Menguak Rahasia Di Balik ‘’Jamus Kalimosodo’’

Jumat, 05 Agustus 2011

Salam Persahabatan…

Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?

Sebagaian dari kita mungkin tidak asing khususnya masyarakat jawa dengan istilah jamus/jimat kalimosodo,hal ini memang istilah ini sering dipakai dalam cerita pewayangan di jawa.Tetapi dalam menginterprestasikan istilah jamus kalimosodo ini masing-masing orang mempunyai pendapat masing-masing namun secara garis besar ada Tiga pendapat dominan yang biasa mereka pakai yaitu :

1. Ada yang menginterpretasikan 2 kalimah syahadah

2. Ada yang menginterpretasikan lahirnya pancasila

3. Ada yang menginterpretasikan tokoh pewayangan pandawa lima

Jadi,apakah semua nya salah? tentu tidak…karena cara pandang setiap orang tidaklah sama.dan masing-masing orang mempunyai cara dan ciri khas dalam melakukan pemaknaan sebuah istilah sesuai dengan yang mereka pahami.Tetapi hal yang terpenting dari semua itu adalah jangan sampai kehilangan isi atau makna dari jamus kalimosodo tersebut.

Istilah jamus kalimosodo terdapat dalam kisah pewayangan baratayudha, suatu jamus/surat yang ada tulisannnya tentang pengertian/kawruh. “barang siapa mendapat kawruh ini ia akan menjadi raja/mempunyai kekuasaan yang besar. kitab ini dimiliki oleh prabu yudistira(samiaji) yang selalu menang dalam peperangan dan akhirnya masuk surga tanpa kematian…memiliki dalam hal ini adalah bukan saling berebut tetapi saling berebut memiliki makna.

Arti Kalimasada terdiri dari beberapa bagian: Ka= huruf/pengejaan Ka, Lima=angka 5, Sada= lidi/tulang rusuk daun kelapa yang diartikan Selalu, Jadi kelima ini haruslah utuh(selalu 5), Kelima unsur kalimasada teridiri dari:

1. KaDonyan(Keduniawian).

Ojo ngoyo dateng dunyo yang arti singkatnya adalah jangan mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi, kebutuhan duniawi kita kejar tapi jangan diutamakan.

2. Ka Hewanan ( sifat binatang).

Ojo tumindak kaya dene hewan yang arti singkatnya janganlah bertingkah laku bagaikan binatang, cotoh:asusila. amoral, tidak beretika dll.

3. KaRobanan.

Ojo ngumbar hawa nafsu yang arti singkatnya jangan memelihra hawa nafsu…nafsu itu harus dikendalikan.

4. Kasetanan.

Ojo tumindak sing duduk samestine yang arti singkatnya jangan bertindak yang tidak semestinya alias gengsi, sombong( ingin seperti Gusti), menyesatkan, berbuat licik dll.

5. KaTuhanan.

Artinya sebagai sifat Katuhanan kita selalu mengayomi dan mengasihi kepada sesama makhluk tuhan.

Gantharwa adalah salah satunya yang diberikan “pusaka” mewarisi warisan dari leluhur Jawa. Pengertian Asli dari jamus kalimosodo diatas adalah isi murni dari pengertian sebenarnya..setiap orang boleh membungkusnya dengan bungkus apapun tetapi jangan sampai kehilangan makna aslinya, karena pengertian diatas adalah pengertian sebenarnya dari jamus kalimusodo.(AAK)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.