Macam-Macam Puisi Lisan Osing Banyuwangi

Wangsalan Osing :

adalah ragam puisi lisan osing berupa ungkapan atau pernyataan tidak langsung dengan cara memanfaatkan persamaan bunyi akhir atau sebagian bunyi jawaban atas frase yang disampaikan sebelumnya. Dengan kata lain, Wangsalan Osing adalah teka-teki yang memiliki jawaban secara tersamar pada ungkapan …yang telah disampaikan dengan ciri-ciri memiliki persamaan bunyi.

Contoh :

Wangsalan Osing yang berbunyi GELEPUNG SAWI ( memiliki makna denotatif tepung KANJI ) diasosiasikan ” JANJI “.

BELIMBING BUMI ( memiliki makna denotatif WESAH ) diasosiasikan ” SUSAH “.

NGELAWANG BANYU ( memiliki makna denotatif DAM ) diasosiasikan ” NGIDAM “. Contoh kalimat : ” Hing ono usumé poh nguwoh kok riko golet poh iku, opo rabin riko ngelawang banyu ? .”

Basanan Osing :

adalah ragam puisi lisan osing yang di dalamnya mengandung unsur SAMPIRAN dan ISI.
SAMPIRAN adalah semacam ungkapan pengantar dengan menggunakan kata atau frase yang memiliki kemiripan bunyi akhir dengan isi basanan.
Sementara itu, ISI adalah pesan atau arti yang disampaikan dalam basanan.
Secara garis besar basanan osing dapat dipilah menjadi dua,yakni BASANAN DUA LARIK dan BASANAN EMPAT LARIK.

Contoh :

BASANAN OSING DUA LARIK : ” Kêmbang jarak kêmbang waru / Mbêngi barak raino biru.”

Larik pertama adalah SAMPIRAN yang hanya mementingkan bunyi -RAK pada kata “Jarak” ( Paralel dengan kata “Barak” ) dan -RU pada kata “Waru” ( Par…alel dengan kata “Biru” )
Sedangkan larik kedua adalah ISI dari basanan tersebut yang memiliki arti ” Kalau malam nampak cerah, namun kalau siang hari namapak kusam “

BASANAN OSING EMPAT LARIK : ” Kêlambi cêmêng sêrual cêmêng / Dikumbah moso lunturo / Emak sing dhêmên bapak sing dhêmên / Dicêgah moso wurungo.”

Larik pertama dan kedua adalah SAMPIRAN, sedangkan larik ketiga dan keempat adalah ISI dari basanan tersebut yang memiliki arti ” Walaupun ibu dan bapak tak menyetujui hubungan kita, tak akan mengurungkan niatku untuk meneruskan hubungan kita ini “

Batêkan / Byatakan : 

adalah merupakan ragam puisi lisan osing yang berupa teka-teki.
Batêkan berbeda dengan wangsalan. Wangsalan merupakan bentuk pertanyaan tidak langsung (teka-teki) yang unsur jawabannya telah termuat secara implisit dalam bentuk persamaan bunyi dengan jawaban denotatif dari pertanyaan yang bersangkutan.
Semantara itu, batêkan merupakan teka-teki yang bersifat murni karena jawabannya harus dicari atau dicocokan dengan fenomena atau kejadian sehari-hari. Meskipun demikian, batêkan seringkali menjengkelkan karena teka-teki tersebut cenderung menggiring seseorang untuk berpikir serius ( menguras logika ), sedangkan jawabannya bersifat sederhana atau remeh.

Contoh batêkan :

” Ditêkêk mloncor ? ” Jawabannya ” Kêndi “

” Kadung ditutup ono,kadung dibukak sing ono ? ” Jawabannya

” Pangklang sêpur “

MANTRA : 

adalah juga merupakan ragam puisi lisan Osing yang berbentuk puisi bebas dan berpotensi memiliki kekuatan gaib. Mantra tidak memiliki bait. Banyak kajian tentang puisi lisan osing yang tidak menyentuh mantra sebagai objek karena ada kesan yang mengandaikan bahwa mantra bukan merupakan puisi.
Mantra yang notabene merupakan do’a kesukuan adalah salah satu ekspresi kelisanan yang dari struktur tekstualnya dikategorikan sebagai puisi lisan.
Mantra Osing merupakan satu-satunya jenis puisi lisan osing yang sarat dengan unsur sakralitas. Dengan dominannya unsur sakralitas tersebut, menimbulkan citra bahwa mantra identik dengan dukun. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Sebab, dalam masyarakat using, orang yang memiliki mantra tidak hanya dukun, tetapi juga orang-orang biasa atau orang-orang yang tidak berprofesi sebagai dukun.
Secara garis besar, mantra Osing dapat dipilah menjadi tiga jenis, yaitu mantra untuk penyembuhan ( Tombo ) , mantra untuk pengasihan ( Santèt ) , dan mantra untuk pembunuhan ( Sihir ). Mantra penyembuhan ( Tombo ) mengandung magi putih, mantara Santèt mengandung magi kuning dan merah, sedangkan mantra Sihir mengandung magi hitam.

http://www.lareosing.org

About these ads

Tidak Ada Kata PENSIUN Untuk Seorang SENIMAN

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: