Pancasila Dan Islam Beserta Dalil-Dalilnya Dalam Al-Quran

Kamis,05 Januari 2011

Salam Persahabatan…

Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?

Menurut Muhammad Yamin “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahma) Kata “Pancasila” memiliki dua macam arti:

            Panca artinya lima

            Syila/sila artinya dasar

Pancasila dalam konteks sejarah

Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang ada pada pita yang dicengkram oleh burung garuda, berasal dari Kitab Negarakertagama yang dikarang oleh Empu Prapanca pada zaman kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada satu kalimat yang termuat mengandung istilah “Bhinneka Tunggal Ika”, yang kalimatnya seperti begini: “Bhinneka tunggal Ika, tanhana dharma mangrwa. “ Sedangkan istilah Pancasila dimuat dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular yang berisikan sejarah kerajaan bersaudara Singhasari dan Majapahit. Istilah Pancasila ini muncul sebagai Pancasila Karma, yang isinya berupa lima larangan sebagai berikut:

  1. Melakukan tindak kekerasan (membunuh)
  2. Mencuri
  3. Berzina
  4. Berbohong/berdusta
  5. Mabuk

Proses Penyususnan Pancasila

Sejarah pembuatan Pancasila berawal ketika sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Maret 1945 yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka. Adalah dr. Radjiman Widyoningrat yang mengajukan masalah pertama tentang dasar negara.

BPUPKI beranggotakan 67 orang (60 orang Indonesia, 7 orang Jepang) ini mengadakan sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 untuk merumuskan negara Indonesia. Selama tiga hari itu tiga orang, yaitu, Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno, menyumbangkan pemikiran mereka bagi dasar negara Indonesia. Diantara anggota Dr. Radjiman Wediodiningrat, Ki Hadjar Dewantara, Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Wahid Hasyim, dan K.H. Masykur

Usulan Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

1. Kebangsaan

2. Kemanusiaan

3. Ketuhanan

4. Kerakyatan

5. Kesejahteraan rakyat

Usulan Soepomo (30 Mei 1945)

1. Persatuan

2. Kekeluargaan

3. Mufakat dan demokrasi

4. Musyawarah

5. Keadilan sosial

Usulan Soekarno (1 Juli 1945)

1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau perikemanusiaan

3. Persatuan dan kesatuan

4. Kesejahteraan social

5. Ketuhanan yang Maha Esa

Usulan Soekarno, lima sila tersebut, dapat digabung menjadi tiga sila:

1. Sosio Nasional : “nasionaliseme dan internasionalisme”

2. Sosio Demokrasi : “Demokrasi dengan kesejahteraan rakyat”

3. Ketuhanan yang Maha Esa.

—  Lima Sila Pancasila

—  Menurut Naskah “Piagam Jakarta”. Pada tanggal 22 Juni 1945 ada 9 tokoh merumuskan dasar negara.

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

2. Kemanusian yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

—  Menurut Bagian Pembukaan UUD 1945

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusian yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

—  Menurut Konstitusi RIS (1949 – 1950) dan UUDS (1950 – 1959)

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Peri Kemanusian

3. Kebangsaan

4. Kerakyatan

5. Keadilan sosial

—  Teks Pancasila yang beredar di masyaraakt:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Peri Kemanusian

3. Kebangsaan

4. Kedaulatan Rakyat

5. Keadilan sosial

Teks Pancasila yang benar adalah yang tercantum di Pembukaan UUD 1945, sebagaimana ketetapan NO.XX/MPRS/1966 dan Inpres No. 12 tanggal 13 April 1968.

Pancasila dan Islam Beserta Dalil-Dalilnya Dalam Al-Quran

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Artinya: Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. (QS. Al- Nahl:22)

Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah:163)

  1. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. Al-Nahl: 90)

  1. Persatuan Indonesia

Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali-Imron: 103)

  1. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan /Perwakilan

Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali-Imron: 159)

Artinya: Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. (QS. Shaad: 20)

  1. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maa’idah:8)

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (QS: al-Nisa’:135)

 

About these ads

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: