Foto Seniman Banyuwangi : Hasnan Singodimayan dan Andang Chotib Yusuf / Andang CY

SENIMAN TUWEK: Iki hang kalungan kocomoto arane Pak Hasnan Singodimayan, seniman, sastrawan Using. Sebelahe Pak Andang Chotib Yusuf utowo Andang CY, penganggit syair gending-gending Boso Using. Salah sijine geding judul Kembang Pethetan. Wong tuwek sekloron iki, mambengi ketemu ring Taman Budaya Jawa Timur Jl. Gentengkali Suroboro

SUMBER :

BAHASA DAN SASTRA USING

Baca Buku : PERIBAHASA BAHASA USING BANYUWANGI

http://perpusda.banyuwangikab.go.id/digilib/index.php/input/detail_buku/31

Baca Buku : EJAAN BAHASA USING BANYUWANGI

KLIK DIBAWAH INI

http://perpusda.banyuwangikab.go.id/digilib/index.php/input/detail_buku/23

Mengenal Pelafalan Huruf Vokal Bahasa Using Banyuwangi

PELAFALAN BEBERAPA HURUF VOKAL DALAM BAHASA USING

Tanda Baca Untuk Memperjelas Pronounciation (Pelafalan) Bahasa Using

Hal ini mungkin penting dalam bahasa using untuk bisa kita terapkan dalam penulisan sebuah kata di dalam bahasa using.

Penulisan Huruf (é) Cara Ketik Keyboard (Khusus PC Desktop) : ALT+1+3+0

Contoh : Bunyinya seperti dalam kata Tempe => Témpé , Laré-laré

Penulisan Huruf (è) Cara Ketik Keyboard (Khusus PC Desktop) : ALT+1+3+8

Contoh : Bunyinya seperti kata dalam Bahasa Inggris : Stress
Kawah Ijèn, Dèwèkan , Jêbèng Thulik

Penulisan Huruf (ê) Cara Ketik Keyboard (Khusus PC Desktop) : ALT+1+3+6

Contoh : Bunyinya seperti kata dalam Bahasa Indonesia : Beruang Besar

Adêm , Dêmên ,Têmêbluk

Kobong,Barongan,Sêmprong,Bolong,Lonthong… pênulisané têtêp nganggo (O)

Ono beberapa kata hang kadang uniné (O) wajib kudu disalini ambi huruf (U) :

UNTUNG kadung ditulis nganggo huruf O (ONTONG) biso bedo artine

TULUNG kadung ditulis nganggo huruf O (TOLONG) kadung hang moco tulisan iku dudu wong using, kata iku ngko’ biso didarani/ditangguh Eja’an bahasa Indonesia

Paran maning kata hang siji iki biso mbêlaèni (bahaya) kadung ditulis nganggo huruf (O)

MANUK KUNTUL ojo sampe’ ono hang wani-wani ngerubyah nulisé nganggo huruf O ( MANOK K*NT*L )

KUNTULAN ojo takêr ditulis K*NT*LAN

SUMBER :

[TTD : NYZ]

Question Tag dalam Bahasa Using Banyuwangi

Ayo dulur ngèncèti werna macem kelire fungsi uga arti pengucap
“YARA [YORO]“

# Pengucap (kata) “YARA” nduweni fungsi lan arti kaya dene QUESTION TAG ring bahasa inggris.

Akeh seru wong Banyuwangi hang sing ngerumangsani kadhung basa using wis dianyêng-anyêng, kêsèrèd-sèrèd lan kênèng kala pengaruh kuwaté bahasa njaban.
Akeh seru ring dina saikine wong banyuwangi (wacanen : Wong Using) wis mangkat ninggal pengucap “YARA” hang nduweni fungsi QUESTION TAG versi using, merga keneng keneng sêrên pengaruh kuwaté bahasa njaban kaya dene Bahasa Indonesia dhewek tah wis umpamané.
Pengucap “YARA” wis dadi kulinane kadhung ring gesah sedina-dina kadhang dilafalaken kelawan cara “Telikase Ucap” (RAPID SPEECH) “RA [RO]“

Tuladha :

Bahasa Indonesia :

1. Jangan seperti itu, kamu mencintai orang tuamu,KAN?

2. Kamu ini KAN laki-laki, masa harus kalah sama perempuan?

3. Tidak ada yang perlu saya jelaskan lagi, semua KAN sudah jelas kalau kamu yang salah.

Uwah Basa Using & Versi Ucap telikase [Rapid Speech] :

1. Aja kaya gedigu, sira welas nyang wong tuwekira YARA? / Aja kaya gedigu, sira welas nyang wong tuwekira RA?

2. Sira iki YARA wong lanang tah, ndane kudu kalah nyang wong wadon? / Sira iki RA wong lanang tah, ndane kudu kalah nyang wong wadon?

3. Nana hang perlu sun jelentrehaken maning wis, kabeh YARA wis genah tah kadhung sira hang keliru. / Nana hang perlu sun jelentrehaken maning wis, kabeh RA wis genah tah kadhung sira hang keliru.

# Pengucap (kata) “YARA” nduweni arti lan fungsi kaya dene fungsi “kelas kata” FATIS ring bahasa Indonesia.

Tuladha :

Jangan begitu DONG nak

Uwah Basa Using & Versi Ucap telikase [Rapid Speech] :

Aja gedigu YARA tik / Aja gedigu ra tik.

# Pengucap (kata) “YARA” nduweni arti lan fungsi kaya dene fungsi KONJUNGSI (Ucap Sambung) sebab akibat.

Tuladha :

Kalau memang kita tak berjodoh MAKA kita jalin persaudaraan saja.

Uwah Basa Usinge:

Kadhung nana jodho YARA seduluran bain.

Apruwa nawi magih ana hang lali tambahana maning ya dulur?.

Sumber :

https://www.facebook.com/Bahasa.Sastra.Using?hc_location=timeline

Mas Say Laros Mengucapkan : Selamat HUT Ke-1 Lembaga Bimbingan Belajar PRISMATAMA INSTITUTE Banyuwangi

Kamis,09 Oktober 2014

Salam Jenggirat Tangi !!!

Selamat Datang di Padepokan Mas Say Laros !!!

Mas Say Laros Selaku Owner

Beserta Seluruh Tentor

Lembaga Bimbingan Belajar

‘’ PRISMATAMA INSTITUTE BANYUWANGI ‘’

@@@@@@@@@@@@@@@@

MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN KE-1

SEMOGA PRISMATAMA INSTITUTE

SEMAKIN BERKEMBANG DAN JAYA SELALU

 

Menyusuri Jejak Kota Yang Hilang

Menyusuri Jejak Kota Yang Hilang

Minggu (21/09), udara siang itu terasa sangat panas hingga membakar kulit. Hilir mudik kendaraan semakin sibuk lalu lalang di jalanan kota Kencong. Jarum jam menunjuk pukul 14.10 Waktu Indonesia Karet. Belalang tempurku kali ini memang benar-benar siap tempur untuk mengantarku plesiran.

Hari ini kami tergelitik untuk menyusuri Situs Kutho Dawung, sebuah situs peninggalan Majapahit yang terletak di Dusun Karangrejo Desa Paleran Kecamatan Umbulsari.

Sayangnya sahabat setiaku mas Fahrur Rozi gak bisa ikut dalam tour kali ini karena harus melaksanakan tugas suci-nya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sebagai gantinya kini Pak Edi Rambo Makalaya yang memang lagi gak ada tugas mengajar menawarkan diri dengan ikhlas untuk ikut serta. Plesiran kali ini terasa semakin istimewa ketika teman, sahabat, senior, yang juga guru saya yaitu mas Yopi ikut serta dalam rombongan.

Sayangnya setelah kami sampai dilokasi yang diduga situs Kutho Dawuk tidak menemukan bentuk untuh berupa bangunan atau struktur yang menunjukkan bahwa di tempat tersebut pernah berdiri sebuah keraton atau pusat pemerintahan. Sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan tanaman kedalai, jagung, jeruk, dan semangka, karena memang lokasinya terletak di tengah sawah.

Menurut penuturan Gus Lik, tokoh masyarakat setempat, Kutho Dawung berarti kutho seng wurung  atau kota yang gagal. Pendapat ini berdasarkan cerita dari mulut kemulut atau tutur tinular para leluhur penduduk asli Kutho Dawung.

Setelah berjalan tidak begitu jauh melewati pematang sawah, tiba-tiba perhatian kami tertuju pada sebongkah batu bata merah tebal yang sudah tidak utuh lagi. Tapi itu sudah cukup membuat kami penasaran untuki mencari dan terus mencari jejak rentuhan sejarah Kutho Dawung.

Tidak jauh dari penemuan pertama, kami kembali menemukan batu bata merah yang berserakan di pematang sawah dan juga di saluran air. Kami juga banyak menemukan pecahan gerabah atau keramik yang tidak lagi utuh (namanya juga pecahan) dan semakin membuat kami tertantang menggungkap misteri yang telah terkubur jauh di mesin waktu.

“Di lokasi ini memang sering ditemukan pecahan gerabah, keramik, manik-manik dan uang kepeng. Akan tetapi warga sering membuangnya kembali karena di anggap tidak menarik atau mengembalikan kembali ketempat semula karena takut kualat atau terkena sial”, tutur Gus Lik.

Kaki ini terus berjalan menelusiri pematang sawah, hingga kami putuskan untuk pindah lokasi atas saran dari Gus Mik. Dilokasi yang kedua ini kami sempat dibuat tercengang karena banyaknya batu bata merah yang tertanan menyerupai struktur meski tidak tertususun rapi.

Sampai hari ini tidak ada penelitian untuk menggali sejarah tentang Kutho Dawung. Minimnya perhatian pemerintah juga menjadi salah satu faktor yang membuat situs ini semakin tenggelam di telan waktu.

Hari semakin sore, mau gak mau kami harus kembali pulang karena tidak mungkin melanjutkan plesiran karena malam akan segera datang. Meskipun sebenarnya dalam hati masih masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Akhirnya kami putuskan untuk mengakhiri plesiran ini dengan rasa penasaran untuk membongkar sejarah Kutho Dawung. Kami hanya bisa berharap pemerintah untuk tidak hanya diam melihat cagar budaya kita terbengkalai begitu saja tanpa ada penanganan dan upaya untuk melestarikannya. (Muhammad Nur Wahid)

http://orangkencong.blogspot.nl/2014/09/plesiran-di-puing-reruntuhan-sejarah-3.html?m=1

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: