas say laros ketemu dengan salah satu keponakan yang mempunyai kursusan dipare,Dia mengatakan bahwa lembaga kursusannya itu setiap musim liburan menghasilkan uang 300 juta lebih setiap bulannya.Dari situ mas say laros jadi termotivasi setelah pulang dari pare untuk merintis lembaga kursusan sendiri di rumah dengan harapan disamping untuk meningkatkan Skill bahasa,berbagai untuk sesama juga untuk mendapatkan penghasilan sendiri.Dalam benak Mas say laros sudah muncul nama lembaga itu yaitu MEC (Massay English Center ) .Mudah-mudahan saya bisa membuat kampung inggris ke-dua setelah pare di banyuwangi.Amin..

Oleh karena itu tepat hari Sabtu,13 Juli 2013 Mas say laros mengucapkan mohon ma’af yang sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman CAMP 2 Putra – Mahesa institute jika selama saya tinggal disana mempunyai kesalahan atau mungkin ada ucapan yang kurang berkenan di hati kalian.Aku yakin kita bisa ketemu kembali dengan KESUKSESAN kita di bidang masing-masing.

Jangan Menyerah dan Terus Berkarya Sahabat !!!

Tarawih Pertama di Kampung Inggris Pare Kediri Jawa Timur

Selasa,09 Juli 2013

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

      Sesuai dengan keputusan menteri agama pada sidang isbat kemarin malam bahwa awal Ramadhan jatuh pada hari rabu besok tanggal 10 Juli 2013.Oleh karena itu sebagai warga Nahdliyin, mas say laros mengikuti apa yang sudah menjadi ketetapan pemerintah RI.Nach kebetulan Mas say laros kali ini masih berada di Kampung Inggris Pare Kediri maka dari itu Ramadhan kali ini merupakan ramadhan yang special bagi mas say laros karena harus menjalankan puasa pertama dikampung inggris ini.

      Suara Adzan Isya’ begitu menggema dari Camp 2 Putra – Mahesa Institute .Sahabat-sahabat CAMP 2 yang beragama islam mengajak untuk sholat Tarawih berjamaah di CAMP 2 aja.Namun mas say laros menolak ajakan mereka dengan halus karena memang saya ingin menjalankan Sholat tarawih di Musolla yang tidak jauh dari Camp 2 agar lebih Afdhol aja.

      Saya berangkat kesana dengan jalan kaki sekitar 3 menit an karena memang lokasinya dekat.Sesampai disana saya melihat Jama’ah wanita maupun pria sudah berkumpul dan merapatkan barisan dan siap untuk sholat tarawih bersama.Maka dari itu saya langsung mengambil air wudlu dan bergabung dengan mereka untuk menunaikan sholat Isya’ berjama’ah.

      Ada tradisi berbeda yang Mas say laros temui selama ikut sholat tarawih berjamaah disini jika dibandingkan dengan masjid-masjid lain yang pernah saya ketahui.Jika dimasjid lain setelah sholat Isya’ biasanya ada kuliah Tujuh Menit (KULTUM) namun disini tidak ada karena menurut Takmir masjid ketika menyampaikan setelah sholat isya mengatakan bahwa : Dengan adanya KULTUM akan memperlambat waktu sholat Tarawih karena biasanya penceramah akan molor dari jadwal KULTUM yang sudah ditentukan.

      Disamping itu Takmir musolla juga berpesan bahwa jika di musolla ini tidak menyediakan kotak amal keliling seperti pada masjid-masjid yang lain hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu kekhusyukkan sholat Tarawih.Jadi bagi jamaah yang ingin infaq dan shodaqoh silahkan langsung menghubungi bagian Takmir atau langsung memasukkan uang di kotak amal yang ada disebelah utara Musolla.

      Sedangkan pesan terakhir yaitu Jumlah Rakaat dalam sholat Tarawih di musolla ini sebanyak 20 Rakaat jadi bagi para jama’ah yang sholatnya sebanyak 8 Rakaat silahkan meninggalkan masjid setelah melaksanakan sholat dan dimohon tidak membuat gaduh jama’ah yang lain.

Dari ketiga pesan diatas,pesan terakhir merupakan pesan yang membuat Mas say laros tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang Makna sebuah perbedaan.Dalam hal ini takmir masjid tersebut paham betul dengan perbedaan pandangan mengenai sholat tarawih didalam tubuh umat islam tetapi meskipun begitu bukan berarti menghalangi kita untuk saling menghargai dan saling menghormati.Alhamdulillah saya banyak belajar dari pelaksanaan shalat tarawih di Pare ini.Mudah-mudahan ini semua bisa membuka wawasan kepada kita akan indahnya sebuah perbedaan.

Berkunjung Ke CANDI SUROWONO Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri

Minggu,30 Juni 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros..

Setelah berkunjung ke gua surowono mas say laros langsung meluncur ke candi surowono yang jaraknya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan sepeda ontel dari gua surowono.

Candi Surowono ini, terletak di desa Canggu, kecamatan Badas, 28 Km dari pusat Kota Kediri. Bangunan candi merupakan hasil karya peninggalan sejarah sebagai tempat penyucian Raja Wengker, yang merupakan Raja bawahan dari masa kerajaan Mojopahit.

Candi Surowono yang berukuran 8 x 8 Meter dan telah dibangun sejak 1400 Masehi ini memiliki nama asli Wishnubhawanapura. Sampai sekarang, candi ini tidak dalam keadaan yang utuh, tapi di beberapa bagian masih bisa terlihat bentuk relief dan beberapa cerita yang di pahatkan.

Selama disana mas say laros tidak lupa berfoto ria bersama teman-teman yang lain.Ini adalah beberapa foto yang sempat mas say laros abadikan.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 532 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: