Selasa,18 Oktober 2011
Salam Persahabatan…
Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?
Tentu kita semua tahu jika setiap insan akan mengalami kematian hal ini wajar karena memang dalam kitab suci manapun telah menyebutkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematianDemikian pula dalam kitab suci Al Qur’an. Kematian merupakan suatu hal yang wajib bagi makhluk yang ada di dunia ini. Setiap insan pun akan mengalami kematian. Kematian yang disini adalah kematian jasad (secara raga).
Tetapi menurut Kanjeng syeh siti jenar bahwa hakikat sebenarnya setiap makhluk hidup tidak pernah mengalami kematian.Untuk memantapkan hakikat hidup dan mati ini bahkan kanjeng syeh siti jenar mengajarkan kepada kita hakikat dari Dzikir A-I-U .Apakah saudara tau apakah artinya A-I-U itu?A-I-U memiliki arti ‘’Aku Iki Urip’’ yang maksudnya aku ini hidup.
Simple memang,meskipun hanya tiga hurup A-I-U namun dalam penafsirannya mempunyai makna filosofis yang cukup mendalam.Ini dikarenakan,pada hakekatnya setiap makhluk yang telah mati hanya kehilangan jasadnya saja sedangkan ruhnya masih hidup untuk selama-lamanya menuju ke alam kelanggengan untuk menghadap kang Akaryo Jagad.
Namun,dibalik itu semua proses kembali kepada Gusti Allah itu tidaklah semudah yang kita bayangkan selama ini.Karena orang yang telah meninggal meskipun ia meninggalkan jasadnya setelah itu Ruhnya melakukan perjalanan jauh untuk menghadap kepada Allah SWT tetapi halangan dan rintangan tidak berhenti sampai disitu saja.
Rojiun’ (dari ALLAH kita berasal dan akan kembali ke ALLAH). Dalam perjalanan tersebut tidak ada lagi materi, jadi tidak mungkin kita mendapatkan kemudahan dengan menyogok seperti yang kita lakukan di dunia. Semuanya serba murni dari hasil perbuatan kita selama kita di dunia. Nah, A-I-U adalah simbol bahwa manusia meskipun mati karena sakit atau dibunuh, maka hanyalah kehilangan jasad semata.
Orang Jawa pasti sering mendengar kalimat “Urip Iku Ibarat Wong Mampir Ngombe”. Nah, dalam kalimat itu kita disuruh untuk memahami dan belajar bahwa sebelumnya kita pernah hidup, dan ketika kita hidup di dunia maka kita hakekatnya adalah beristirahat sebentar. Oleh karena itu, Syekh Siti Jenar mengajarkan bahwa hakekatnya orang hidup di dunia itu sebenarnya adalah mati. Setelah mati, maka hakekatnya kita melanjutkan perjalanan dan disebut oleh Syekh Siti Jenar bahwa manusia akan mengalami hidup yang sejati setelah proses kematiannya.(kawruh-kejawen)
Filed under: BUDAYA



