Selasa,24 Mei 2011
‘Dadi Wong Jowo Kok Ora Njawani’’
Mungkin ucapan itu sering kita dengar dari lontaran temen-temen anda ketika ada seorang suku jawa yang tidak paham dengan bahasa jawa.Sebenarnya fenomena ini bukanlah fenomena yang aneh karena memang saat ini banyak generasi muda yang tidak paham dan tidak PD menggunakan identitas asli mereka.Biasanya mereka lebih terpengaruh dengan budaya kebarat-baratan yang belum tentu sama dengan kepribadian bangsa kita.
Melihat fenomena yang semakin menggurita,maka tidaklah heran jika setiap saat semakin banyak budaya kita di klaim oleh negara lain.Anehnya temen-temen kita marah dan jengkel jika budaya kita di klaim negara lain tetapi mereka sendiri tidak mau menggunakan budaya sendiri malah lebih suka impor produk kebudayaan.
Kita tau penduduk jawa mempunyai banyak tradisi yang kental dengan aura mistisnya. dalam kehidupan orang jawa mempunyai falsafah-falsafah sebagai prinsip hidup mereka, berikut beberapa falsafah orang jawa yang saya ketahui:
1. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha yang artinya Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.
2. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan yang artinya Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.
3. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli yang artinya Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi.
4. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman yang artinya Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja.
5. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman yang artinya Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.
6. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas yang artinya Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi.
7. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo yang artinya Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.
8. Aja Adigang, Adigung, Adiguna yang artinya Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.
9. Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah yang artinya Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah.
10. Sing Prihatin Bakal Memimpin yang artinya Siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin.
11. Sing Resik Uripe Bakal Mulya yang artinya Siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya.
12. Urip Iku Urup yang artinya Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat.
13. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti yang artinya Keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera.
14. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara yang artinya Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.
======================================================
Di ketik di Kamar C2 pesantren mahasiswa ‘’darul hijrah’’ merjosari malang pukul 5:30 WIB
Filed under: ARTIKEL-KU, BUDAYA



