Mengungkap Kebenaran Ajaran Syekh Siti Jenar

Kalau kita berbicara syekh siti jenar maka maka pikiran kita pasti akan ingat pada salah satu ajarannya yaitu Manunggaling kawulo gusti.Sebagai salah satu orang yang pernah belajar ilmu kejawen Mas Say Laros tidak akan pernah lupa dengan tokoh sentral yang satu ini karena memang dalam setiap wejangan kejawen ajaran-ajaran kanjeng syekh siti jenar selalu tidak pernah dilupakan.

Sebenarnya siapa sich tokoh syekh siti jenar itu?Menurut sejarah syekh siti jenar yang lahir sekitar tahun 829 H/1426 Masehi ini memiliki nama kecil yaitu San Ali,beliau adalah anak dari Syekh Datuk Shaleh seorang ulama malaka yang pindah ke cirebon karena adanya ancaman politik dikesultanan malaka pada saat itu sekitar tahun 1424 M yaitu tepatnya pada masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah.

Dalam literatur sejarah Syekh siti jenar pernah merantau mencari ilmu ke Baghdad, Irak (kira-kira abad 15 – 16 M – itu masa hidupnya).Pada saat di Baghdad dia diajar oleh seorang kakek yang menurut riwayat ajarannya lebih mementingkan dzikir dari pada sholat. Hal itu adalah faktor yang menyebabkannya pemikirannya dianggap sedikit melenceng dari ajaran-ajaran islam pada saat itu.

Pada suatu hari kanjeng syekh berada dikamar pribadinya,Nach ada salah seorang murid utusan para wali datang menemui syekh,Murid tersebut mengetuk pintu dan berkata ‘’Apakah syekh siti jenar ada?’’Syekh siti jenar menjawab enteng ‘’Tidak ada,yang ada hanya gusti Allah’’.Murid utusan itu semakin bingung lalu dia pergi menemui para wali,dan para wali menyuruhnya kembali lagi ke kamar Syekh Siti Jenar dan mengganti nama syekh dengan gusti, lalu dia pun pergi dan kembali memanggil Syekh Siti Jenar, dia berkata “Apakah gusti ada?” Syekh menjawad “ tidak ada gusti yang ada hanya Syekh Siti Jenar” jawabnya dengan nada rendah. Murid menjadi lenbih bingung dan dia mengadukan apa yang dia dengar kepada para wali.

Setelah itu Syekh Maulana Maghribi menuduh Syekh Siti Jenar bahwa dia mengaku sebagai Allah. Atas tuduhan itu, karena itu Sunan Kalijogo menanyakan apakah benar tuduhan tersebut, beliau mengakuinya benar adanya, maka dewan wali dalam sidangnya sepakat untuk menjatuhkan hukuman mati bagi syekh siti jenar, dan Sekh Siti Jenar menerima putusan tersebut agar segera dilaksanakan, dan yang harus melaksanakan keputusan tersebut yaitu Sunan Kudus dengan keris Ki Kantanaga yang diberikan oleh Sunan Gunung Jati.

Nach,Sebelum eksekusi berlangsung, terjadilah kejadian yang sangat mencengangkan masyarakat karena memang disaksikan secara terbuka dihalaman masjid Agung Cirebon, dan dialog tersebut diantaranya sebagai berikut:

Menempelnya keris Ki Kantanaga ke jasad Syekh Siti Jenar, terdengar suara yang sangat keras seperti beradunya kedua besi yang sangat besar, lalu para Wali saling tersenyum, sambil berkata, “Masa ada ALLAH seperti besi ?”

Syekh Siti Jenar menjawab, “Coba, tusuklah sekali lagi,”
Ketika tusukan kedua, Syekh Siti Jenar menghilang tidak ada ujud jasadnya.
Para Wali berkata kembali, “Masa matinya ALLAH seperti syaitan?”

Secepat kilat Syekh Siti Jenar menampakan diri lagi, sambil berkata, “ Coba tusuk sekali lagi?”Ketika tusukan ketiga, Syekh Siti Jenar membujur tergolek di lantai masjid, dari lukanya keluar darah merah, dan para Wali berkata kembali,” Masa matinya ALLAH seperti kambing?Syekh Siti Jenar bangun hidup kembali tanpa luka dan berkata, “Coba tusuk sekali lagi?”

Kemudian pada tusukan keempat , Syekh Siti Jenar rebah, mati dan dari lukanya mengalir darah putih, seketika itu para wali berkata kembali,” Masa matinya ALLAH seperti cacing!”, karena berkali-kali tusukan selalu mati, hidup, mati, hidup, maka, Syekh Siti Jenar berkata, “ Lalu harus bagaimana mati saya menurut keinginan anda?”dan dijawab oleh seluruh Wali,” Biasa!”, seperti orang tidur badannya lemas, begitulah mati bagi seorang Insanul Kamil”

Sesudah itu ditusuklah jasadnya dan wafatlah Syekh Siti Jenar seperti umumnya manusia, jasadnya mengecil sebesar kuncup bunga melati dan baunya semerbak mewangi bau harumnya melati.

Nach Dari cerita diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa cerita ditekankan pada Syekh Siti Jenar yang beranggapan bahwa dirinya adalah Allah, dalam hal ini Syekh Siti Jenar terlihat Seperti Al Hallaj dari irak, yang beranggapan bahwa dirinya adalah Allah.

Dalam “Manunggaling Kawula Gusti ” ajaran Syekh Siti Jenar, dituliskan syair yang berbunyi:

Aku ini adalah diriMu
Jiwa ini adalah jiwaMu
Rindu ini adalah rinduMu
Darah ini adalah darahMu

Bagian manakah dari dirimu yang bukan dariNya?
Tapi jangan kotori Nur Ilahi dengan bejatnya nafsumu
Karna itu sucikanlah,
dan tegapkan langkah,
untuk menuju status,
Manunggaling Kawula Gusti

Syair itu agak mirip dengan akhiran Surah Qaf ayat 16: “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Mungkin itu yang menyebabkan Syekh Siti Jenar beranggapan bahwa dirinya adalah Allah, secara harfiyah hal itu terlihat sesat, karena dia beranggapan sebagai Allah, tapi jika dikaji lebih dalam maksudnya adalah bahwa dalam dirinya ada bagian dari Allah, dalam hatinya, dalam inti hati kecilnya yaitu firmanNYA.

Dalam hati terdapat firman Allah, hal itu bisa dibuktikan dengan teori sains terbaru yang diutarakan Stephen Wolfram dalam bukunya “New Kind Of Science” yang walaupun tidak membahas tentang firman Allah, namun dalam buku itu dikatakan bahwa segala benda berasal dari kumpulan kata-kata, jadi mungkin maksud bahwa aku adalah Allah adalah dalam hatiku ada Allah.

Maksud dari kata-kata ‘dalam hatiku ada Allah’ ada dua, yaitu:

  1. Dalam hatiku ada Allah, Seperti yang telah diterangkan sebelumnya bahwa dalam hati manusia ada firman Allah.
  2. Dalam hatiku ada Allah, bahwa dia selalu mengingat Allah swt dengan dzikir.

Jika dilihat dari arti terakhir surah Qaf ayat 16 dikatakan bahwa “Aku lebih dekat dari urat lehermu”, maksudnya adalah Allah Maha Mengetahui.Ajaran Syekh Siti Jenar bernama Manunggaling Kawula Gusti, menurut Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. maksud dari Manunggaling Kaula Gusti adalah fana fillah yang artinya adalah ketaatan yang sempurna terhadap Allah SWT, hal itu dikatakan menurut surah an nisa ayat 69: “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Dalam hal ini kita bisa melihat bagaimana kedekatan antara Syekh Siti Jenar dengan Allah swt, begitu dekatnya hingga yang dilakukannya hanya dzikir. Dalam cerita dikatakan bahwa Syekh Siti Jenar tidak melakukan ibadah sholat melainkan hanyalah dzikir, sebenarnya shalat merupakan bagian dari dzikir,sehingga tidak perlu mengatakan sholat jika sudah mengatakan dzikir, karena dalam dzikir sudah termasuk sholat.

Jika dilihat dari penjelasan pertama, kita bisa menyimpulkan cara mengajar Syekh Siti Jenar adalah langsung kepada intinya tanpa memberi tahu bagaimana cara kesimpulan itu bisa didapat. Cara itu tidaklah salah bagi orang yang sudah berilmu, tapi kurang tepat bagi orang yang awam terhadap agama, hal ini dapat menimbulkan kesalahan presepsi bagi para pengikutnya, mungkin hal itu yang menyebabkan para wali menjadi gusar, karena mereka takut akan terjadinya kesesatan, hal itu yang menyebabkan para wali berusaha membunuh paham yang salah, yang ditimbulkan dari kurang tepatnya Syekh Siti Jenar mengajar.

Jika diibaratkan Syekh Siti Jenar Seperti orang yang mengajarkan pelajaran SMA kepada anak SD, sehingga menimbulkan kemelencengan inti dari apa yang diutarakan oleh Syekh Siti Jenar itu sendiri. Hal ini berbanding lurus dengan arti nama Syekh Siti Jenar itu sendiri, yaitu:

  • Syekh: menurut bahasa, kata “syekh” adalah setiap orang yang sudah berumur lebih dari 40 tahun, itu dinamakan syekh baik orang itu mukmin atau orang itu kafir.
    Menurut istilah, kata “syekh” adalah setiap orang yang mempunyai ilmu hakekat, walaupun orang itu berusia sebelum 40 tahun.

  • Siti: singkatan yaitu “isinya hati”. Tempatnya di dalam hati, bukan di bibir atau lisan.

  • Jenar : kuning. Kuning itu warna penyakit. Atau juga kebahagiaan, seperti dalam Al-Qu’an surat Al-Baqoroh ayat 69: “Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk Kami agar Dia menerangkan kepada Kami apa warnanya.” Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.”

Jadi Siti Jenar artinya, penyakit dalam hati, yang bisa diibaratkan lagi suatu yang buruk di tempat yang baik. Jika dibalikan akan menjadi hal yang baik di tempat yang buruk. Jika ditambah syekh yang di ibaratkan menjadi ilmu maka, syekh siti jenar berarti suatu ilmu yang tidak pada tempatnya.

Dalam Kitab Jamius Shaghir Bab huruf Tha hal 194 ada sebuah hadits yang bunyinya : Bersabda Rasulullah SAW : “Tiap-tiap orang muslim yang meletakkan ilmu bukan pada ahlinya laksana mengalungkan permata berlian dan mutiara serta emas di lehernya celeng.” (‘an Anas rowahu Ibnu Majjah).

Dalam cerita dikatakan bahwa ketika Syekh Siti Jenar akan dibunuh terjadi keanehan-keanehan seperti, badan seperti besi, menghilang, mati seperti kambing, mengucur darah putih, dan terakhir mati dan jasadnya berubah menjadi kuncup bunga mawar yang wangi. Hal-hal tersebut tidaklah masuk akal, tapi jika kita lihat dari penjelasan sebelumnya yang dimaksud dibunuh para wali bukanlah syekh siti jenar melainkan paham yang ada dimasyarakat yang ditimbulkan karena kesalahan mengajar syekh siti jenar, karena syekh siti jenar adalah penyebar dari paham itu, maka dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.

Dalam cerita dikatakan bahwa dia mengakui bahwa dirinya adalah Allah, sehingga dia rela untuk diadili, itu berarti dia sudah mengalah untuk diadili dalam artian meluruskan paham sesuai situasi dan kondisi.Ketika dihukum mati Syekh Siti Jenar ditusuk, namun tusukan itu tidak menembus badannya karena badannya berubah menjadi keras seperti besi, itu berarti ketika diadili dia menolak dengan “keras” dalam artian apa yang diutarakan wali untuk menjatuhkannya dengan mudah ditangkis.

Menghilang, maksudnya adalah ketika dia tidak menghindar dari terkaan para wali melainkan menjawab dengan cara yang tidak bisa diduga. Mati seperti kambing karena dia mengalah seperti dalam cerita dia rela ditusuk yang maksudnya dia mengalah, tapi dia mengalah dengan cara yang hina seperti kematian seekor kembing.

Hal itu membuat para wali menjadi kecewa seperti yang dikatakan dalam cerita bahwa para wali mengejeknya, lalu dia menantang kembali para Wali agar mereka mau beradu argumen lagi, seperti dalam cerita dia hidup lagi dan berkata “ Coba tusuk sekali lagi?”. Mati dengan darah putih, maksudnya dia mengalah dengan cara yang aneh, karena jika dilihat, darah menyimbolkan najis, dan putih menyimbolkan suci, dan najis yang suci adalah hal yang aneh, dan tidak ada. Terakhir dia mati dengan jasad yang berubah menjadi kuncup bunga yang wangi, maksudnya dia mengalah dengan terhormat, seperti kuncup bunga bunga yang wangi. Kuncup bunga yang wangi bisa diartikan sebagai suatu awal dari kebaikan atau kebenaran.

Lalu dari penjelasn diatas apa hubungan antara penjelasan tadi dangan tema(ruh sejati muslim)? Kita lihat bagaimana Syekh Siti Jenar begitu dekat dengan Allah.Menurut penulis Syekh Siti Jenar sudah mendapatkan ruh sejati seorang muslim, sehingga penulis menulis makalah ini bertujuan memberikan contoh manusia yang sudah mencapai ruh sejati itu yaitu fana fillaah atau menurut Syekh Siti Jenar adalah manunggaling kawula gusti atau ada yang menyebutkan manunggaling kawula kalawan gusti, karena penulis rasa sudah banyak yang menerangkan tentang pengertian ruh sejati muslim, oleh sebab itu kita harus melihat bagaimana Syekh Siti Jenar mengikuti Rosululloh SAW dan menirunya, agar mendapat tingkatan spiritual tertinggi sepertinya(Rosululloh SAW) meskipun kita tidak bisa menyamainya.

Sumber:

  • Dari Berbagai sumber
  • Basil Kaffi Ar-Rahman

 

About these ads

25 Tanggapan

  1. Satu lagi cerita ttg syeh siti jenar
    Adalagi yg menyebutnya syeh abdul jalil
    Adalagi yg menyebutnya syeh jabarantas
    Adalagi yg menyebutnya syeh Lemah abang
    Adalagi yg menyebutnya ia mukso
    Adalagi yg menyebutnya ia dieksekusi sunan kalijogo
    Adalagi yg mengatakan yg dieksekusi adalah org yg mengaku sbg syeh siti jenar

    Wallohua’lam

  2. Marilah dzikir,istighfar,uzlah,khalwat,zuhud……..,agar terbuka ‘ainul basyiroh kita menuju ma’rifatulloh,sehingga timbul kearifan.Bagaimana tahu dalamnya lautan jika belum pernah menyelaminya,ojo mung critane ning sejatine,

    • Terima kasih mas atas pencerahannya..semoga bermanfaat

  3. Berikan berita yang benar,karena kemuliaan sang sufi bisa ternodai,jangan mengangkat topik bila hanya sedikit tahu tentang hakikat,jangan penggal Al Qur’an menjadi sukhuf kembali.pelajari betul secara utuh,walaupun Kalam Illahi tanpa ditulispun bisa dibaca.Kalau hanya KATANYA bisa jadi fitnah yang teramat keji,walau ada sanjungan didalamnya,jadikan iman dan mu’min untuk diri yang faham akan maknanya.

  4. syeh siti jenar…membrikan ilmu yg sebenarya karena urusan tuhan tidak di manfaatkan dg politik….

    • Subhanallah…

  5. kalau menurut saya syek siti jenar, melakukan hal seperti itu karena syekh ingin semua manusia itu kembali ke asalnya. yaitu menyempurnakan innalillahi wa innalillahi rhajiun. saya jadi ingat yg d katakan guru saya. ada 2 gulungan yang 1 di bagikan dan yg 1 lagi disembunyikan. nah yg di ajarkan syekh adalah hal yg di sembunyikan. syekh ingin mengajarkan manungal tersebut agar manusia tidak tersesat. karena manunggal adalah hal dasar dalam ajaran tauhid.

    “setiap manusia adalah tuhan untuk dirinya sendiri”.

    #salam rahayu

    • Thanks dah mampir…informasi yg menarik..thanks atas komentarnya

  6. semoga info anda bermanfaat bagi umat islam trima kasih..kang atas pencerahan anda…

    • amin..thaks dah berkunjung kawan

  7. ajaran Syeh siti Jenar, sangat rumit dipahami jadi untuk orang awam sangat sulit memahami nya dan bila tanpa bimbingan bisa tersesat, tapi saya setuju bahwa didalam diri manusia ada Roh Allah yang maha suci

    • Subhanallah…Mudah2an bsa menjadikn sdkt pncerahan….

  8. Klo pndapat sy. Syeh siti jener itu sungguh samgat mulia. Karna dia mbawa ajaran,hx satu ya’itu kebaikan semata tdk campranx,murni. Diktakn murni krna tdk mengajrkan kejelekan. Malh yg kliru itulah yg menghukum. Rasululullah tdk prna mengajarkn menghakimi sesamax. Ajarean rasul juga hx satu.yaitu kebaikan.

    • Terima kasih atas wawasan yg diberikan kepada kami..mudah2an bisa bermanfaat bagi semua.

  9. Bismilaahhirrohmaanirrohiim,

    Semua ajaran dan amalan islam siapapun yang membawanya seharusnya selalu dirujuk kepada Alqur’an dan Hadits dan selalu dipertanyakan Pernahkah Muhammad Rosulullooh menyuruh dan melakukan amalan atau ajaran itu?.. kalau tidak pernah mengapa kita harus melaksanakan ajaran itu?.. sedangkan kita semua sudah tahu kalau agama Islam sudah disempurnakan melalui Rosulullooh, apa mungkin ada amalan yang memang dipandang baik dan benar sedangkan Rosulullooh dan para Sahabat Rosul tidak tahu?.

    Semua amalan sudah di ajarkan dan dicontohkan oleh Rosulullooh, alangkah lebih aman kalau kita menjalankan dan melaksanakan apa-apa yang sudah dicontohkan dan diajarkan oleh Rosululloh.

    Ada yg berpendapat kalau kita semua sebenanya tidak tahu hakikat yg sesungguhnya jadi jangan menyalahkan suatu amalan atau ajaran tertentu, … kalau begitu pertanyaannya ialah kalau kita semua tidak tahu hakikat yg sebenarnya mengapa kita tidak mengambil aja dari Rosulullooh yg dijamin kebenarannya, bukankah Beliau yg seharusnya kita jadikan contoh.

    Jangan kita memandang sesuatu ajaran atau amalan itu baik dan benar hanya karena ADA KEBERADAANYA dan BISA TERJADI KEJADIANNYA
    1. ADA KEBERADAANYA “ada orang yg melakukan suatu amalan akan bisa begini-begitu dan memang ada orangnya”
    2. BISA TERJADI KEJADIANNYA “sungguh-sungguh terjadi kejadiannya misal suatu amalan kalau di amalkan bisa menjadikan air teh untuk digunakan pengganti bahan bakar dan memang bisa terjadi”.
    Apakah kalau ADA KEBERADAANYA dan BISA TERJADI KEJADIAANYA lalu kita vonis berarti ajaran atau amalan itu benar?, megapa Rosul dan para Sahabat tidak memberi contoh dan mengamalkanya kalau memang amalan itu baik dan benar?, padahal ada ajaran dan amalan yg diluar Islam bisa juga seperti itu, apakah bisa kita vonis baik dan benar?.

    Saya tidak menyalahkan ajaran ini dan ajaran itu, tetapi saya Insya Allooh hanya dan selalu menjalankan apa2 yg sudah Rosul contohkan dan ajarkan.

    Sesungghanya hanya ALLOOH yang MAHA BENAR dan tempat kita berlindung.

    • naahh..karna Tuhan yg Maha Benarlah maka kita gak brhak menghujad siapapun dan agama apapun dan keercayaan apapun dan ajaran apapun itu..karna pada akhirnyalah Tuhan yg Maha Hakim yg berhak menyebutkan benar atau salah

    • Amin…..ya robbal alamin.

      • Amin…

  10. Lakukan dan yakini secara mutlak serta istiqomah ini ‘akhlaqul karimah (budi pekerti) yang benar sesuai ridlo Allahuta’ala maka kamu telah beragama dengan benar’ karena Rosulloh dan sang pembawa agama yang lain itu hanya diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia, tidak ada yang diutus untuk hal lain.

  11. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari semuanya,,,,maksih dah membagi pemahamanya,,,menambah kejelasan bagi pencari ridhoNya.

  12. Ajaran ini sangat tinggi tingkatannya, tanpa adanya guru yang membimbing bisa salah arah…

  13. terima kasih atas bacaan nya, sebenarnya saya yg baca dr awal sampai akhir jg mash rada2 bingung :D , tp tergantung dr diri kita sendiri lah bagaimana menyikapinya
    BTW album phhotonya keren euuuuuuy … hehhehe

    • Sebelumnya saya ucapkan selamat datang dan salam kenal karena saudara Lims telah menyambung tali silaturahim di Rumah Online Mas say laros…

      Ya ajaran syekh siti jenar itu kelihatannya sederhana tetapi sangat luar biasa jika bener-bener diresapi..perlu belajar secara bertahap untuk bisa memahami ajaran sejatining urip itu.

      Hehehe…makasih kawan..biasa ja kalie..

  14. aku senang membaca riwayat syeh siti jenar, yaaa otak ku
    tak nyampai, mungkin hanya sepotong-potong, , ada buku yang menyatakan ,menjadi anjing, menjadi batang pisang, terus mana yang benar, ternyata repot juga pada masa itu apabila seseorang memiliki
    pendapat lain yang berbeda , seperti syeh siti jenar,
    maka aku setuju berbeda adalah rohmat.

    • Ajaran syekh siti jenar itu luhur..tetapi bisa berbahaya jika kita memahami ajarannya sepotong-sepotong..Thanks dah berkunjung..salamj kenal

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: