Mengingat Kembali Peristiwa 30 September

Jumat, 30 September 2011
Salam Persahabatan…
Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?
Ketika kita mengingat tanggal 30 september mungkin pikiran kita akan mengarah pada peristiwa besar pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau masyarakat indonesia lebih familiar dengan istilah G-30-S/PKI.Memang peristiwa ini merupakan sebuah peristiwa besar yang menggemparkan bumi nusantara ini,Dalam peristiwa ini banyak memakan korban dari berbagai kalangan,Jadi maka tidaklah heran jika saksi sejarah yang masih hidup sampai saat ini tidak ingin bertemu dengan peristiwa serupa.
Dahulu pada zaman orde baru berkuasa di stasiun Televisi film G-30-S/PKI sering diputar sehingga seakan-akan tanggal 30 september tidaklah lengkap jika tidak menonton film G-30-S/PKI ini.Saking seringnya menonton film ini sampai-sampai masyarakat hafal betul alur ceritanya mulai pemberontakan sampai pembunuhan dewan jenderal secara sadis.
Namun seiring berjalannya waktu ketika orde baru sudah tumbang dan era reformasi berguling,banyak orang yang bersuara tentang peristiwa 1965 ini.Bahkan banyak orang yang merasa tidak terlibat tetapi dipenjara bertahun-tahun tanpa ada pengadilan yang jelas.Sudah jatuh tertimpa tangga mungkin ini adalah istilah yang tepat bagi keturunan PKI yang ada di indonesia karena memang ketika ayahnya seorang PKI maka secara otomatis anak dan cucunyapun juga dicap sebagai orang PKI sehingga tidaklah jika ruang geraknya baik dalam hal sosial maupun ekonomi dibatasi.Etnis tionghoapun tidak luput dari tuduhan PKI hanya karena negara RRC yang berhaluan komunis ini berafiliasi dengan PKI.Padahal sebenarnya orang yang dituduh itu hanya masyarakat awam yang tidak tahu apa-apa tentang itu.
Sebenarnya peristiwa yang terjadi 45 tahun lalu ini apakah benar pelaku utamanya adalah Partai Komunis Indonesia?Hingga sekarang peristiwa ini masih menjadi sebuah kontroversi yang tiada habis-habisnya,Bahkan surat perintah 11 Maret yang merupakan bagian dari rangkaian peristiwa ini juga msih diperdebatkan isi dan bentuknya,bahkan dokumen aslinyapun masih simpang siur keberadaannya.
Jadi,dari sini dapat kita lihat ternyata sejarah bangsa ini masih diwarnai dengan informasi-informasi sejarah yang masih kelabu atau bahkan bisa dikatakan gelap.Meskipun banyak buku-buku sejarah yang mengangkat tema ini belum ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan ini.Memang,sejarah tidak selalu berisi tentang kejayaan-kejayaan masa lalu,Tetapi kejujuran dan obyektif adalah sebuah prinsip yang harus dipegang oleh semua orang dalam melaporkan informasi sebuah sejarah masa lalu agar supaya sebagai generasi bangsa kita belajar dari sejarah.Kalau sejarah dimanipulasi dengan dimasuki oleh berbagai macam kepentingan maka tidaklah heran jika generasi bangsa semakin amburadul..Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi pertemuan yang barokah …Amien….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.