Pesta Sex,Ekspresi Negatif Kelulusan Ujian Nasional (UNAS)

Jum’at,20 Mei 2011

Menurut UUD salah satu Tujuan Pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.Namun sayangnya akhir-akhir ini kita mulai kehilangan Ruh UUD dalam sistem pendidikan kita.Sayapun juga tidak tahu apakah dengan semakin maraknya tindakan amoral dikalangan pelajar ini merupakan salah satu dampak dari sistem pembelajaran yang salah atau memang dari siswanya tersebut yang salah.

Banyak fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan dewasa ini yang membuat orang semakin miris melihatnya.Salah satu contohnya adalah Agenda Wajib Tahunan yaitu Ujian Nasional atau biasa kita kenal dengan istilah UNAS yang sejak pertama kali dilaksankan hingga sekarang masih menemui banyak masalah.

Tentu kita tahu dengan kebiasaan yang terjadi pasca pengumuman Kelulusan UNAS baik di tingkat SD,SMP dan SMA.Semuanya mempunyai kebiasaan sendiri-sendiri kalau di tingkat SD Dan SMP tidak begitu bermasalah tetapai coba bagaimana ekspresi kelulusan generasi bangsa di tingkat SMA,hemz mulai yang positif dengan sujud syukur,menggelar tasyakuran serta ada yang negatif dengan cara konvoi di jalan raya tidak menggunakan HELM,Corat-coret baju bahkan yang lebih mengecewakan lagi adalah budaya PESTA SEX bersama pasangan masing-masing untuk memberikan hadiah birahi seakan-akan menjadi menu wajib generasi muda kita pasca kelulusan UNAS.

Fenomena ini bukan hanya sebuah gosip belaka namun memang fakta dan realita yang terjadi di masyarakat kita.Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin meningkatnya penjualan kondom di rumah sakit pada saat pasca Pengumuman kelulusan Ujian Nasional serta semakin meningkatnya Penyewaan Villa maupun hotel yang memang semuanya itu di dominasi oleh kalangan Anak muda yang usia produktif.Maka tidak heran jika pada saat-saat menjelang kelulusan UAN banyak penyewaan villa/hotel diperketat untuk meminimalisir terjadinya tindakan amoral ini.

Hemz,Sedih dan Prihatin seakan menjadi satu dengan adanya fenomena ini.Namun,sebenarnya apa yang menyebabkan semua ini terjadi?Perlu tanda tanya besar untuk menjawab pertanyaan simple namun penuh makna ini.Apakah Sistem pendidikannya?Siswanya?Atau Mungkin Pelaksanaan UNAS yang perlu di hapus agar siswa tidak trauma dengan UNAS?

Memang kalau kita lihat sangat janggal dengan pelaksanaan UNAS ini yang menentukan kelulusan hanya di tentukan selama tiga sampai empat hari saja.Sehingga tidaklah heran jika UNAS tidak melihat proses tetapi melihat hasil,karena melihat hasil maka segala macam cara dilakukan mulai istiqosah bersama,ziarah ke makam wali,menyembah kaki guru,berdoa,membawa hp dlam kelas serta melakukan berbagai macam kecurangan lainnya,sebenarnya inti dari semua tujuan ini adalah agar lulus UJIAN NASIONAL.

Nach,sekarang coba kita berfikir jika hanya karena UJIAN NASIONAL siswa maupun guru saling berlomba-lomba menghalalkan segala cara agar supaya anak didiknya lulus UAN dan membawa nama baik sekolah.Apa yang terjadi?Bisa di tebak akan muncul generasi-generasi yang tidak bermoral seperti yang banyak terjadi akhir-akhir ini.

Oleh karena itu,ssebagai pribadi dan masyarakat pada umumnya marilah kita bersama-sama mewujudkan cita-cita negara ini untuk menciptakan pendidikan yang bermartabat,smart,jujur dan mempunyai moral yang baik.Karena hanya dengan itulah negara ini bisa menjadi negara yang unggul dengan mempunyai moral yang baik.

Di Tulis di kamar C2 pesantren mahasiswa darul hijrah malang jam 07:05 WIB

3 Tanggapan

  1. krn pergaulan

  2. iya kalo kulo sih niteni nirokke nambahi 3 N aja sipps arek malang kupas tuntas potensi laporan tulisannya ber contoh realita untuk melaksanakannya ?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.