Berenang Bersama HIU Di Bangsring Underwater Wongsorejo Banyuwangi

Pernah mencoba berenang dengan hiu? Jika belum Anda bisa mencobanya di Bangsring Underwater. Ya disini ada 5 ekor hiu yang siap menemani anda berenang di kolam tengah laut di sekitar selat Bali.

Lima ekor hiu berukuran setengah sampai 1 meter ini berkeliling sekitar wisatawan yang masuk di kolam jerambah berukuran 3×3 meter di sekitar rumah apung Bunder. Tentu diperlukan keberanian untuk masuk ke dalam kolam yang berisi hiu tersebut. Jangan kaget jika sesekali tubuh Anda ditabrak hiu yang aktif, namun Anda tidak usaha kuatir hiu tersebut menggigit, karena sebelum diajak bermain, hiu-hiu itu terlebih dahulu diberi makan. Bagaimanapun juga Anda tetap harus waspada, sebab hiu termasuk hewan liar juga.

Untuk masuk ke wilayah Bunder sampai saat ini pengunjung tidak ditarik tiket. Namun untuk menyebrang ke rumah apung, Anda diwajibkan membayar jasa penyebrangan menggunakan boat sebesar Rp 10 ribu. Selain itu, di Bunder ini juga menyewakan alat snoorkling dan sepatu katak, untuk melihat pemandangan bawah laut yang eksotis, dengan tarif Rp 35 ribu.

Fasilitas yang tersedia bagi wisatawan di Bunder mulai dari gesebo, layanan WIFI Gratis, penyedian alat snorkling, kamera underwater, chasing waterproof, perahu tradisional bagi wisatan yang ingin berkunjung ke Pulau Tabuhan, rute kunjungan ke pulau menjangan dan kamar mandi untuk bilas setelah asyik bersnorkling ria. Para wisatawan juga diajak berlibur sambil menambah wawasan lingkungan. Jangan kaget ya jika Anda akan diajak untuk bersih-bersih pantai, penanaman vegetasi pada musim tertentu dan adopsi transplantasi terumbu karang bahkan berwisata sambil belajar biota laut. Pastinya akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan.

Bangsring Underwater (Bunder) layak menjadi tujuan bagi para wisatawan yang menyukai petualangan bahari dan punya hobi foto-foto panorama bawah laut, ditambah panorama sunrise dan sunset di Bangsring menjadi nilai tambah yang sangat rugi untuk di lewatkan begitu saja.

http://banyuwangiapik.blogspot.com/

Keindahan Bawah Laut Bangsring Underwater Wongsorejo Banyuwangi

Bagi pecinta wisata bawah laut, tidak perlu jauh-jauh ke Wakatobi atau Raja Ampat untuk melihat keindahan terumbu karang yang terpelihara dengan baik. Anda bisa menikmatinya di Banyuwangi!

Ya, di Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, terdapat gugusan terumbu karang yang tak kalah cantik. Pengelolanya adalah kelompok nelayan tradisional setempat yang menamakan diri Bangsring Underwater (Bunder).

Jika Anda berniat berencana ke Pulau Tabuhan, salah satu jalur penyeberangannya adalah melalui Bangsring. Nah, kenapa tidak sekalian Anda sempatkan untuk melihat apa yang ditawarkan di tempat ini? Untuk mencapai lokasi wisata bahari Bangsring ini, dari pusat kota Banyuwangi jaraknya hanya sekitar 9 km ke arah Pelabuhan Ketapang, tepatnya 2 km sebelah utara Pantai Wadu Dodol, yang bisa dicapai dengan motor maupun mobil.

Bangsring Underwater (Bunder) ini mulai dibuka bulan Agustus tahun 2014. Disini wisatawan bisa melihat keindahan terumbu karang yang masih asli. Selain itu juga ada terumbu karang yang baru ditanam di wilayah selat Bali ini. Luasan terumbu karang di Bangsring ini sekitar 15 hektar dan masuk zona perlindungan bersama dari masyarakat dan pemerintah.

Bangsring Underwater diarahkan sebagai wilayah konservasi alam, karena itu pengelola Bunder sering mengadakan pelatihan bagi masyarakat terkait dengan penyelamatan perairan dan terumbu karang.

Selain pelatihan, pengelola Bunder juga mengajak masyarakat dan siapapun yang mau menanam terumbu karang. Untuk penanaman terumbu karang ini, pengelola mengenakan biaya seikhlasnya sebagai biaya untuk menyiapkan media khusus dari paralon dan pengambilan bibit terumbu karang.

Selain terumbu karang, banyak ikan hias yang ada berenang mengitari coral yang hidup di perairan tersebut. Ada soft coral dan hard coral di perairan Bangsring yang sangat terjaga. Bentangan soft coral tumbuh subur menciptakan taman bawah air di pantai Bangsring.

Wisatawan bisa melakukan snoorkling di area zona perlindungan yang sudah dijaga selama 6 tahunan ini.Untuk snorkling, tidak perlu berenang jauh. Hanya 10 meter dari bibir pantai, soft coral dan aneka ikan hias siap menyambut. Seperti terbang di atas permadani raksasa saat Anda bersnorkling di sana. Koloni soft coral tersebar luas menjadi rumah dari berbagai ikan hias dan ikan-ikan yang memang diperuntukkan untuk dikonsumsi.

Wisatawan bisa berkeliling dengan boat dan singgah di rumah apung. Dengan ukuran 27×7 meter rumah singgah ini sangat unik. Ada 3 bangunan selayaknya gubuk dan ada 2 toilet. Selain itu ada 4 kolam keramba di sekitar rumah apung berukuran 3×3 meter yang berisi ikan hias, lobster, hiu dan kerapu. Hal ini sebagai bagian pembelajaran bagi masyarakat yang singgah di rumah apung Bunder agar mengenal tentang berbagai jenis ikan dan isi perairan.

Di Bangsring terdapat tidak kurang 500 jenis ikan hias dengan 15 spesies tersebar di perairan Selat Bali. Dari ratusan jenis ikan hias itu, jenis Angel yang paling diminati. Namun yang paling laris diburu adalah ikan jenis Betok.Karena selain murah dan ketersediaannya yang melimpah, ikan hias Betok selalu dibutuhkan dengan jumlah yang banyak.

http://banyuwangiapik.blogspot.com/search?updated-max=2015-02-01T00:04:00%2B07:00&max-results=5&start=5&by-date=false

Umbul Umbul Blambangan – Danang Banyuwangi

http://www.youtube.com/watch?v=DSwMlehtPP8

Banyuwangi Memiliki Wisata yang Lengkap

Memiliki Wisata yang Lengkap

Berada di perbatasan antara laut, gunung, pantai, dan hutan membuat banyuwangi memiliki tempat tempat yang indah untuk dijadikan rekreasi. Berikut ini beberapa wisata alam dan buatan di banyuwangi.

– Kawah Ijen
– Pantai Boom
– Pantai Plengkung
– Pantai Rajegwesi
– Pulau Merah
– Watu Dodol
– Teluk Hijau
– Pantai Lampon
– Pantai Blimbingsari
– Rawa Bayu
– Tabuhan Island
– Air Terjun Lider
– Wisata Osing
– Wisata arung jeram Kali Badeng
– Taman Blambangan
– Taman Sritanjung
– Taman Tirtawangi
– Alam Indah Lestari
– Taman Nasional Alas Purwo
– Taman Nasional Merubetiri
– Savanna Sadengan

http://beldexintravel.blogspot.com/

Banyuwangi Mempunyai Banyak Tradisi dan Budaya

Mempunyai banyak tradisi dan Budaya

Menjadi perlintasan dari jawa ke bali membuat banyuwangi disinggahi suku suku lainnya. Hal ini membuat banyuwangi memiliki banyak tradisi dan budaya. Diantaranya

– Upacara Adat Dan Kesenian Tradisional Seblang
– Upacara Adat Dan Kesenian Tradisional Rebo Wekasan
– Upacara Adat Dan Kesenian Tradisional Kebo-Keboan
– Upacara Adat Petik Laut
– Upacara Adat Puter Kayun
– Upacara Adat Barong Ider Bumi
– Upacara Adat Tumpeng Sewu
– Upacara Adat Obor Belarak
– Upacara Adat Gredoan
– Upacara Adat Pager Wesi
– Upacara Adat Endog-Endogan
– Kesenian Tari Tradisional Gandrung
– Kesenian Tari Tradisional Padang Ulan
– Kesenian Musik Tradisional Angklung Caruk
– Kesenian Musik Tradisional Gedogan
– Kesenian Musik Tradisional Patrol
– Kesenian Mocoan Lontar Yusuf
– Kesenian Kuda Kecak

http://beldexintravel.blogspot.com/

Banyuwangi Penghasil Ikan Terbesar Kedua di Indonesia

Dari tahun ke tahun banyuwangi selalu konsisten menjadi penghasil ikan terbesar setelah bagan siapiapi. Banyuwangi memiliki 309 Unit Pengelolah Ikan (UPI). Dan daerah yang paling banyak menghasilkan ikan adalah Muncar. Disini terdapat pelabuhan perikanan.

http://beldexintravel.blogspot.com/

Kabupaten Banyuwangi Terluas di Pulau Jawa

Kabupaten terluas di pulau jawa.
Memiliki luas sekitar 5.782,50 km^2 menjadikan banyuwangi kabupaten terluas di jawa timur bahkan di pulau jawa. Mulai dari daratan tinggi hingga rendah ada di kabupaten banyuwangi. Sebelah utara dan selatan banyuwangi tertutupi oleh alas yang angker. Sedangkan barat dan timur kabupaten banyuwangi adalah pegunungan dan laut.

ada beberapa jalan untuk bisa masuk ke banyuwangi. 3 melalui jalur darat, 2 lagi melalui jalur udara dan laut. Untuk jalur darat. Pertama anda bisa lewat jember yang nantinya nantinya tembus daerah banyuwangi selatan. Yang kedua anda bisa lewat situbondo yan nantinya tembus daerah banyuwangi utara. Dan yang terakhir lewat bondowoso yang nantinya bisa langsung ke kawah ijen. Dan untuk jalur laut anda akan berlabuh di pelabuhan ketapang. Sedangkan jalur udara anda akan mendarat di bendara blimbingsari.

Jangan Uyah Asem, Kuliner Khas Banyuwangi

Ada beragam kuliner khas Banyuwangi, salah satunya adalah Jangan Uyah Asem atau masyarakat suku Osing Banyuwangi biasa menyebutnya Uyah Asem.”Jangan” dalam bahasa Indonesia artinya adalah sayur. Bentuknya seperti sop, namun kuahnya pedas dan asam.

Memang untuk menikmati kuliner ini tidak semudah mencari kuliner Banyuwangi lain seperti Sego Tempong atau Rujak Soto, karena secara tradisional hanya disajikan pada acara tertentu saja.

Uyah asem biasanya dibuat dengan bahan dasar ayam kampung dan pepaya muda (kates enom).  Ayam kampung dipilih sebagai bahan utamanya karena mempunyai tekstur yang lebih padat daripada ayam potong atau ayam horen, selain itu rasanya juga lebih gurih.  Bumbu yang diperlukan untuk membuat masakan ini cukup sederhana, yakni terdiri dari cabe merah, cabe rawit, tomat, gula dan garam yang dicampur dan dihaluskan.  Jika ingin lebih memberikan rasa yang lebih asam lagi bisa ditambahkan dengan irisan-irisan belimbing wuluh sehingga rasanya asam namun tetap segar untuk proses masaknya. Cara memasaknya, ayam direbus hingga empuk, kemudian masukkan irisan pepaya mentah dan bumbu yang sudah dihaluskan. Masak sampai pepaya empuk dan bumbu sudah meresap,maka Uyah Asem pun siap dihidangkan.

Kuliner yang satu ini sangat cocok jika dinikmati saat suasana panas dengan ditemani nasi, sambal dan kerupuk. Rasanya kuah  yang pedas, asam dan gurih membuat kita akan kepanasan dengan pedasnya  namun sangat terasa di lidah.

Tapi jika Anda tidak sempat membuat sendiri, masih bisa menikmati makanan rumahan masyarakat Banyuwangi ini di Pondok Makan Bu Erni di Jalan Raya Glagah Dusun Jambean Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.Kedai sederhana ini menyediakan menu “Jangan Uyah Asem” yang isinya potongan besar ayam kampung yang rasanya gurih dan nikmat. Bu Erni (55) pemilik kedai mengatakan ia sengaja memilih menggunakan ayam kampung karena dagingnya lebih gurih dibandingkan ayam potong.

“Rasanya lebih keset. Kalau ayam potong kan lemaknya itu banyak yang nggak suka karena daging ayamnya kan nggak usah digoreng langsung dimasukkan ke kuah setelah dicuci bersih dan dipotong potong,” jelasnya.

Rasa asam yang dihasilkan dari kuah bening tersebut berasal dari potongan belimbing sayur. Istimewanya juga di tambahkan dengan daun wadung yang mempunya rasa asam, “Daun ditambahkan agar rasanya tambah segar. Belimbingnya saya ambil di halaman warung. Jadi masih segar,” tambahnya.

Jika anda memesan satu porsi, anda lengkap mendapatkan semangkuk Jangan Uyah Asem, sambal mentah yang rasanya pedas dan juga beberapa potong tempe. “Tempenya berbeda dengan yang lainnya karena dibuat dengan bungkus daun pisang. Tempenya buatan tetangga sini,” katanya.

Untuk nasi jangan khawatir, karena anda bebas mengambilnya sendiri bahkan bisa tambah tanpa perlu membayar lebih. Bu Erni mengaku memilih menu Jangan Uyah Asem karena menu rumahan tersebut jarang dijual di warung. “Kalau ada keluarga yang datang dari luar kota selalu minta dimasaki menu ini,” katanya.

Ia mengaku pelanggannya cukup banyak terutama mereka yang tinggal di luar kota. Namun tidak sedikit wisatawan yang menuju ke Gunung Ijen mampir ke warungnya. “Kebetulan di sini kan jalur menuju Gunung Ijen jadi banyak yang mampir ke sini,” katanya.

http://banyuwangiapik.blogspot.com/2015/02/jangan-uyah-asem-kombinasi-pedas-asem.html

TIPS MAKAN DURIAN MERAH KHAS BANYUWANGI TANPA MABUK

Tak jarang orang merasakan sakit kepala setelah menyantap buah durian. Keluhan itu kerap terjadi, dan bahkan memicu rasa trauma. Namun, ‘mabuk’ durian bisa ditangkis bila tahu rahasianya.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, Eko Mulyanto membeberkan kiat khusus agar tetap sehat menkonsumsi durian, termasuk durian merah sekalipun.

Menurutnya, buah durian yang membuat kepala pusing atau mual adalah buah durian yang usinya lebih dari enam jam setelah dipetik atau jatuh dari pohonnya.

Jika lebih dari 6 jam, vitamin durian akan berkurang dan tidak memiliki khasiat untuk tubuh.

“Setelah 6 jam, enzim di dalam durian akan menghasilkan alkohol. Sehingga itu yang membuat orang makan durian mesti kepala pusing dan kepala terasa berat,” ujar Eko.

Menurutnya, ada beberapa antisipasi yang dilakukan oleh penggemar buah durian. Yang pertama, kata Eko, sebelum menikmati durian terlebih dahulu menkonsumsi buah manggis.

Buah yang dijuluki “Queen of Fruits” itu mengandung zat yang bisa menetralisir alkohol yang ada pada buah durian. Dua buah ini saling menolong, karena itulah musim panen manggis selalu berbarengan dengan durian yang dijuluki “King of Fruits”.

“Tuhan selalu menciptakan lawan dari makanan yang diciptakan. Makan manggis 3 sampai 4 buah sebelum makan durian bisa membuat kuat makan durian. Entah sepuluh atau mungkin 40 buah durian sekaligus anda makan tidak akan mabuk,” tambahnya.

Selain itu, tambah Eko, air bilasan dari kulit dalam durian juga bisa mengatasi mabuk durian. Di bagian dalam kulit durian mengandung antidot berupa lilin yang bisa larut dengan air.

Kemudian larutan tersebut diminum untuk menetralisir alkohol dalam durian yang sudah dimakan tersebut.

“Caranya gosok beberapa kali bagian dalam kulit durian dan dicampur air minum. Di sana ada antidot untuk melawan racun pada tubuh. Kemudian minum sampai habis. Itulah mengapa daging durian tidak melekat di dalamnya,” tandasnya.

Nah kalau sudah tahu trik makan durian tanpa bikin mabuk, tunggu apalagi, ayo ke Banyuwangi untuk menikmati buah durian merahnya.

http://banyuwangiapik.blogspot.com/2014/05/nikmatnya-durian-merah-khas-banyuwangi.html

Terima Kasih Atas Ucapan Ulang Tahunnya

Salam Jenggirat Tangi

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros
Mas Say Laros mengucapkan terima kasih kepada Sahabat – sahabat yang telah mengucapkan selamat ulang Tahun kepadaku. Mudah-mudahan kalian selalu diberi kesehatan lahir batin, rejeki barokah dan bahagia dunia akhirat. Amin. Diulang tahun Mas Say Laros kali ini mudah-mudahan dapat menjadikanku pribadi yang lebih baik.Amin
Thanks for :

1. Shodiq Masturi
2. Chinta-xu Untukmu Saja
3. Fyan Wafa
4. Ekowati Ajja
5. Dollypop Poppy
6. Yulli Criestiani Kennedy
7. Puji Purnomo
8. Armąň Ana’e Mâx
9. Asif Muhaimin
10. Rori Primayuda
11. Budiosing Setianto

Mencicipi Durian Merah Bocking,Durian Merah Pelangi dan Durian Grafika Khas Banyuwangi

Siapa sih yang tidak suka dengan durian? Pastinya, penikmat buah ini sangat banyak. Umumnya, buah tropis yang mempunyai bau khas yang harum dan berkulit tajam ini, daging buahnya berwarna kuning atau putih. Diantara berbagai jenis buah durian yang kita kenal, ada salah satu buah durian yang aneh, yaituDurianMerah. Berbeda dengan dengan buah durian lainnya, durian merah memiliki daging buah yang berwarna merah. Dan surganya durian merah ini terdapat di Banyuwangi.

Durian merah atau Duren Abang  ini bisa kita jumpai di Desa Kamiren Banyuwangi, Jawa Timur. Ternyata durian ini merupakan salah satu buah durian yang menjadi unggulan di daerah Jawa Timur, khususnya Banyuwangi. Oleh karena itu banyak para penggemar buah durian baik dari Jawa Timur maupun dari luar daerah Jawa Timur rela datang hanya untuk menikmati buah durian merah ini.

Durian yang nama latinnya Durio graveolens memiliki ciri daging buah yang berwarna merah. Berbeda dengan durian pada umumnya, biji durian merah lebih kecil dan daging buahnya pun lebih tebal dan lebih manis. Kadar alkoholnya pun lebih rendah dan aroma buah lebih menyengat. Untuk ukuran, buah ini berukuran sedang atau sedikit lebih kecil dibanding durian lain. Warna kulit buah tidak berbeda dengan buah durian lainnya yaitu berwarna kuning.

Cara hidup durian ini sama seperti buah durian lainnya yaitu tumbuh di daerah tropis pada ketinggian kurang lebih 800 meter diatas permukaan laut. Akan tetapi waktunya berbuahdurian merah tidak menentu, tidak bisa dipastikan kapan durian ini berbuah. Yang pasti adalah durian merah hanya berbuah sekali dalam setahun.

Menurut Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, Eko Mulyanto, dari waktu ke waktu mulai banyak ditemukan pohon lainnya. Awalnya memang ditemukan satu pohon di Desa Kemiren.

“Memang awal dari temuan durian merah dari Kemiren, namun rupanya di Banyuwangi ada beberapa jenis durian merah yang tumbuh. Ada di Kecamatan Songgon dan Desa Kampung Anyar Kecamatan Glagah,” ujar Eko Mulyanto.

Awal pengembangan durian merah, menurut Eko, telah dilakukan sejak tahun 2007 dan hanya 3 pohon yang produktif. Namun tahun 2014 sudah ada 200 pohon durian merah yang bisa dipanen tiap tahun. “Penyebaran pohon durian merah ada di 5 kecamatan yaitu Songgon, Glagah, Kalipuro, Licin dan Giri. Untuk durian merah ini juga dikembangkan di Blitar Selatan, Bogor dan Bandung. Selain itu pengembangan teknologi durian merah juga dilakukan di Thailand, Malaysia dan Korea,” jelasnya.

Untuk menjaga agar durian merah Banyuwangi tidak kehilangan identtiasnya sebagai ikon daerah, setiap pengiriman bibit keluar daerah dilakukan pencatatan dihadapan notaris.

Seiring perkembangan penyebarannya, dari 200 pohon itu ada 62 varian durian merah asli Banyuwangi yang berhasil dikembangkan yang tersebar di 5 kecamatan. Namun yang sudah diumumkan ke publik baru 32 jenis dan yang bisa dikonsumsi buahnya hanya 25 jenis. Yang lain dagingnya masih tipis jadi masih dikembangkan. Sedangkan jenis yang layak  masuk dalam  kategori internasional ada 11 jenis varian.

Ada beberapa syarat untuk masuk kategori internasional, yaitu beratnya yang standar antara 1,5 sampai 2 kg, tahan antara 2 sampai 3 minggu dan masih dalam kondisi baik saat difrozen.

Dari 62 varian tersebut, durian merah Banyuwangi dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan warna daging buahnya. Yaitu Durian Merah Bocking yang seluruh dagingnya berwarna merah, Durian Merah Pelangi yang dagingnya berwarna merah dan kuning, sertaDurian Grafika yang dagingnya berwarna kuning, putih dan merah. Ketiganya bisa dibedakan dari pohonnya, dimana daunnya memiliki kekhasan masing-masing.

Budidaya durian membutuhkan waktu antara 7 sampai 12 tahun sampai bisa dipanen buahnya. Untuk pelestarian durian merah Banyuwangi dilakukan dengan cara penanaman bibit baru durian, sedangkan untuk pengembangan bibit durian merah dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya melakukan penelitian untuk percepatan bibit durian merah Banyuwangi.

Percepatan bibit durian merah itu menurut Eko dilakukan dengan cara menyambung batang induk durian biasa dengan batang durian merah. Cara ini bisa mempercepat pohon durian berbuah dari 12 tahun menjadi hanya 5 tahun.

Selain itu percepatan juga dilakukan dengan cara “Top Working”. Caranya adalah pohon durian besar disisipi dengan bibit durian merah. Dengan cara seperti ini, maksimal 3 tahun kemudian sudah bisa dipanen. Harganya juga lumayan paling murah Rp 120.000 sampai Rp 300.000 per buah.

Bagi peminat durian merah, Eko juga melayani penjualan bibit. Ada beberapa jenis bibit durian merah sesuai dengan tinggi bibit. Untuk bibit durian merah yang tingginya sekitar 30 cm, harganya berkisar Rp 75 ribu, sedangkan bibit yang tingginya diatas 60 cm sampai 1meter dibandrol Rp 200 ribu. Untuk yang tingginya lebih dari 1,5 meter harganya Rp 1,5 juta.

ASAL USUL DURIAN MERAH

Mengenai asal dari durian merah ini, kata Eko, masih simpang siur. Menurutnya, banyak alasan munculnya durian merah di Banyuwangi. Warna merah dari daging buah durian ada dugaan disebabkan perkawinan silang antar varietas dan termasuk faktor genetis.

“Dan ada pula yang bilang jika durian ini di masa lalu adalah makanan raja-raja. Sehingga mereka saling bertukar buah dan ditanam di sini dan ada perkawinan silang yang terjadi sehingga ada warna merah di daging durian,” tambahnya.

Namun menurut Eko, dirinya tidak mempermasalahkan darimana asal durian merah Banyuwangi itu, tapi yang terpenting adalah durian merah Banyuwangi lebih enak dibandingkan dengan durian merah dari Kalimantan, Malaysia maupun Papua.

Jenis durian merah Kalimantan berjenis Durio Kutejensis, sedangkan durian merah Malaysia jenisnya Durio Graveolens. Sementara durian merah Banyuwangi adalah Durio Zighetinus.

Sedangkan durian merah di Papua, menurut Eko sumber bibitnya juga dari Banyuwangi, dibawa warga yang akhirnya tinggal di sana.

Dari segi geografi, durian merah yang ada di wilayah Banyuwangi mempunyai rasa yang lebih enak. Karena cukup mendapatkan sulfur dan juga nutrisi garam dari air laut. “Sulfur dibawa dari arah Gunung Ijen dan Gunung Raung. Sedangkan nutrisi garam air laut juga dari arah timur dan itu setiap hari gantian mendapatkan nutrisi yang cukup. Inilah salah satu penyebab rasa khas yang muncul di durian merah yang ada di Banyuwangi,” kata Eko.

SIWAYUT, DURIAN MERAH WARISAN BUYUT

Salah satu durian merah yang terkenal di Banyuwangi berasal dari pohon durian merah yang tumbuh di desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Bahkan begitu sohornya, salah satu gang di desa itu dinamakan Gang Duren Abang alias Gang Durian Merah.

Adalah Mbah Serad, begitu warga Desa Kemiren menyebutnya, yang mempunyai pohon durian berbuah merah. Tak heran bila musim durian tiba rumah Mbah Serad tak pernah sepi pengunjung. Apalagi durian merah sudah menjadi buah primadona warga.

Mbah Serad merupakan generasi keenam yang memelihara indukan Durian merah. “Usianya sudah ratusan tahun. Awalnya ya cuma ini. Tempat ini dulunya hutan dan durian ini warisan dari buyut saya,” jelasnya

Ia menjelaskan durian merah miliknya panen mulai bulan Desember, Januari, Februari, dan Maret.

Menurut Mbah Serad jika pada musim panen, banyak pedagang buah yang menginap di rumahnya untuk mendapatkan durian merah yang jatuh. “Rebutan beli. Sampai nginep-nginep. Kan jatuhnya buah durian itu jam 2 malam. Saya ndak jual di pinggir jalan,” tambahnya.

Tidak seperti pedagang buah yang selalu meminta biji durian merah untuk dikembalikan, Mbah Serad mempersilahkan pada pedagang untuk membawa dan menanamnya. “Saya malah senang kalau dikembangkan dan bisa ditanam lagi. Pernah ada orang Perancis yang membeli biji buah durian merah Rp 10.000. Katanya mau ditanam di Filipina. Saya mempersilakan saja,” katanya sambil tersenyum.

Biasanya saat panen Mbah Serad akan mendapatkan 300 buah durian yang mendapat julukan “siwayut” atau warisan buyut. Rasanya yang legit, manis, asin dan gurih serta meninggalkan jejak rasa yang khas membuat durian siwayut ini menjadi buruan para penikmat durian.

Sambil tertawa Mbah Serad berkata, “Banyak yang percaya buah merah untuk vitalitas, jadi laki-laki harus coba durian merah.”

Selain dimiliki Mbah Serad, durian merah juga tumbuh di halaman rumah Sulaimi, warga Desa Balak, Kecamatan Songgon. Menurut Sulami, pohon durian merahnya justru lebih unik. Dari dalam tanah, katanya, muncul dua pohon yang mirip percabangan. Satunya berwarna merah, lainnya berwarna putih. “Karena itu saya namain durian merdeka,” tuturnya sambil tertawa. Dalam satu pohon, tambahnya lagi, bisa menghasilkan sedikitnya 150 buah durian merah.

Begitu terkenalnya, peminat durian merah banyak yang datang dari luar Banyuwangi. Pantas saja Mbah Serad hanya menyuguhkan sebuah durian merah untuk dimakan bersama. Alasannya agar semua pengunjung bisa menikmati durian merah. Jadi jangan harap bisa membawanya pulang. Biasanya pengunjung hanya membawa pulang biji durian untuk dijadikan benih.

http://banyuwangiapik.blogspot.com/2014/05/nikmatnya-durian-merah-khas-banyuwangi.html

Pesona Pantai Parang Kursi Pesanggaran Banyuwangi

Pantai Parang Kursi yang terletak di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi ini memang masih belum banyak dikenal wisatawan. Salah satunya karena lokasinya yang tersembunyi dan belum tersedia sarana dan prasarana yang memadai. Padahal letak pantai ini berada diantara dua pantai yang sudah terkenal di Banyuwangi, yaitu Pantai Pulau Merah dan Pantai Lampon. Pantai Parang Kursi berada di sebelah timur Pantai Pulau Merah dan sebelah barat Pantai Lampon. Ketiganya terletak di Kecamatan Pesanggaran.

Mengenai namanya, sebelumnya ada banyak versi. Ada yang menyebut Pantai Manis, pantai Karang Kursi, ada juga yang menyebut Parang Kursi. Namun pada akhirnya oleh Bupati Azwar Anas, disepakati namanya adalah Pantai Parang Kursi. Hal ini tidak lepas dari keberadaan sebuah karang besar yang jika dilihat dikejauhan mirip sebuah kursi yang berdiri. Ada mitos tentang keberadaan karang ini, yaitu sebagai tempat Nyai Roro Kidul muncul ke dunia ini dari dunianya.    

Dari karang yang berbentuk seperti kursi tersebut, jika kita berdiri di atasnya, terdapat sebuah jendela angin dari bawah laut yang menghembuskan angin kencang dari laut yang kemudian disusul air laut yang menyembur ke atas. Uniknya, air yang menyembur tersebut tidak berasa asin melainkan tawar.

Untuk mencapai pantai yang indah dan masih sangat alami ini memang paling mudah dicapai dari Pantai Lampon. Jika Anda berada di Pantai Lampon dan melihat sebuah bukit, dibalik bukit itulah Pantai Parang Kursi. Dari arah Pasar Sanggar ambil jalur lurus ke selatan ke arah Lampon. Jalur dari Sanggar ke Lampon sudah mulus, karena sudah diaspal. Lalu lanjutkan perjalanan menuju ke arah pelabuhan di sebelah barat Lampon, disana titipkan kendaraan Anda. Setelah itu perjalanan dilanjutkan jalan kaki mengikuti jalan setapak yang merupakan jalur pegunungan Tumpang Pitu. Ada petunjuk arah yang dibuat oleh Kopiwangi (Komunitas Pecinta Pariwisata Banyuwangi).

 

Selanjutnya Anda akan menyeberangi muara yang banyak ditumbuhi pohon bakau selama kurang lebih 15 menit. Muara tersebut pada saat air laut sedang pasang, ketinggian air mencapai setinggi lutut. Tapi kalau pas surut cuma setinggi mata kaki. Saat menyeberangi muara, Anda akan melihat sebuah bangunan peninggalan belanda. Konon itu merupakan bangunan pos pengintaian penjajah belanda. Lepas dari muara, perjalanan belum usai. Anda masih akan menyusuri sebuah bukit sejauh kurang lebih 1 km sebelum sampai pada pantai Parang Kursi.
Selain melalui Lampon, ada alternatif  jalur menuju Pantai Parang Kursi yaitu melalui Petak 56. Bahkan bagi Anda yang tidak suka menyeberangi muara, jalur Petak 56 dapat menjadi pilihan. Karena tidak perlu menyeberangi sungai. Untuk melalui Petak 56, pada saat mencapai perempatan jalan menuju ke Pulau Merah dan Lampon, Anda harus bertanya pada penduduk setempat. Mereka akan menunjukkan jalan yang harus ditempuh. Namun pada akhirnya, baik jalur melalui Lampon maupun Petak 56 akan bertemu di jalan yang sama.
Rute Menuju Parang Kursi
Banyuwangi kota/Jember – Jajag – Pasar Pedotan – Siliragung – Perempatan Pasar Pesanggaran – Pantai Lampon – Asrama TNI – Pelabuhan lampon – Parang Kursi.

 

TIPS Menuju Pantai WEDI IRENG Pesanggaran Banyuwangi

Wisata Banyuwangi – Dibandingkan pantai Pulau Merah, pantai yang satu ini jelas kalah populer, meskipun masih berada dalam satu jalur. Masalahnya lokasinya sulit terjangkau. Padahal keindahannya tidak kalah, oleh Teluk Hijau sekali pun. Bahkan ada kemiripan antara pantai Wedi Ireng dengan pantai Teluk Hijau. Bentuknya seperti huruf “W”. Namun pantai Wedi Ireng memiliki garis pantai yang lebih panjang. Ada dua sisi pantai di Wedi Ireng, tapi dipisahkan oleh bebatuan di tengah pantai.  Baca lebih lanjut

MASA-MASA MAHASISWA

MASA-MASA MAHASISWA

Tahun ke-1 : Masa ADAPTASI. Slogannya, “Kuliah, smangat! Aku harus bahagian ortu dan meraih cita-citaku”. Patuh sama kakak senior, adaptasi pola belajar, sering kangen sama ortu, saat tanggal tua suka ingin pulang karena uang semakin menipis

Tahun ke-2 : Masa MENCOBA. Biasanya ingin banget aktif di organisasi. Belajar kepemimpinan dan aktualisasi diri. Udah mulai tahu strategi belajar yang pas, mulai banyak kenalan, mulai cari2 peluang.

Tahun ke-3 : Masa KEEMASAN. Ada yang sibuk kuliah, dapet amanah organisasi, sibuk usaha, ga sedikit juga yang disibukkin dengan hobi dan kesia-siaan. Mestinya tahun ketiga jadi moment kesuksesan, karena udah semakin matang dan tahu dunia kampus sesungguhnya.

Tahun ke-4 : Masa PENENTUAN. Di tahun ini bisa diliat mana yang di 3 tahun yang lalu serius kuliah atau nggak, keakraban dengan temen sekelas mulai hilang, semua fokus sama masalah masing-masing. Ada yang menyelesaikan skripsi, ada yang sibuk ngulang mata kuliah, ada yajg keburu di lamar, atau sibuk ngembangin usahanatau diterima kerja. Pokoknya godaan untuk nyusun skripsi banyak banget.

Tahun ke.>4 : MASA SERBA GAK ENAK, datang ke kampus malu, kerja belum terlalu jelas, bisnis masih trial and error. Mau ngelamar kehambat kuliah, mau ngulang matkul malu sama adik angkatan.

Buat sobat-sobat yang mau atau sedang kuliah, yuk manfaatin masa di kampus sebaik-baiknya. Yang belum lulus moga dimudahkan untuk menyelesaikan amanah kuliahnya. aamiin

Setia Furqon Kholid
Inspirasi Jangan Kuliah Kalau Nggak Sukses

10 CIRI AKTIVIS CINTA PALSU

10 CIRI AKTIVIS CINTA PALSU:

1. Baru kenal udah agresif mengungkapkan cinta
2. Pandai merangkai kata mesra dan janji manis
3. Sering sms, telepon dan ngajak ketemuan langsung
4. Tahu apa keinginanmu, dan coba memberinya
5. Terlihat sok berpunya dengan ngelihatin barang-barang brandednya (Walau bisa jadi minjem atau nyicil)
6. Gak mau terus terang tentang jati dirinya (berbohong)
7. Kadang mudah dihubungi, tapi kadang juga sulit dihubungi
8. Maunya berduaan terus, ke bioskop atau tempat sepi
9. Pegang sejengkal demi sejengkal tubuhmu.
10. Setelah dapetin kehormatan atau uangmu, ia pergi meninggalkanmu.

Semoga kau tak tertipu dengan jebakan cinta palsu darinya. Karena lelaki hebat tak kan mau mempermainkan dirimu. Ia jaga interaksi denganmu, atau memuliakanmu dengan jalan pernikahan.

Setujuu…???

*Boleh di-SHARE smile emotikon

Setia Furqon Kholid
Jangan jatuh Cinta! Tapi bangun Cinta

TANDA-TANDA KEMATIAN

Allah telah memberi tanda kematian seorang
muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah dihati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk dibagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini
hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliaumenyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali
bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya.

SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita me menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada….Aamiin…..

— bersama Ahmad Darna.

Wisata Air Terjun Antogan Dusun Krajan, Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi

Dulu di Puja, Sekarang di Tinggalkan.
Mungkin itu tagline yang tepat untuk tempat wisata yang satu ini.
Jauh sebelum pulau merah dan wedi ireng terkenal, tempat wisata yang satu ini sudah menjadi tujuan wisata warga banyuwangi.

AIR TERJUN ANTOGAN

Wisata air terjun Antogan terletak di Dusun Krajan, Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Berjarak sekitar 3 km ke barat dari jalan raya Kabat-Rogojampi. Air Terjun Antogan berasal dari mata air Longon di kaki Gunung Raung. Airnya bersih ,bening sejuk sekali, banyak orang meminum air sumber tersebut tanpa dimasak terlebih dahulu. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 7 m saja, tidak jauh dari lokasi air terjun ini terdapat Pemandian Antogan Indah.

Antogan berasal dari kata Pesantogan, yang berarti tempat berkumpul. Jadi dahulu Antogan adalah tempat berkumpulnya para pejuang kita melawan penjajahan Belanda. Mudah dimengerti mengapa Antogan menjadi tempat persembunyian, mengingat banyak terdapat lorong persembunyian yang berada di antara batu-batu besar yang mengelilingi air terjun Antogan. Selain itu antogan juga dikenal sebagai tempat bertapanya mbah rembug alias rempeg alias pangeran jogo pati. Di sisi air terjun terdapat gua yang konon merupakan jalur menuju pantai laut selatan.

Sejak dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar pada tahun 1987, wisata air terjun Antogan memang cukup digandrungi warga. Kejernihan air dan lokasi yang masih alami, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk berkunjung.

Selain itu, warga sekitar yang membangun tempat tersebut juga menyediakan berbagai fasilitas untuk para pengunjung. Misalnya, warung yang berdiri secara berpencar di sepanjang aliran sungai. Ada juga tempat bermain bagi anak-anak, serta lokasi perkemahan.

Berbagai potensi Antogan dan minimnya tempat wisata pada masa itu, membuat nama Antogan semakin dikenal dan kian dikunjungi orang. Bahkan waktu itu, pengunjung bukan hanya datang dari Kabupaten Banyuwangi. Ada juga wisatawan yang datang dari kota lain di Jawa Timur dan Bali.

Ketika musim liburan sekolah, banyak siswa dan guru yang berwisata sambil berkemah di lokasi yang sisi baratnya berbatasan dengan Kecamatan Songgon itu. Banyaknya pengunjung yang terus membanjiri wisata berbukit tersebut, ternyata juga berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar. Selain bisa bekerja di sana, warga sekitar juga bisa berjualan di sekitar lokasi wisata.

Namun sayangnya, sejak sekitar tahun 2000, wisata air terjun Antogan mulai kurang terawat. Hal ini berpengaruh terhadap jumlah pengunjung yang semakin berkurang.

SUMBER :

https://www.facebook.com/pages/Banyuwangi-Gerbang-Wisata-Indonesia/460555650673726

Pesona ROWO BIRU Desa Buluagung Kecamatan Siliragung Banyuwangi

ROWO BIRU merupakan dari sekian banyak eksotika biowisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Rowo Biru memiliki keunikan yang tidak sama dengan rowo atau rawa-rawa pada umumnya.

Sebetulnya Rowo Biru hanyalah sepenggal lokasi yang ada di daerah Desa Buluagung Kecamatan siliragung, dan Rowo Biru ini terletak di ujung selatan desa Buluagung berbatasan langsung dengan Pantai Selatan.

Eksotika akan muncul di sepanjang jalan menuju Rowo Biru, mulai masuk kawasan Rowo Biru harus meliwati jembatan gantung yang hanya dapat di lewati dengan menggunakan sepeda motor atau juga sepedah ontel/ gayung sampai pada lokasi Rowo Biru dan bahkan juga sampai pantai dodong.

Sepanjang jalan menuju Rowo Biru juga terdapat kawasan hutan mahoni, hutan mangrove, padang rumput, dan yang laen. di Rowo Biru sendiri juga sering dimanfaatkan oleh masyarkat sekitar untuk mencari nafkah, contoh mencarai ikan di Rowo Biru dan juga di sekitar Rowo Biru tersebut di gunakan sebagai ariar perkebunan Cabai Merah, Melon, dan masih banyak lagi.

Masyarakat sekitar juga memanfaatkan hutan sekitar Rowo Biru sebagai tempat mencari kayu bakar.

SUMBER :

https://www.facebook.com/pages/Banyuwangi-Gerbang-Wisata-Indonesia/460555650673726

Pesona Pantai Parang Ireng, Jamrudnya Pantai di Banyuwangi

Akhir pekan bingung mau ke mana ?
Merasa semua tempat wisata yang ada di banyuwangi sudah habis di jelajahi ?
Ini admin kasih tau alternatif wisata lainnya yang ada di banyuwangi
Pasti masih sedikir orang yang pernah ke sini.
Banyuwangi memang gak ada habisnya.

Pantai Parang Ireng, Jamrudnya Pantai di Banyuwangi

Pantai apa yang akan anda bayangkan jika mendengar Alas Purwo? Pasti pelengkung,pantai yang terkenal dengan ombaknya yang besar dan mendunia. Akan tetapi alas purwo tidak hanya memiliki pantai pelengkung saja, ada lagi pantai yang tak kalah cantik dengan pelengkung. Yaitu pantai parang ireng. Pantai cantik ini masih belum di pandang oleh masyarakat banyuwangi. Karena, selain letaknya yang berada di alas purwo yang akses jalannya rusak. Pantai parang ireng tidak ada plang penunjuknya. Jadi sebaiknya anda bertanya ke warga dulu sebelum pergi kesana.

Pantai dengan keindahan pasirnya yang putih dan banyak batu karang yang berwarna hijau karena ditumbuhi lumut ini berada di dekat pantai G-Land, letaknya sekitar 2-3 kilometer sebelum pantai G-Land. Di pantai ini tidak ada orang yang berjualan dan sepi akan pengunjung. Jadi pantai ini serasa milik anda. Karena tidak ada yang berjualan di pantai parang ireng, sebaiknya anda membawa perbekalan dahulu.

Keindahan pantai ini dibagi menjadi dua bagian, bagian kanan dan kiri. Bagian kanan pantai ini di isi oleh banyak batu karang yang mempunyai tekstur sangat tajam. jadi anda harus berhati hati hati kalau melewatinya. Keunikan dari batu karang ini adalah warnanya yang berwarna hijau. Ini dikarenakan banyaknya lumut yang tumbuh di batu karang. Hal ini yang membuat pemandangan semakin eksotis.

Sedangkan di bagian kiri parang ireng adalah hamparan pasir putih yang panjang. Warna dari pasir pantainya agak kecoklatan. Ini karena kontur pasirnya yang berupa bulir bulat, seperti merica. Anda bebas melakukan apa saja disini karena hanya ada kamu di pantai ini,anda bisa berlari menyusuri pantai, foto selfie, berjemur dan bermain air. tidak ada turis lokal maupun mancanegara yang berkunjung disini.

Untuk menuju ke pantai ireng anda cukup mengikuti arah ke alas purwo. Kondisi jalan dari arah kota banyuwangi ke alas purwo cukup bagus, namun setelah pos pertama yang membayar karcis masuk. Kondisi jalan mulai tidak bagus. Setelah sampai di pos kedua, kondisi jalan semakin buruk dan anda harus menyewa jeep setempat. Meskipun anda kesini memakai mobil jeep, mobil anda tetap tidak boleh masuk karena yang diperbolehkan masuk hanya mobil jeep pemandu. Jika anda tetep ngotot ingin masuk dengan mobil jeep anda. Anda harus membayar tiket yang harganya sama dengan anda menyewa mobil jeep.

SUMBER :

https://www.facebook.com/pages/Banyuwangi-Gerbang-Wisata-Indonesia/460555650673726

Zaman Edan : Solusi AIDS Kok Kondomisasi dan Solusi Zina Kok Lokalisasi

ZAMAN ANEH

Aneh ya,
Solusi AIDS kondomisasi
Solusi zina lokalisasi
Solusi narkoba rehabilitasi
Solusi nyalurin syahwat pacarisasi

Jangan heran kalau yang merebak:
‪#‎pornoaksi‬
‪#‎hamilisasi‬
ujungnya…
‪#‎aborsi‬

Secara gitu, wong kemaksiatan banyak sponsornya di negeri ini
Acara televisi menyuguhkan artis yang serba seksi
Perselingkuhan dan perceraian jadi gosip setiap hari
Hedonisme dan materialisme jadi idealisme anak negeri
Musik berbau maksiat jadi trend sampai ke pelosok negeri
Pacaran dan hamil di luar nikah dimaklumi

LALU, DIMANA HATI NURANI ?
DIMANA AKHLAK ISLAMI?

Semoga kita bisa mengevaluasi diri,
dan semakin mendekatkan diri pada illahi. Moga pertolongan Allah untuk negeri kita tercinta ini. Aamiin.
Setia Furqon Kholid

20 KEKHAWATIRAN MASA MODERN

KEKHAWATIRAN MASA MODERN
1. Di mana keyakinan hanya tinggal di dalam pemikiran.
2. Di mana keimanan tak berbekas dalam perbuatan.
3. Banyak orang baik tapi tak berakal.
4.Ada pula yang berakal tapi tak beriman.
5. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai.
6. Ada pula yang khusyu’ tapi sibuk menyendiri.
7. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
8. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati.
9. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat.
10. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat.
11. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.
12. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
15. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan.
16. Ada pula pelacur tapi menjadi figur.
17. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham.
18. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan.
19.Ada yang pintar tapi membodohi.
20. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri.
Bersama Musa Al – Kadzim..!!!!(Q.1) :D

Kabupaten Banyuwangi Akan Sediakan Dermaga Khusus Kapal Pesiar

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo siap mendukung pembangunan dermaga marina yang akan dikembangankan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Banyuwangi berencana membangun marina di kawasan Pantai Boom.

Kawasan Pantai Boom ini berada di atas lahan milik PT Pelindo III yang luasnya mencapai 30 hektar. Dermaga sandar kapal pesiar ini direncanakan mampu menampung 100 yacht atau kapal pesiar kecil.

Menurut Indroyono, Banyuwangi sangat potensial dalam pengembangan dermaga sandar yacht ini. Mengingat lokasi Banyuwangi yang berdekatan dengan Bali, memungkinkan yacht dari Australia yang selama ini sandar di Benoa Bali bisa bergeser ke Banyuwangi.

“Benoa saat ini sudah overload, why not bila geser ke sini (Banyuwangi). Kami akan mengundang kapal-kapal pesiar untuk berlabuh di marina Banyuwangi. Kami bantu promosinya pastinya,” ujar Indroyono saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Jumat (6/3/2015)Terkait pengembangan wisata bahari, Indroyono akan memangkas waktu pengurusan perizinan sandar kapal yacht di Indonesia.

“Dulu izin masuk kapal yacht ke sini bisa makan waktu 30 hari lebih, sekarang sudah kita potong sekitar 7 hari saja. Ke depan, secara online izinnya kami targetkan bisa selesai sehari saja,” imbuhnya.

Potensi pengembangan dermaga marina sangat menjanjikan. Saat ini kata Indriyono, Bali telah menjadi tempat parkir kapal yacht Australia.

“Di Australia ada sekitar 20.000-30.000 yacht. Dan saat ini ribuan kapal yacht Australia parkir di Benoa. Lumayan, ongkos parkirnya sebesar US$ 400/bulan. Padahal mereka bisa datang ke sini dan berjalan-jalan selama 2 bulanan saja, sementara yacht-nya tetap diparkir. Itu ongkos parkir jalan terus,” kata Soesilo.

Selain potensinya yang menjanjikan, Indriyono juga menilai lokasi rencana pengembangan dermaga sandar kapal pesiar di Banyuwangi sangat menawan.

Selain dekat kota, view Pantai Boom yang menjadi cikal pembangunan marina di Banyuwangi, juga indah. Pemandangannya berlatarkan Pulau Bali dan Gunung Ijen dan Raung.

“Wah, ini bisa mengalahkan Lombok marinanya,” puji Indriyono.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan pembangunan dermaga marina di Banyuwangi akan digarap oleh BUMN dan swasta, sementara pemerintah daerah yang mengeluarkan izinnya.

“Ini merupakan bagian dari strategi menunjang pengembangan ekowisata yang sedang digarap Banyuwangi, yang salah satunya adalah pengembangan wisata maritim sesuai potensi alam yang kita miliki,” kata Anas.

Pengembangan dermaga marina ini, lanjut Anas, saat ini sudah memasuki tahapan studi kelayakan.

“FS-nya (feasibility study) sudah tahun ini. Kita targetkan pembangunan fisiknya sudah mulai tahun depan. Rencananya, dermaga marina ini akan dikelola oleh anak perusahaan BUMN. Pelindo III bahkan sudah mulai jalan cari pasar,” kata Anas.Hal itu dibenarkan oleh General Manager

PT Pelindo III, Bangun Swastanto. Dikatakan Bangun, pihaknya telah melakukan penjajakan ke pengelola dermaga Benoa Bali, PT Pelindo Property dan mulai menunjukkan hasil.

“Hasil studi kami kesana, sudah ada 50 kapal yacht Australia yang siap bersandar di marina Banyuwangi. Karena itu, kami berencana untuk mempercepat pembangunannya tahun ini,” tandas Bangun.

www.banyuwangidiscovery.com

Logo Terbaru Tour De Ijen 2015, Bagaimana Menurut Anda Dulur ?

Ini dia logo terbaru Tour de Ijen yang baru di luncurkan sore tadi di pantai BOOM.
Bagaimana menurut anda dulur ?

Sumber : Banyuwangi Gerbang Wisata Indonesia

WASPADA !!! 081360275803 Nomer Telepon Yang Mau Menipu Mas Say Laros Berkedok Kecelakaan

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros

Buat Sahabat Dunia maya hati-hati ya terhadap nomer 081360275803 , Kemarin Mas Say Laros ditelpon nomer itu sambil ngaku-ngaku saudara Mas Say Laros . Modus yang digunakan yaitu pura-pura menangis dan lagi ditangkap polisi karenaa habis nabrak Orang.Nanti jika saudara ladeni terus dia akan minta kiriman pulsa/transfer Uang. Kalau anda kreatif kerjain aja tuch orang biar kapok.

Warga Banyuwangi Mari Dukung Danang DA2 Indosiar

Profil Ir. Arief Yahya, M.Sc Menteri Pariwisata Dari Banyuwangi

Ir. Arief Yahya, M.Sc. (lahir di Banyuwangi, 2 Maret 1961; umur 53 tahun) adalah Menteri Pariwisata Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.[1] Sebelumnya ia menjabat sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia sejak 11 Mei 2012.[2] Ia menggantikan posisi Rinaldi Firmansyah. Ia melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran.

Riwayat pendidikan

Prestasi

  1. The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta, Gema Telkom Award 2 kali, Telkom Jakarta Barat. 2002 [4]
  2. Penghargaan keberhasilan kecepatan Recovery Fastel, akibat bencana banjir di Kawasan Segitiga Emas Jakarta untuk Telkom Jakarta Barat 2002 [4]
  3. Kandatel Terbaik Malcolm Baldrige National Quality Award, 614, Score terbaik Nasional, Telkom Jakarta Barat. 2002 [4]
  4. Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, Kadivre VI Kalimantan. 2003[4]
  5. The Best DIVRE in Corporate Culture Actualisation The Best Unit, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, DIVRE VI Kalimantan 2003 [4]
  6. Pencapaian target pemasaran tercepat dan terbesar di Kalimantan, 50 ribu SST dalam waktu 6 bulan, 100 ribu dalam 1 tahun. 2003 [4]
  7. Operator VSAT terbaik. Operator VSAT Dial Away terbaik se Asia Tenggara, Penghargaan oleh Gilat Satellite Co, untuk Telkom Kalimantan 2003 [4]
  8. Penerapan aplikasi Geographical Information System (GIS) Telkom Kalimantan pada PT. PLN Wilayah KaltimSel. 2003
  9. Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Kertanegara, untuk pertama kali di Indonesia. 2003 [4]
  10. Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Timur. 2003[4]
  11. Pencetusan Exclusive Service Area (ESA), berupa penyediaan dan penyelenggaraan Fastel di daerah terpencil oleh pihak ke III, di Tanjung Redeb, sebanyak 1000 sst. 2003[4]
  12. Zero Accident Award Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil 2003 dari Menakertrans, Telkom Kalimantan[4]
  13. Kadivre Terbaik, Penghargaan Management War Room terbaik 2003, The Best Jalur Komando Award, Panglima Daerah VI Kalimantan[4]
  14. Divre Terbaik, Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, DIVRE VI Kalimantan[4]

Referensi

Lagu ONO HANG NYANDING Kreasi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=N5fhfJEe8Oo

Lagu SIDO RONDO Versi Sholawat Jawa 2014

http://www.youtube.com/watch?v=ZehB6AFlcfo&list=UUWPzfkSjjGk6FQRvW8JhH7w

Lagu TUTUPE WIRANG Kreasi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=LWsj26zPN84&list=UUWPzfkSjjGk6FQRvW8JhH7w

Lagu WEDUS Kreasi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=KIm4xZyY6j8

Lagu SALAH TOMPO Versi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=AJx7pBczPTM

Lagu NYIDAM SARI Versi Sholawat Religi 2014

 

http://www.youtube.com/watch?v=n4lerVgnfDs&list=UUWPzfkSjjGk6FQRvW8JhH7w

Lagu NGOBONG ATI Versi Sholawat Banyuwangi 2014

 

Lagu GRAJAKAN Versi Sholawat Banyuwangi 2014

Lagu EDAN TURUN Versi Sholawat Banyuwangi 2014

 

Lagu ASMORO Versi Sholawat Banyuwangi 2014

Lagu Tondo Roso Kreasi Sholawat Banyuwangi

 

 

Lagu I Love Banyuwangi

 

 

Lagu TONDO RORO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi

 

 

Lagu SUN AKONI Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi

Lagu MENDEM ROSO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=Axm6mSoL9-g

Lagu LORO ATI Kreasi Sholawat Janger Banyuwangi 2014

Lagu LANCING TANGGUNG Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu KAPILORO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu KANGGO RIKO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu DONGE MEKAR Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu TANGISE PERAWAN SUNTI Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Salam Pambuko Rebana Campursari AL FALAH Pesanggaran Banyuwangi

Lagu NYANCANG ATI Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Perbedaan Sistem Sekolah Di Jepang VS Di Indonesia

sumber : https://www.facebook.com/pages/Komunitas-AYAH-EDY/141694892568287?ref=stream

Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.

Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.

Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.

Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.

Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.

Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.

Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi.

Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.

Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.

Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.

Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.

Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji.
Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.

Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.

Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.

Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.

Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.

Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.

Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.
Salam.

Sumber: edukasi.kompasiana.com

Bandingkan dengan SD kita yg masih saja meributkan ANAK-ANAK SD HARUS SUDAH BISA CALISTUNG dan KKM, REMIDIAL, TES dan UAN.

Darah Blambangan Dalam Diri RA KARTINI

DARAH BLAMBANGAN DALAM DIRI KARTINI

Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini untuk mengenang perjuangan RA Kartini dalam membela hak-hak perempuan, khususnya di lingkungan Jawa.

RA Kartini terlahir pada tanggal 21 April 1879 Masehi dari rahim M.A. Ngasirah. Ngasirah ini merupakan garwa ampil R.M.A.A. Sosroningrat Bupati Jepara.

Dari garis ayah Kartini, yaitu: Bupati Jepara R.M.A.A. Sosroningrat Bupati Jepara, berdasarkan Skema Silsilah Tjondronegoro mempunyai garis lurus langsung keturunan dari Prabu Browidjojo Raja Majapahit. Raja Majapahit, Prabu Browidjojo, berdasarkan Skema Silsilah Tjondronegoro – menurunkan Lembu Nisroyo atau Panembahan Bromo.

Dari Lembu Nisroyo menurunkan secara berurutan ke bawah sebagai berikut Menak Simbar / Adipati Puger, Menak Sumende / Adipati Blambangan, Menak Gadru / Adipati Babadan, Menak Werdati Lumajang Tengah / Adipati Toposono, Pangeran Kedawung Blambangan , Lanang Dangiran / Kyai Brondong, Pangeran Onggojoyo, Adipati Ario Tjondronegoro I / Bupati Surabaya, Adipati Ario Tjondronegoro II / Bupati Pati. Adipati Ario Tjondronegoro III / Bupati Kudus, dan kemudian Pangeran Ario Tjondronegoro IV / Bupati Demak menurunkan ayah Kartini (R.M.A.A. Sosroningrat)

Dari skema Silsilah Tjondronegoro tersebut , Kartini mempunyai garis keturunan langsung ke atas dengan para penguasa di Bumi Blambangan (sekarang menjadi Kabupaten Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi). Seperti diterangkan diatas Kartini mempunyai garis keturunan langsung dari Menak Simbar / Adipati Puger, Menak Sumende / Adipati Blambangan, Menak Gadru / Adipati Babadan, Menak Werdati Lumajang Tengah / Adipati Toposono, dan Pangeran Kedawung Blambangan.

Nama-nama Menak Simbar / Adipati Puger, Menak Sumende / Adipati Blambangan, Menak Gadru / Adipati Babadan, Menak Werdati Lumajang Tengah / Adipati Toposono, dan Pangeran Kedawung Blambangan merupakan para penguasa di Blambangan sebelum Blambangan menyempit sebagai Banyuwangi. (Y. Setiyo Hadi / Museum Boemi Poeger – Sabtu 18 April 2015)

SUKARMAN,Penyanyi Cengkok Using Dari KAWAH IJEN Banyuwangi

SUKARMAN, Penyanyi SELENDANG SUTRO Dari Kawah Ijen Banyuwangi

KAPILORO Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi ( Mas Say Laros )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: