Terjemahan Gending PODO NONTON Dalam Pertunjukan Jejer Gandrung Banyuwangi

Podo Nonton yang merupakan lagu wajib yang dinyanyikan oleh penari gandrung pada saat sesi pertama pertunjukan gandrung, yang lebih dikenal dengan istilah Jejer. Berikut teks gending Podo Nonton.

Podo Nonton

Podo nonton, pudak sempal ring lelurung
Ya, pendite pudak sempal, lambeyane para putra
Para putra, kejalan ring kedung Lewung
Ya, jalang jala sutra, tampange tampang kencana

Kembang Menur, melik-melik ring bebentur
Ya, sun siram alum, sun petik nyirat ati
Lare angon, gumuk iku paculana
Tandurana kacang lanjaran, sak unting ulih perawan

Kembang Gadung, sak gulung ditawa sewu
Nora murah nora larang, kang nowo wong adol kembang
Wong adol kembang sun barisno ring Temenggungan
Sun iring Payung Agung, labeyane mebat manyun

Kembang Abang, selebrang tiba ring kasur
Mbah Teji balenana, sun enteni ning paseban
Paseban Agung, kidemang mangan nginum
Sleregan wong ngunus keris, gendam gendis kurang abyur

Terjemahannya :

Semua Menyaksikan

Semua menyaksikan, tubuh yang bergelimpangan di jalan
Tubuh yang bersabuk emas, pertanda mereka adalah putra-putri
Putra-putri yang tertipu di kelokan air
Ya, tertipu pada sebuah jala dari sutera yang bertatahkan Kencana

Bunga Melati, indah menawan di sudut halaman
Kusiram layu, kupetik menyentuh hati
Wahai anak gembala cangkul bukit itu
Tanamlah kacang panjang, seuntai seharga anak perawan

Bunga yang memabukkan, sekuntum ditawar seribu
Tiada murah, tiada mahal, telah ditawar penjaja bunga
Penjaja bunga, kujajarkan di Temenggungan
Kuiringi Payung Agung, melambaikan keagungan

Kembang merah, indah di petilaman
Ingatlah semangat Mbah Teji, kutunggu di depan sekali
Di Pendapa Agung, para penguasa makan dan minum
Gemerincing senjata (keris) dihunus, laksana gula jawa yang mencair

Jika kita perhatikan syair gending tersebut, kita bisa menafsirkan betapa beratnya perjuangan wong osing pada waktu itu. Para pejuang yang rela mengorbankan nyawa mereka hanya untuk mempertahankan tanah airnya. Pencipta gending ini berusaha memberikan semangat kepada wong osing. Uniknya, hingga saat ini tidak ada yang mengetahui siapa pencipta gending-gending gandrung karena sepengetahuan saya, ketika melihat kaset-kaset gandrung tidak mencantumkan pencipta gending. Semoga saja, lare osing saat ini bisa meneruskan perjuangan para pahlawan. Membangun kota Banyuwangi agar lebih maju dengan rahmat Allah, dan tentunya Lare Osing harus Jenggirat Tangi.

http://arsitekkampung.wordpress.com

 

 

 

About these ads

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: