Berbagi Berkah Ramadhan Bareng Massay English Center (MEC)

Jumat,02 Agustus 2013

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1434 Hijriah kali ini Mas Say Laros melalui komunitas bahasa inggris Massay English Center (MEC) yang beralamatkan di desa Kanal3 Pesanggaran Banyuwangi mengadakan pembelajaran bahasa Inggris Gratis kepada Anak-anak warga kanal3 mulai tingkat SD, SMP Sampai SMA.

Acara yang dilaksanakan mulai Hari kamis 11 Juli 2013 ini bertempat diRumah Mas Say Laros.Alhamdulillah meskipun baru pertama kali MEC mengadakan acara seperti ini namun respon dari warga cukup antusias.Terbukti  mereka selalu rutin hadir setiap pertemuan mulai hari senin-jumat pukul 14:00 – 15:30 WIB.

Materi yang Mas Say Laros sampaikan merupakan materi-mater dasar yag harus dipahami oleh peserta seperti pengenalan Alphabet, number, time, day Dll.Jadi intinya dalam kegiatan ini Mas Say Laros ingin megajak peserta belajar bahasa inggris dari NOL.Ternyata meskipun materi yang mas say laros sampaikan adalah materi dasar ternyata mereka juga masih banyak yang belum bisa.Oleh karena itu dalam kegiatan selama ramadhan ini mas say laros ingin merubah mindset peserta yang mengatakan bahasa inggris sulit menjadi ‘’ENGLISH IS EASY’’

Maka dari itu agar tercipta suasana belajar bahasa inggris yang Fun maka materi saya sampaikan melalui lagu dan permainan.Dan Alhamdulillah mereka merasa senang dengan metode yang saya gunakan.Acara ini ditutup pada hari Jumat 02 Agustus 2013 dengan penutupan berupa Ujian bersama yang meliputi Test Vocab,Reading,Listening dan Writing.Mudah-mudahan acara serupa bisa dilaksanakan di Tahun Depan.Amin,,,

Belut Ajaib Gemparkan Warga Pesanggaran Banyuwangi

Minggu,21 Juli 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Cerita ini berasal dari sebuah keluarga di desa sumbermulyo pesanggaran banyuwangi.Beberapa puluh tahun yang lalu ada sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah ibu dan seorang anak yang masih duduk dibangku SD.Untuk privasi Sebut saja ayahnya bernama pak BUDI,Ibunya bernama Bu Erna dan anaknya bernama Raka.

Ketika masih duduk dibangku SD raka memiliki hobi mencari belut.Sehingga setiap hari sehabis mendapatkan beberapa ekor belut dia tidak memasak belut tersebut namun malah memasukkan belut tersebut kedalam septic tank (WC).Hari berganti hari tahun berganti tahun tak terasa kini Raka lulus Sarjana dan sudah bekerja.

Beberapa hari yang lalu Ibu Erna sakit keras yang sulit disembuhkan dia merasa setiap malam rumahnya seperti terkena getaran yang cukup hebat.Dan dia sendiri juga tidak tahu sumber asal getaran itu.Akhirnya Pak budi mencarikan beberapa orang paranormal untuk menyembuhkan istrinya namun segala usahanya itu gagal total.

Akhirnya ditengah rasa keputusasaan itu Pak Budi nekat untuk begadang dirumahnya untuk mengetahui sumber suara getaran yang dahsyat itu.Tepat tengah malam getaran itu perlahan-lahan mulai terasa menggelegar.Dengan perasaan yang campur aduk antara penasaran dan ketakukan,Pandangan pak budi tertuju pada sebuah Septik Tank dibelakang rumah yang dari tadi bergetar semakin hebat.Perlahan tetapi pasti dengan sisa-sisa keberaniannya Pak budi akhirnya nekat membuka Septik Tank itu.Dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat ribuan belut memenuhi septic thank itu sampai-sampai kotoran yang ada di WC tidak ada saking banyaknya belut itu.

Setelah Misteri itu terbongkar akhirnya Ibu erna bisa sembuh dari sakitnya,dan Keluarga Pak budi mendapatkan uang jutaan rupiah dari hasil penjualan belutnya yang dikirim langsung ke pulau dewata bali.Dan meskipun keluarga pak budi mempersilahkan bagi warga yang ingin mengolah belut ini namun masyarakat sekitar tidak mau karena merasa jijik dengan belut yang bersumber dari septic tank ini.Akhirnya Ramadhan 1434 Hijriah ini benar-benar merupakan berkah tersendiri bagi keluarga pak budi dan keluarganya.

Sumber : Masyarakat Pesanggaran Banyuwangi

Mas Say Laros : Selamat Tinggal Kampung Inggris,Welcome Kabupaten Banyuwangi

Sabtu,13 Juli 2013

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Tak terasa sudah 3,5 Bulan Mas say laros belajar bahasa inggris di kampung inggris Pare Kediri Jawa Timur ini.Perasaan baru kemarin saya kesini bersama sahabat Fauzi (Teman satu kampus di UIN Malang) untuk mendaftarkan diri program Speaking 1 di Mahesa Instiute.Meskipun 3,5 Bulan namun banyak kenangan suka maupun duka selama Mas Say Laros di Kampung inggris ini.

Selama tinggal dipare Mas say laros tinggal di CAMP 2 Putra yang merupakan salah satu CAMP dari lembaga Kursusan Mahesa Institute.Dan di Camp 2 Putra inilah Mas say laros mendapatkan banyak pengalaman berharga yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.Maklumlah karena seumur hidup baru pertama kali ini mas say laros tinggal di asrama atau Kost-kostan jadi secara tidak langsung saya perlu beradaptasi dengan kondisi yang ada.Karena memang selama ini Mas say laros selalu tinggal dipesantren yang tentu saja kultur antara pesantren dan Camp sangat berbeda jauh.

Sebenarnya tujuan awal Mas say laros datang ke pare ini untuk mengisi liburan kampus sekaligus mempersiapkan bekal untuk memasuki jenjang pendidikan S2 di pascasarjana Universitas Jember.Kebetulan setelah test di UNEJ kemarin Mas say diterima,namun untuk kuliah perdana baru berlangsung pada bulan Agustus besok,Jadi dari pada Nganggur di bulan Februari-Juli 2013 Mas say laros memantapkan belajar bahasa inggris untuk persiapan S2 nanti.

Selama dipare Mas say laros menemukan teman dari berbagai daerah baik di Indonesia maupun di luar negeri seperti Thailand dan Timur Leste.Dari situ Mas say laros banyak mendapatkan informasi berharga tentang kondisi masyarakat, seni budaya, politik maupun ekonomi dan pendidikan dari daerah teman-teman Mas say laros.Dari situ akhirnya saya mengambil informasi positifnya dengan harapan saya bisa membangun kabupaten banyuwangi kelak.

Di pare tidak hanya belajar Grammar maupun Speaking aja,tetapi kita belajar banyak hal salah satunya adalah belajar menanamkan sikap toleransi antar pemeluk agama.Hal ini saya dapatkan ketika di Pare yang kebetulan saya satu kamar dengan teman  pemeluk Agama Kristen Katolik yang sangat Taat.Kadang-kadang kita saling berdiskusi tentang perbandiangan agama islam dan Kristen untuk mencari titik persamaan agama-agama itu seperti apa sehingga akan muncul sikap saling menghargai.Bahkan kita sering mengingatkan ketika ada salah satu dari kita melupakan kewajiban beribadah seperti ke gereja pada hari minggu,puasa maupun sholat lima waktu.Disamping itu dikamar saya ada 2 kitab suci yaitu Al-quran kitabnya umat islam dan Al-Kitab kitabnya Umat Kristen masing-masing dari kita menghargai kedua kitab itu jadi kadang-kadang kita malah menaruhnya secara berdampingan seakan-akan mengatakan Jika Kitab suci aja bisa hidup berdampingan mengapa kita tidak?

Disamping tentang toleransi kita juga berlajar tentang artinya sebuah persahabatan,Dipare itu menyuguhkan berbagai program bahasa inggris dengan durasi waktu yang berbeda ada yang 2 minggu, 1 bulan maupun 2- 6 bulan jadi setiap orang juga berbeda-beda dalam mengambil jenis program.Sehingga bagi yang mengambil program 2 minggu juga secepatnya pulang kekampung halaman dan begitu juga sebaliknya.Dari situ hampir setiap minggu dan bulannya mas say laros menemukan teman-teman baru dan juga wawasan baru yang membuat otak semakin refresh namun juga kadang merasa kehilangan ketika mereka harus pulang karena durasi program yang diambil Telah Habis.

Ada lagi ilmu terkait dengan Enterpreneur,saat itu mas say laros ketemu dengan salah satu keponakan yang mempunyai kursusan dipare,Dia mengatakan bahwa lembaga kursusannya itu setiap musim liburan menghasilkan uang 300 juta lebih setiap bulannya.Dari situ mas say laros jadi termotivasi setelah pulang dari pare untuk merintis lembaga kursusan sendiri di rumah dengan harapan disamping untuk meningkatkan Skill bahasa,berbagai untuk sesama juga untuk mendapatkan penghasilan sendiri.Dalam benak Mas say laros sudah muncul nama lembaga itu yaitu MEC (Massay English Center ) .Mudah-mudahan saya bisa membuat kampung inggris ke-dua setelah pare di banyuwangi.Amin..

Oleh karena itu tepat hari Sabtu,13 Juli 2013 Mas say laros mengucapkan mohon ma’af yang sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman CAMP 2 Putra – Mahesa institute jika selama saya tinggal disana mempunyai kesalahan atau mungkin ada ucapan yang kurang berkenan di hati kalian.Aku yakin kita bisa ketemu kembali dengan KESUKSESAN kita di bidang masing-masing.

Jangan Menyerah dan Terus Berkarya Sahabat !!!

Tarawih Pertama di Kampung Inggris Pare Kediri Jawa Timur

Selasa,09 Juli 2013

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

      Sesuai dengan keputusan menteri agama pada sidang isbat kemarin malam bahwa awal Ramadhan jatuh pada hari rabu besok tanggal 10 Juli 2013.Oleh karena itu sebagai warga Nahdliyin, mas say laros mengikuti apa yang sudah menjadi ketetapan pemerintah RI.Nach kebetulan Mas say laros kali ini masih berada di Kampung Inggris Pare Kediri maka dari itu Ramadhan kali ini merupakan ramadhan yang special bagi mas say laros karena harus menjalankan puasa pertama dikampung inggris ini.

      Suara Adzan Isya’ begitu menggema dari Camp 2 Putra – Mahesa Institute .Sahabat-sahabat CAMP 2 yang beragama islam mengajak untuk sholat Tarawih berjamaah di CAMP 2 aja.Namun mas say laros menolak ajakan mereka dengan halus karena memang saya ingin menjalankan Sholat tarawih di Musolla yang tidak jauh dari Camp 2 agar lebih Afdhol aja.

      Saya berangkat kesana dengan jalan kaki sekitar 3 menit an karena memang lokasinya dekat.Sesampai disana saya melihat Jama’ah wanita maupun pria sudah berkumpul dan merapatkan barisan dan siap untuk sholat tarawih bersama.Maka dari itu saya langsung mengambil air wudlu dan bergabung dengan mereka untuk menunaikan sholat Isya’ berjama’ah.

      Ada tradisi berbeda yang Mas say laros temui selama ikut sholat tarawih berjamaah disini jika dibandingkan dengan masjid-masjid lain yang pernah saya ketahui.Jika dimasjid lain setelah sholat Isya’ biasanya ada kuliah Tujuh Menit (KULTUM) namun disini tidak ada karena menurut Takmir masjid ketika menyampaikan setelah sholat isya mengatakan bahwa : Dengan adanya KULTUM akan memperlambat waktu sholat Tarawih karena biasanya penceramah akan molor dari jadwal KULTUM yang sudah ditentukan.

      Disamping itu Takmir musolla juga berpesan bahwa jika di musolla ini tidak menyediakan kotak amal keliling seperti pada masjid-masjid yang lain hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu kekhusyukkan sholat Tarawih.Jadi bagi jamaah yang ingin infaq dan shodaqoh silahkan langsung menghubungi bagian Takmir atau langsung memasukkan uang di kotak amal yang ada disebelah utara Musolla.

      Sedangkan pesan terakhir yaitu Jumlah Rakaat dalam sholat Tarawih di musolla ini sebanyak 20 Rakaat jadi bagi para jama’ah yang sholatnya sebanyak 8 Rakaat silahkan meninggalkan masjid setelah melaksanakan sholat dan dimohon tidak membuat gaduh jama’ah yang lain.

Dari ketiga pesan diatas,pesan terakhir merupakan pesan yang membuat Mas say laros tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang Makna sebuah perbedaan.Dalam hal ini takmir masjid tersebut paham betul dengan perbedaan pandangan mengenai sholat tarawih didalam tubuh umat islam tetapi meskipun begitu bukan berarti menghalangi kita untuk saling menghargai dan saling menghormati.Alhamdulillah saya banyak belajar dari pelaksanaan shalat tarawih di Pare ini.Mudah-mudahan ini semua bisa membuka wawasan kepada kita akan indahnya sebuah perbedaan.

Berkunjung Ke CANDI SUROWONO Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri

Minggu,30 Juni 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros..

Setelah berkunjung ke gua surowono mas say laros langsung meluncur ke candi surowono yang jaraknya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan sepeda ontel dari gua surowono.

Candi Surowono ini, terletak di desa Canggu, kecamatan Badas, 28 Km dari pusat Kota Kediri. Bangunan candi merupakan hasil karya peninggalan sejarah sebagai tempat penyucian Raja Wengker, yang merupakan Raja bawahan dari masa kerajaan Mojopahit.

Candi Surowono yang berukuran 8 x 8 Meter dan telah dibangun sejak 1400 Masehi ini memiliki nama asli Wishnubhawanapura. Sampai sekarang, candi ini tidak dalam keadaan yang utuh, tapi di beberapa bagian masih bisa terlihat bentuk relief dan beberapa cerita yang di pahatkan.

Selama disana mas say laros tidak lupa berfoto ria bersama teman-teman yang lain.Ini adalah beberapa foto yang sempat mas say laros abadikan.

Kebersamaan Sahabat Kelas SPEAKING 1 Mahesa Institute Di Kedai TANSU Pare Kediri

Sabtu,20 April 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

      Tak terasa program speaking 1 periode 25 maret 2013 di mahesa institute segera berakhir,Oleh karena itu untuk mempererat tali silaturahim di antara kita maka temen-temen kelas SPEAKING 1 membuat inisiatif dengan mengadakan acara jalan-jalan bareng di pagi hari.

      nach agenda seperti ini sebenarnya sudah kita rencanakan sejak satu minggu yang lalu, namun karena ada beberapa gendala jadi baru bisa terealisasikan pada hari sabtu 20 April 2013 ini.Sesuai dengan kesepakan kita kemarin,pagi ini kita akan berjalan menuju Kedai KETAN SUSU atau biasa di kenal dengan sebutan KEDAI TANSU.

      Pagi ini kita berangkat kesana bersama 7 orang saja karena memang temen-temen yang lain lagi sibuk dengan acaranya masing-masing.Ke tujuh orang tersebut yaitu Mas Say Laros, Mr.Rizal, Mr.Roni, Mr.Purja, Mr.Aldi, Mrs.Lala dan Mrs.Fitri. Kita menuju kesana dengan berjalan kaki disamping untuk olahraga di pagi hari juga untuk refreshing sambil menikmati segarnya udara di pagi hari….

      Mungkin sekitar 15 menitan kita sampai di KEDAI TANSU,Dari kejauhan terlihat bahwa kedai Tansu ini bisa dikatakan sebuah warung sederhana yang terletak di pinggir sawah dengan hamparan sawah yang luas dengan dikelilingi pohon padi di kanan kirinya.Meskipun hanya sebuah warung sederhana ternyata menurut temen-temen disinilah pusatnya nongkrong anak-anak muda khususnya para pelajar yang kursus di Pare sambil menikmati hidangan khas Kedai ini yaitu Ketan Susu.

Sampai disana kita ber-6 langsung mencari tempat duduk untuk ngobrol bersama, sedangkan sahabat Roni memesan makanan untuk kita semua,Kali ini kita memesan makanan berupa Kue TANSU, Kue Lapis dan beberapa minuman hangat seperti kopi dan minuman dingin seperti Es Teh.

Awalnya saya juga penasaran, seperti apa sich Kue TANSU itu?Setelah menunggu beberapa saat kemudian sang pelayan datang menghampiri kami sambil membawa makanan yang kami pesan tadi,Nach dari situ aku baru tahu ternyata kue TANSU itu terdiri dari KETAN di taburi parutan kelapa muda serta di beri cairan susu di Atasnya.Sederhana memang, namun dengan laparnya perut kita ternyata terasa nikmat juga menyantap kue TANSU ini sambil minum segelas White Coffe dan bercanda ria bersama temen-temen sekelas.

Dengan bercanda ria inilah akhirnya kita tahu dibalik layar kepribadian masing-masing sahabat kelas kita yang selama ini tidak saya ketahui.Mulai ada yang biasanya banyak bicara di Camp namun ternyata ketika berhadapan dengan teman-teman menjadi seorang yang pendiam, ada lagi seorang yang kelihatannya cuek dengan teman-teman kelas ternyata asik juga ketika di ajak berbicara, dan ada juga yang hobinya narsis habis…bahkan setiap gerakannya, dia minta di abadikan dengan kamera.Subhanalllah begitu indah miniature sebuah kehidupan yang aku temui kali ini.

Tak terasa jam menunjukkan pukul 09:38 WIB,Cuaca cukup panas dan perut terasa lapar meskipun sudah makan sepiring nasi ketan namun Orang Indonesia bilang ‘’Belum dikatakan sarapan kalau belum makan nasi’’ oleh karena itu kita semua sepakat untuk mengakhiri perbincangan kita yang semakin seru ini.

Dalam perjalan pulang inilah satu persatu teman kita berpisah untuk pamit pulang ke camp masing-masing sehingga dari tujuh orang tersebut hanya tersisa 4 orang yaitu Mrs.Lala, Mrs.Fitri, Mr.Purja dan Mas Say Laros. Akhirnya kita berempat mampir ke kedai WAKAFO untuk sarapan pagi. Nach di kedai wakafo inilah Mas Say Laros mendapatkan sedikit pencerahan dari sahabat purja ketika berbicara masalah efek negative dari pacaran. Katanya Purja, Ustadz Yusuf Mansur berkata orang pacaran itu akan mengurangi sebuah rezeki oleh karena itu sampai saat ini sahabat Purja memegang prinsip tidak pacaran tetapi ingin langsung menikah saja agar hidupnya lebih barokah.

Ya,Setiap orang bebas memilih jalan hidupnya masing-masing asal menuju pada tujuan yang positif.Subhanalllah hari ini Mas Say Laros banyak mendapatkan sebuah wawasan baru yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya.Mudah-mudahan sedikit pencerahan ini menambah keimanan Mas Say Laros untuk selalu istiqomah dalam beribadah kepada-NYA.Amin…

SPEAKING ONE

ENGLISH IS EASY

  • Di tulis di kamar OHIO STATE UNIVERSITY CAMP 2 Mahesa Institute Tulung Rejo Pare Kediri pukul 12:16 PM.

 

Sejarah Lahirnya Kampung Inggris Pare Kediri

Senin,08 April 2013

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros…

Kampung Inggris? apa sih Kampung Inggris itu dan sejak kapan berdiri?, Sejarah berdirinya Kampung Bahasa Inggris (Kampung Inggris) ini berawal dari sebuah lembaga kursus yang didirikan oleh Pak Kalend Osen (lebih dikenal dengan nama Mr. Kalend) pada tanggal 15 Juni 1977, lembaga tersebut bernama Basic English Course atau yang masyhur dengan sebutan BEC sesuai singkatan nama lembaga tersebut. Namun sebelum lembaga kursus BEC berdiri, Pare sudah terkenal dan menjadi tempat favorite mahasiswa dari luar kota yang kebanyakan sedang persiapan untuk ujian Skripsi, orang yang paling dicari oleh para mahasiswa (Kebanyakan mahasiswa akhir semester dari IAIN Sunan Ampel Surabaya) tersebut adalah Ustad Yazid, seorang ahli bahasa asing di Tulungrejo – Pare yang konon menurut cerita masyarakat dan keluarganya beliau menguasai hingga 7 bahasa asing, Mr. Kalend menguasai bahasa inggris pun belajar secara privat dengan Ustadz Yazid.

 

Lamanya proses berdirinya Ekosistem Kampung Inggris memakan waktu yang sangat lama, dan membutuhkan perjuangan yang luar biasa, Sebut saja bagaimana luar biasanya perjuangan Mr. Kalend dalam merintis lembaganya, Menurut sebagian tokoh masyarakat, Bapak Ahmad Ikhwan, pemangku musholla Al-Ikhwan, Dusun Singgahan, Bapak Drs. H. Hasbi Mursyid, pensiunan guru SMA di Pare, menceritakan bahwa dulu pak Kalend sering mengajar anak-anak di emperan rumah orang kampung atau di serambi masjid Darul Falakh, pernah juga di Balai Desa Pelem, kadang-kadang di bawa ke tempat-tempat bersejarah seperti Candi Surowono, Tegowangi, dan sesekali juga diajak ke lapangan, belajar sambil berolah raga.

Menurut beberapa alumni pertama Mr Kalend seperti Shohib, tetangga sekaligus family dari istri pak Kalend, Ajie Bahleuwi (pendiri kursusan LIBERTY), Liliek Sosiowati, instruktur EECC, menginformasikan bahwa siswa pak Kalend waktu awal-awal mengajar ternyata tidak banyak, sekitar lima sampai sepuluh orang. Itupun yang hadir saling bergantian, jarang istiqomah hadir bersamaan secara penuh di setiap pertemuan. Jadi bongkar pasang. Bahkan pernah siswanya juga habis di tengah jalan.

Kita tentu bisa membayangkan betapa susahnya saat itu untuk mengumpulkan pelajar yang minat dan mau belajar bahasa Inggris! Rata-rata pelajar waktu itu tidak suka bahasa Inggris, karena asumsi mereka bahasa Inggris itu sangat sulit, tidak menarik, ditambah lagi lokasinya di daerah terpencil, listrik belum ada yang mana membuat bahasa inggris tidak populer disini.

Namun Mr. Kalend bukanlah tipe orang yang mudah menyerah dalam menghadapi berbagai keadaan dan tekanan; muridnya habis di tengah jalan, diperlakukan yang tidak layak oleh orang-orang yang tidak suka dengan bahasa Inggris, tuntutan kebutuhan hidup yang terus mengejarnya, dll. Beliau tetap tegar, berdiri tegak dan mencari dan mencari siswa lagi untuk diajari bahasa Inggris.
Meski dengan modal perlengkapan yang sangat terbatas tapi pantang menyerah itulah akhirnya Mr Kalend banyak melahirkan alumni yang akhirnya ikut “meramaikan” kursusan di Pare hingga mencapai “prestasi” seperti sekarang ini.

 

Jimat pantang menyerah, dan selalu istiqomah (jika dihitung dari berdirinya BEC maka proses terbentuknya Kampung Inggris sudah memakan waktu selama 35 tahun hingga saat ini, ini belum dihitung proses yang diperjuangkan oleh Ustadz Yazid), sehingga sudah sewajarnyalah kampung inggris bisa seperti sekarang ini yaitu menjadi pusatnya belajar bahasa inggris di Indonesia.

Artikel ini di rangkum dari sumber berikut:

  1. Website Duta Pare (Jasa Konsultan, Guide, Pendaftaran Online dan Offline, Wisata Kampung Inggris, Travel Agent): http://www.kampunginggris.co.id/2012/01/jimat-ke-masyhuran-kampung-inggris.html
  2. Database dan website PIKIP (Pusat Informasi Kampung Inggris Pare): http://www.kampoenginggris.com/2011/02/sejarah-kampung-inggris-pare-1.html dan http://www.kampoenginggris.com/2011/02/sejarah-kampung-inggris-pare-2.html
  3. Facebook Kampung Bahasa / Kampung Inggris: www.facebook.com/KampungBahasa
  4. http://www.kampunginggris.org/
  5. www.kampunginggris.co.id

 

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: