Islam Rahmatal lil’alamin By: Muhtar Fauzi

Kalau kita mambahas sejarah Bangsa Indonesi kita tidak lepas dari yang namanya budaya dan tradisi yang ada di Nusantara ini. Sebelum islam masuk di Indonesia, banyak masyarakat yang menyembah pohon, patung dan memberikan sesaji kepada tempat – tempat yang dianggap keramat karena kurang pahamnya manusia tersebut terhadap agama. Seiring dengan berkembangnya zaman dan pengetahuan mulailah mereka sadar bahwa yang mereka sembah ada yang menciptakan. Pada dasarnya, pluralisme adalah sebuah pengakuan hukum Tuhan yang menciptakan manusia yang tidak hanya terdiri dari satu kelompok, suku, warna kulit, dan agama saja.

Tuhan menciptakan manusia berbeda beda agar mereka sal;ing belajar, bergaul, dan membantu antara yang satu dengan yang lainnya. Pluralisme mengakui perbedaan –  perbedaan itu sebagai sebuah realitas yang ada dimana saja. Dengan sangat luar biasa, islam mengakui eksistensi agama lain tidak hanya dalam bingkai hubungan kemanusiaan melainkan juga tempat mereka di sisi Tuhan. Bahkan yang menarik, dalam sejarah peradaban islam, kehidupan plural itu berhasil diterjemahkan dalam konteks  kehidupan yang saling mendukung. Umat islam dari dulu hingga kini telah biasa hidup ditengah kebhinekaan atau pluralitas agama dan menerimanya sebagai realitas sosial.

Di sini datanglah yang namanya agama Islam yang menerangi seluruh alam dan seluruh manusia, yang membuat pengikutnya menemukan Tuhan yang sesungguhnya. Oleh karena itu sang penulis mempunyai wawasan tentang agama islam yang diyakini oleh semua umat islam di seluruh Dunia bukan di Indonesia saja bahwa  agama yang diridhoi oleh Allah Swt. adalah agama Islam, tidak yang lainnya dalam konteks tauhid ajaran islam.

Dan disini bagaimana Islam dapat di gambarkan sebagai rahmat baik bagi manusia, alam, hewan dan tumbuhan yang merahmati semua yang ada di bumi ini baik secara ajarannya maupun pelaksanaannya. Karena sudah diajarkan bagaimana Islam mengajarkan kita Habluminallah,  Habluminannas,  sayang pada tumbuhan,  sayang pada hewan dan sayang kepada sesama manusia itu sudah terdapat dalam Al-Qur’an, hadits, maupun kitab-kitab klasik dan juga diajarkan di sekolah – disekolah maupun majelis taklim sungguh mulianya agama Islam yang di bawa Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu kita seyogyanya harus bangga dan bagaimana kita dapat mengamalkan sesuai Al-Qur’an dan hadits Nabi dan benar – benar rahmat bagi semua bukan sebaliknya yang dilakukan oleh temen-temen aliran keras seperti Amrozi, Imam Samudra dan Ali Imron yang mencoreng nama islam yang seakan-akan bahwa islam suka ngebom, suka membunuh dan tidak menjunjung toleransi dan hukum yang ada.

Maka dari itu perlu di ketahui bahwa islam melindungi dan menghormati non muslim, hal ini juga diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, pada seluruh umat manusia agar dalam kehidupan ini terasa indah dan menyejukkan tercipta kedamaian dan ketentraman bagi seluruh umat. Ajaran ini sudah tercermin dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw, bahwa beliau mempunyai sifat tenggang rasa yang tinggi terhadap non muslim. Hal ini sudah dicontohkan ketika Nabi Muhammad Saw, menyambut kedatangan tamu Kristen dari Najran, dimana ketika itu beliau memperlakukan mereka dengan sangat hormat, bahkan surban beliau dibentangkan dan mereka dipersilahkan duduk diatasnya sambil berbincang – bincang dengan penuh keharmonisan tanpa adanya perbedaan.

Oleh karena itu ketika beliau mendengar terjadi pembunuhan terhadap orang non muslim yang dilakukan oleh orang islam. Maka Rasulullah sangat marah dan beliau bersabda dalam hadits riwayat Ibnu Mas’ud, Yang artinya: “Nabi bersabda: Barang siapa yang menyakiti non muslim maka akulah musuhnya, dan orang yang memusuhinya maka aku memusuhinya dihari kiamat. (HR. Ibnu Mas’ud dalam kitab Jami’us Shaghir hal.158)

Nabi Muhammad Saw, juga mempertegas kembali dengan sabdanya yang lain, maka jikalau ada orang muslim yang melakukan pembunuhan kepada non muslim secara semena – mena tanpa adanya alasan yang dibenarkan maka surga akan enggan untuk menerimanya. Dan sudah jelas bahwa Islam memberikan larangan untuk menyakiti baik sesama maupun non muslim.

Dan islam juga mengajarkan kepada kita untuk saling kenal – mengenal, sesuai Al- Qur’an. Surat Al-Hujurat:13 yang artinya: “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku supaya kamu saling kenal – mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu, disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S. Al-Hujuraat : 13 juz 26). Sehingga adanya perbedaan di dunia ini menunjukkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, dan semua itu memang sengaja diciptakan oleh-Nya dengan berbagai ragam bangsa, ras, suku, agama, dan budaya agar kita sebagai umat manusia bisa saling berinteraksi dan saling mengenal satu dengan yang lainnya.

Maka dari itu sebagai warga Negara Indonesia yang beragama Islam kita harus menjaga ajaran Islam yang sangat mulia dengan mengedepankan akhlak dan budi pekerti yang baik yang tidak menyakiti agama yang lain maupun organisasi keagamaan, karena tujuan kita adalah mencari ridho Allah Swt. Sehingga kalau islam yang suka ngebom, suka menghina sesamanya, suka mengkafir – kafirkan itu jelas salah, karena islam rahmat bagi semua umat bukan menyakiti sesama muslim maupun non islam. Oleh karena itu kalau ada islam yang suka ngebom dan suka menghina sesama itu sudah jelas bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits dan pemahaman tentang islam masih sangat kurang karena islam di ciptakan untuk menerangi semua yang ada di dunia ini, cahaya yang terang benderang bagi semua makhluk yang semuanya dapat menerima dan merasa nyaman itulah yang didambakan oleh kita semua khususnya warga Negara Indonesia dan umumnya dunia.

Banyaknya suku di Indonesia membuat bangsa ini akan kaya budaya yang berbeda – beda antara satu etnis dengan yang lainnya sehingga muncul juga perbedaan tentang memahami ritual dalam agama islam, sehingga di sinilah peran agama islam sangat di butuhkan utuk menjelaskan yang boleh dan tidak untuk dilakukan dalam menjalankan ritual, yang intinya tetap bernilai islam yang tidak memusnahkan budaya tersebut, tetapi memasukkan bagaimana ajaran islam dapat dilakukan dengan cara yang berbeda dalam masalah tradisi, yang intinya tidak bertentangan dengan ajaran pokok (syari’at) yang tetap menghormati budaya yang ada sehingga islam sangat luwas dan luwes dapat diterima oleh semua orang baik dalam kalangan manapun, inilah sesungguhnya islam kita yang banyak mempunyai tradisi (kearifan lokal yang harus dilestarikan). Sehingga dengan pemahamn ini kita mempunyai pandangan yang sangat luas, dan kemungkinan besar kita tidak mudah mengkafirkan sesama umat muslim maupun menghina agama lain, dan orang – orang yang suka mencela sesama muslim adalah orang yang pemahamannya sempit yang masih baru memahami islam dari luarnya masih belum dalamnya.

Oleh karena itu islam yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu “Islam ala Indonesia”  maksudnya yaitu agama islam yang tetap menjaga tradisi yang ada di Indonesia yang tidak bertentangan dengan ajaran islam, dan menerima sesuatu yang lebih baik. Dengan ini kita dapat memahami bahwa islam yang ada di Indonesi tidak harus memakai cadar atau jubah, tetapi bagaimana kita menjalankan syari’at islam sesuai Al-Qur’an dan Al-hadits. Karena baju, gamis, cadar, itu adalah penutup aurat. Maka antara Negara satu dengan lainnya dalam masalah tradisi sudah berbeda itulah yang dinamakan perbedaan itu indah, sehingga islam dapat hidup dimana – mana, meskipun islam diturunkan di Arab.

Sehingga islam yang ada di Indonesia atau Bumi Nusantara ini yaitu islam yang berkarakter menampilkan sikap terbuka  terhadap masyarakat yang ada dan terbuka terhadap berbagai madzhab yang mengitarinya sehingga kita memahami bahwa perbedaan itu indah. Dengan memahami ini maka kita selalu bersikap toleran dan fleksibel terhadap nilai- nilai lokal yang ada yang telah berurat dan berakar dalam sendi – sendi kehidupan dan kita tidak dapat lepas dari semua itu. Oleh karena itu seorang muslim harus mempunyai pemahaman yang bersifat universal agar kita mudah memahami islam dengan terbuka, di antaranya adalah: Pertama moderat dan adil, yaitu sikap tengah dan lurus  yang berintikan prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah kehidupan bersama, dan menghindari segala bentuk kehidupan yang bersifat memihak. Kedua Toleran yaitu, sikap terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan ( terutama yang bersifat furu’iyyah) kemasyarakatan maupun kebudayaan bahwa itu pasti terjadi dan kita tidak bisa menghindari hal itu tapi bagaimana kita menyikapinya dengan baik. Ketiga Seimbang, yaitu bagaiman kita dapat menyeimbangkan pengabdian kepada Allah, manusia dan lingkungan. Maka dari sebab itu kalau umat Muslim di dunia ini mempunyai pemahaman seperti ini mungkin tidak akan terjadi permusuhan dan persengketaan terhadap sesama muslim karena kita memahami dengan hati terbuka dan fikiran yang jernih.

Sebagai agama yang terbesar di Indonesia ini maka kita  harus membawa nama baik ajaran agama nabi kita, yang intinya menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya agar kita bisa selamat di dunia maupun di akherat kelak. Sehingga tafsir mengenai islam sebagai rahmat bagi semua alam baik yang hidup maupun yang sudah meninggal benar – benar dapat kita rasakan sampai akhir zaman sehingga kita tetap memegangi kalimat syahadat sampai ajal kita dijemput. Oleh karena itu sebagai warga yang taat akan hukum maka kita harus patuh pada pancasila, undang – undang dan mengakui Bhineka Tunggal Ika yang menjadikan bangsa ini dapat bersatu dari sabang sampai merauke dan ini merupakan ajaran agama kita yang diajarkan oleh Nabi kita untuk saling menghormati antar sesama seperti yang dicontohkan Nabi pada penduduk Madinah.

Penulis : Muhtar Fauzi (Mahasiswa UIN MALIKI Malang angkatan 2008)

About these ads

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: