Rabu,25 Mei 2011
Wali sembilan atau biasa kita kenal dengan istilah walisongo adalah Ulama’ yang menyebarkan agama islam di tanah jawa.Sebenarnya jumlah wali yang ada di jawa pada saat itu tidak hanya sembilan karena memang Ulama’ ini berdakwah dari satu generasi ke generasi berikutnya.Namun,Walisongo adalah istilah yang paling familiar di telinga masyarakat khususnya indonesia.
Disamping itu walisongo adalah ulama’ yang sukses berdakwah dengan menggunakan metode dakwah dengan budaya dan ternyata berhasil tanpa meneteskan darah dan korban jiwa.
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”(QS. Ali Imron : 110).
Kurang lebih lima ratus tahun yang lalu walisongo berdakwah dan berkeliling kehampir seluruh pulau jawa, maka dalam masa yang relatif singkat, yang hampir penduduknya beragama Hindu dan Budha, maka berubah menjadi kerajaan Islam Demak.
Nach dari sedikit paparan diatas sebenarnya apakah sich metode yang diterapkan oleh walisongo sehingga bisa mengislamkan lebih dari 80% warga indonesia tanpa melalui pertumpahan darah?Ternyata Para Walisoongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini Yaitu antara lain:
1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan
Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan.
2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap
Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yang nampak.
3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki
Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan.
4. Senjoto Kalimosodo
Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. (Kalimosodo : Kalimat Shahadat)
5. Digdoyo Tanpo Aji
Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik dan mentalnya namun mereka seakan-akan orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata.
6. Perang Tanpo tanding
Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.
7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan
Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.
8. Mulyo Tanpo Punggowo
Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi da’I yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan.
9. Sugih Tanpo Bondo
Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia.
Semboyan seperti diatas sudah banyak dilupakan umat islam masa kini. Pesan Walisongo diantaranya pesan Sunan kalijogo diantaranya adalah :
1. Yen kali ilang kedunge
2. Yen pasar ilang kumandange
3. Yen wong wadon ilang wirange
4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi, maksudnya adalah : Apabila sungai sudah kering, pasar hilang gaungnya, wanita hilang rasa malunya, maka cepatlah berkelana dari desa ke desa jangan kembali sebelum empat bulan untuk mendapatkan ilham (ilmu hikmah) dari Allah SWT.
Para Walisongo berdakwah dengan mempunyai sifat-sifat diantaranya :
1. Mempunyai sifat Mahabbah atau kasih sayang
2. Menghindari pujian karena segala pujian hanya milik Allah SWT
3. Selalu risau dan sedih apabila melihat kemaksiatan
4. Semangat berkorban harta dan jiwa
5. Selau memperbaiki diri
6. Mencari ridho Allah SWT
7. Selalu istighfar setelah melakukan kebaikan
8. Sabar menjalani kesulitan
9. Memupukkan semua kejagaan hanya kepada Allah SWT
10. Tidak putus asa dalam menghadapi ketidak berhasilan usaha
11. Istiqomah seperti unta
12. Tawadhu seperti bumi
13. Tegar seperti gunung
14. Pandangan luas dan tinggi menyeluruh seperti langit.
15. berputar terus seperti matahari sehingga memberi kepada semua makhluk tanpa minta bayaran.
Para Walisongo adalah penerus dakwah Nabi Muhammad SAW, sebagai penerus atau penyambung perjuangan, mereka rela meninggalkan keluarga, kampung halaman dan apa-apa yang menjadi bagian dari hidupnya. Para Walisongo rela bersusah payah seperti itu karena menginginkan ridho Allah SWT.
Kawan,Kesaktian atau ilmu kanuragan dan kadigdayaan tidak ada gunanya sama sekali jika digunakan untuk kesombongan. Sesungguhnya sebagai orang muslim seharusnya berprinsip pada bahwa seseorang yang sakti itu karena sikap dan perilaku yang mulia dan baik. Kesaktian bukan diukur dari tingginya ilmu kanuragan ataupun ilmu-ilmu kesaktian sejenis. Orang yang paling sakti adalah orang yang berperilaku mulia terhadap sesama dan pasrah kepada Penciptanya.
Oleh karena itu, sebagai muslim yang luhur, marilah kita berperilaku yang di ajarkan rasullulah dan meniru metode dakwah walisongo dengan berdakwah tanpa membuat pertumpahan darah. Marilah kita pegang prinsip dan falsafah kita baik-baik agar dalam setiap langkah dan setiap tindakan kita mencerminkan prinsip-prinsip mulia seorang muslim sejati,dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun kepada alam sekitarnya – memayu hayuning bawono.
Karena memang tujuan Diturunkannya agama adalah agar manusia mendapat kejayaan didunia dan akherat. Segala kebahagiaan, kejayaan, ketenangan, keamanan, kedamainan dan lain-lainnya akan terwujud apabila manusia taat pada Allah SWT dan mengikuti sunnah baginda Nabi Muhammad SAW secara keseluruhan atau secara seratus persen. Sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa ummat Nabi Muhammad SAW diutus kepermukaan bumi adalah khusus mempunyai tanggung jawab penting. Misi pentingnya adalah untuk mengajak manusia dipermukaan bumi ini ke jalan Allah SWT.
Ditulis di kamar C2 Pesantren Mahasiswa ‘’Darul Hijrah’’ Merjosari Malang Jam 23:35 WIB
PADEPOKAN SETYO MANUNGGAL
MAS SAY LAROS
Filed under: Agama, ARTIKEL-KU, BERITA, BUDAYA



