Janganlah Bersedih Sahabat,Mari Belajar Menerima Jati Diri Sendiri

Selasa, 18 Oktober 2011

Salam Persahabatan…

Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?

ً الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا -وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]

”Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya” (al Hadits)

1. Dengan Menyapa ”tuhan” (Yang Bukan) Maha Pengasih dan Penyayang.

 Nun, entah sejak kapan bahwa manusia  mulai belajar membenci sesamanya. Bisa jadi semenjak ia akan diciptakan (al Baqarah, 31), atau sejak cerita pembantaian pertama di bumi antara Qabil dan Habil (al Maaidah, 27- 31).  Dalam sejarah manusia kebencian adalah tema-tema yang tak lekang zaman karena sering diingat dan ditulis, pembunuhan Julius Caesar oleh Brutus, atau pergantian dinasti-dinasti di Cina,  keganasan pasukan Mongol di seluruh dunia, , bibit kebencian antara Yahudi, Kristen dan Islam, sejarah kebencian antara Hindu, Budha dan Shik, kebencian yang menghasilkan Perang Dunia satu dan dua, kebencian antara Amerika dan Oshama, antara militan konsevatif barat dengan militan islam (kalau kami boleh melabeli), pula kebencian yang bisa muncul sewaktu-waktu antara Timur dan Barat.

Kebencian lain adalah di dalam jantung Islam sendiri, karena kefanatikan buta satu aliran terhadap aliran yang lain, pembantaian Husain (cucu nabi)  oleh Yazid bin Muawiyah, bibit kebencian antara Sunni dan Syi’ah, antara satu pemikiran lama dengan satu pemahaman baru. Bahkan sering kali agama jatuh pada satu kultus tertentu yang terlalu dipuja dan disucikan lalu dengannya menghujat dan mengkafirkan kelompok lain yang mengambil sikap berbeda (bahkan tejadi sejak nabi wafat), Inilah dunia yang hidup tanpa membuka pintu cinta untuk-Nya.

2. Menyapa Kawan untuk Menikmati Indahnya Hidup.

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur (al Sajdh:9). 

Sahabat Mas Say Laros?, dunia ini terlalu luas untuk dihabiskan dalam kebencian, ketakutan, pesimisme dan kesendirian.Setiap insan memiliki beban dan masalalah masing-masing,namun Allah Swt adalah Dzat yang selalu hadir untuk memberikan rahmat dan rahimnya bagi siapapun juga (tak peduli anda sedang berada di dekatnya atau “merasa” jauh dari-Nya). Memang selalu ada yang salah dalam hidup ini, kita sering kali melihat ketidak benaran di sekitar kita, atau sesuatu yang tidak kita inginkan di luar ”sana”, kita juga mengakui ada sesuatu yang mungkin tidak kita inginkan di dalam ”sini”, dalam diri kita, tubuh, jiwa, perbuatan yang kita lakukan, tapi hendaknya ini kita terima sebagai suatu kenyataan manusiawi bukan sebagai beban berat yang harus dipikul sepanjang kehidupan yang singkat ini.

Cobalah untuk memahami bahwa kehidupan di dunia ini sangat luas dan beranekaragam. Ada banyak cara mencapai kebahagiaan. Lalu Allah Swt  meniupkan “ruh”-Nya dalam pendengaran, penglihatan dan hati kita untuk membuat kita bersyukur atas nikmat-Nya. Maka dengarkanlah apa yang diinginkan dari tubuh (telinga-pendengaran-raga) kita, barang kali diri kita membutuhkan banyak istirahat setelah lelah mengejar susuatu yang mungkin belum seperti yang kita harapkan, atau kita perlu membuka lebar-lebar ”telinga” (nasehat dan masukan orang lain), ”penglihatan” (pengetahuan, pengalaman dan ide orang lain), pula membuka hati kita untuk merasakan keinginan kita yang sesungguhnya dan perasaan yang dimiliki oleh orang-orang disekitar kita. Selalu ada banyak yang lebih menderita di “luar” sana, mereka yang sedang sakit, mereka yang sedang di dalam penjara, mereka yang mungkin lebih kesepian dari kita dan membutuhkan seseorang untuk sekedar hadir di dekatnya. Semakin kita membuka hati kita, semakin lapang dan luas dunia yang kita tinggali.

Cobalah ajak teman-teman anda berakhir pekan bersama, acara minum teh, makan dan nonton bersama, mendengarkan musik blues, reggae, jazz, rock altenativ, trance atau dangdut bahkan nasyid, hmm apalah musiknya yang jelas selama  setiap orang dimungkinkah untuk bertegur sapa. Kalau anda masih merasa tidak memiliki teman yang asyik itu artinya anda belum membuka diri, bahwa memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, orang bijaksana bilang “kekurangan adalah sumber kebahagiaan”. Jadi mari berbagi besama, tapi ingat, ini benar-benar tentang persaudaraan, ini tentang cinta antar sesama, jauhkan diri dari berputar-putar masalah nafsu, karena memang ada saatnya kita rehat dari semua capek dan rasa lelah tentang dunia.

3. Menyapa Diri Sendiri Untuk Belajar Mencintai.

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku

(al Fajr: 27-30)

Pernahkan suatu kali anda merasa sendiri di dunia ini, merasa kalah bertarung dalam kompetisi duniawi yang ketat dan keras, atau anda kehilangan kontrol atas tubuh, hati dan pikiran anda sendiri? Adalah hal yang biasa tekanan semacam itu terjadi, tapi menjadi masalah dan beban bila hal tersebut sering terjadi dan membebani kita dalam pejalanan hidup saat ini dan di masa-masa mendatang.

Cobalah belajar untuk berhenti sejenak, lalu berusaha untuk menyandarkan sementara bawaan yang berat itu dari pundak anda, yang anda perlukan adalah mengambil nafas dalam-dalam sambil memejamkan mata sesaat, cobala untuk menenangkan diri dan temukan kedamaian, pikirkan bahwa  dunia tak akan penah berakhir hanya karena semua beban yang anda punya, tapi hidup ini tak akan bermakna lagi ketika beban ”itu” selalu menemani dan menghantui anda. Kawan, bukankah setiap manusia hanya diwajibkan untuk berusaha, sementara hasilnya serahkanlah pada yang maha memahami segala urusan, Allah Swt.

Lalu apakah anda pernah menyapa diri anda sendiri? Ini cara yang mujarat untuk memahami anda sesungguhnya. Coba sapalah diri anda: “hai nama anda, apa kabar?”,  “nama anda, kamu capek gak dengan “pilihan” mu? “apa sebenarnya yang ingin kamu cari nama anda, sayank?” “ah, masak nama anda tidak pernah jatuh cinta dengan seseorang, ah masak nama anda tidak memiliki cinta pada seseorang” “maaf ya kalau aku belum bisa membantu mu mendapatkannya” “nama anda, menangislah kalau memang ingin menangis, marahlah kalau memang ingin marah… memang aku salah memperlakukanmu selama ini, tapi aku minta maaf atas semuanya, karenanya aku ingin engkau lebih tenang nama anda…., untuk saat ini”.Kesenangan seksual hanyalah keinginan sesaat saja, akuilah bahwa hati anda membutuhkan lebih dari sekedar hasrat yang menggebu, ”ya kan nama anda ?”

Pada dasarnya kita ingin kembali ”hadir” pada-Nya dengan eksistensi jiwa kita yang sesungguhnya, jiwa yang tenang (mutmainnah). Jiwa tenang yang penuh kepuasan dan kegembiraan serta mendapatkan ridlanya, kita adalah hamba-Nya yang mencari cinta dan surganya. Maka jangan membuat hati yang sudah baik ini rusak hanya karena kita tidak percaya ada cinta padahal anda memilikinya, hanya karena ketakutan bahwa Tuhan itu terlihat galak dan angkuh. Padahal Tuhan tidak pernah mengutuk kita yang hanya berbuat untuk cinta (tidak ada dalil al Qur’an dan hadits yang mengutuknya, ini kenyataannya), maka ajarilah untuk menerima apa yang ada dalam diri anda, dan jagalah cinta itu sebagai hadiah dari-Nya yang Maha Pengasih dan Penyayang.

  4. Selalu Menyapa Tuhan dan Merindukannya.

Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.

(Shahih Muslim No.4832)

Nyatanya Tuhan tidak pernah akan bisa dijangkau dengan mutlak oleh hamba-Nya, bahkan nabi dan rashul sekalipun (al A’raaf: 143).

Bagaimana mungkin orang biasa bisa memastikan bahwa apa yang ia pikirkan dan ucapkan seperti pula yang sesungguhnya telah dipikirkan oleh Tuhannya? Setiap orang hanya meraba-raba, melalui jalan ketaqwaannya masing-masing. Ketaqwaan adalah sebuah masalah hati, yang hanya bisa dipahami oleh masing-masing pribadi. Jadi apa yang Tuhan katakan dalam hadits di atas menggambarkan keterbukaan  Tuhan untuk dijangkau, dikenali dan disapa oleh siapapun bahkan oleh mereka yang pada dasarnya membenci dan tidak mempercayai-Nya.

Kalau penyembahan yang muncul pada diri kita pada-Nya adalah karena rasa takut, maka  Ia akan nampak sebagai raksasa yang rakus seperti pejabat korup dan otoriter. Namun apabila kita menyembahnya karena kita merindu akan kasih sayang-Nya, maka Ia akan nampak lebih dari sekedar kekasih di hati kita. Sering kali karena kesalah pahaman, Tuhan digambarkan sangat menakutkan, lebih garang dari pemimpin bertangan besi.

Namun bukankah Ia Maha Adil dan Maha Mengerti? Lalu mengapa dengan banyak alasan kita hanya mau menyembahnya ketika hati kita merasa bersih dan tidak kotor? Tuhan menerima kita bagaimanapun keadaannya, dan Ia selalu membukakan pintu dalam kesedihan dan juga kegembiraan kita. Allah Swt adalah Tuhan bagi semua manusia, Tuhan orang miskin, Tuhan orang gila, dan Tuhan mereka yang sedang mencari jalan. Jangan pernah bilang bahwa Tuhan sama sekali tidak peduli pada kita. Ia adalah kawan dan bukan hantu gentayangan.

Jagalah sholat kita, Tuhan tidak pernah melarang kita untuk sholat, jagalah puasa kita, karena Tuhan juga tidak malu bila hambanya yang seperti kita mempersembahkan puasa sunnah dan wajib untuk-Nya. Jagalah kekasih kita, apakah Allah Swt pernah membenci orang yang mencintai kekasihnya karena memang benar-benar tulus mencintai? Atau Allah Swt lebih suka kita jatuh bangun, bermain-main hati, hingga hati kita membantu untuk mencintai siapapun?

Menyapa Tuhan, dan berindukannya adalah suatu kodrat kemanusiaan, kerinduan kita akan kehadirannya adalah bagian dari santapan jiwa. Tuhan yang mendekati benar adalah Tuhan yang membimbing anda untuk tidak menyianyiakan hidup dan cinta ini, Tuhan yang mendekati benar adalah Tuhan yang tidak mengajarkan kebencian pada diri sendiri dan sesamanya, Tuhan yang mendekati benar akan hadir dalam kesedihan dan kehampaan manusia untuk menjadi teman yang setia.

Tuhan yang mendekati benar membuat kita tersenyum dan bercanda, menangis dan juga tertawa, mencintai apa yang memang ingin anda cintai, dan mengajari anda bagaimana menghargai hidup ini dengan tidak letih atau penuh kemunafikan.  Jadi jangan takut berdoa bahwa Ia akan memberikan kekasih yang memang benar-benar anda cintai, dan anda harus benar-benar siap bersabar dan belajar untuk mencintai kekasih yang Ia kirimkan. Jadi apabila Ia anda gambarkan kejam, Ia akan hadir dalam kekejaman, Oleh karenanya mengapa Ia tidak anda hadirkan seperti sahabat yang mampu memahami segala isi hati anda yang murni dan tulus? Jadi sapalah Tuhan sebagai kawan, ”Hay Allah..”

Wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.