Strategi dan Taktik Gerakan PMII

Eine grosse Epoche hat das jahrhundert geboren,Aber der grosse Moment fundet ein kleines Geschlect.(Johann Christoph von Schieller, Pujangga Jerman)

(Abadnya abad besar yang melahirkan jaman besar,namun momen sebesar ini hanya menemukan manusia kerdil)

A.Anggitan Awal

            Mencermati dan mengamati sebuah gerakan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia),berarti mengadakan sebuah diskusi panjang yang didalamnya terdapat sekian kelonggaran ruang untuk secara serius mendialektikan tema-tema pembicaraan itu kedalam agenda yang lebih spesifik dan runtut.Hal ini diperlukan karena pada pokok pembicaraan itu seringkali membuang habis energi tanpa adanya perumusan yang dapat didiskusikan secara terus menerus dan mendasar.Bahwa kondisi kultur seperti ini diperlukan perubahan sehingga budaya dialog masih menjadi media yang penting bagi tumbuh dan berkembangnya PMII.

            Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau lebih popular disebut PMII adalah organisasi kemahasiswaan ekstra Universitas yang lahir pada tanggal 17 April 1960 di kota Surabaya,Jawa Timur.Ia adalah sosok gerakan mahasiswa yang terbit dari kehendak sejarah dan sekaligus kehadirannya untuk (membuat) sejarah ditengah kehidupan langgam bangsa yang sedang berlangsung.Proses kelahiran PMII juga tidak dapat dipisahkan dari kelompok muda yang mewakili komunitas masyarakat NU yang lebih bercorak agraris,pedesaan dan secara ekonomi,sosial politik termarginal.Anak-anak muda ini nampaknya sadar bahwa posisi demikian bila dibiarkan selain membawa dampak yang kurang bagus bagi pengembangan dan kemajuannya,juga mainstream yang sedang berjalan tidak menempatkannya dalam posisi keseimbangan dengan kekuatan-kekuatan lain yang terkesan di ‘anak emaskan’ oleh tatanan system yang tengah berjalan (Tahun 1960 an).

            Dengan tidak menegasikan dari proses kelahirannya bahwa PMII adalah lahir dari kultur NU tadi,PMII senantiasa terus bergeliat bersama dinamika bangsa yang terus bergulir dari satu jaman kejaman berikutnya.Artinya PMII yang merupakan sintesa dari variabel keislaman,kemahasiswaan,dan keindonesiaan mencoba menjawab persoalan bangsa sebagai titik focus garapan utamanya sebab sublimasi nilai-nilai dasar yang menjadi acuan perjuangan PMII (Ideologi Gerakan PMII) tersebut,senantiasa diorientasikan kepada kepentingan kehidupan bangsa sebagai wujud pengabdian tertingginya.Disinilah kita kemudian dapat melihat sebuah kerangka dasar gerakan PMII yang akan diterjemahkan secara konsisten dan terus menerus.

            Namun demikian,proses perjalanan PMII tetap dengan warna zaman yang menjadi pembalutnya.Kita dapat melihat perbedaan itu sangat jelas dalam periodisasi gerakan PMII dari masa kemasa.Perbedaan itu tidak saja dipengaruhi oleh gaya atau style gerakan oleh person-person yang menjadi motor penggeraknya,tetapi lebih ditentukan oleh konstelasi perpolitikan nasional yang tengah berlangsung.Dengan mencermati hal tersebut maka akan tercipta pada sebuah gambaran dan asumsi bahwa tingkat keterlibatan PMII dengan persoalan kebangsaan sungguh sangat kental.

            Kekentalan gerakan PMII dengan persoalan bangsa yang dimaksud dapat diamati lewat gerakan PMII dalam tataran aplikasinya,semisal konsennya PMII dengan nasib rakyat kecil,penegakan kebenaran,keadilan dan kejujuran,perawatan moralitas bangsa,penguatan demokrasi,HAM dan lain sebagainya.Di luar itu semisal urusan-urusan yang bersifat paktis politis adalah komplementer,itupun dalam batas-batas tertentu dan sangat kondisional.Dengan kata lain,wujud konkrit dari strategi politik PMII adalah upaya merebut wilayah-wilayah garapan yang secara riil bersinggungan secara langsung dengan persoalan masyarakat,karena disinilah kemudian PMII sekaligus dapat dapat melakukan pendidikan politik yang efektif bagi rakyat.Yaitu model gerakan yang melibatkan seluruh kekuatan infrastruktur bersama rakyat melakukan proses pemberdayaan dan penyadaran terhadap posisi sebagai warga Negara dari sebuah komunitas bangsa.

B. Pengertian Strategi dan Taktik

            Strategi berasal dari kata yunani “Strateges” yang berarti “Pemimpin Tentara”.Jadi kata strategi asli berarti kemahiran memimpin tentara,demikian halnya dapat diartikan sebagai the art of the general.Antoni Henri Jomini (1779-1869) dan Karl Van Clausewitz (1780-1831) yang merintis dan memulai mempelajari strategi secara ilmiah.beberapa pengertian strategi :

a.Jomini mengatakan strategi adalah seni menyelenggarakan perang diatas peta dan meliputi seluruh kawasan operasi.

b. Clausewitz mengatakan strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk kepentingan perang.

c.Lidle hart,seorang inggris yang hidup di Abad 20 setelah mempelajari sejarah secara global mengatakan strategi adalah seni untuk mendistribusikan dan menggunakan sarana militer untuk mencapai tujuan politik.Strategi merupakan seni,olehkarena itu penglihatan dan pengertiannya memerlukan intuisi.

d.Strategi juga merupakan seni sekaligus pengetahuan.

e.dalam arti sederhana strategi pada dasarnya merupakan suatu kerangka rencana dan tindakan yang disusun dan disisipkan dalam suatu rangkaian pentahapan masing-masing merupakan jawaban yang optimal terhadap tantangan-tantangan baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari langkah sebelumnya dan keseluruhan proses.

            Adapun Taktik dalam arti yang paling sederhana adalah serangkaian cara untuk melaksanakan siasat.Ia merupakan bagian integral dari strategi.

e.setrategi adalah sebuah perencanaan untuk menetepkan dimulainya sebuah gersakan sampai terwujudnya cita-cita gerakan. Sementara taktik adalah suatu rancangan gerakan yang bersifat spesifik sebagai bagian dari keseluruhan setrategi gerakan yang dijalankan. Secara mudah bisa dikatakan setrategi adalah seluruh rencana gerakan sedangkan taktik adalah langkah kongkrit yang bisa berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi sosial yang ada.

C.RUMUSAN STRATEGI GERAKAN BERDASARKAN PEMBAGIAN LOKUS MASYARAKAT.

 

No.

Lokus masyarakat

Strategi gerakan

1

Civil society (masyarakat sipil:Ormas,LSM,GERMA,dan kelompok masyarakat lain )

v  Menciptakan budaya alternative

-membentuk kelompok-kelompok study kebudayaan

v  Menciptakan kesadaran lokalitas (Nasionalisme)

-Pendidikan politik untuk rakyat

-Advokasi,pendampingan dan pengorganisasian rakyat

-Advokasi kebijakan

v  Menciptakan kemandirian ekonomi

-Membangun ruang-ruang ekonomi kerakyatan

-pengorganisasian ruang-ruang ekonomi rakyat

v  Mewujudkan pendidikan untuk rakyat (Kurikulum berbasis kerakyatan,sekolah gratis,KHP (Kritis,Humanis dan professional)

-menciptakan sekolah-sekolah alternative

-Pressurre kebijakan pendidikan

02

Political Society

(Masyarakat Politik;Negara,partai politik)

NEGARA

-       Penguatan posisi Negara terhadap pasar dan Negara kapitalis

(Advokasi kebijakan)

-       Penegakan Supremasi Hukum (-Advokasi Kebijakan)

PARTAI POLITIK

-       Membangun ruang bargaining rakyat dengan partai politik

(Kontrak sosial/politik)

03

Ekonomi Society

(Masyarakat Ekonomi;Pengusaha,pribumi,investor,spekulan,MNC/TNC)

-       Menciptakan Keseimbangan pasar-negara-civil society

-       Membangun kantung-kantong control rakyat terhadap pasar dan kebijakan ekonomi

(Menciptakan kelompok-kelompok study ekonomi dan kebijakan pasar,menciptakan serikat-serikat buruh)

 

Merumuskan taktik gerakan berdasarkan strategi gerakan yang sudah disusun dengan mempertimbangkan tiga kerangka gerakan.

 

 

War of Position

War of Opinion

War Of Opinion

NDP

-       Hubungan manusia dengan tuhan

-       Hubungan manusia dengan manusia

-       Hubungan manusia dengan alam

ASWAJA

-Tawasuth (Moderat-Pola pikir (Agama;teologi,fiqih,tasawuf.,Filsafat,Sunnah,Rasionalitas)

-       Tasamuh (Toleran,Pola sikap)Perbedaan-Pluralisme,Agama,internal agama,antar agama, Budaya;Ras,Adat,Suku,Bahasa.

-       Tawazun (Keseimbangan-Pola Hubungan) <Sosial;Egalitarianisme.Politik;Rakyat><Negara.Ekologi;Alam><Manusia.Ekonomi;Negara-pasar-masyarakat>

-       Ta’adul (Keadilan-pola integral (Nilai Universal)

PKT

KONTEKS GAGASAN

-       Tentang masyarakat

-       Tentang Negara

-       Tentang pasar

Manejemen issu

-       Basis intelektual kader (injeksi dan doktrin kesadaran)

-       Basis media (Penyediaan media transformasi gagasan

-       Basismassa(investasi kesadaran

KADERISASI

-Format (Mapaba,PKD,PKL)

-       Informal (pelatihan-pelatihan)

-       Non-formal (Kantong-kantong kader)

GERAKAN HORIZONTAL

(Pengorganisasian)

-       Level kampus

-       Level organ gerakan

-       Levelmassarakyat

GERAKAN VERTIKAL

(Desakan terhadap otoritas)

-       Kuasa kebijakan public

-       Kuasa social ekonomi

-       Kuasa agama

-       Kuasa adapt

-       dll

 

 

About these ads

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: