Obrolan Politik Kaum Petani

Jumat, 02 September 2011

Salam Persahabatan…

Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?

Politik,mungkin selama ini dipandang sebelah mata oleh sebagaian orang karena memang topik ini biasanya hanya dibicarakan oleh orang-orang tertentu baik kalangan akademis maupun kalangan politisi.Seiring berjalannya waktu sekarang topik politik sudah merambah kalangan masyarakat bawah seperti pedagang kecil,buruh maupun para petani yang ada di desa.

Fenomena ini terlihat ketika aku silaturahim pada saat lebaran idul fitri 1432 Hijriah kali ini,bertepatan dengan hari jumat ini setelah melaksanakan sholat jumat mas say laros bertemu dengan tetangga-tetangga sekitar rumah dan berbincang-bincang sedikit terkait dengan fenomena kehidupan yang ada dimasyarakat bawah.Ini adalah sebuah pertemuan yang menarik karena memang dengan moment ini kita bisa tahu akan kondisi masyarakat bawah yang sebenarnya.Tentu kita tahu jika Akhir-akhir ini hampir seluruh petani mengalami gagal panen terutama pada tanaman padi,Masalah ini muncul karena banyaknya hama wereng yang menyerang padi para petani maka tak heran jika menyebabkan gagal panen untuk tahun ini.

Pada perbincangan yang aku lakukan dengan para petani didesa sumbermulyo pesanggaran banyuwangi kali ini,kebanyakan mereka mengeluh akibat mahalnya harga pupuk dan obat-obatan ketika masa tanam tetapi ketika panen raya tiba harga produk pertanian menurun drastis jadi tak heran jika banyak petani yang mengalami kerugian dari peristiwa ini.Memang,sektor pertanian sangat menyumbang kemakmuran bagi negara bagaimana tidak?Seluruh makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat berasal dari sektor pertanian.Namun masalahnya kini pemerintah kurang tanggap terhadap mereka,janji-janji politik yang pertama kali dilakukan ketika kampanye-pun tidak berdampak apa-apa terhadap para petani.

Fenomena mahalnya pupuk dan kelangkaan pupuk ketika masa tanam ini mungkin dikarenakan spekulasi para pedagang sehingga tindakan ini menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani.Dimana peran pemerintah mengatasi hal ini?Sungguh diluar dugaan dari sini sangat kelihatan jika pemerintah tidak peduli dengan rakyat kecil.Di banyuwangi khususnya ilmu bercocok tanam kebanyakan berasal dari turun-temurun karena memang dari dinas pertanian setempat tidak ada penyuluhan dan mengajari bagaimana cara bercocok tanam yang benar,Aku juga sempat heran terus dimana fungsi dinas pertanian yang ada jika hanya duduk,diam dan mendapatkan gaji tanpa memberikan dampak positif bagi masyarakat?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.