Jika kita mempelajari Sistem Ekonomi Makro maupun Mikro dewasa ini, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka kita akan dihadapkan dengan doktrin-doktrin ekonomi kapitalis. Hal ini sangatlah wajar sebab saat ini Sistem ekonomi kapitalislah yang sedang “berjaya” (walaupun tidak sedikit dari para pengamat ekonomi myatakan bahwa ekonomi kapitalis saat ini sedang berada di Ujung tanduk bahkan sedang menggali liang kuburnya). Sistem Ekonomi Kapitalis ini lahir dengan di motori oleh Adam Smith cs. Adam Smith menulis buku dengan judul “An Inquiry into the Nature and Causes of The Wealth Of Nations” mampu memukau masyarakat dunia, khususnya kalangan intelektual. kemudian jejak Smith ini di ikuti oleh Thomas Robert Malthus, Jean Babtiste Say, David Ricardo, Johann Heinrich, Nasau Wiliam Senior, Friedrich von Hermann, John Struat Mill dan John Elliot Cairnes. Mereka kemudian dikenal dengan Mazhab Ekonomi Klasik.
Awal Mazhab Klasik yang merupakan cikal bakal ekonomi Kapitalis terjadi pada tahun 1776, ketika buku seorang ekonom besar yang pernah menjadi guru besar Falsafah Moral di Universitas Glaslow, Adam Smith menulis buku yang sering kita sebut dengan latah “The Wealth Of Nations” terbit pertama kali. Buku ini mencoba menyelesaikan seluruh masalah ekonomi yang ada pada saat itu terutama melalui pendekatan harga. Tak ayal semua masyarakat dunia, khususnya para kalangan intelektual barat sangat gagap gempita menyambut lahirya buku ini. Buku inilah yang menjadi titik awal sekaligus babak baru lahirnya system ekonomi Kapitalis Liberal, dengan Adam Smith sebagai tokoh utamanya.
Pokok Pokok ajaran Mazhab Klasik
Terdapat lima ajaran Penting klasik utama yang mendasari seluruh pembangunan pemikiran mazhab yang berpengaruh ini (Disman:modul sejarah teori ekonomi). diantaranya:
1.Keterlibatan Pemerintah Minimum
2.Perilaku ekonomi yang Individualis
3.Harmoni Kepentingan atau keseimbangan
4.Semua Sumber dan Kekayaan sangatlah penting
5.Hukum Ekonomi
Sedangkan Menurut Prof. Disman seorang guru besar dalam bidang ekonomi Makro Universitas Pendidikan Indonesia. terdapat 4 poin penting yang menjadi ciri khas dari ekonomi Klasik (Kapitalis), diantaranya :
1.Individualis
2.Kompetensi atau persaingan
3.Hak Kepemilikan
4.Tidak ada campur tangan negara (invisible Hand)
walaupun jika kita melihat fenomena krisis keuangan global tahun 2007-2008, mereka pada hakikatnya telah “Murtad” dengan adanya keterlibatan pemerintah AS memberikan Bail Out, di sini terdapat campur tangan pemerintah.
Namun dibalik itu semua terdapat poin penting yang perlu kita pahami dari system ekonomi kapitalis ini. Ekonomi Kapitalis di bangun atas tiga prinsip dasar(an Nabhani;2009), diantaranya:
1. Problem kelangkaan
Menurut Mereka inilah problem mendasar manusia saat ini yaitu Kelangkaan(Scarcity).
2. Nilai (Value)
Inilah yang menjadi dasar penelitian dan banyak dikaji serta didalami oleh para ekonomi Kapitalis.
3. Harga (Price)
Harga merupakan segala-galanya dalam ekonomi kapitalis, seolah harga menjadi alat pengendali dalam system ekonomi kapitalis.
Terkait point pertama yang menjadi prinsip dasar dari ekonom kapitalis yaitu Kelangkaan atau keterbatsan barang dan jasa. Maka hal inilah kemudian yang menjadi problem mendasar dari permasalahan utama ekonomi yaitu terjadinya Gap antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemenuhan kebutuhan terbatas. Darisini maka memunculkan masalah ekonomi, sehinggga kegiatan ekonomi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Namun betulkah bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas? Hal ini penting untuk dikaji sebab point ini akan menjadi dasar atau maindset berpikir.
Jika melihat fakta yang ada, sejatinya peralasahan yang menjadi dasar ekonomi kapitalis sangatlah keliru besar, karena mereka menempatkan kebutuhan sebagai sesuatu yang tidak terbatas, padahal jika kita melihat fakta yang ada, untuk mendudukkan seberapa jauh kebutuhan manusia harus dipenuhi, maka penting bagi kita untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Meski setiap orang berbeda, namun semua orang memiliki kebutuhan asasi (primer) secara terbatas. Sedangkan kebutuhan kamali (sekunder dan tersier) serta keinginan dapat bersifat tidak terbatas. Oleh karenanya, kebutuhan yang lahir dari kebutuhan jasmani termasuk kedalam kebutuhan asasi sehingga wajib dipenuhi namun terbatas. Dalam kerangka ini, sumberdaya yang disediakan di alam ini akan mampu memenuhinya. Di lain pihak, naluri yang tidak terkontrol dapat melahirkan kebutuhan kamali dan keinginan yang tidak terbatas. Jika hal ini harus dipenuhi, boleh jadi sumberdaya yang ada tidak akan mencukupinya. Maka di sinilah kepentingan mendudukakan posisi manusia secara benar dalam ilmu dan sistem ekonomi agar ketersediaan sumberdaya yang ada di alam ini tidak dijadikan sebagai permasalahan utama ekonomi (Ismail :2009).
Dengan demikian pandangan ekonomi kapitalis yang menempatkan problem kebutuhan manusia yang tidak tidak terbatas sangatlah tidak tepat, karena pada dasarnya keinginanlah yang tidak terbatas bukan kebutuhan manusia.
Selanjutnya yang menjadi permasalahan utama dari ekonomi kapitalis terkait Kelangkaan atau scarcity, maka mereka menjadikan Produksi sebesar-besarnya sebagai jawaban atas permasalah tersebut. Ini pun tidak tepat sebab dari awal pemetaan masalahnya sendiri sudah keliru, maka pasti jawaban yang di berikannyapun akan keliru. Mengapa? pada dasarnya saat ini jika kita melihat fakta yang ada justru permasalah utama itu bukan pada kelangkaan melainkan pada distribusi kekayaan yang ada pada masyarakat tidak merata. Hal inilah yang terjadi saat ini, di Indonesia misalnya betapa ironi sampai saat ini Indonesia masih tergolong kedalam negara yang berada dibawah garis kemiskinan. Lalu yang menjadi pertanyaaan bagi kita adalah, apakah kekayaan alam Indonesia itu langka atau sedikit sehingga Indonesia menjadi negara miskin? jawaban sudah pasti tidak, semua orang mengatahui bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat kaya sumber daya alam baik migas maupun non migas. Namun dikarenakan Disribusi kekayaan yang tidak merata hal ini mengakibatkan kekayaan hanya bertumpu dan beredar pada segelintir orang. maka tak heran berdasarkan kriteria bank dunia yang menyebutkan sebesar 108,78 juta atau 49% penduduk Indonesia miskin, karena hidup kurang dari 2 Dollar perhari atau sekitar Rp.19.000. Versi lain menyebutkan selama tahun 2009-2010 Bertambahnya penduduk miskin 12,4 juta menjadi 43,4 juta dari total penduduk sebesar 234 juta pada tahun 2010 (Pikiran Rakyat, 13/12/2010).
Adapun ditingkat international, Data Statistik yang dikeluarkan oleh PBB ada 6 Milyar manusia yang mendiami bumi: 4,3 milyar orang tinggal di negara berkembang. Dari jumlah tersebut sekitar 3 Milyar manusia hidup di bawah garis kemiskinan (yaitu berpendapatan kurang dari 2 dollar perhari). Sedangkan 1,2 Milyar diantaranya hidup dengan pendapatan kurang dari 1 dollar AS perhari.
Sebaliknya, dari Data Statistic telihat bahwa negara negara industry menguasai 97% dari kekayaan dunia, sedangkan kekayaan perusahaan-perusahaan Multinasional menguasai 90% kekayaan teknologi, produksi dan penjualan. Selain itu 80% keuntungan yang diperoleh dari investasi asing dari negara-negara berkembang ternyata mengalir ke 20 negara kaya. Pada saat yang sama kekayaan 3 orang terkaya di dunia sama dengan total produksi nasional 48 negara termiskin; dan kekayaan 200 orang terkaya di dunia bahkan lebih besar jumlahnya dari pada kekayaan 48% penduduk dunia. Penelitian juga menunjukan bahwa apabila 200 orang terkaya ini menyumbangkan satu persen saja dari total kekyaannya, maka dana tersebut dapat digunakan untuk membiayai program pendidikan dasar bagi semua anak yang ada di negara-negara berkembang. Lebih dari itu, 35.000 anak di berbagai negara berkembang kehilangan nyawa setiap harinya akibat kelaparan dan penyakit, dan 1/5 penduduk negara-negara berkembang hidup dalam kelaparan(anonim:2009).
Bantuan yang diberikan melalui PBB kepada negara-negara berkembang ini ternyata lebih kecil dari pengeluaran 9 negara maju untuk membeli makanan anjing dan kucing selama 6 hari. Bahkan data statistik PBB yang terbaru memperlihatkan bahwa lebih dari 100 juta anak-anak tidur di jalanan di negara-negara berkembang.
Pandangan Ekonomi Islam
Jika melihat fakta diatas sejatinya kita dapat menyimpulkan bahwa terjadi permasalahan tersebut bukanlah diakibatkan karena faktor kelangkaan barang dan jasa melainkan faktor kesenjangan ekonomi, yaitu tidak meratanya distribusi kekayaan yang ada dimasyarakat. Oleh karena itu, ekonomi Islam memandang bahwa permasalahan utama ekonomi saat ini bukanlah didasarkan atas kelangkaan barang dan jasa kemudian menjadikan Produksi yang sebesar-besarnya sebagai solusi untuk menutupi kelangkaan tersebut. Permasalahan utamanya justru terletak pada kekayaan yang Allah ciptakan di dunia ini tidar beredar di kalangan masyarakat. Dengan kata lain bahwa ekonomi islam memandang permasalah utama ekonomi saat ini yaitu terletak pada distibusi kekayaan yang tidak merata.
Islam telah mewajibkan sirkulasi kekayaan terjadi pada semua anggota masyarakat dan mencegah terjadinya sirkulasi kekayaan hanya pada segelintir orang. Allah SWT berfirman :
Artinya:
…..Supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang yang kaya saja diantara kalian (QS. al-Hasyr[59]:7)
(Oleh Julian, BKLDK)
(Direktur Pembinaan dan Pengkaderan Pusat Kajian dan Pengembangan Ekonomi Islam FPEB Universitas Pendidikan Indonesia dan Aktivis BKLDK Bandung Raya)
Cat: untuk nilai dan harga untuk edisi selanjutnya.
Daftar Pustaka:
1.an Nabhani.2009. Sistem Ekonomi Alternati. Al Azhar Press. Bogor
2.anonym.2009. Menyongsosng Sistem Ekonomi Anti Krisis. Pustaka Tharikul Izzah. Jakarta.
3.Disman.Modul Sejarah Teori-Teori ekonomi. Bandung
4.Matla, Husen. 2005. Antara Ekonomi Budak dan Ekonomi Orang Merdeka.Big bang. Semarang.
5.Yusanto, Ismail.2009. Pengantar Sistem Islam. Al Azhar Press. Bogor
http://dakwahkampus.com
Filed under: Makalah Semester-7



