Senin, 26 September 2011
Salam Persahabatan…
Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?
Masih ingat dalam pikiran Mas Say Laros tentang diskusiku dengan teman-temanku yang beragama kristen beberapa bulan yang lalu ketika aku mudik ke kampung halaman.Sebagai orang desa yang tinggal dilingkungan multikultural menyebabkan seringnya Mas Say Laros berinteraksi dengan berbagai macam orang berbeda agama tetapi alhamdulilah dengan seringnya berkumpul dengan teman-teman berbeda agama ini menyebabkan tambahan wawasan bagi mas say pribadi.
Salah satu topik yang sangat menarik untuk didiskusikan bersama antara mas say laros dengan teman-teman non muslim beberapa waktu yang lalu adalah terkait dengan masalah apakah benar muhammad adalah seorang yang buta huruf?Karena mereka melogikakan bahwa tidaklah mungkin jika seorang nabi buta huruf padahal ayat yang pertama turun dalam al-quran adalah perintah untuk membaca,jadi bagaimana mungkin seorang pimpinan menyuruh banyak membaca sedangkan dia sendiri tidak bisa memberikan contoh karena memang dia tidak bisa membaca.
RASUL MUHAMMAD TIDAK BUTA TULIS
Tentu kita semua tahu jika Kaum muslim mempercayai bahwa Quran 100% adalah perkataan Allah, tanpa terkontaminasi oleh perkataan manusia. Dengan Rasul Muhammad sebagai nabi yang ummi, maka dengan sendirinya tidaklah mungkin seorang Rasul Muhammad mengarang, atau mendapatkan pengetahuan ilahi selain dari Allah sendiri. Muhammad tidak mungkin membaca dari kitab2 terdahulu seperti Talmud, Taurat, Injil serta Kitab2 yang lain, dan menceritakannya kembali dalam Quran. Seperti yang dimaksud pada ayat dibawah ini;
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur’an) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andai kata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu). (QS 29:48)
Ayat2 Quran yang lain juga menyebutkan bahwa Muhammad adalah seorang yang (umi), yang tidak bisa baca dan tulis.
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (QS 7:157)
‘’….maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS 7:158)
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,….(QS 62:2)
Sedangkan dasar lain yang menjadi kepercayaan bahwa Rasul Muhammad buta huruf juga berasal dari hadis dimana Aisha, isteri tersayang Muhamamd mengatakan:
“… Malaikat datang padanya dan memintanya untuk membaca. Nabi menjawab “Saya tidak tahu bagaimana membaca”. Nabi menambahkan, “Malaikat memegang saya dan menekan saya begitu keras sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan saya dan sekali lagi meminta saya untuk membaca Ikrar dan saya jawab, “Saya tidak tahu bagaimana membaca ………” (Sahih Bukhari 1:3)
Quran juga menyebut kaum buta huruf dengan sebutan Ahlul Kitab. Quran membuat perbandingan ini :
‘Katakan kepada kaum Ahlul Kitab dan mereka yang tidak terpelajar : apakah kalian menyerahkan diri ?’ (QS 3:20)
Ayat ini menunjukkan keinginan para ‘buta huruf’ untuk mempelajari kitab suci.
‘Mereka diantara orang buta huruf yang tidak mengenal kitab suci, tetapi hanya cerita2 khayalan.’ (QS 2:7)
Kaum Ahlul Kitab sendiri tahu benar akan perbedaan antara mereka dan para’buta huruf.’
‘Tidak ada suruhan bagi kami untuk mencari jalan bagi para buta huruf.’(QS 3:75)
Setelah kita mengetahui sedikit dasar tentang kebenaran bahwa rasullulah ummi maka akan menambah keyakinan kita jika Al-quran merupakan wahyu allah yang benar-benar diturunkan kepada Rasul muhammad.Karena hal ini logis bagaimana mungkin orang yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis bisa membuat mu’jizat sehebat al-quran jika bukan wahyu dari tuhan.
Lantas apakah rasullulah muhammad SAW tetap tidak bisa membaca dan menulis sampai akhir hayatnya?
Inilah yang menjadi pertanyaan sebagaian dari umat muslim tentang keyakinan yang sudah dipegang selama ini.Tentu kita sudah tahu jika dahulu rasullulah muhammad sebagai seorang pimpinan terbesar dalam islam tentunya dalam menjalankan amanat sering bersentuhan dengan para pimpinan negara lain baik dengan menggunakan surat maupun untuk membuat perjanjian-perjanjian yang tertulis.Oleh karena itu melalui blog ini mas say laros akan memberikan sedikit dasar yang membuktikan bahwa rasullulah ternyata tidak buta huruf sampai akhir hayatnya,hal ini bukan berarti akan melemahkan kebenaran beliau sebagai seorang utusan tetapi malah mengajarkan hal positif kepada kita untuk selalu belajar agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Dalil Yang Mengatakan Bahwa Rasullulah Tidak Buta Huruf Selamanya…
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (QS 96:4 versi DEPAG RI)
He Who taught (the use of) the pen (QS 96:4 versi YUSUF ALI)
Yang mengajar (manusia) dengan penggunaan pena. (QS 96:4 versi FMI)
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis. (QS 68:1 versi DEPAG RI)
Nun, by the Pen and the (Record) which (men) write. (QS 68:1 versi YUSUF ALI)
Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis. . (QS 68:1 versi FMI)
Salah satu hadis menceritakan Muhammad yang sedang membuat perjanjian dengan kaum kafir, namun terdapat beberapa point yang tidak disetujui Muhammad;
“Rasulullah mengatakan kepada Ali: “Hapus kata2 itu!” Ia, (Ali) mengatakan: “Saya tidak akan menghapuskannya.” Akhirnya Rasulullah menghapuskannya dengan tangannya sendiri……….” (Sahih Muslim 4401),
Jika Muhamad tidak dapat membaca bagaimana ia tahu kata2 mana yang harus dihapuskan ?
“Diriwayahkan Amir ibn Shahr: …….Rasulullah MENULIS dokumen bagi Dhu Marran……” (Sunan Abu-Dawud Book 19, Number 3021)
Yazid ibn Abdullah, yan, meriwayahkan, “Kami berada di Mirbad. Datanglah seorang dengan rambut terurai dan memegang selembar kulit merah ditangannya. …Kami kemudian bertanya: Siapa menuliskan dokumen ini untuk mu ? Ia menjawab: Rasulullah.” (Sunan Abu-Dawud Book 19, Number 2993)
Ibn “Abbas mengatakan , “Pada saat penyakit Rasul semakin parah, ia mengatakan, “Bawakan saya kertas (tulis) dan saya akan MENULIS pernyataan sehingga kau tidak akan lengah.” (Sahih Bukhari 3:114)
Dikisahkan oleh Anas bin Malik: Ketika Nabi menulis suatu surat atau mempunyai ide dalam penulisan sebuah surat. Nabi diberitahu bahwa mereka ( para penguasa) tidak akan membaca surat tersebut kecuali surat tersebut disegel…. ( Sahih Bukhari 3:65)
Dikisahkan oleh Abdullah bin Abbas: Rasulullah menulis ke Kaisar dan mengundang dia untuk menerima Islam dan rasul mengirim suratnya beserta Dihya Al-Kalbi yang diperintah untuk membawa surat tersebut kepada Gubernur Busra agar disampaikan ke Kaisar. ( Sahih Bukhari 52:191)
Dikisahkan oleh Abdullah ibn Abbas: Nabi menulis sebuah surat ke Heraclius: ” Dari Muhammad, Rasul Allah, kepada Hiraql (Heraclius), Pemimpin Byzantine…. (Abu Dawud 41: 5117)
Anas melaporkan: “Kapan rasulullah berniat untuk menulis surat kepada para raja Ajam (non arab), mengundang mereka untuk masuk ke Islam, orang-orang berkata bahwa mereka tidak menerima surat jika tanpa suatu segel ( perangko) diatas surat tersebut.. ( Hadis Sunan Pada Tirmidzi 4:85)
Anas melaporkan bahwa: Rasulullah berniat untuk menulis surat kepada Kisra, Qaysur ( Ceasar) dan Najashi, mengundang mereka untuk menerima Islam. Orang-Orang berkata: ‘( O Rasulullah) orang-orang itu tidak menerima surat tanpa suatu perangko diatas surat itu’ ( Hadis Sunan Pada Tirmidzi 6 : 87)
Diceriterakan berdasarkan otoritas Anas bahwa rasulullah menulis ke Chosroes ( Raja Persia), Kaisar ( Kaisar Roma), Negus ( Raja Abyssinia) dan semua raja2 kafir untuk mengundang mereka kepada Allah… ( Sahih Muslim 4382)
Diceriterakan oleh Anas: Ketika Nabi berniat untuk menulis suatu surat kepada penguasa Byzantine, ia diberitahu bahwa orang-orang itu tidak membaca surat apapun kecuali jika surat tersebut dicap dengan suatu segel… (Sahih Bukhari, 52:189)
“Ketika penyakit nabi bertambah parah ia berkata, ‘ Beri aku pena dan kertas, saya akan menulis sebuah dokumen untukmu sehingga kau tidak akan tersesat. ( Tabari V 9, p174)
TERBUKTI SUDAH BAHWA TERNYATA RASULLULAH MUHAMMAD SAW BUKANLAH SEORANG YANG BUTA HURUF SAMPAI AKHIR HAYATNYA.
Mudah-mudahan dengan sedikit coretan diatas dapat menambah wawasan dan keimanan kita kepada Allah SWT untuk selalu ta’at dan patuh akan perintah-NYA dan rasul-NYA agar supaya kita semua bisa mendapatkan surga-NYA.Amien…
Mudah-mudahan hari ini lebih baik dari pada hari kemarin…
Filed under: ARTIKEL-KU



