Jumat,05 Agustus 2011
Salam Persahabatan…
Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?
Keblat papat limo pancer mungkin bagi sebagaian orang merupakan sebuah istilah yang sangat asing,tetapi bagi orang jawa khususnya pengikut kejawen istilah ini sangat akrap di telinga mereka karena memang falsafah ini sangat ditekankan kepada para pengikutnya.Nach,sebagai orang yang pernah belajar sedikit tentang ilmu sejatine kejawen Mas Say Laros akan sedikit sharing tentang makna filosofis ‘’Keblat papat limo pancer’’ dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Ajaran jawa adalah ajaran adiluhung yang perlu digali dan kita renungkan makna-makna yang terkandung di dalamnya.Oleh karena itu salah satu usaha kita sebagai orang yang melestarikan budaya jawa perlu banyak belajar kepada para sesepuh kita yang memang telah benar-benar mumpuni baik dari segi ilmu sejati maupun ilmu rasa.
Menurut orang kejawen bahwa pusatnya keblat papat kalimo pancer itu ada di PANCER (yaitu lubuk hati yang paling dalam) sedangkan istilah PAPAT-nya ada pada unsur-unsur ilahi yang kita sendiri berhak untuk mendapatkannya.Hal ini dikarenakan dengan menggunakan PAPAT (empat unsur) itu kita bisa selalu ingat kepada allah tuhan kang mengerani jagad.Apakah ke empat unsur itu?
Papat yang pertama,adalah nur-nya Allah (Nurullah=Cahaya dari Allah) bias dari asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah, tanda dari PANCER-nya yaitu dalam segala sesuatu/ gerak gerik selalu BERSERAH DIRI kepada Allah dan pengakuan kita sebagai mahluknya merasa tiada daya secara ruhani dan tiada kekuatan secara jasmani kecuali hanya Allah yang memberikan gerah hidup dan kehidupan, dan berupaya untuk selalu meng-ibadahkan segala sesuatu untuk BERIBADAH kepada Allah memohon Ridho Allah, Rahmat Allah.
Papat yang kedua,adalah NUR MUHAMMAD (cahaya syafa’at yang Allah cipta untuk Hambanya (Rasulullah) yang Allah mulyakan. setelah kita berserah diri kepada Allah lewat PANCER (lubuk hati yang paling dalam) ada sebuah kelembutan sebagai sebuah rahmat yang Allah berikan kepada mahluknya agar kita tunduk dan lemah lembut kepada Allah, selalu merasa sayang kepada apapun dan siapapun sebagaimana Rasulullah mempunyai perangai yang lembut dan berahlak mulia bagi semua mahluk.
Papat yang ketiga,yaitu MALAIKAT sebagai kendaraan untuk membawa NURULLAH dan NUR MUHAMMAD tadi kedalam diri kita pada waktu kita berserah diri kepada Allah dan mengibadahkan segala sesuatu hanya untuk Allah dan fungsi malaikat ini untuk membantu memintakan permohonan ampun mendoakan kepada kita sebagai mahluk yang lemah, banyak berbuat dosa (karena manusia tempat salah dan lupa) dan nominal mereka tidak sedikit mendukung kita dalam beribadah kepada Allah.
Papat yang ke empat adalah KAROMAH yaitu berisi doa-doa dari para orang sholeh terdahulu (doa dari para Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan para Auliya serta Sholihin yang telah mendahului kita) yang oleh allah diberikan kesempatan untuk membantu mendoakan segala hajat hidup kita dalam mengarungi kehidupan didunia sebagai bekal ibadah nanti kita setelah meninggal (akhirat).
Sahabat MAS SAY LAROS yang terhormat,dari sedikit pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa ternyata makna filosofis ‘’kiblat papat kalimo pancer’’ tidak sesederhana dengan apa yang kita bayangkan selama ini.Tetapi makna yang terkandung dari falsafah ini sangat luas bisa elastis tergantung siapa dan kondisi apa seseorang itu menggunakannya.(AAK)
Filed under: ARTIKEL-KU, BUDAYA



