Sejarah Berdirinya Paguyuban Seni Jaranan Campursari ‘’TRISNO BUDOYO’’ Sumbermulyo Pesanggaran Banyuwangi

Selasa,20 November 2012

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros…

                  Indonesia sejak zaman dahulu kaya adat-istiadat dan seni budaya.Salah satu kesenian daerah yang terkenal di ujung timur pulau jawa tepatnya di kabupaten banyuwangi Jawa Timur adalah Tari gandrung dan Seni Tari Jaranan Campursari.

                  Berbicara Seni Tari jaranan campursari pasti sebagaian orang akan selalu mengaitkan seni tari ini dengan kesenian sejenis semisal kuda lumping,jaran kepang maupun reog ponorogo.Karena memang kesenian ini mempunyai kemiripan yaitu sama-sama memakai kuda-kudaan ketika dalam pementasan.

                  Jadi,wajar saja ketika orang menyebut seni tari jaranan sebagaian orang di jawa timur akan cepat tanggap dan paham seperti apa kesenian tari ini.Semua tentu tahu jika banyuwangi terkenal dengan pusatnya seni dan budaya di jawa timur.Maka tidak heran jika di kabupaten yang terkenal dengan kota gandrungnya ini terdapat berbagai macam kesenian daerah baik produk asli banyuwangi seperti seblang,gandrung dll maupun produk seni daerah  impor (berasal dari suku jawa yang bukan termasuk suku asli banyuwangi) seperti tari jaranan ini.

                  Hampir semua wilayah di kabupaten banyuwangi memiliki paguyuban-paguyuban kesenian tradisional,disamping sebagai hobby juga salah satu cara masyarakat mempertahankan seni dan budaya lokal agar supaya tidak punah dan hanya tinggal sebuah nama.Salah satu wilayah di banyuwangi yang masih mempertahankan seni budaya daerah adalah kecamatan pesanggaran.

Kecamatan yang terletak paling ujung selatan dan barat di banyuwangi ini selain menyimpan pesona wisata alam seperti pantai pulau merah, pantai lampoon, pantai pancer, gunung gamping, pantai rajek wesi, pantai teluk hijau/damai,pantai sukomade tempat penakaran penyu serta taman nasional meru betiri juga masyarakatnya masih mempertahankan seni dan budaya kabupaten banyuwangi.

Salah satu wilayah di kecamatan pesanggaran ada sebuah tempat dimana masyarakatnya banyak di dominasi oleh para seniman dan budayawan.Masyrakat pesanggaran dan sekitarnya menyebut wilayah tersebut dengan nama ‘’KANAL (3) TELU’’  yang artinya Kanal = sungai sedangkan TELU = Tiga / 3 .Wilayah ini di juluki kanal3 karena memang di desa ini ada 3 sungai yang berjajar dan mengalir secara bersama-sama.

Kanal 3 sebenarnya bukanlah sebuah dusun, desa maupun kecamatan tetapi hanya sebuah julukan masyarakat saja.Wilayah kanal 3 ini masuk kawasan desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Propinsi Jawa Timur Indonesia.Di wilayah kanal 3 ini ada sebuah paguyuban seni budaya yang di bentuk oleh masyarakat sumbermulyo dengan tujuan untuk melestarikan budaya bangsa.

Paguyuban yang diresmikan pada tanggal 20 Oktober 2012 ini di beri nama PAGUYUBAN JARANAN CAMPURSARI ‘’TRISNO BUDOYO’’ Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi.Paguyuban yang diketuai oleh salah seorang dosen Universitas Negeri Jember (UNEJ) yaitu Bapak HAMDAN RIFA’I ini oleh masyarakat kanal 3 dan sekitarnya di sambut dengan suka cita.Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat baik anak-anak maupun orang tua berbondong-bondong datang ke tempat paguyuban dimana setiap malam kamis dan minggu kita latihan bareng.

Sebagaian dari mereka yang datang ada yang hanya ingin menonton saja dan bahkan ada juga yang kepingin belajar tari jaranan dan menabuh gamelan.Mas wawan dkk selaku pelatih tari dengan sabar dan telaten membimbing adik-adik maupun bapak-bapak yang kepingin belajar tari jaranan.Mas say laros selaku partisipan paguyuban jaranan campursari TRISNO BUDOYO ini ikut bergabung dalam hal Vokal/pengiring lagu jaranan campursari.

Menurut Bapak Hamdan Rifa’I selaku Ketua Paguyuban Jaranan Campursari Trisno Budoyo ini mengatakan bahwa TRISNO berarti CINTA sedangkan BUDOYO berarti BUDAYA jadi,TRISNO BUDOYO adalah CINTA BUDAYA maksudnya agar supaya masyarakat banyuwangi dan sekitarnya semakin cinta dengan Budaya khususnya budayanya sendiri.

Disamping itu,Organisasi ini semakin kuat dengan munculnya dewan penasehat yang langsung di pimpin oleh Kepala Desa sumbermulyo yaitu Bapak Subali.Perlahan tetapi pasti,Sedikit demi sedikit masyarakat pesanggaran dan sekitarnya sudah mulai mengenal paguyuban jaranan campursari ‘’TRISNO BUDOYO’’, meskipun paguyuban ini berumur jagung karena memang baru diresmikan 20 Oktober 2012 kemarin.

Mas say laros berharap,Mudah-mudahan Paguyuban Jaranan Campursari Trisno Budoyo ini tetap lestari sepanjang masa.SALAM BUDAYA DAN SUKSES BUAT JARANAN CAMPURSARI ‘’TRISNO BUDOYO’’

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: