Sejarah Banyuwangi : Sebuah Kutukan Sang Begawan Kudawaning Pati

Di kisahkan sebuah ganda sawung alit yang tinggal didalam gutan angker bernama alas purwo ( hutan purwo ) yang menjelma menjadi seseorang pertapa sakti bernama Begawan kundawaning pati dan memiliki santri / murid seekor harimau dan untuk di ubah menjadi manusia sakti bernama londya singa barong, yang ditugaskan untuk membasmi para raksasa penguasa alas kemirian, yang menyengsarakan serta mengganggu penduduk sekitar, dengan kesaktian londaya singa barong akhirnya para raksasa dapat terkalahkan dan dibinasahkan.

Di tepi alas kemirian tinggallah Pak Mantri yang memiliki dua orang istri yang bernama Siti Sumaari dan Siti Ambari. Di saat Pak Mantri tugas / pergi keluar rumah maka kedua istrinya yang cantik jelita dititipkan pada dua abdi pak mantra yang bernama kebon dan jongos, untuk menghibur diri selama ditinggal pak mantra dan mengusir kejemuhan mereka bermain adu ayam, dan saat yang bersamaan lodaya singa barong dating dan melihat kebon dan jongos adu ayam dan pada saat itu ada siti sumbari istri pak mantra dil luar  melihat abdi suaminya adu ayam. Melihat kecantikan siti ambari, lodaya singo barong jatuh hati dan dengan menggunakan segala tipu daya dia mengatakan bahwa dia teman pak mantri yang diutus untuk membawa siti ambari, dengan kesaktian sihir lodaya singo barong mereka tertipu sehingga dengan mudah membawa pergi siti ambari. Tidak lama kemudian pak mantri kembali pulang dan terkejutlah kedua abdi pak mantri melihat kedatangannya karena mereka baru menyadari kalau siti ambari tidak bersama pak mantri. Tanpa menunggu lama mereka mengatakan kepada pak  mantri kali siti ambari diculik oleh lodaya singo barong dan mereka segera mencarinya.

Ditempat yang lain londaya singo barong sedang beristirahat karena sihirnya yang ampuh sampai siti ambari sangat mencintainya. Pak mantri beserta rombongannya akhirnya menemukan mereka dan pak mantri sangat marah, lodaya singo barong dihukum dan diikat kuat serta digulingkan keliling kampong dan di hutan di depan penduduk desa tepian alas kemiri, karena masih terpengaruh sihir londaya singo barong, siti ambari menangis dan merasa iba melihat londaya singo barong disiksa sedemikian pedihnya. Melihat istri tercintanya menangisi lodaya singo barong, maka Pak Mantri mengeluarkan kata – kata sesumbarnya, karena dia yakin pada  kekuatanyya tadi yang melilit londaya singo barong, dengan suara lantang Pakl Mantri berucap, “ Apabila Londaya Singo Barong bisa melepaskan diri dari kekuatanku maka aku akan menyerahkan Siti Ambari kepada Londaya Singo Barong” tidak beberapa lama dengan kekuatan ghoibnya londaya singo barong berhasil melepaskan diri dari ikatanyya. Sesuai dengan janjinya Pak Mantri akhirnya Londaya Singo Barong pergi meninggalkan desa tepian alam kemiri dengan mengajak serta Siti Ambari.

Mendengar kelakuan londaya singo barong, gruda sanawong alit sangat murka dan menyesali kelakuan murid satu – satunya dan meminta kepada londaya singo barong untuk mengembalikan siti ambari kepada Pak Mantri, akan tetapi londaya singo barong malah menangtang dan menantang garuda samung alit untuk bertarung, londaya singo barong akhirnya kalah dalam pertarungan dan merubah dirinya kebentuk semula sebagai macan dan garuda sawung alit kembali menjadi Begawan atau pertapa sakti yang adalah guru londaya singo barong.

Cerita diaatas sering dijadikan lakon pada saat pertunjukan barong kemiren. Dan itu merupakan khas kesenian Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.

ABI SUKMA WAHYU G

SMP 1 BANYUWANGI

2 Tanggapan

  1. sya ingin tau lbih dlm sjrah banyuwangi.trimkh info nya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.