Film Denny JA-Hanung Bramantyo: Film Cinta Yang di Rahasiakan ( Salam Keberagaman )

Contoh Proposal Pengajuan Beasiswa Ke Pemerintah Kabupaten ( PEMKAB ) Banyuwangi

Contoh Proposal Beasiswa ini saya upload untuk memenuhi permintaan salah satu sahabat Blogger kita yaitu saudari FEBRIYANTI RAMADHANI. Selamat berjuang kawan semoga lancar proses pengajuan beasiswanya. Bagi Teman – Teman yang kepingin mengajukan beasiswa ke Pemerintah Kabupaten Silahkan download contoh Proposalnya dibawah ini

http://www.mediafire.com/download/yacejobxmiu0k86/CONTOH+PROPOSAL+BEASISWA+PEMKAB+BANYUWANGI%282%29.rar

Atau

KLIK DISINI

CATATAN :

  • FILE PROPOSAL BEASISWA INI Mas Say Laros Pasword

Untuk Mendapatkan Pasword Nya Silahkan Tanya Saya melaui PIN BBM 7C885B5 Atau Melalui Inbox Facebok Mas Say Laros DISINI

Contoh Proposal Pengajuan Beasiswa Ke Pemkab Rembang

Bagi Teman – Teman yang kepingin mengajukan beasiswa ke Pemerintah Kabupaten Silahkan download contoh Proposalnya dibawah ini

http://www.mediafire.com/download/ew97bfsxkls9xsq/CONTOH_PROPOSAL_BEASISWA_PEMKAB_REMBANG.rar

Atau

KLIK DISINI

CATATAN :

  • FILE PROPOSAL BEASISWA INI Mas Say Laros Pasword
  • Untuk Mendapatkan Pasword Nya Silahkan Tanya Saya melaui PIN BBM 7C885B5 Atau Melalui Inbox Facebok Mas Say Laros DISINI

JODOH ITU IBARAT KUNCI GEMBOK

JODOH ITU IBARAT KUNCI GEMBOK

Jodoh itu ibarat gembok dan kuncinya
Jangan dipaksa membuka kalau bukan kuncinya
Kalau dipaksa malah bisa patah

Mau mudah, tanya sama pemilik kunci dan gembok jodoh
Jika sudah mendapatkan jodoh yang diharapkan
Kunci dengan ketaatan, jaga dengan keimanan
Hiasi dengan keromantisan, suburkan dengan kesetiaan

Jaga pandangan dari melihat yang diharamkan
Jaga hati dari cinta yang tak dihalalkan
Pastikan hanya cinta halal yang kau usahakan

Pernah liat orang yang jodohnya ternyata punya kemiripan wajah?
Atau bisa jadi sifatnya yang banyak kesamaan?
Tapi yang paling bisa diprediksikan, biasanya jodoh kita itu tak jauh dari lingkungan aktivitas kita loh.

Artis biasanya nikah dengan artis lagi.
Aktivis suka berjodoh dengan sesama aktivis.
Orang yang pendiam biasanya berjodoh dengan yang pendiam juga.
Hafidz Al Qur’an menikah dengan hafidzah.
Karena kecenderungan kita lebih tertarik dengan orang yang punya banyak kesamaan dengan diri kita.

So, tinggal memilih, mau mendapatkan yang terbaik dengan memperbaiki kualitas diri atau mendapatkan ala kadarnya akibat ketidakseriusan kita.

Sahabat pilih yang mana?

*Boleh di-SHARE smile emotikon
Setia Furqon Kholid

Kapan kita bahagia?

Kapan kita bahagia?

Jika bahagia hanya saat punya uang banyak. Benarkah? Kenapa justru banyak yang tak bahagia saat punya banyak harta?

Jika bahagia saat bisa lulus kuliah, benarkah? Berapa lama? Setelah lulus apa yang dicari?

Jika bahagia saat diterima kerja. Benarkah? Berapa lama? Lalu kecewa karena monoton atau sulit naik gaji.

Jika bahagia saat bertemu jodoh, benarkah? Berapa lama? Setelah itu ada beban sebagai suami, istri atau bahkan orang tua.

Bahagia itu tak ada syarat. Bahagia itu tak dinilai dari materi. Bahagia itu tak perlu menunggu nanti.

Bahagia itu jiwa yang penuh syukur dengan rahmat Tuhan. Bersabar atas ujian yang dihadapi. Karena disitulah seninya bahagia.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin..

*Boleh di-SHARE smile emotikon

Setia Furqon Kholid

Apa bedanya berani dan ‘nekad’?

Contohnya begini, belum punya SIM tapi mengendarai motor kebut-kebutan tanpa helm lagi. Itu namanya ‘nekad’.
Kalau berani, misalnya masih belajar mengendarai mobil, sudah dapat SIM lalu mencoba mulai dari jalan sepi sampai memberanikan diri ke jalan raya dengan seorang pelatih.
Itu namanya berani.

Sama dengan menikah.
Kalau belum siap apa-apa, hanya berani curi perhatian atau bahkan jalan berduaan ditambah janji manis kesetiaan lalu ujungnya malah kemaksiatan.
Ini sih namanya belum siap tapi ingin langsung menikmati.

Atau sebaliknya, belum siap ilmu, mental, financial tapi sudah berani melamar.. ya.. nekad juga namanya.
Walaupun rizki dari Allah tapi ikhtiar mendapatkannya mesti telah disiapkan.
Kecuali kalau orangtua siap mensupport, ‘tapi malu juga kali masa yang nikmatin situ, yang beban ortu.
Mau gitu?’ coba pikir!

Ada juga yang setelah ikut seminar pra nikah, semangat berkobar besok langsung ngelamar.
Tahunya malah kesasar.
Ya sabar… Menyegerakan itu berarti mempersiapkan sedini mungkin untuk selanjutnya mengambil momentum yang pas untuk menikah.
Menikah juga jangan karena paksaan atau desakan dari orang tua atau sahabat atau karena takut tak ada jodohnya.
Tentunya menikah itu untuk ibadah.

So, jangan asal-asalan saat memilih, tapi jangan juga banyak pilih-pilih nanti akhirnya gak ada yang bisa dipilih.
Nah loh?

Setuju??
*Boleh di-SHARE smile emotikon

Setia Furqon Kholid

Tua Itu Pasti Namun Dewasa Adalah Pilihan

DEWASA ITU PILIHAN, TUA ITU KEPASTIAN

Ada yang beralasan terlalu muda atau sudah terlalu tua untuk menikah?
Padahal tua muda tidak menjamin kedewasaan.
Buktinya, di zaman para sahabat banyak yang menikah muda justru sukses semuda mungkin.
Bahkan, Sultan Muhammad Al-Fatih ‘Sang Penakluk Konstantinopel’ menikah di usia yang belum genap 20 tahun. Nah, bagaimana dengan kita?

Percaya deh, ada orang yang masih muda tapi pemikiran dan kedewasaannya sudah luar biasa.
Ia ditempa oleh masa, dibesarkan dengan pengalaman, dan diarahkan dengan kebijaksanaan.
Biasanya dia sering bergaul dengan orang yang lebih tua usianya atau lebih tinggi ilmunya.
Sehingga pemikiran dan karyanya melebihi zamannya.

Jadi teringat saat membaca buku “Api Tauhid”, bagaimana Seorang Said Nursi kecil punya kecerdasan luar biasa.
Di usia belasan tahun sudah hafal banyak kitab.
Bahkan bisa mengalahkan ilmu para gurunya.
Begitu juga dengan menikah, bukan masalah usia, tapi masalah kedewasaan dalam berpikir, merasa dan bertindak.

Ada juga loh yang sudah usia kepala tiga atau empat tapi masih belum dewasa.
Gampang marah, mudah cemburu, senang menggunjing dan hal buruk lainnya.
Wajar kalau banyak yang bercerai karena tidak memahami esensi pernikahan.
Kalau kita berpikir bahwa kekayaan dan kemapanan parameter kesiapan menikah nampaknya belum tentu juga.

Coba ingat, berapa banyak artis Indonesia bahkan dunia yang mempunyai popularitas, kekayaan, kecantikan atau ketampanan, namun mereka gagal dalam membina rumah tangga.
Tiga bulan menikah sudah bercerai, bahkan ada yang tiga hari menikah sudah ditinggal pergi suaminya.

Berarti menikah bukan masalah harta yang melimpah tapi masalah jiwa yang mau belajar dewasa, betul apa benar?

*Boleh diSHARE smile emotikon
Setia Furqon Kholid

Inspirasi buku “Asyiknya Bangun Cinta”

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: