Filosofi Ketupat dan Lepet Pada Perayaan Lebaran Idul Fitri 1433 H

Kamis, 30 Agustus 2012

Salam Jenggirat Tangi…

Selamat Datang Di Padepokan Mas Say Laros…

                  Setiap wilayah pasti mempunyai tradisi yang berbeda antara daerah satu dengan yang lain. Nach begitu juga dalam tradisi lebaran hari raya islam setiap daerah mempunyai cara yang berbeda dalam meramaikannya. Ketupat atau biasa kita kenal dengan hari raya ketupat atau orang jawa biasa menyebut dengan istilah Kupatan merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Islam di jawa dalam menyambut hari raya idul fitri. Biasanya dalam perayaan hari raya kupatan ini ada yang merayakan di hari pertama idul fitri adapula yang merayakan pada hari ke-7 hari raya idul fitri itu semua biasanya tergantung tradisi masing-masing daerah.

                  Tetapi tahukah saudara mengapa masyarakat islam Jawa tidak pernah melupakan hari raya kupatan? Oke, kali ini Mas Say Laros akan sedikit bercerita filosofi dibalik tradisi kupatan yang sudah turun temurun ini. Kupatan ini merupakan salah satu tradisi yang diwariskan WALI SONGO,Beliau merupakan tokoh penyebar agama islam ditanah jawa yang cukup santun dalam berdakwah sehingga tidaklah heran jika hari demi hari masyarakat jawa yang awalnya beragama hindu/budha mulai masuk islam tanpa paksaan dari pihak manapun.

                  Ketupat/Kupat merupakan makanan khas dalam hari raya kupatan,Kupat ini berasal dari kata Kulo Lepat atau Ngaku Lepat kalau kita terjemahkan dalam bahasa indonesia kurang lebih AKU SALAH atau MENGAKU SALAH jadi dengan adanya hari raya kupatan ini diharapkan semua umat muslim saling berebut mengaku kesalahan bukan saling berebut mencari kebenaran, Hal ini sesuai dengan moment hari raya Idul Fitri untuk saling mema’af-ma’afkan antar sesame agar supaya kembali fitri atau kembali suci.

                  Disamping itu dalam proses pembuatannya KUPAT dibuat dari daun kelapa muda atau biasa kita kenal dengan daun JANUR KUNING yang berasal dari kata JANATUN NUR (CAHAYA SURGA) dan LAKUNE BENING (TINGKAH LAKUNYA BAGUS) dengan harapan orang-orang yang sudah saling ma’af-mema’afkan dan berbuat amal kebaikan akan mendapatkan SURGA dari ALLAH SWT. Lalu, Mengapa ketupat harus dibungkus dengan JANUR KUNING? Hal ini bahwa janur kuning merupakan salah satu simbul masyarakat jawa sebagai lambang kebahagiaan, semua ini dapat kita buktikan pada setiap perayaan masyarakat jawa menggunakan janur kuning seperti pada khitanan, pernikahan dll tetapi kita tidak pernah menjumpai janur kuning dipasang pada saat ada musibah semisal KEMATIAN.

                  Selain itu dalam hari raya ketupat ada dua komponen yang tidak bisa kita pisahkan yaitu ketupat dan lepet. Jika ketupat terbuat dari beras/padi sedangkan Lepet terbuat dari beras ketan. Dari keduanya mempunyai simbul sendiri-sendiri KETUPAT sebagai simbul wanita hal ini bisa kita lihat ketika akan membelah ketupat kita biasanya membelahnya dari arah tengah bukan seperti memotong daun tembakau. Sedangkan LEPET sebagai simbul pria karena bentuknya yang panjang. Disamping itu pada LEPET ada 3 tali yang mengikat sebagai simbul IMAN, ILMU dan AMAL.

                  Jadi kesimpulannya bahwa setiap orang harus saling berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan (KUNING = LAKUNING BENING) dengan cara saling menyadari kesalahan masing-masing (KUPAT : NGAKU LEPAT) agar supaya mendapatkan surga dari tuhan (JANUR : JANATUN NUR). Caranya bagaimana? Yaitu dengan cara membentengi diri dengan IMAN, ILMU dan AMAL dan saling berbagi antar sesama. Mudah-mudahan kita semua bisa memahami dan mempraktekan ajaran dari wali songo ini.

 

 

 

 

About these ads

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: