Mengenang Tragedi Berdarah di Dusun Cemetuk, Desa Cluring Kecamatan Cluring, Banyuwangi

INSIDEN DI CEMETUK DAN KARANGASEM 1
Dusun Cemetuk, Desa Cluring Kecamatan Cluring, Banyuwangi

Selama minggu ketiga bulan Oktober 1965, kegiatan-kegiatan Ansor dan Pemuda Marhaenis menjadi semakin marak.Sebuah gerakan melawan para pendukung Gerakan 30 September yang dilakukan oleh pemuda nonkomunis yang terjadi sebelum terjadinya pembantaian terhadap jenderal-jenderal oleh komunis dikenal sebagai insiden Karangasem.

Pada tanggal 18 Oktober 1965 Mursid memimpin sekelompok pemuda dalam sebuah operasi untuk menyapu bersih sisa-sisa Gerakan 30 September di Kalipahit. Sebuah konvoi yang terdiri dari empat buah truk, sebuah jip, dan sebuah mobil digunakan dalam operasiini. Konvoi itu disambut dengan antusias di sepanjang jalan oleh massa rakyat, dan banyak orang, khususnya pemuda, yang bergabung dengan konvoi ini. Karena banyaknya peserta baru,gerak maju kendaraan-kendaraan itu menjadi lamban.

Ketika tba di perempatan Karangasem, kelompok pemuda yang pertama, tanpa memberitahu Mursid, memutuskan untuk melalui jalan ke Cemetuk dari pada jalan yang menuju ke Kalipahit. Ketika diwawancarai untuk proyek penelitian ini, Mursid menjelaskan bahwa kelompok pertama itu memutuskan untuk mengambil jalan ke Cemetuk karena beberapa orang yang menunggu di perempatan jalan itu memberitahu mereka bahwa orang-orang PKI di Cemetuk telah siap untuk menyerang Muncar. Pada saat kelompok pertama itu diberi informasi tersebut, seorang anak kecil dari desa Cemetuk terdengar mengucapkan “Allahu Akbar,Allahu Akbar” Tanpa meminta persetujuan dari para pemimpin konvoi, kelompok ini terus bergerak menuju Cemetuk.

Sekitar satu kilometer dari Cemetuk, jip yang digunakan oleh kelompok pertama tertimpa pohon asam yang tumbang.18 Para pemuda itu segera turun dari kendaraan mereka dan melanjutkan perjalanan ke Cemetuk dengan berjaian kaki. Tidak lama setelah itu kendaraan-kendaraan di belakangnya juga tertimpa pohon-pohon yang tumbang sehingga tak satu pun kendaraan yang dapat bergerak. Mereka terperangkap dalam sebuah daerah persis di luar desa Cemetuk.

Tiba-riba mereka melihat bahwa desa itu tampak berbeda. Cemetuk telah lama dikenal sebagai daerah basis PKI. Selama berbulan-bulan sebelumnya satu-satunya bendera-bendera yang mereka lihat di desa itu adalah bendera-bendera BTI, Pemuda Rakyat, Gerwani, dan PKI. Apa yang mereka lihat pada bulan Oktober 1965 sangat membesarkan hati. Tepat di depan mata mereka adalah bendera-bendera Ansor di tempat-tempat strategis di seluruh wilayah desa. Mereka juga dapat mendengar alunan “Allahu Akbar”.

Tidak dapat menahan rasa ingin tahu mereka, orang-orang muda itu maju ke depan dengan lebih cepat. Tiba-riba mereka dihujani dengan batu-batu dan proyektil-proyektil lain dan diserang oleh sekelompok pemuda yang tidak memakai baju.

Mursid dan beberapa orang anak buahnya dapat melihat kelom pok pertama disergap oleh penyerang-penyerang yang tidak berbaju itu dan ia memerintahkan para pemuda yang masih dalam jangkauannya untuk melepas baju mereka, memasuki desa dan menghancurkan semuanya. Keadaan di desa itu menjadi benar benar kacau. Pemuda Ansor yang masih memakai baju tidak mendapat ampun dari orang-orang komunis. Mereka dibunuh. Tetapi pemuda Ansor yang melepaskan bajunya, membakar beberapa buah rumah dan menghancurkan harta benda milik anggota-anggota komunis. Sebaliknya, orang-orang komunis membakar kendaraan yang ditinggalkan meskipun beberapa orang anggota kelompok Mursid berhasil melarikan diri dari Cememk dengan mobil. Laporan mereka tentang aksi-aksi yang terjadi di Cemetuk diperkuat dengan adanya bercak-bercak darah di dalam mobil..BERSAMBUNG….
Sumber@Buku The Indonesian Killings By Robert Cribb

Lanjutan
https://www.facebook.com/groups/471315029707535/620176351488068/?notif_t=like&notif_id=1470552599833665

#kangmunawir

==========

13925234_1250691278288788_4027873355100736146_n

PIN BBM Mas Say Laros 5FC71F82

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: