Rabu,03 Agustus 2011
Salam Persahabatan…
Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros?
Permasalahan yang tidak berujung,mungkin ini adalah sebuah ungkapan yang tepat untuk di alamatkan pada kasus penambangan emas liar di wilayah 56 Kecamatan pesanggaran Kabupaten banyuwangi.Sebagai salah satu warga pesanggaran saya merasa prihatin melihat kasus yang menimpa saudara-saudaraku disana.
Dari hari kehari permasalahan bukannya semakin beres dan menemui titik temu,namun malah sebaliknya tambah parah bahkan akhir-akhir ini sering terjadi bentrok antara aparat dan masyarakat sekitar.Hari jumat (29/07) kemarin malah terjadi insiden penembakan dua orang penambang yang dilakukan oleh brimob polda jatim.Dua orang penambang tersebut adalah hermawan asal depok jawa barat dan suroto warga pesanggaran banyuwangi.Akibat insiden ini hermawan mengalami luka di lengan tangan kanan sedangkan suroto terluka di bagian pantatnya.
Sebenarnya tuntutan masyarakat pesanggaran yang minta jatah lahan untuk penambangan ini sebenarnya sangat logis,Khususnya masyarakat daerah petak 56.Karena memang merekalah sebenarnya yang terkena dampak langsung dari penambangan emas ini,bagaimana tidak?Jika sebelum terjadi penambangan kayak sekarang sebagaian masyarakat menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian bertani di lereng gunung tumpang pitu dan beberapa mencari bambu uluh dari hutan untuk di jual kembali.Tetapi,keadaannya sekarang sudah beda ketika terjadi penambangan emas,masyarakat kehilangan mata pencaharian dan bahkan jalan-jalan desa yang dahulu telah diperbaiki masyarakat pesanggaran harus rusak parah karena dilewati banyak orang tanpa merasa bersalah.
Disamping itu akhir-akhir ini berita yang sampai kepada penulis bahwa kemarin masyarakat sempat marah-marah kepada sasongko selaku mantan kepala desa pesanggaran.Hal ini dikarenakan sebelum terjadinya insiden penembakan ini masyarakat pesanggaran dilarang sasongko untuk menambang emas karena menurutnya permasalahan ini agar bisa cepat selesai pada saat mediasi besok.Sebagai mantan kepala desa maka tidaklah heran jika masyarakat sekitar percaya pada omongannya dan tidak melakukan penambangan.
Tetapi keesokan harinya ada kabar ternyata sasongko di tangkap aparat bersama Briptu HNT dan beberapa masyarakat sekitar ketika melakukan penambangan liar.Dari kejadian itu maka hujatan dan umpatan mulai mengalir dari masyarakat kepada mantan kepala desa ini.Hal ini sangat logis karena seorang pimpinan yang dipercaya adalah omongannya,ternyata dibalik pelarangan masyarakat melakukan penambangan malah ia dan kawan-kawannya yang melakukan penambangan sendiri,oleh karena itu dari kasus ini maka tidak heran jika masyarakat geram dengan dia.
Kalau saya analisis dari penambangan emas yang terjadi di desa pesanggaran banyuwangi ini mempunyai banyak dampak baik positif maupun negatif tetapi secara garis besar banyak dampak negatifnya mungkin karena orang sudah gelap mata sehingga banyak dari masyarakat sekitar yang melakukan penambangan sudah tidak melakukan ibadah lagi seperti jumatan,yasinan dan ibadah-ibadah lainnya mereka sudah terlena dengan manisnya dunia yang sementara ini dengan meninggalkan perintahNYA…Audzubillah..
Di tulis di kamar C2 Pesantren Mahasiswa Darul Hijrah Merjosari Malang
Rabu, 03 Agustus 2011 Pukul 04:58 WIB
Filed under: ARTIKEL-KU




q teko maneh
Oke kang monggo-monggo