Dolly,Melestarikan Peradaban Bangsa

Bagaimana Kabarnya Sahabat Mas Say Laros ?

Di Bumi Nusantara ini,yang terkenal dengan wilayahnya yang luas,Sumber daya alamnya yang melimpah dan keanekaragaam budaya yang sangat menakjubkan pemerintah memberikan tempat yang layak bagi para pelaku prostitusi.

Hal ini tidaklah heran coba kita lihat bahwa Sebutan mereka diangkat menjadi seorang “pekerja” tidak lagi sebagai seorang “tuna susila” yang lebih berkonotasi negatif.bahkan Tempat mangkal mereka disediakan untuk menghimpun para pekerja ini sehingga aktivitasnya tidak keleleran dan antar manusianya bisa saling menguatkan.

Bahkan,Mereka didukung dengan berbagai fasilitas dari semua pihak baik dari masyarakat kelas bawah maupun para penguasa. Ketika kita melihat lokasinya “Alangkah indahnya tempat ini ”ujar para penikmatnya. Maka ketika mereka telah melihat surga dunia ini mereka pun merekomendasikan kepada rekan-rekannya dengan beragam cara,”Ayo ke Dolly untuk melestarikan peradaban bangsa ”…What?Melestarikan Peradaban Bangsa?

Suasana malam mulai mencekam dengan sederet wanita dipajang di kotak-kotak kaca. Wajah mereka sumringah melihat para pemancing mulai memberikan umpannya. Mereka bersandar di sofa-sofa empuk berwarna merah terang. Pakaian yang mereka pakai benar-benar membuat mata dan hati panas tak kuasa ingin mendekat bagi para penikmat.

Tempat ini ibarat toko serba ada. Toko yang menjual obat pencuci hati berwujud ceramah-ceramah di masjid sebagai wadah penampung manusia yang mungkin masih berkeinginan mengingat Tuhan. Menjual makanan-makanan untuk memenuhi kebutuhan logistik para penghuninya. Obat-obat berbahan alami seperti jamu hingga yang sintesis dan alat kontrasepsi disediakan agar mereka lebih nyaman bekerja. Barang unggulannya, tentulah wanita-wanita bertubuh sexy itu!

Ketika kita Melihat keberagaman yang bersatu ini,Pasti setiap mata yang memandang akan ingat semboyan Negara kita, Bhineka Tunggal Ika, berbeda namun tetap satu jua. Pemerintah enggan menutup karena (mungkin) meyakini Dolly adalah bukti keberagaman budaya yang harus dilestarikan di negeri kita. Tak hanya manusia lokal yang meyakini kehebatan cagar budaya ini, bule-bule pun menyukainya. Katanya, “perempuan-perempuan Indonesia enak diajak kawin, mereka punurut, mau diapakan saja! Harganya murah pula!”

Mungkin,Pemerintah tidak tega melihat rakyat berkeliaran di pinggir jalan untuk menjajakan diri sehingga direstuilah tempat ini. Pemerintah melebarkan payung untuk menaungi mereka dengan ijin legal. Mungkin, pemerintah juga turut berbagia karena mereka juga penikmat fasilitas di tempat ini sehingga sepuluh tahun rencana penutupan tak kunjung berbuah hasil.

Atau Mungkin juga pemerintah sedang sakit mata sehingga melihat penjualan diri ini sebagai pendukung sila kedua dalam Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Atau, mereka ingin memberikan gambaran bahwa inilah aplikasi sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Aku semakin yakin saja kalau nilai-nilai Pancasila telah diperkosa di negeri kita..

Oleh karena itu dengan adanya pemusatan kegiatan prostitusi seperti disini,Mungkin pemerintah beharap agar supaya antar manusianya akan saling menguatkan, seolah pekerjaan yang mereka lakukan tidak berdampak buruk bagi diri, manusia lain, dan bangsa ini. Jadilah para pekerja merasa aman-aman saja dan tak berniat sedikitpun untuk mengganti lakonnya. Pihak-pihak yang berkepentingan tak sedikitpun getir untuk mengembangkan usahanya.

Kita sebagai rakyat jelata mungkin tidak bisa membayangkan jika pemerintah tidak benar-benar berniat menutup secara bijak tempat ini, apa yang akan terjadi? Semakin banyaklah manusia yang tertarik karena aku dengar penghasilan mereka sangat menggiurkan dengan pekerjaan yang nyaman hanya memanfaatkan potensi yang ada dalam diri kita.Hemz…Crazy..

Lalu, apa jadinya negeri ini ya? Yang katanya negeri dengan penduduk muslim terbesar, yang katanya menjunjung kalimat kemanusiaan yang adil dan beradab. Mungkin, inilah peradaban bangsa yang ingin dilestarikan oleh pemerintah kita. Inilah keberhasilan tertinggi pemerintah kita dalam mengelola cagar budaya.Atau mungkin ingin membuat negeri ini lebih terkenal dengan peradaban ini?

Mudah-mudahan suatu hari nanti seluruh elemen masyarakat dan penguasa sadar tentang dampak dari prostitusi ini sehingga indonesia bisa menjadi lebih baik dengan mengedepankan nilai-nilai etika dan moral.Amieen…

From Laporan Kunjungan Analisis Sosial 26 Mei 2011

Ditulis di Joglo Perpus UM, 3 Juni 2011 Jam 16.20

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.