Difersifikasi
Untuk menurunkan risiko investasi,investor perlu melakukan diversifikasi. Diversifikasi (portofolio) dalam pernyataan tersebut bisa bermakna bahwa investor perlu membentuk portofolio melalui pemilihan kombinasi sejumlah aset sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan tanpa mengurangi return harapan.Mengurangi risiko tanpa mengurangi return adalah tujuan investor dalam berinvestasi.Tetapi,bagaimana diversifikasi tersebut bisa dilakukan?
Investor mungkin saja berfikir bahwa untuk melakukan diversifikasi,cara paling mudah adalah dengan memasukkan semua kelas aset ke dalam portofolio.Kelas aset di sini misalnya saham,oligasi,mata uang,properti,dan lain sebagainya.Tetapi,jika cara ini dilakukan,permasalahannya adalah berapa bagian dana yang akan diinvestasikan dalam kelas-kelas aset tersebut dan aset-aset spesifik yang mana dari kelas aset yang akan dipilih untuk dimasukkan dalam portofolio.
Misalnya seorang investor A ingin membentuk portofolio dengan cara menanamkan dananya pada semua kelas risiko yang tersedia.saat ini dia dihadapkan pada pilihan kelas aset berupa saham,obligasi,deposito,tanah dan emas.Disperfisikasi dengan memasukkan semua kelas aset berarti bahwa investor A tersebut akan menanamkan dananya pada semua kelas aset yang tersedia (saham,obligasi,deposito,tanah,dan emas).Tetapi,permasalahannya kemudian adalaah berapa % dari total dananya yang akan ditanamkan pada saham,pada obligasi,berapa% pada deposito,tanah dan berapa% pada emas.Misalnya,presentase dana untuk masing-masning kelas aset sudah ditentukan(misalnya 20% untuk tanah,dan sisasnya 20% untuk kelas aset emas.Lalu,pertanyaan berikutnya adalah dari 20%total dana untuk ditanamkan pada kelas aset saham,saham-saham perusahaan mana saja yang akan dipilih dan berapa %kah yang akan diinvestasikan pada saham-saham tersebut?Demikian seterusnya pada kelas aset yang lain.
Disisi lain,beberapa investor lainnya mungkin berpendapat bahwa disfersifikasi portofolio bisa saja dilakukan dengan memfokuskan pilihannya hanya pada satu aset saham .Misalnya pertanyaannya yang muncul adalah saam perusahaan mana saja yang harus dimasukkan dalam portofolio,dan beberapa dana yang akan dialokasikan dalam amsing-masing saham yang dipilih.
Berdasarkan kedua gambaran situasi diatas,terlihat bahwa investor perlu melakukan disversifikasi pada berbagai aset untuk meminimalkan resiko.Tetapi,bagaimana sebenarnya prinsip-prinsip disfersifikasi itu?pada bagian ini akan kita bahas prinsip-prinsip disversifikasi,yaitu disversifikasi random dan disverfifikasi markowitz.
Disversifikasi random secara naif terjadi ketika investor menginvestasikan dananya secara acak pada berbagai jenis saham yang berbeda atau pada berbagai jenis aset yang berbeda dan berharap bahwa varians return sebagai ukuran resiko portofolio tersebut akan bisa diturunkan.Dalam hal ini,investor memilih aset-aset yang dimasukkan ke dalam portofolio tanpa selalu memperhatikan karakteristik-karakteristik aset bersangkutan .dalam benak investor yang melakukan disversifikasi random semakin banyak jesnis aset yang dimasukkan dalam portofolio,semakin besar manfaat pengurangan resiko yang akan diperoleh.tetpi sayangnya ,manfaat disversifikasi yang diperoleh semakin lama semakin berkurang.Jika kita menambah jumlah saham kedalam portofolio secara terus menerus ,maka pada tingkat tertentu penurunan risiko marginal akan semakin berkurang.gambaran tentang manfaat pengurangan resiko yang semakin berkurang seiring dengan semakin banyak jumlah saham yang dimasukkan dalam portofolio juga bisa dilihat dalam gambar 4.1
Untuk memperoleh manfaat pengurangan risiko yang leih optimal dari dirfesikfikasi,tentunya kita tidak bisa mengabaikan begitu saja informasi-informasi penting tentang karakteristik aset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio,seperti yang dilakukan dalam disversifikasi random.Dengan memperhitungkan karakteristik aset seperti tingkat return harapan serta klasfikasi industri suatu aset kita akan menjadi lebih selektif dalam emilih aset-aset yang mampu memberikan manfaat disfersifiksi yang paling optimal.
Disferisifkasi yang lebih efisien dari disfersifikasi secara random adalah disfersifikasi berdasarkan model henry markowitz(sekitar tahun 1950-an),dan dikenal sebagai disversifikasi markowitz.Nasihat markowitz yang sangat penting dalam portofolio adalah ”Janganlah menaruh telur kedalam satu keranjang”.Karena kalau keranjang tersebut jatuh,maka semua telur tersebut akan pecah.Dalam konteks investasi,ajaran tersebut bia diartikan sebagao ”janganlah menginvestasikan semua dana yang kita miliki hanya pada satua set saja,karena jika aset tersebut gagal,maka semua dana yang telah kita investasikan akan lenyap”.Sekilas ajaran tersebut terlihat sederhana,tetapi dalam teori portofolio markowitz,ditunjukkan secara kuantitatif mengapa dan bagaimana disversifikasi bisa menurunkan risiko portofolio.
Kontribusi penting dari ajaran markowitz adalah temuannya bahwa return aset itu berkorelasi antara satu dengan yang lainnya dan tidak independen.Oleh karena itu ,resiko portofolio tidak boleh dihitung dari penjumlahan semua risiko aset yang ada dalam portofolio,tetapi juga harus mempertimbangkan efek berkaitan antar return aset tersebut dalam pengestimasian resiko portofolio.kontribusi risiko akibat keberadaan dalam hubungan anatar return dari dua sekuritas dalam portofolio cenderung untuk bergerak secara bersama-sama.tetapi,sebelum membahas lebih jauh tentang kovarians,terlebih dahulu akan dibahas ukuran statistik korelasi sebagai ukuran asosiasi dua variabel.
Koefisien korelasi adalah suatu ukuran statistik yang menunjukkan pergerakan bersamaan relatif (Relatife comevement) antara dua variabel.dalam konteks diversifikasi,ukuran ini akan menjelaskan sejauh mana return dari suatu sekuritas terkait satu dengan lainnya.Ukuran tersebut biasanya dilambangkan dengan (?i,i) dan berjarak antara +1,0 sampai -1,0 dimana:
Jika ?i,i = +1,0;berarti korelasi positif sempurna;
Jika ?i,i = -1,0;berarti korelasi negatif sempurna
Jika ?i,i = 0,0;berarti tidak ada korelasi.
Ada beberapa hal yang berkaitan dengan penggunaan ukuran koefisien korelasi dalam konsep diversifikasi,sebagai berikut.
1. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif sempurna (+1,0) tidak akan memberikan manfaat pengurangan resiko portofolio yang dihasilkan dari penggabungan ini hanya merupakan rata-rata tertimbang dari resiko individual sekuritas yang ada dalam portofolio.
2. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol akan mengurangi risiko portofolio secara signifikan.semakin banyak jumlah saham yang tidak berkorelasi dimasukkan dalam portofolio semakin besar manfaat pengurnagan risiko yang diperoleh.
3. Penggabungan dua buah sekuritas yang berkorelasi negatif sempurna (-1,0) akan emngjilangkan risiko kedua sekuritas tersebut.Hal ini sejalan dengan prnsip strategi lindung nilai terhadap risiko.
4. Dalam dunia nyata,ketiga jenis korelasi ekstrem tertentu (+1,0);0.0; dan -1,0 sangat jarang sekali terjadi.sekuritas biasanya akan mempunyai korelasi positif terhadap sekuritas yang lain,meskipun tidak sempurna (+1).oleh karena itu investor tidak akan bisa menghilangkan sama sekali risiko portofoli.hal yang bisa dilakukan adalah mengurangi risiko portofolio.
Kovarians adalah ukuran absolut yang menunjukkan sejauh mana dua variabel mempunyai kecenderungan untuk bergerak secara bersama-sama.dalam konteks manajemen portofolio kovarians menunjukkan sejauh mana return dari dua sekuritas mempunyai kecenderungan bergerak bersama-sama.Kovarians bisa berbentuk angaka positif,negatif,ataupun nol.Sebagai contoh misalnya kita menggabungkan dua sekuritas A dan B.Kovarians positif berarti kecenderungan dua sekuritas bergerak dalam satua rah yang sama.Jika sekuritas A naik maka return skuritas B turun,demikian sebaliknya.Sedangkan kovarians nol mengindikasikan bahwa pergerakan dua buah sekuritas bersifat independen satu dengan lainnya.
Secara matematis,rumus untuk menghitung kovarians dua buah sekuritas A dan B adalah:
Xxxxxxxxxxxxxxx
Pada prinsipnya risiko investasi dapat dikirangi melalui diversivikasi atau portofolio.Namun,seperti ditunjukkan dalam gambar tidak semua risiko dapat dihilangkan,hanya risiko tidak sistematis yang dapat dikurangi.sedangkan risiko sitematis tetap meelakat pada suatu aset dan tidak dapat dihilangkan pada bagian berikutnya memberikan ilustrasi pemahaman tentang bagaimana ombinasi aset dalam satu portofolio dapat mengurangi risiko portofolio.
Estimasi Return dan Risiko Portofolio
Mengestimasi return dan risiko portofolio berarti menghitung return harapan dan risiko suatu kumpulan aset individual yang dikombinasikan dalam suatu portofolio aset.Ingat bahwa aset-aset dapat mengalami gerak bersama-sama.Oleh akrena itu untuk menghitung risiko suatu portofolio kita idak boleh hanya menjmlahkan seluruh aset individual tapi harus memperhatikan komponen resiko akibat keterkaitan antar aset tersebut.Dengan kata lain,kontribusi risiko aset individual terhadap risiko portofolio tterdiri dari komponen varians dan kovariasns aset tersebut dengan aset lain yang dilibatkan dalam portofolio.
Mengitung return harapan dari portofolio
Return harapan dari suatu portofolio bisa diestimasi dengan menghitung rata-rata tertimbang dari return harapan masing-masing aset individual yang ada dalam portofolio presentase nilai portofolio yang diinvestasikan dalam setiap aset-aset individual dalam portofolio disebut sebagai bobot portofolio yang dilambangkan dalam W.jika seluruh bobot portofolio dijumlahkan,akan berjumlah total 100% atau 1,0;artinya seluruh dana telah di investasikan dalam portofolio.
Rumus untuk menghitung return harapan dari portofolio adalah sebagai berikut:
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Contoh :sebuah portofolio yang terdiri dari 3 jenis saham ABC,DEF,Dan GHI menawarkan return harapan masing-masing sebesar 15%,20%,dan 25%.Misalnya,presentasi dana yang diinvestasikan pada saham ABC sebesar 40%,saham DEF 30% dan saham GHI 30%,maka return harapan dari portofolio tersebut adalah:
E (Rp) =0,4(0,15) + 0,3 (0,2) + 0,3 (-,25)
=0,195 atau 19,5%
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Menghitung resiko portofolio
Seperti telah disebutkan dimuka,resiko portofolio tidak bisa dihitung hanya dengan menjumlahkan risiko masing-maisng sekuritas yang ada dalam portofolio.Menghitung risiko portofolio tidak sama dengan menghitung return portofolio,karena risiko portofolio bukan merupakan rata-rata tertimbang risiko masing-masing sekuritas individual dalam portofolio.
Dengan menggunakan ukuran kovariasns seperti yang telah dibahas dimuka,kita bisa menghitng besarnya risikoinvestasi baik yang terdiri dari dua buah sekuritas maupun n sekuritas.Dalam mengitung risiko portofolio,ada tiga hal yang perlu ditentukan yaitu:
1. Varians setiap sekuritas
2. Kovarians antara satu sekuritas dengan sekuritas lainna
3. Bobot portofolio untuk masing-masing sekuritas.
Kasus dua sekuritas.unruk mengukur risiko portofolio yang terdiri dari dua sekuritas,kita bisa mengitung deviasi standar return kedua sekuritas terebut.secara matematis rumus yang dipakai adalah:
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Contoh:portofolio yang terdiri dari saham A dan B masng-masing menawarkan return sebesar 10% dan 25%;serta deviasi standar masing-masing sebesar 30% dan 60%.Alokasi dana investor pada kedua aset tersebut masing-masing sebesar 50% untuk setiap aset.Deviasi standar portofolio tersebut dihitung dengan menggunakan rumus 4.11.Di atas:
I)Op=[(0,5)
II) Dari hasil perhitungan tahap I tersebut,kita bisa menentukan besarnya resiko portofolio saham A dan B.sebelumnya kita tentukan dahulu koefisien korelasi saham A dan B.Berikut ini beberapa skenario koefisien korelasi saham A dan B beserta hasil perhitungan deviasi standarnya;
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Kasus n-sekuritas.Rumus untuk menghitung deviasi standar untuk dua buah sekuritas di atas bisa diperluas untuk mengjitung risiko portofolio yang terdiri dari n-sekuritas.Ukuran yang dipakai adlah varians return dari n-sekuritas yang ada dalam portofolio.secara sistematis rumus untuk menghitung risiko n-sekuritas adalah:
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Selanjutnya ,kita bisa menyedrkanakan persamaan 4.12 tersebut menjadi:
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Kedua persamaan 4.13 dan 4.14 tersebut diatas digunakan untuk menghitung varians maupun kovarians portofolio;jika i=j maka rumus 4.13 bisa dipakai untuk menghitung varians,dan jika o=j,maka rumus 4.14 bisa digunakan untuk menghitung varians portofolio.penulisan rumus untuk menghitung varians portofolio seperti di atas bagi beberapa orang nampaknya rumit,tetapi pada dasarnya untuk memahami itu semua kita bisa menggunakan bantuan matriks yang menunjukkan bagaimana proses menghitung varians dan kovarians antar return sekuritas.Matriks dalam gambar 4.2 berikut ini menunjukkan dalam sebuah portofolio.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Dari gambar di atas,diagonal matriks yang merupakan sel-sel yang diarsir adalah varians return masing-masing sekuritas yaitu varians return sekuritas 1,2 dan 3.sedangkan kovarians dari return sekuritas tersebut dapat dilihat pada sel-sel yang berada diatas atau dibawah diagonal tersebut.Kovariasns anatara return sekuritas 1 dan 2 adalah o1.2 kovariasns antara return 1 dan 3 adalah o1.3 dan adlaah kovariasn sekuritas 1 dan 3.dengan demikian jika kita melibatkan 3 sekuritas kedalam portofolio.berarti kita harus menghitung matrik-matrik kovarians yang terdiri dari 9 se.demikian pula halnya jika kita melibatkan 4 sekuritas,berarti ita harus menghitung 4 atau 16 matik varians-kovarians.
Model portofolio markowitz memang bisa membantu kita untuk menghitung return harapan dan resiko portofolio.Tetapi,model tersebut memerlukan perhitungan kovarians yang terlalu kompleks,terutasma jika kita dihadapkan pada jumlah sekuritas yang banyak.seandainya terdapat n sekuritas dalam sebuah portofolio,berarti kita harus menghitung sejumla [n(n-1)]/2 kovarians.Artinya kita harus menghitung {100-1}/2 atau 4950 kovarians untuk sebuah portofolio yang berisi 100 sekuritas.
Filed under: Makalah Semester-7



