MASA-MASA MAHASISWA

MASA-MASA MAHASISWA

Tahun ke-1 : Masa ADAPTASI. Slogannya, “Kuliah, smangat! Aku harus bahagian ortu dan meraih cita-citaku”. Patuh sama kakak senior, adaptasi pola belajar, sering kangen sama ortu, saat tanggal tua suka ingin pulang karena uang semakin menipis

Tahun ke-2 : Masa MENCOBA. Biasanya ingin banget aktif di organisasi. Belajar kepemimpinan dan aktualisasi diri. Udah mulai tahu strategi belajar yang pas, mulai banyak kenalan, mulai cari2 peluang.

Tahun ke-3 : Masa KEEMASAN. Ada yang sibuk kuliah, dapet amanah organisasi, sibuk usaha, ga sedikit juga yang disibukkin dengan hobi dan kesia-siaan. Mestinya tahun ketiga jadi moment kesuksesan, karena udah semakin matang dan tahu dunia kampus sesungguhnya.

Tahun ke-4 : Masa PENENTUAN. Di tahun ini bisa diliat mana yang di 3 tahun yang lalu serius kuliah atau nggak, keakraban dengan temen sekelas mulai hilang, semua fokus sama masalah masing-masing. Ada yang menyelesaikan skripsi, ada yang sibuk ngulang mata kuliah, ada yajg keburu di lamar, atau sibuk ngembangin usahanatau diterima kerja. Pokoknya godaan untuk nyusun skripsi banyak banget.

Tahun ke.>4 : MASA SERBA GAK ENAK, datang ke kampus malu, kerja belum terlalu jelas, bisnis masih trial and error. Mau ngelamar kehambat kuliah, mau ngulang matkul malu sama adik angkatan.

Buat sobat-sobat yang mau atau sedang kuliah, yuk manfaatin masa di kampus sebaik-baiknya. Yang belum lulus moga dimudahkan untuk menyelesaikan amanah kuliahnya. aamiin

Setia Furqon Kholid
Inspirasi Jangan Kuliah Kalau Nggak Sukses

10 CIRI AKTIVIS CINTA PALSU

10 CIRI AKTIVIS CINTA PALSU:

1. Baru kenal udah agresif mengungkapkan cinta
2. Pandai merangkai kata mesra dan janji manis
3. Sering sms, telepon dan ngajak ketemuan langsung
4. Tahu apa keinginanmu, dan coba memberinya
5. Terlihat sok berpunya dengan ngelihatin barang-barang brandednya (Walau bisa jadi minjem atau nyicil)
6. Gak mau terus terang tentang jati dirinya (berbohong)
7. Kadang mudah dihubungi, tapi kadang juga sulit dihubungi
8. Maunya berduaan terus, ke bioskop atau tempat sepi
9. Pegang sejengkal demi sejengkal tubuhmu.
10. Setelah dapetin kehormatan atau uangmu, ia pergi meninggalkanmu.

Semoga kau tak tertipu dengan jebakan cinta palsu darinya. Karena lelaki hebat tak kan mau mempermainkan dirimu. Ia jaga interaksi denganmu, atau memuliakanmu dengan jalan pernikahan.

Setujuu…???

*Boleh di-SHARE smile emotikon

Setia Furqon Kholid
Jangan jatuh Cinta! Tapi bangun Cinta

TANDA-TANDA KEMATIAN

Allah telah memberi tanda kematian seorang
muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah dihati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk dibagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini
hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliaumenyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali
bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya.

SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita me menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada….Aamiin…..

— bersama Ahmad Darna.

Wisata Air Terjun Antogan Dusun Krajan, Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi

Dulu di Puja, Sekarang di Tinggalkan.
Mungkin itu tagline yang tepat untuk tempat wisata yang satu ini.
Jauh sebelum pulau merah dan wedi ireng terkenal, tempat wisata yang satu ini sudah menjadi tujuan wisata warga banyuwangi.

AIR TERJUN ANTOGAN

Wisata air terjun Antogan terletak di Dusun Krajan, Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Berjarak sekitar 3 km ke barat dari jalan raya Kabat-Rogojampi. Air Terjun Antogan berasal dari mata air Longon di kaki Gunung Raung. Airnya bersih ,bening sejuk sekali, banyak orang meminum air sumber tersebut tanpa dimasak terlebih dahulu. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 7 m saja, tidak jauh dari lokasi air terjun ini terdapat Pemandian Antogan Indah.

Antogan berasal dari kata Pesantogan, yang berarti tempat berkumpul. Jadi dahulu Antogan adalah tempat berkumpulnya para pejuang kita melawan penjajahan Belanda. Mudah dimengerti mengapa Antogan menjadi tempat persembunyian, mengingat banyak terdapat lorong persembunyian yang berada di antara batu-batu besar yang mengelilingi air terjun Antogan. Selain itu antogan juga dikenal sebagai tempat bertapanya mbah rembug alias rempeg alias pangeran jogo pati. Di sisi air terjun terdapat gua yang konon merupakan jalur menuju pantai laut selatan.

Sejak dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar pada tahun 1987, wisata air terjun Antogan memang cukup digandrungi warga. Kejernihan air dan lokasi yang masih alami, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk berkunjung.

Selain itu, warga sekitar yang membangun tempat tersebut juga menyediakan berbagai fasilitas untuk para pengunjung. Misalnya, warung yang berdiri secara berpencar di sepanjang aliran sungai. Ada juga tempat bermain bagi anak-anak, serta lokasi perkemahan.

Berbagai potensi Antogan dan minimnya tempat wisata pada masa itu, membuat nama Antogan semakin dikenal dan kian dikunjungi orang. Bahkan waktu itu, pengunjung bukan hanya datang dari Kabupaten Banyuwangi. Ada juga wisatawan yang datang dari kota lain di Jawa Timur dan Bali.

Ketika musim liburan sekolah, banyak siswa dan guru yang berwisata sambil berkemah di lokasi yang sisi baratnya berbatasan dengan Kecamatan Songgon itu. Banyaknya pengunjung yang terus membanjiri wisata berbukit tersebut, ternyata juga berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar. Selain bisa bekerja di sana, warga sekitar juga bisa berjualan di sekitar lokasi wisata.

Namun sayangnya, sejak sekitar tahun 2000, wisata air terjun Antogan mulai kurang terawat. Hal ini berpengaruh terhadap jumlah pengunjung yang semakin berkurang.

SUMBER :

https://www.facebook.com/pages/Banyuwangi-Gerbang-Wisata-Indonesia/460555650673726

Pesona ROWO BIRU Desa Buluagung Kecamatan Siliragung Banyuwangi

ROWO BIRU merupakan dari sekian banyak eksotika biowisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Rowo Biru memiliki keunikan yang tidak sama dengan rowo atau rawa-rawa pada umumnya.

Sebetulnya Rowo Biru hanyalah sepenggal lokasi yang ada di daerah Desa Buluagung Kecamatan siliragung, dan Rowo Biru ini terletak di ujung selatan desa Buluagung berbatasan langsung dengan Pantai Selatan.

Eksotika akan muncul di sepanjang jalan menuju Rowo Biru, mulai masuk kawasan Rowo Biru harus meliwati jembatan gantung yang hanya dapat di lewati dengan menggunakan sepeda motor atau juga sepedah ontel/ gayung sampai pada lokasi Rowo Biru dan bahkan juga sampai pantai dodong.

Sepanjang jalan menuju Rowo Biru juga terdapat kawasan hutan mahoni, hutan mangrove, padang rumput, dan yang laen. di Rowo Biru sendiri juga sering dimanfaatkan oleh masyarkat sekitar untuk mencari nafkah, contoh mencarai ikan di Rowo Biru dan juga di sekitar Rowo Biru tersebut di gunakan sebagai ariar perkebunan Cabai Merah, Melon, dan masih banyak lagi.

Masyarakat sekitar juga memanfaatkan hutan sekitar Rowo Biru sebagai tempat mencari kayu bakar.

SUMBER :

https://www.facebook.com/pages/Banyuwangi-Gerbang-Wisata-Indonesia/460555650673726

Pesona Pantai Parang Ireng, Jamrudnya Pantai di Banyuwangi

Akhir pekan bingung mau ke mana ?
Merasa semua tempat wisata yang ada di banyuwangi sudah habis di jelajahi ?
Ini admin kasih tau alternatif wisata lainnya yang ada di banyuwangi
Pasti masih sedikir orang yang pernah ke sini.
Banyuwangi memang gak ada habisnya.

Pantai Parang Ireng, Jamrudnya Pantai di Banyuwangi

Pantai apa yang akan anda bayangkan jika mendengar Alas Purwo? Pasti pelengkung,pantai yang terkenal dengan ombaknya yang besar dan mendunia. Akan tetapi alas purwo tidak hanya memiliki pantai pelengkung saja, ada lagi pantai yang tak kalah cantik dengan pelengkung. Yaitu pantai parang ireng. Pantai cantik ini masih belum di pandang oleh masyarakat banyuwangi. Karena, selain letaknya yang berada di alas purwo yang akses jalannya rusak. Pantai parang ireng tidak ada plang penunjuknya. Jadi sebaiknya anda bertanya ke warga dulu sebelum pergi kesana.

Pantai dengan keindahan pasirnya yang putih dan banyak batu karang yang berwarna hijau karena ditumbuhi lumut ini berada di dekat pantai G-Land, letaknya sekitar 2-3 kilometer sebelum pantai G-Land. Di pantai ini tidak ada orang yang berjualan dan sepi akan pengunjung. Jadi pantai ini serasa milik anda. Karena tidak ada yang berjualan di pantai parang ireng, sebaiknya anda membawa perbekalan dahulu.

Keindahan pantai ini dibagi menjadi dua bagian, bagian kanan dan kiri. Bagian kanan pantai ini di isi oleh banyak batu karang yang mempunyai tekstur sangat tajam. jadi anda harus berhati hati hati kalau melewatinya. Keunikan dari batu karang ini adalah warnanya yang berwarna hijau. Ini dikarenakan banyaknya lumut yang tumbuh di batu karang. Hal ini yang membuat pemandangan semakin eksotis.

Sedangkan di bagian kiri parang ireng adalah hamparan pasir putih yang panjang. Warna dari pasir pantainya agak kecoklatan. Ini karena kontur pasirnya yang berupa bulir bulat, seperti merica. Anda bebas melakukan apa saja disini karena hanya ada kamu di pantai ini,anda bisa berlari menyusuri pantai, foto selfie, berjemur dan bermain air. tidak ada turis lokal maupun mancanegara yang berkunjung disini.

Untuk menuju ke pantai ireng anda cukup mengikuti arah ke alas purwo. Kondisi jalan dari arah kota banyuwangi ke alas purwo cukup bagus, namun setelah pos pertama yang membayar karcis masuk. Kondisi jalan mulai tidak bagus. Setelah sampai di pos kedua, kondisi jalan semakin buruk dan anda harus menyewa jeep setempat. Meskipun anda kesini memakai mobil jeep, mobil anda tetap tidak boleh masuk karena yang diperbolehkan masuk hanya mobil jeep pemandu. Jika anda tetep ngotot ingin masuk dengan mobil jeep anda. Anda harus membayar tiket yang harganya sama dengan anda menyewa mobil jeep.

SUMBER :

https://www.facebook.com/pages/Banyuwangi-Gerbang-Wisata-Indonesia/460555650673726

Zaman Edan : Solusi AIDS Kok Kondomisasi dan Solusi Zina Kok Lokalisasi

ZAMAN ANEH

Aneh ya,
Solusi AIDS kondomisasi
Solusi zina lokalisasi
Solusi narkoba rehabilitasi
Solusi nyalurin syahwat pacarisasi

Jangan heran kalau yang merebak:
‪#‎pornoaksi‬
‪#‎hamilisasi‬
ujungnya…
‪#‎aborsi‬

Secara gitu, wong kemaksiatan banyak sponsornya di negeri ini
Acara televisi menyuguhkan artis yang serba seksi
Perselingkuhan dan perceraian jadi gosip setiap hari
Hedonisme dan materialisme jadi idealisme anak negeri
Musik berbau maksiat jadi trend sampai ke pelosok negeri
Pacaran dan hamil di luar nikah dimaklumi

LALU, DIMANA HATI NURANI ?
DIMANA AKHLAK ISLAMI?

Semoga kita bisa mengevaluasi diri,
dan semakin mendekatkan diri pada illahi. Moga pertolongan Allah untuk negeri kita tercinta ini. Aamiin.
Setia Furqon Kholid

20 KEKHAWATIRAN MASA MODERN

KEKHAWATIRAN MASA MODERN
1. Di mana keyakinan hanya tinggal di dalam pemikiran.
2. Di mana keimanan tak berbekas dalam perbuatan.
3. Banyak orang baik tapi tak berakal.
4.Ada pula yang berakal tapi tak beriman.
5. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai.
6. Ada pula yang khusyu’ tapi sibuk menyendiri.
7. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
8. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati.
9. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat.
10. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat.
11. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.
12. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
15. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan.
16. Ada pula pelacur tapi menjadi figur.
17. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham.
18. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan.
19.Ada yang pintar tapi membodohi.
20. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri.
Bersama Musa Al – Kadzim..!!!!(Q.1) :D

Kabupaten Banyuwangi Akan Sediakan Dermaga Khusus Kapal Pesiar

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo siap mendukung pembangunan dermaga marina yang akan dikembangankan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Banyuwangi berencana membangun marina di kawasan Pantai Boom.

Kawasan Pantai Boom ini berada di atas lahan milik PT Pelindo III yang luasnya mencapai 30 hektar. Dermaga sandar kapal pesiar ini direncanakan mampu menampung 100 yacht atau kapal pesiar kecil.

Menurut Indroyono, Banyuwangi sangat potensial dalam pengembangan dermaga sandar yacht ini. Mengingat lokasi Banyuwangi yang berdekatan dengan Bali, memungkinkan yacht dari Australia yang selama ini sandar di Benoa Bali bisa bergeser ke Banyuwangi.

“Benoa saat ini sudah overload, why not bila geser ke sini (Banyuwangi). Kami akan mengundang kapal-kapal pesiar untuk berlabuh di marina Banyuwangi. Kami bantu promosinya pastinya,” ujar Indroyono saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Jumat (6/3/2015)Terkait pengembangan wisata bahari, Indroyono akan memangkas waktu pengurusan perizinan sandar kapal yacht di Indonesia.

“Dulu izin masuk kapal yacht ke sini bisa makan waktu 30 hari lebih, sekarang sudah kita potong sekitar 7 hari saja. Ke depan, secara online izinnya kami targetkan bisa selesai sehari saja,” imbuhnya.

Potensi pengembangan dermaga marina sangat menjanjikan. Saat ini kata Indriyono, Bali telah menjadi tempat parkir kapal yacht Australia.

“Di Australia ada sekitar 20.000-30.000 yacht. Dan saat ini ribuan kapal yacht Australia parkir di Benoa. Lumayan, ongkos parkirnya sebesar US$ 400/bulan. Padahal mereka bisa datang ke sini dan berjalan-jalan selama 2 bulanan saja, sementara yacht-nya tetap diparkir. Itu ongkos parkir jalan terus,” kata Soesilo.

Selain potensinya yang menjanjikan, Indriyono juga menilai lokasi rencana pengembangan dermaga sandar kapal pesiar di Banyuwangi sangat menawan.

Selain dekat kota, view Pantai Boom yang menjadi cikal pembangunan marina di Banyuwangi, juga indah. Pemandangannya berlatarkan Pulau Bali dan Gunung Ijen dan Raung.

“Wah, ini bisa mengalahkan Lombok marinanya,” puji Indriyono.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan pembangunan dermaga marina di Banyuwangi akan digarap oleh BUMN dan swasta, sementara pemerintah daerah yang mengeluarkan izinnya.

“Ini merupakan bagian dari strategi menunjang pengembangan ekowisata yang sedang digarap Banyuwangi, yang salah satunya adalah pengembangan wisata maritim sesuai potensi alam yang kita miliki,” kata Anas.

Pengembangan dermaga marina ini, lanjut Anas, saat ini sudah memasuki tahapan studi kelayakan.

“FS-nya (feasibility study) sudah tahun ini. Kita targetkan pembangunan fisiknya sudah mulai tahun depan. Rencananya, dermaga marina ini akan dikelola oleh anak perusahaan BUMN. Pelindo III bahkan sudah mulai jalan cari pasar,” kata Anas.Hal itu dibenarkan oleh General Manager

PT Pelindo III, Bangun Swastanto. Dikatakan Bangun, pihaknya telah melakukan penjajakan ke pengelola dermaga Benoa Bali, PT Pelindo Property dan mulai menunjukkan hasil.

“Hasil studi kami kesana, sudah ada 50 kapal yacht Australia yang siap bersandar di marina Banyuwangi. Karena itu, kami berencana untuk mempercepat pembangunannya tahun ini,” tandas Bangun.

www.banyuwangidiscovery.com

Logo Terbaru Tour De Ijen 2015, Bagaimana Menurut Anda Dulur ?

Ini dia logo terbaru Tour de Ijen yang baru di luncurkan sore tadi di pantai BOOM.
Bagaimana menurut anda dulur ?

Sumber : Banyuwangi Gerbang Wisata Indonesia

WASPADA !!! 081360275803 Nomer Telepon Yang Mau Menipu Mas Say Laros Berkedok Kecelakaan

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros

Buat Sahabat Dunia maya hati-hati ya terhadap nomer 081360275803 , Kemarin Mas Say Laros ditelpon nomer itu sambil ngaku-ngaku saudara Mas Say Laros . Modus yang digunakan yaitu pura-pura menangis dan lagi ditangkap polisi karenaa habis nabrak Orang.Nanti jika saudara ladeni terus dia akan minta kiriman pulsa/transfer Uang. Kalau anda kreatif kerjain aja tuch orang biar kapok.

Warga Banyuwangi Mari Dukung Danang DA2 Indosiar

Profil Ir. Arief Yahya, M.Sc Menteri Pariwisata Dari Banyuwangi

Ir. Arief Yahya, M.Sc. (lahir di Banyuwangi, 2 Maret 1961; umur 53 tahun) adalah Menteri Pariwisata Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.[1] Sebelumnya ia menjabat sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia sejak 11 Mei 2012.[2] Ia menggantikan posisi Rinaldi Firmansyah. Ia melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran.

Riwayat pendidikan

Prestasi

  1. The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta, Gema Telkom Award 2 kali, Telkom Jakarta Barat. 2002 [4]
  2. Penghargaan keberhasilan kecepatan Recovery Fastel, akibat bencana banjir di Kawasan Segitiga Emas Jakarta untuk Telkom Jakarta Barat 2002 [4]
  3. Kandatel Terbaik Malcolm Baldrige National Quality Award, 614, Score terbaik Nasional, Telkom Jakarta Barat. 2002 [4]
  4. Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, Kadivre VI Kalimantan. 2003[4]
  5. The Best DIVRE in Corporate Culture Actualisation The Best Unit, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, DIVRE VI Kalimantan 2003 [4]
  6. Pencapaian target pemasaran tercepat dan terbesar di Kalimantan, 50 ribu SST dalam waktu 6 bulan, 100 ribu dalam 1 tahun. 2003 [4]
  7. Operator VSAT terbaik. Operator VSAT Dial Away terbaik se Asia Tenggara, Penghargaan oleh Gilat Satellite Co, untuk Telkom Kalimantan 2003 [4]
  8. Penerapan aplikasi Geographical Information System (GIS) Telkom Kalimantan pada PT. PLN Wilayah KaltimSel. 2003
  9. Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Kertanegara, untuk pertama kali di Indonesia. 2003 [4]
  10. Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Timur. 2003[4]
  11. Pencetusan Exclusive Service Area (ESA), berupa penyediaan dan penyelenggaraan Fastel di daerah terpencil oleh pihak ke III, di Tanjung Redeb, sebanyak 1000 sst. 2003[4]
  12. Zero Accident Award Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil 2003 dari Menakertrans, Telkom Kalimantan[4]
  13. Kadivre Terbaik, Penghargaan Management War Room terbaik 2003, The Best Jalur Komando Award, Panglima Daerah VI Kalimantan[4]
  14. Divre Terbaik, Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, DIVRE VI Kalimantan[4]

Referensi

Lagu ONO HANG NYANDING Kreasi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=N5fhfJEe8Oo

Lagu SIDO RONDO Versi Sholawat Jawa 2014

http://www.youtube.com/watch?v=ZehB6AFlcfo&list=UUWPzfkSjjGk6FQRvW8JhH7w

Lagu TUTUPE WIRANG Kreasi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=LWsj26zPN84&list=UUWPzfkSjjGk6FQRvW8JhH7w

Lagu WEDUS Kreasi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=KIm4xZyY6j8

Lagu SALAH TOMPO Versi Sholawat Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=AJx7pBczPTM

Lagu NYIDAM SARI Versi Sholawat Religi 2014

 

http://www.youtube.com/watch?v=n4lerVgnfDs&list=UUWPzfkSjjGk6FQRvW8JhH7w

Lagu NGOBONG ATI Versi Sholawat Banyuwangi 2014

 

Lagu GRAJAKAN Versi Sholawat Banyuwangi 2014

Lagu EDAN TURUN Versi Sholawat Banyuwangi 2014

 

Lagu ASMORO Versi Sholawat Banyuwangi 2014

Lagu Tondo Roso Kreasi Sholawat Banyuwangi

 

 

Lagu I Love Banyuwangi

 

 

Lagu TONDO RORO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi

 

 

Lagu SUN AKONI Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi

Lagu MENDEM ROSO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

http://www.youtube.com/watch?v=Axm6mSoL9-g

Lagu LORO ATI Kreasi Sholawat Janger Banyuwangi 2014

Lagu LANCING TANGGUNG Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu KAPILORO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu KANGGO RIKO Kreasi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu DONGE MEKAR Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu TANGISE PERAWAN SUNTI Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Salam Pambuko Rebana Campursari AL FALAH Pesanggaran Banyuwangi

Lagu NYANCANG ATI Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu MREKES ATI Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu ILANG WELASE Versi Sholawat Gandrung Banyuwangi 2014

Lagu GELANG ALIT Versi Sholawat Banyuwangi 2014

Perbedaan Sistem Sekolah Di Jepang VS Di Indonesia

sumber : https://www.facebook.com/pages/Komunitas-AYAH-EDY/141694892568287?ref=stream

Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.

Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.

Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.

Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.

Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.

Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.

Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi.

Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.

Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.

Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.

Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.

Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji.
Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.

Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.

Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.

Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.

Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.

Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.

Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.
Salam.

Sumber: edukasi.kompasiana.com

Bandingkan dengan SD kita yg masih saja meributkan ANAK-ANAK SD HARUS SUDAH BISA CALISTUNG dan KKM, REMIDIAL, TES dan UAN.

Info Program Beasiswa Banyuwangi Cerdas 2014 Khusus Keluarga Tidak Mampu

Nawi ono lare Banyuwangi hang lulus SMA tahun iki lan kepingin kuliah ring UNIVERSITAS JEMBER (UNEJ) utowo SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAIIN). Iki ono beasiswa teko pemkab Banyuwangi.
Ayo dulur semangat nuntut ilmu, masiyo kebentur bondo, kadung duwe tekad lan kekarepan nggayuh impen, pasti duweni dalan.

( Info From : Zhebriel Penyair Berdarah‎ )

Info Program Beasiswa S1 2014 Oleh PT BSI Khusus Warga Pesanggaran Banyuwangi

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros

Senin,26 Mei 2014

PT BUMI SUKSES INDO

Pulau Merah, Sumberagung, Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur

PROGRAM BEASISWA S-1

Untuk 5 Putra dan Putri Terbaik Di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi

Persyaratan :

  1. Berdomisili Di Wilayah Kecamatan Pesanggaran (KTP dan KK)
  2. Pas Foto Berwarna 4X6 Sebanyak 2 Lembar
  3. Usia Maksimum Pada Saat Pelaksanaan Seleksi, 21 Tahun
  4. Telah Menyelesaikan Studi Tingkat SLTA Atau Sederajat
  5. Nilai Rata-Rata NEM/UAN, STTB, Dan Raport Kelas I, II dan III minimum 7,00
  6. Surat Tanda Diterima Pada Jenjang S1 Di Perguruan Tinggi Negeri Tahun Ajaran 2014/2015 Yang Berlokasi Di Wilayah Jawa Dan Bali.
  7. Menulis Surat Motivasi (Motivasi Letter) Sebanyak 1 Halaman Ukuran A4.
  8. Tidak Sedang Mendapat Program Beasiswa Lain Dari Pihak Manapun .
  9. Surat Keterangan Sehat Dari Puskesmas / Rumah Sakit.
  10. Surat Keterangan Tidak Mampu Secara Ekonomi Dari Pemerintah Desa.
  11. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
  12. Bersedia Dan Sanggup Memenuhi Ketentuan Beasiswa Yang Ditetapkan Oleh PT Bumi Suksesindo.

CAKUPAN BEASISWA

  • BIAYA KULIAH SELAMA 4 TAHUN
  • SUBSIDI BIAYA HIDUP

PROSEDUR :

Formulir pendaftaran bisa diperoleh di kantor CSR PT Bumi Suksesindo dan SMAN 1 Pesanggaran. Berkas dan Formulir pendaftaran dikirim ke Komite Beasiswa PT Bumi Suksesindo paling lambat tanggal 19 Juli 2014 Jam 16:00 WIB.

JADWAL KEGIATAN :

  • Sosialisasi dan Publikasi ( 26 Mei – 7 Juni 2014 )
  • Pendaftaran ( 8 Juni – 19 Juli 2014 )
  • Seleksi Berkas ( 20 Juli – 22 Juli 2014 )
  • Rapat Komite Beasiswa ( 23 Juli 2014 )
  • Pengumuman Penerima Beasiswa ( 25 Juli 2014 )

Alamat Pengiriman Berkas dan Formulir Pendaftaran :

CSR DEPARTMENT PT. BUMI SUKSESINDO

Pulau Merah, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur

Telp/ Fax : (0333) 710 368 – 710 396

Informasi Lebih Lanjut Hubungi :

Amirrul Darmawan : 081-130-851-57

 

 

 

Download Software Kamus Bahasa Using Banyuwangi Edisi MARET 2014

Alhamdulilah akhirnya kamus bahasa using banyuwangi versi digital edisi ke-tiga ini bisa terwujud. Mudah-mudahan dengan desain yang lebih simple ini bisa memudahkan pembaca dalam mempelajari bahasa suku asli banyuwangi yaitu suku using. Nach bagi temen-temen yang ingin mempelajari bahasa using lebih mudah silahkan download software bahasa using banyuwangi edisi MARET 2014  berikut ini :

KAMUS BAHASA USING EDISI MARET 2014

MAU DOWNLOAD ???

KLIK DISINI

atauhttp://www.mediafire.com/download/zqpik0o2ol15uao/KAMUS+INDO+USING+NOV+2014.rarp://

LASKAR BANYUWANGI

JENGGIRAT TANGI Sumber Kosakata Kamus :

Penampilan Rebana Campursari ‘’Al-Falah’’ Di Pendopo Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi

Selasa,14 Januari 2014

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Pdepokan Mas Say Laros !!!

Pada malam hari ini tepatnya hari selasa malam rabu tanggal 14 Januari 2014 Mas Say Laros beserta rombongan group Rebana Campursari ‘’AL-FALAH’’ Ringin Agung Pesanggaran Banyuwangi dipercaya oleh punggowo kecamatan pesanggaran untuk mengisi acara sebelum acara peringatan maulid nabi Muhammad SAW dimulai.

Acara yang berlangsung dipendopo kecamatan pesanggaran pada pukul 20:00 WIB ini dihadiri oleh warga pesanggaran dan sekitarnya. Seperti biasa untuk mengawali acara kita biasanya menyanyikan lagu pambuka dari seni rebana campursari al-falah pesanggaran banyuwangi yang dibawakan langsung oleh Mas Say Laros beserta Ibu Pur sedangkan lagu berikutnya berjudul Gancang Lamaren Versi sholawat dan lagu Bismillah.

Acara ini meskipun sederhana namun mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sekitar. Bahkan mubaliq yang menjadi pembicara pada malam hari ini pun sangat mengapresiasi atas kreatifitas Group rebana campursari al-falah ini.Terbukti setelah acara selesai ditutup dengan lagu wajib kabupaten banyuwangi yaitu Umbul-Umbul Belambangan.

Mas Say Laros selaku anggota group rebana campursari al-falah pesanggaran banyuwangi mengucapkan terima kasih kepada bapak muspida pesanggaran atas kepercayaannya kepada kami untuk menghibur masyarakat pesanggaran dan sekitarnya dalam rangka peringatan kelahiran Rasullullah SAW pada tahun 2014 ini semoga ikatan emosional seperti ini akan selalu terjalin dengan baik.Amin

Sejarah Asal Usul Nama BANYUWANGI

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros !!!

                        Menurut sejarah wilayah timur pulau jawa yaitu tepatnya dikabupaten banyuwangi pada jaman dahulu kala Banyuwangi memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah yang dipimpin oleh seorang Prabu Sulahkromo. Waktu beliau memerintah dibantu oleh seorang patih yang Gagah perkasa, arif , ganteng yang bernama Patih Sidopekso.

Istrinya Patih Sidopekso yang bernama sritanjung adalah seorang wanita yang cantik jelita baik budinya bahkan sampai-sampai Raja-raja dinegeri lain tergila-gila dengan kecantikannya. Agar tercapainyanya Tujuan Raja maka Raja menipu dengan cara merayu Sri Tanjung, dan memerintahkan Patih Sidopekso untuk menunaikan kewajiban yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia.

Sidopekso tanpa merasa khawatir dengan tegas dan gagah berani melakukan perintah Raja tersebut. Akhirnya Patih Sidopekso berangkat untuk menunaikan tugas Raja. Prabu Sulahkromo kurang Ajar, yaitu menipu dan merayu dengan cara membuat fitnah kepada Sri Tanjung tetapi ternyata keinginan Raja tidak terwujud karena Sri Tanjung memiliki pendirian yang kuat dia malah terus mendoakan untuk keselamatan suaminya . Akhirnya sang Raja tidak terima rasa cintanya ditolah oleh Sri Tanjung.

Setelah Patih Sidopekso pulang dari menunaikan tugasnya, sang patih langsung menghadap sang Raja Sulahkrama. Akhirnya Akal Busuk Raja keluar, patih sidopekso difitnah dia mengatakan pada sat patih keluar istana Sri Tanjung menghadap raja untuk mengajak berbuat serong  dengan raja.

Tanpa pikir panjang, sang patih langsung menemui sri tanjung  sambil marah-marah dan menuduh sri tanjung tanpa alasan. Namun tentu saja Sri Tanjung berontah dan membantah semua tuduhan akhirnya tanpa pikir panjang Prabu Sidopekso mengancam sri tanjung dan akan membunuhnya. Sri tanjung diseret dipinggir sungai namun sebelum Sri Tanjung dibunuh Sri Tanjung memohon kepada suaminya sebagai bukti kejujurannya dia ingin nantinya Jasadnya diceburkan kesungai itu. Jika darahnya berbau busuk maka dia Bersalah namun Jika darahnya berbau Harum maka dia Tidak bersalah.

Namun Patih sidopekso tetap tidak menghiraukannya, dia mengambil sebilah keris dan menusukkan kepada Sri Tanjung sampai dia meninggal dunia setelah itu jasad sri tanjung diceburkan kesungai namun apa yang terjadi? Ternyata air sungai berbau harum sambil berkata ‘’Banyu wangi …Banyu Wangi yang artinya AIR HARUM maka sampai sekarang daerah itu dinamakan BANYUWANGI.

                       

 

 

Kabupaten Banyuwangi, Sebuah Kota SERIBU RUJAK

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros !!!

‘’ Sing koyo ring banyuwangi rujak akeh maceme, durung weruh rasane magih arane, nganeh-nganehi. Lalio nong kang dodol, tapi ojo lali nang rujake ‘’

Sekelumit gending/ lagu banyuwangi yang Populer pada pertengahan tahun 1970-an tersebut berjudul RUJAK SINGGUL. Dibanyuwangi memang ada puluhan nama-nama rujak seperti Rujak Wuni, Rujak Locok, Rujak Lethok, Rujak Kecut, Rujak Pecel, Rujak Cemplung rujak singgul dan rujak-rujak lainnya. Nama-nama rujak tersebut dialamatkan pada bahan-bahan yang digunakannya.

Lagu RUJAK SINGGUL ini, pengarang berusaha mengumpulkan nama-nama rujak yang ada dibumi blambangan dengan menggambarkan cita rasa dan bagaimana caranya mengolah rujak dll. Namun akhir-akhir ini ternyata bermunculan rujak baru yang bernama RUJAK SOTO, Nama ini bukan berasal dari penjual rujak itu sendiri namun nama ini malah berasal dari pengunjung yang selalu setia membeli rujak soto. Disamping itu sekarang juga muncul RUJAK BAKSO yang merupakan campuran bumbu rujak dan bakso dan bagi yang suka merasakan sambal pecel dan dicampur dengan rawon sekarang muncul makanan dibanyuwangi yang diberi nama PECEL RAWON.

Jadi dari sini dapat kita simpulkan ternyata dibanyuwangi memiliki berbagai jenis wisata kuliner Rujak yang memiliki citarasa yang MAK NYUS. Maka tidak heran jika dalam lagu RUJAK SINGGUL itu digambarkan jika RUJAK Banyuwangi memiliki cita rasa yang aneh, unik dan Kreatif.

Sumber : Tim Bangkit Prestasi Banyuwangi

Asal-Usul Nama Indonesia dan Nusantara

Pada saat itu Gajah mada sedang bersemedi di madakaripura. Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja):

Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

(Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.)

Gurun = Nusa Penida

Seran = Seram

Tañjung Pura = Kerajaan Tanjungpura, Ketapang, Kalimantan Barat

Haru = Sumatra Utara (ada kemungkinan merujuk kepada Karo)

Pahang = Pahang di Semenanjung Melayu

Dompo = Dompu, sebuah daerah/kabupaten di pulau Sumbawa

Bali = Bali

Sunda = Kerajaan Sunda

Palembang = Palembang atau Kerajaan Sriwijaya

Tumasik = Singapura

Dapat dikatakan penamaan nusantara ini adalah berdasarkan sudut pandang Majapahit (Jawa), mengingat pada waktu itu belum ada sebutan yang pasti untuk menyebut seluruh kepulauan yang sekarang bernama Indonesia dan juga Malaysia). Sebutan Nusantara pernah coba dihidupkan oleh Ki Hajar Dewantara untuk mengggantikan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie), namun setelah disetujuinya penggunaan sebutan Indonesia oleh Kongres Pemuda Indonesia (dalam Sumpah Pemuda) tahun 1928, sebutan Nusantara digunakan sebagai sinonim untuk menyebut kepulauan Indonesia.

Nama Indonesia berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu indo/indu yang berarti Hindu/Hindia dan nesia/nesos yang berarti pulau.

Sejarah dan Arti Nama Indonesia (diringkas dari Wikipedia)

Orang yang pertama kali memperkenalkan nama Indonesia adalah orang Inggris bernama George Samuel Windsor Earl dalam tulisannya yang berjudul “On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations” pada tahun 1850 di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), terbitan Singapura.

indonesian archipelago mapDalam tulisan tersebut Earl mengusulkan dua alternatif nama untuk menggantikan sebutan Hindia (Indie/India), yaitu Malayunesia dan Indunesia. Earl sendiri lebih menyukai menggunakan sebutan Malayunesia mengingat bahasa pergaulan (lingua franca) di kepulauan ini adalah bahasa Melayu. Selanjutnya Richardson Logan mengambil nama Indonesia dari Earl dan untuk alasan kenyamanan pelafalan, ia mengganti huruf u menjadi o. Untuk pertama kalinya nama Indonesia muncul di dunia internasional melalui tulisan Logan di JIAEA (1850) yang berjudul “The Ethnology of the Indian Archipelago”.

Tahun 1884 Adolf Bastian dari Universitas Berlin menerbitkan buku sebanyak lima volume dengan judul Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu). Buku inilah yang membuat nama Indonesia menjadi popular di kalangan cendekiawan Belanda, sehingga membuat sebagian kalangan salah mengira bahwa nama Indonesia diciptakan oleh Bastian, padahal ia mengambil istilah tersebut dari tulisan-tulisan Logan. Pada akhirnya istilah Indonesia tersebut sampai ke tangan orang-orang Indonesia pada awal abad ke-20 dan menjadi indentitas bagi sebuah bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

google.com

Bangunan Inggrisan Atau Gedung Loji Di Kecamatan Banyuwangi

Asrama Inggrisan, terletak di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, tepat di seberang alun-alun, di tengah kota Banyuwangi.

Periode tahun 1766-1881 tempat ini digunakan sebagai Lodge (penginapan) untuk saudagar Inggris yang datang ke Banyuwangi. Pada tahun 1811, tempat ini dikuasai oleh Belanda dan digunakan sebagai asrama perwira. Seiring kedatangan Jepang ke Banyuwangi, bangunan ini juga berpindah tangan dan dipakai sebagai markas Kanpetai. Pasca kemerdekaan Indonesia sampai 1949, bangunan kembali berubah fungsi sebagai asrama Batalion Macan Putih. Akhirnya, kini Asrama Inggrisan berfungsi sebagai rumah dinas para anggota Kodim 0825 Banyuwangi. Hari ini, tempat ini dihuni oleh sekitar 25 keluarga anggota Kodim 0825 Banyuwangi, dengan jumlah penghuni mencapai tak kurang dari 70 orang.

Menurut catatan sejarah yang berhasil dikumpulkan oleh Komunitas Pencinta Sejarah Banyuwangi, Asrama Inggrisan pernah berfungsi sebagai stasiun kabel telegraf bawah laut yang menjadi titik penghubung komunikasi antara pihak Inggris dengan Australia. Pada 1870, British-Australian Telegraph Company memasang kabel dengan rute dari Banyuwangi ke Darwin. Rute ini merupakan salah satu bagian dari proyek menghubungkan dunia melalui kabel
(Informasi ini ditulis oleh Bill Glover dalam “Dutch East Indies Government” yang dimuat di http://www.atlantic-cable.com/). Namun jejak kabel telegraf ini sudah dihancurkan oleh Jepang pada saat perang dunia kedua.

Sayang, hari ini bangunan Asrama Inggrisan yang sudah berdiri dua setengah abad ini tampak merana, kumuh, dan tidak terawat. Padahal seperti kata Soekarno “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya”. Dan Asrama Inggrisan jelas merupakan bagian penting dari sebuah perjalanan sejarah, dan sebagai saksi bisu perjuangan rakyat tanah Blambangan dalam membela tanah air tercinta. Lalu sampai kapan Asrama Inggrisan akan terus dibiarkan merana dan terlupakan..?

(Special thanks to Kisma Donna Wijaya & Komunitas Pencinta Sejarah Banyuwangi atas berbagi info dan meluangkan waktunya untuk mengajak saya merasakan denyut dan atmosfer bumi Blambangan..) — bersama Nia Kuderi dan 102 lainnya.

Profil Massay Education Center,Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris Di Pesanggaran Banyuwangi

Selasa,17 September 2013

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang Di Padepokan  Mas Say Laros !!!

      Massay Education Center atau biasa disingkat MEC Merupakan sebuah lembaga pendidikan Non Formal di Wilayah Pesanggaran Banyuwangi yang focus pada pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa inggris.Lembaga yang didirikan pada Hari Selasa,17 September 2013 ini didirikan langsung Oleh Mas Say Laros sekaligus sebagai pemilik/owner lembaga MEC.

      Meskipun masih seumur jagung lembaga yang berlokasi diwilayah pesanggaran banyuwangi ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar.Hal ini dikarenakan disamping untuk memudahkan para orang tua dalam mendidik anak-anaknya terutama dalam berbahasa asing mereka juga sangat senang anak-anak mereka diajari dengan kegiatan yang positif melalui MEC.

      Sebenarnya munculnya lembaga MEC ini berawal dari kegalauan Mas Say Laros ketika pulang kampung melihat anak-anak kecil dan beberapa teman sepermainan Mas Say Laros merasa kesulitan untuk berbahasa asing khususnya Bahasa Inggris padahal saat ini Pemerintah kabupaten banyuwangi lagi gencar-gencarnya promosi pariwisata kabupaten banyuwangi diluar negeri.Bahkan diwilayah Mas Say Laros ada sebuah pantai yang dikenal dengan Pantai Pulau Merah memiliki pesona yang luar biasa sehingga setelah pemerintah mempromosikan pariwisata Red Island ini banyak turis lokal maupun mancanegara yang datang kebanyuwangi untuk mengunjungi wisatanya.

      Bahkan kadang-kadang para turis mancanegara sering berbaur dengan penduduk lokal hanya sekedar minta foto dan melihat aktifitas penduduk seperti menanam padi, memanen padi, serta beberapa penampilan kesenian Tradisional seperti Janger, Gandrung dan jaranan buto. Namun setelah mereka berbaur masalah baru akan muncul yaitu tergendala masalah bahasa sehingga penduduk lokal yang seharusnya bisa menjelaskan potensi pariwisata daerahnya hanya diam dan tersenyum karena tidak bisa mengesplore lebih jauh kepada tamu mancanegara tersebut,kenapa demikian?Ya tentu saja lagi-lagi gendalanya masalah bahasa asing yang tidak dikuasai oleh penduduk lokal.

      Maka dari itu,Meskipun mas say laros sangat cinta dengan seni budaya kabupaten banyuwangi bukan berarti benci dengan bahasa asing justru dengan kita bisa mengerti bahasa internasional akan semakin mudah kita menjelaskan kepada dunia bahwa Banyuwangi memiliki potensi pariwisata yang sangat menakjubkan dan tidak kalah dengan Negara lain.

      Sebagai pemilik lembaga MEC Mas Say Laros berharap agar para students MEC Tetap semangat dalam belajar tidak hanya bahasa inggris tapi juga semua ilmu  agar supaya kelak kalian bisa menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang berakhlaqul karimah dan tidak melupakan kearifan budaya Lokal.

      Salam Jenggirat Tangi !!!

Lagu Banyuwangi : KANGGO RIKO Oleh DEMY

Apa bedanya Rahman dan Rahim?

Dalam sebuah ceramah, ayahku berkata, “Apa bedanya Rahman dan Rahim?” Rahman yang bisa diartikan kasih, Rahim yang dapat diartikan sayang.

Bedanya ibarat orang tua dan anak.
Orang tua bisa mengusap ingus sang anak saat kecil. Itu namanya Rahim.

Anak, bisa berbakti pada orang tua tapi belum tentu mau mengusap ingus orang tua saat renta. Itu namanya Rahman.

Seorang ibu, bisa merawat 5 anak.
Tapi 5 anak yang sudah besar belum tentu bisa merawat ibunya sendiri.

Harta orang tua harta anak juga.
Tapi harta anak belum tentu harta orang tua.

Semoga kita bisa menjadi anak yang mampu berbakti dan membahagiakan kedua orang tua kita. Aamiin

Setia Furqon Kholid

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: