Mengenal Makna ‘’Sejatine Urip’’ Menurut Pendeta Hindu

Rabu,18 Mei 2011
Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah hanyalah islam (innaddina indallahil islam),memang ayat tersebut adalah firman allah yang menyatakan bahwa hanyalah islam satu-satunya jalan untuk keselamatan baik di dunia maupun akhirat.Sebagai seorang muslim tentu saya tidak meragukan lagi dengan firman Tuhan yang telah menciptakan jagad raya ini,Tetapi sebagai hamba tuhan saya akan selalu mencari hakikat kebenaran dari berbagai sumber,bahkan meskipun sumber tersebut selama ini di anggap sesat oleh sebagaian kalangan.Setidaknya hal ini bukan bermaksud merendahkan ajaran islam itu sendiri tetapi setidaknya bisa menciptakan sikap saling menghargai dan menghormati agama orang lain meskipun bukan dalam masalah aqidah.
Disini saya tidak akan mengatakan semua agama sama,namun saya sendiri hanya ingin bercerita pengalamanku satu tahun yang lalu berdiskusi dengan salah seorang pemangku agama Hindu (Pemangku/Pendeta:Tokoh Agama) yang kebetulan beliau adalah salah seorang pendeta hindu yang cukup di segani di kampung saya.
Saya hidup di lingkungan yang pluralis di salah satu wilayah kabupaten banyuwangi,Orang tuaku memang beragama islam namun beliau adalah orang yang menghargai sebuah perbedaan keyakinan.Tidaklah heran jika dengan prinsip keyakin yang beliau pegang membuatku banyak mengenal dan bersentuhan dengan berbagai macam kepercayaan.Bahkan temen-temenku banyak yang beragama hindu,budha,kristen katolik dan protestan dan tentunya banyak juga yang beragama islam,Bahkan kakek-ku sendiri adalah seorang pengikut islam kejawen.
Tetapi,meskipun hidup dalam berbagai latar belakang keyakinan yang ada tidak membuatku merasa risih dengan perbedaan itu,tetapi malah membuatku semakin menghargai sebuah perbedaan keyakinan.Asalkan kami bisa hidup rukun dan damai dengan keberagaman itu adalah sebuah tujuan kami.Karena saling toleransinya dalam hal keduniawian maka sikap gotong royong dan saling membantu seakan-akan sudah menjadi pemandangan yang tidak asing di desa kami.
Suatu hari tepatnya awal tahun 2010 saya seperti biasa main-main ke salah satu rumah temenku yang kebetulan beragama hindu.Sebut saja namanya ANTO dia adalah seorang hindu yang taat banget dengan tuhannya ya aku bisa maklumi karena memang dia adalah anak seorang pendeta Hindu di kampung saya yang cukup di segani masyarakat.
Sebut saja namanya Pak Jarwo,dia adalah ayah anton temenku itu,nach kebetulan pada saat kami dirumahnya dia bercerita banyak tentang keluhuran ajaran hindu menurut versi beliau.Sebagai tamu saya hanya meng-IYA-kan saja perkataan dan pendapat beliau tanpa menyanggah,pikir aku pada saat itu ah yang penting bisa tambahan ilmu yang sebelumnya tidak aku ketahui.
WEJANGAN SEORANG PENDETA HINDU
Beliau mengatakan bahwa agama hindu adalah agama yang tertua di dunia dan merupakan ajaran yang pertama di anut oleh manusia.bahkan tidak ada yang tau kapan agama ini ada. Banyak ahli memperkirakan agama ini muncul 3000 tahun SM sampai 6000 tahun SM. Yang jelas di ketahui Hindu berasal dari lembah Sungai Shindu yang membelah daratan Indus.
Sedangkan Nama Hindu (Bahasa Sanskrit) berasal dari kata Sanathana Dharma atau Kebenaran Abadi.Berbeda dengan agama lain Hindu adalah agama yang tidak ada pengagasnya seperti halnya Islam dengan Nabi Muhhamad sebagai pengagasnya dan Kristen yang mengangap Yesus sebagai pembawa ajarannya. Jika umat Kristen mengangap tanpa Yesus, Kristen tidak ada atau Umat Islam mengangap Tanpa Nabi Muhamad, Islam tidak lahir maka umat Hindu tidak seperti itu, tanpa terlahirnya Krsna , Sri Rama atau Maha Guru Byasa dan Maha Guru lainnya Hindu tetap ada. Karena Hindu tidak berawal dan berujung. Dia selalu ada, baik dulu, sekarang ataupun nanti. Ini terbukti, sebagai agama tertua, Hindu masih ada dan berkembang sampai saat ini. Dan tidak terlalu memiliki masalah berarti dalam perkembangannya.
Ia mengatakan bahwa agama Hindu bukan saja agama pertama melainkan juga otak dari munculnya agama lain atau kepercayaan lain di dunia. Semua terlihat dari keagungan veda sebagai kitab suci umat Hindu, bisa dibilang apa yang ada di kitab suci umat lain pasti juga tercantum dam veda. Namun sebaliknya apa yan tercantum dalam veda belum tentu tercantum dalam kitab lainya. Itu salah satu jawaban kenapa beliau memilih Hindu.Beliau menganalogikan bahwa tuhan tentu akan menurunkan agama pada manusia sejak manusia itu ada, dan itu adalah agama Hindu.
Sebelum agama lain ada,Ternyata agama Hindu sudah berkembang pesat.Beliau berkata bahwa tuhan bukan seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, yang bisa saja meralat penelitiaanya yang salah. Tuhan maha sempurna jadi dia mencipta dan tidak mungkin salah kemudia di ralat dengan memunculkan agama lain lagi. Itu tidak mungkin.
APAKAH AGAMA HINDU PENYEMBAH PATUNG?
Dalam perkembangannya di Dunia, termasuk di Indonesia agama Hindu sering dikenal atau diangap sebagai agama Polytheisme dan Penyebah Patung oleh para Non-Hindu, bahkan dalam perkembangan khusunya di Indonesia agama ini sering diangap sebagai agama penyembah mahluk halus, angapan ini tentu salah, bahkan sangat salah.
Hindu yang sering di sebut agama Polytheisme atau dalam arti awamnya agama yang memuja banyak tuhan mungkin juga benar, namun kita tentu harus melihat dari pandangan kaca mata mana kita melihat. Percaya atau tidak Hindu bukan sekedar polytheisme, ajaran Hindu juga mengatakan tentang monisme, dualisme, atheisme, monotheisme, pantheisme dan sebagainya. Anda tidak percaya?? Agama Hindu melampaui istilah-istilah tersebut. Mungkin tidak dapat mereka bayangkan bahwa Hindu telah menemani umat manusia sejak kelahiran pertamanya di dunia, entah kapan, apa dan bagaimana kemampuan berpikir, emosional, budayanya saat itu.
Terlampau sederhana jika mengatakan Hindu hanya mengenal konsep Monotheisme, karena dalam setiap –isme Hindu hadir.
Hindu bukanlah agama penyembah patung atau pemuja berhala, karena hindu adalah agama yang menyebah tuhannya. Percuma jika umat Hindu lain menjelaskan Hindu bukan agama pemuja patung, karena jika dilihat dari kaca mata awam memang terlihat dalam kegiatan upacara keagamaan umat Hindu sering mengunakan media patung atau sesajen untuk mendekatkan diri kepada beliau. Namun jika mau melihat secara konsep Hindu tentu semua itu memiliki makna.
Jika ada pertanyaan mengenai hal mengapa hindu menyembah patung dalam melaksanakan doa maka mungkin hal ini bisa cukup menjawab. Bukan Hindu saja yang seperti itu?? Coba anda tanya kepada umat yang mengatakan mereka bukan penyembah berhala. Mengapa orang Islam sholat menghadap Ka’bah? mengapa salib itu suci? mengapa kaligrafi Islam juga suci? mengapa banyak patung di gereja? Mengapa saat upacara bendera kita memberi hormat kepada bendera?
Bukankah itu juga bisa menjelaskan logika yang sama, bahwa manusia membutuhkan citra kesucian, kemurnian, kebenaran di masa kanak-kanak spiritual untuk menuju Tuhan?
Seorang sahabat pernah bertanya pada saya, “mengapa orang hindu menyebah patung dan memberikan bunga atau buah-buahan sebagai sesajen, apakah tuhan Hindu itu makan Bunga ?? “
“Dengan segala kerendahan saya menjelaskan, bahwa Hindu bukan penyembah patung ataupun berhala lainnya. Jika anda melihat ada umat Hindu berdoa pada patung dan menyembahkan bunga atau sesajen lainnya itu hanya sebuah bentuk rasa cinta dan perlambangan dalam mereka menjalankan keyakinannya. Mungkin jika kita bawa ke kehidupan nyata seperti ini ilustrasinya. Jika anda mempunyai seorang pacar, atau kekasih, yang tingalnya jauh dari anda, maka untuk menghilangkan rasa rindu anda maka anda pasti akan menyimpan fotonya, jika suatu saat nanti anda rindu maka anda bisa melihat foto itu sebagai pelepas rindu, begitu juga umat hindu, semua patung atau gambar yang ada itu adalah sebagai lambang rasa cinta dan kerinduannya pada tuhan.
Kemudia kenapa umat hindu memberikan sesajen bunga atau buah?? Jawabannya itu sebagai pengungkapan rasa cinta dan rasa terimaksih manusia terhadap tuhannya, seperti anda saat memberika bunga kepada pacar anda, bukankah pacar anda tidak makan bunga?? “
Teman ini pun bertanya kembali, bagaimana manusia bisa mengambarkan tuhan?? Apa tuhan umat Hindu menampakan dirinya untuk di Foto??”
“ dengan sedikit tertawa saya menjawab pertanyaannya, hahaha….
Sebenarnya wujud tuhan yang digambarkan oleh Umat Hindu adalah sebuah wujud yang diimplitasikan oleh manusia karena kerinduannya terhadap tuhannya, bukan berarti Tuhan turun kedunia menjadi Model dadakan. Hahaha….. itu semua hanya berupa perwujudan yang digambarkan manusia berdasarkan tugas-tugas dan sifat dari tuhannya, jadi belum tentu wujud Sri Krisna seperti patung atau gambar Krisna yang ada di Dunia. Sama hal nya dengan Patung Yesus di Salip, belum tentu bukan Yesus berwajah seperti itu.
lalu kenapa manusia mengambarkan bentuk tuhan “mirip” dengan manusia? Jawabannya tentu sebenarnya bukan tuhan yang digambarkan mirip dengan manusia, melainkan manusialah yang mirip dengan tuhan. Secara logika bodoh saja bisa kita lihat jika seorang ilmuan membuat robot, tentu saja robot tersebut tidak jauh beda dari bentuk manusia sebagai pembuatnya.
Agama ini juga sering dikatakan sebagai agama banyak tuhan atau dewa, sebenarnya itu semua salah, Dewa adalah percikan suci Tuhan yang mana itu berarti dewa adalah tuhan sendiri, dan dia hanya satu namun orang-orang menyebutnya dengan banyak nama sesuai posisi atau tugas tuhan tersebut. Mungkin pengertian kasarnya dapat kita lihat pada keluarga, Ayah akan mengangap ibu adalah Istrinya dengan sebutan tentu istri, sang anak tentu akan mengangap itu adalah ibunya dengan sebutan ibu, sang menantu juga akan mengangap ibu dengan sebutan ibu mertua, dan cucunya tentu akan mengangap nenek. Ada 4 nama pangilan untuk satu orang yang bernama IBU. Sama seperti Tuhan dalam tugas sebagai dewi ilmu pengetahuaan dia di sebut saraswati, jika bertugas memelihara dunia dia di sebut Wisnu dan lain-lain.
Mungkin dalam beberapa hal ada banyak sekali suara miring tentang agama Hindu, agama hindu sering dikatakan sebagai agama Kuno, Penyembah Leluhur bahkan makluk halus, penuh dengan Upacara yang tidak praktis.
Agama Hindu memang agama kuno, karena dia lahir sebelum bahkan tidak ada yang tau, tapi agama Hindu adalah agama yang Universal. Agama ini selalu beradaptasi dengan kebudayaan yang ada, lihat saja sejarah perkembangan Hindu di Indonesia.
Agama penyembah leluhur atau makluk halus, bisa benar bisa juga tidak, tergantung dari mana kita memandangnya, mungkin jika Umat non Hindu melihatnya dari sudut pandang ketidak tauanya maka jawabanya pasti “ya”. Tapi sebenarnya “tidak”, Umat hindu bukan menyembah Leluhur, melainkan menghormatinya karena tanpa perantara beliau kita juga tidak akan ada. Hindu juga bukan penyembah makluk halus, melainkan Hindu menjaga keselarasan Hidup dengan mahluk selain manusia (memang sulit dijelaskan secara logika, karena memang agama tidak bisa hanya dijelaskan secara nalar Logika) semua ajaran itu ada dalam konsep Tri Hita Karana yang sudah mendunia dan terbukti telah menjaga keselarasan hidup.
Dalam sebuah makalah yang saya baca, dulu Paus pernah mengajak para misionaris untuk mengkonversi jiwa-jiwa yang sesat di India membawa mereka pada Yesus, sebagai juru penyelamat.
Kemudian Satguru Sivaya Subramuniyaswami mengatakan Hinduism, the Greatest Religion in the World,. Lebih jauh beliau mengatakan, “keyakinan agama Hindu merupakan satu set keyakinan tentang karma, reinkarnasi, keberadaan Tuhan yang melingkupi segalanya, dan jalan untuk mencapai kebebasan (moksha). Bentuk-bentuk pemujaannya sangat komplek, disiplinnya kaya dalam yoga. Sejarah agama, tidak ada yang melebihi, lebih tua dari semua agama yang masih hidup sekarang ini, bahkan Hindu telah melahirkan agama Budha (karena Sang Budha lahir dan meninggal sebagai seorang Hindu yang baik), juga agama-agama timur yang lain, yaitu Jainisme, Sikhisme, dsbnya.”
Tentu yang dimaksud oleh Swami bukan secara kuantitas melainkan kualitas. Karena sangat tidak bermanfaat memiliki jumlah pengikut yang besar, tetapi dengan menebar kekerasan dan penipuan..
Sebuah ucapan yang sangat bijaksana oleh sang guru menangapi komentar seorang manusia yang mengaku sebagai perwakilan tuhan di dunia.
Hindu memang dikenal dengan banyaknya Upacara, banyak umat Non-Hindu yang mengangap bahwa itu tidaklah praktis. Tapi bagi Umat Hindu itulah cara mereka menunjukan rasa cinta dan kekaguman mereka pada sang pencipta. Hindu percaya dalam menjaga dunia ini Tuhan juga berkorban untuk kita, dan bukan Hindu saja yang percaya hal itu, umat Kristen percaya bahwa Yesus berkorban untuk umatnya, Budha pun berkorban untuk kedamaiaan pengikutnya. Bagi Umat Hindu tidak ada upacara yang ribet atau tidak praktis, karena semua dilakukan dengan rasa bahagia dan keiklasan. Bukanya hanya berdoa pada Tuhan lalu meminta berkahnya. Dalam mantra Hindu seperti maha mantra Hare Krisna dan lain-lain jika diartikan disebutkan pada awalnya bukan meminta berkah sesuatu seperti doa-doa ajaran yang lain, melainkan meminta untuk mengabdi dan berbakti pada beliau.
Dalam Hindu tidak ada namanya perwakilan Tuhan di dunia, sunguh tidak sempurnanya Tuhan jika harus memiliki perwakilan di dunia. Aneh bukan jika itu ada, secara logika saja sudah agak aneh. Tapi memang agama tidak bisa dilogikakan. Seperti kebayakan Non-Hindu mengatakan bahwa umat Hindu mengangap Sri Satya Sai Baba sebagai wakil tuhan di dunia. Itu salah, karena Umat Hindu tidak pernah mengangap seperti itu, umat Hindu mengangap Sri Satya Sai Baba yang memiliki tidak saja pengikut dari Hindu melainkan juga Umat Non-Hindu sebagai Guru Besar Spritual dalam Hindu. Umat Hindu percaya bahwa beliau adalah Guru yang patut dihormati dan bukan berarti beliau diangap sebagai tangan tuhan di dunia ini, karena walau beliau itu penuh dengan keajaiban namun beliau tetap tidak sesempurna tuhan.
Hindu merupakan agama yang universal, yang mampu berdampingan dengan agama lain. Agama Hindu tidak pernah mempersalahkan agama lain yang ada di dunia ini.
Satu lagi mungkin juga yang membedakan Hindu dari agama yang lainya, Hindu bukanlah agama yang membenarkan penghapusan Dosa, bagi Hindu dosa tidak bisa hapus, dengan cara apapun. Namun perbuatan dosa bisa diimbangi dengan perbuatan Baik. Tidak ada dalam Hindu memberi secarik kertas dari sebuah perwakilan yang menyebut dirinya perwakilan Tuhan di dunia, kemudian dosa bisa dikurangi, lalu masuk sorga, atau dengan membunuh orang dengan atas nama Jihad kemudian masuk sorga. Dalam Hindu itu tidaklah ada, dan juga dalam Hindu sorga bukanlah tujuan utama mereka, melainkan Moksha atau menyatu dengan Tuhan (Brahma) . sekarang mungkin kita sedikit melihat bagaimana ke agungan Hindu itu sendiri, Minoritas bukan berarti tidak berkualitas. Banggalah kita menjadi Hindu. Jangan pernah kita merasa kita ini minoritas, karena sebenarnya kita adalah mayoritas dalam ajaran keagamaan.
Suatu kebanggaan bagi saya beragama Hindu, dan karena alasan itu saya samapai saat ini masih sebagai Hindu dan akan tetap seperti itu. Hindu adalah agama yang mengajarkan kebaikan dan rasa toleransi yang tinggi.
Walau Hindu hanya minoritas di Indonesia namun di dunia Hindu adalah agama besar, agama yang selalu dikagumi sampai detik ini.
Alasan-alasan diatas membuat saya berani bersumpah dan berkata dengan keras “ saya Hindu dan sampai mati pun Hindu. “
MERENUNGI MAKNA WEJANGAN PENDETA HINDU
Hemz,memang baik secara langsung maupun tidak ucapan beliau itu menyindir seluruh agama di luar hindu termasuk aku yang selama ini memandang negatif terhadap ajaran Hindu.Saya pun tidak terlalu mempermasalahkan keyakinan mereka toch yang namanya hidayah ada pada Tuhan,Manusia hanya bisa berusaha untuk berdakwah Tuhanlah yang memberikan sebuah hidayah kepada hamba-hambanya untuk menerima jalan kebenaran.Mudah-mudahan sedikit coretan-coretan blog-ku ini memberikan manfaat kepada pembaca,aku hanya berpesan hidup akan begitu indah dengan Sebuah perdamaian.
Salam Persahabatan..!!!!!

Di Tulis Di Kamar C2,Pesantren Mahasiswa ‘’Darul Hijrah’’ Merjosari Malang.
Pukul 12:29 WIB
Sumber:
-Diskusi Langsung
-Sumber Buku
-Editing Isi

About these ads

11 Tanggapan

  1. saatnya buka hati dan nurani,masyarakat sekarang mulai pintar memilah yang benar dan yang salah,janganlah kita menjadi bodoh.nanti pasti terbuka dengan sendirinya kok.jangan hanya melihat dari kulitnya saja

    • Terima kasih sudah mampir di rumah maya saya,cuma saya krang paham dg komentar saudara terkait artikel ini.Terima kasih

  2. terima kasih atas tulisan anda, bukan karena saya seorang Hindu tapi saya menghargai keobyektifan anda dalam melihat realita kehidupan.. Semua manusia pada dasarnya cinta damai, hanya memang ada sebagian manusia yang seolah tertutup rasa damainya karena mungkin salah satunya mereka kurang komprehensif memandang hidup dan kehidupan.
    Arti kehidupan ini luas seluas jagat raya yang belum satu manusiapun di dunia yang mampu menguaknya.manusia baru mampu menginjakkan kakinya di bulan padahal bulan hanyalah satelit bumi benda yang paling dekat dengan bumi, sekarang Nasa masih survei Mars itupun msh melalui satelit, mereka blm bs menguak planet lain apalagi pluto apalagi ujung galaksi yang maha luas. itulah kehidupan.
    Seandainya kita sedikit saja ada minat untuk membentangkan pikiran kita menengok kehidupan tetangga nggak usah jauh-jauh ke planet lain maka saya yakin pikiran mereka akan terbentang seperti pemikiran Mas Say Laros… yang selalu mengumandangkan tentang keindahan perbedaan itu.

    Salam persaudaraan untuk semua

    • Terima kasih saudara Pan Vani,Betul sekali..alangkah indahnya bumi pertiwi ini jika semua bisa beribadah dengan tenang dan menghargai kepercayaan antar umat beragama..Tanpa menyakiti dan merasa benar sendiri

      salam persaudaraan

  3. kalaulah hanya untuk penambahan wa2san pengetauan mengenai keanekaragan..tentu saya pribadi tak soal…hanya sebatas wa3san…bnyak jg umat islam..yg hampir/bahkan udah msk kesyiriak…tugas qt2 yg tau tuk mengingatkan…??

  4. Assalamualaikum.Wr.Wb
    Sebelumnya saya mengucapkan rasa terima kasih kepada Gus Nur atas silaturahimnya ke Webblog Mas Say Laros.Saya senang atas tanggapan Gus NUR atas sedikit coret-coretan yang saya tulis di webblog ini,sebenarnya artikel ini bukan sebagai pembenaran agama hindu tapi hanya sebuah cerita pengalaman pribadi mas say laros ketika berdiskusi dengan salah satu tokoh hindu,jadi saya hanya menyampaiakan apa yang saya dengar dari beliau..Masalah benar atau salah tentu pembaca lebih bijak untuk menanggapi masalah ini.Sebagai salah satu kader IPNU UIN MALIKI Malang saya pun juga paham dan mengerti jika agama islam adalah agama yang benar tetapi bukan berarti saya menutup diri untuk tidak mendengarkan pendapat orang-orang di luar islam,namun semua ini saya menganggap hanya sebagai ilmu pengetahuan bagi kami untuk menghargai pendapat orang lain bukan berati meragukan ajaran islam.

    Terima kasih..

    Wallahua’lam…

    Wassalamualaikum.Wr.Wb

    MAS SAY LAROS

    http://www.saiful-hadi.co.cc

  5. Berhati-hatilah sobat, hari-hari kita ini adalah detik-detik menjelang datangnya dajjal+kiamat. Cermati dan baca dengan baik tanda-tanda kedatangan hari tsb, sbm banyak dijelaskan dlm hadits2 nubuwwah Rosululloh SAW; banyak terjadi gempa + bencana alam, zina+khamr menyebar dimana2, maksiyat merajalela. Hari itu, memegang agama laksana memegang bara api dan hari itu banyak manusia pag hari berimana, sore hari mjd kafir, dan sore hari beriman maka pag hari menjadi kafir…manusia banyak tertipu dgn Qoula Azzur (kata-kata manis), tp sebenarnya adalah kebathilan yg menyesatkan, spt pluralisme, liberalisme, demokratisasi dst.

    • benar bro,memang kiamat sdh dekat bagi agama islam….karena orang islam podo keminter mintere dewe2,akhire podo tukaran karo bangsane dewe….mulo podo ilinge poro manungso,lamun siro biso ojo rumongso biso,lamun siro pinter ojo podo minteri,lamun siro banter ojo podo nglancangi,lamun siro landep ojo podo natoni…………!

  6. “Suatu ketika Nabi SAW melihat Umar Ibnu Khottob memegang lembaran (suhuf) dari kitab Taurat, maka beliau berkata dengan marah, ” Demi Allah wahai Umar, sekiranya saudaraku Musa hidup di masaku ini, maka pasti ia wajib mengikuti agama yang ku bawa ini”. Begitu marah Nabi SAW demi menyaksikan Umar sekedar membaca suhuf dari agama syamawi tsb, bagaimana lagi jika Umar membela dan mencoba menjelaskan/merasionalisasi demi mendapat pembenaran tentang paganisme qurays dan hindu, dengan semata2 berdasar hawa nafsunya, tanpa petunjuk (hujjah) dari Allah SWT dan Rosul-Nya SAW? Semoga kita difaqhkan oleh Allah SWT thd agama-Nya ini.

  7. Duuuh, begini potret anak2 muda NU, kehilangan jati diri keislamannya. demikian liberal dan sok pluralis. Perkenalkan, Saya anak NU, lahir dan besar di lingkungan NU dan masih tergolong cucu dari pendiri Pesantren Mambaul Huda, Krasak, Jajag, Banyuwangi. Siapa ridho dengan kebathilan, maka sama artinya dia bagian dari padanya. Siapa ridho dengan zina (misalnya) meskipun ia tdk melihat atau melakukannya, maka ia mendapat dosa sama persis dengan yang melakukannya. Siapa ridho dengan kemusyrkan dan bahkan menjadi pembelanya (juru penjelasnya), maka terhapus segala amalnya d sisi Allah SWT.

    • Inilah penyebab mengapa kiamat jadi semakin dekat….kesombongan manusia….ya kesombongan manungso……ingatlah anak muda,jngan merasa bangsa dan sombong hanya menjadi cucu pendiri pesantren aja….dihadapan Allah kita semua sama,jabatan gelar ataupun kekuasaan setinggi presiden pun tdk ada artinya dihadapanNya,apalagi hanya cucu pendiri pesantren….sadarlah anak muda,hilangkan sifat kesombongan…….diam itu lebih mulia dihadapan Allah!

PIN BBM : 7CD885B5 == BBM CHANNEL : C0028060A

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: