Teks Pidato “Meneladani Rasulullah SAW”

Yang terhormat dewan juri, para hadirin serta teman-teman yang berbahagia

 

Puji syukur Alhamdulillah, karena atas kehendak-Nya saya bisa berdiri di tempat yang agung ini.Amin

 

Sholawat serta salam semoga  tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,

 

Pada saat ini, saya akan mengambil tema Take the Example From Rasulullah Meneladani Jejak Rasulullah SAW”

 

Sahabat-sahabati yang berbahagia…………

Saat ini….. kita memasuki bulan…..? bulan Ma…..Maulid! It is glorious month Bulan Mulia! It is historis  month Bulan bersejarah! bulan Kelahiran Rasulillah Muhammad SAW! Bulan peristiwa hijrah! bulan peristiwa wafat Nabi SAW! Ma……sa’allah

Therefore dengan demikian! peringatan Maulid, pada bulan ini tidak dititik beratkan pada one oven only satu peristiwa saja! Maulidiyah saja misalnya, akan tetapi bersifat menyeluruh, example meneladani sifat kasih sayang rasulullah SAW sabagai Rahmatan lil ‘Alamiin  Rahmat bagi seluruh alam

 

Sebagaimana firman Allah SWT surat Al-Anbiya’ ayat 107 :

 

 

“Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) Rahmat bagi semesta alam”

 

Sahabat-sahabati yang dimulyakan Allah SWT….

Sifat kasih sayang! yang dimiliki oleh Rasulillah Muhammad SAW, Sungguh! luar biasa

Ü  Be..liau merukunkan! Moslem society umat islam dengan umat agama lain, sehingga… umat agama lain merasa terayomi

Ü  Beliau melarang umatnya mengencingi tempat tinggal binatang, misalnya lubang semut…yang kecil

Ü  Beliau mengasihi orang yang telah membenci, bahkan orang yang hendak mebunuhnya.

 

Seperti Da’tsur, yang ingin membunuh Rasulullah SAW Pada saat itu, pelan-pelan Da’tsur mendekati Rasulullah dengan muka garang dan secara tiba-tiba menghardik keras.

“Hai Muhammad, sekarang kau sendiri, siapa yang akan menolongmu ?”  hardik Da’tsur sambil mmenghunus pedang diacungkan kepada Rasulullah.

“Penolongku Allah Swt !” Jawab Rasulullah dengan tenang

“Siapa ?”

“Allah Swt……!

Da’tsur tiba-tiba menggigil. Tangannya lemas! dan terlepaslah pedang digenggamannya. Perlahan-lahan Rasulullah mengambil pedang Da’tsur dan mengacungkan ke leher Da’tsur.

“Sekarang siapakah yang menolongmu Da’tsur ?”

Tak seorangpun hai Muhammad yang menolongku !” jawab Da’tsur dengan terbata-bata.

Da’stur sangat ketakutan dan lemas, keringatnya bercucuran.

 

Nah…..! Dibunuhkah Da’stur oleh Rasulullah? No Tidak! Rasulullah mengembalikan pedang Da’stur seraya memberi ma’af. Da’stur hera…n! terkagum-kagu…m! Sungguh! luar biasa, mulianya pribadi Rasulullah!

Sifat kasih sayang Nabi Muhammad sebagai Rahmatan lil ‘Alamiin, perlu kita teladani! Perlu kita terapkan di dalam kehidupan sehari-hari

 

Sahabat-sahabati……! Semoga risalah kasih sayang Nabi Muhammad SAW, menjadi Uswatun Hasanah bagi umat seluruh alam semesta. Amin.

Mohon ma’af bila ada yang kurang berkenan. Sekian terima kasih.

 

Akhirul Kalam Ihdinassirotolmustaqiim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teks Pidato ini milik Santri MADINAH Al-Badriyah

Jl. Selorejo Masjid 29 A Lowokwaru Malang (0341) 414561

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: