UIN Maliki Resmikan Perpustakaan KH Abdurrahman Wahid

Kamis, 28 April 2011 14:19
MALANG- Setelah KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur wafat, banyak yang meminta namanya diabadikan dalam berbagai hal. Mulai dari perpustakaan, perguruan tinggi, masjid, pemberian award dan masih banyak lagi. Tapi tidak semua permintaan dipenuhi karena pihak keluarga harus selektif dan hati-hati. UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang adalah salah satu yang dipercaya untuk menggunakan nama KH Abdurrahman Wahid sebagai nama perpustakaannya.
“Banyak sekali yang mengajukan memakai nama Bapak (Gus Dur), tapi kami harus menyaringnya. Kalau UIN Malang ini kami sudah tahu kualitasnya,” ungkap Istri Alm Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid kepada Malang Post usai meresmikan Perpustakaan KH Abdurrahman Wahid UIN Maliki Malang kemarin.
Untuk menyeleksi para ‘pendaftar’ ini ia mengaku melibatkan keempat anaknya. Salah satu syarat terpenting adalah kondisi keuangan pemohon. Sebab ada kekhawatiran nama Gus Dur hanya akan dipakai mencari uang saja.
Ketua Yayasan Puan Amal Hayati ini menuturkan, pemberian nama ini merupakan sebuah penghormatan untuk Gus Dur. Karena itu ia berharap penggunaan  nama Gus Dur di perpustakaan ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi civitas akademika UIN Maliki untuk lebih mengenal sosok Gus Dur. Sosok yang suka membaca dan cinta terhadap ilmu pengetahuan.
“Sebagai buktinya, beliau harus memakai kacamata yang tebal karena terlalu banyak membaca. Dan Sekarang menurun ke cucunya Parikesit Nuril Azmi,” ujarnya.
Shinta menguraikan ada banyak tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama perpustakaan. Seperti M Hatta di Jogjakarta, Perpustakaan Adam Malik di Jakarta, Perpustakaan HB Jassin di Jakarta dan lainnya. Namun ia melihat kurangnya atensi dari para pengelola terhadap perpustakaan itu. kendati demikian, ia yakin di UIN Maliki hal itu tidak akan terjadi.
Sementara itu dalam sambutannya kemarin Rektor UIN Maliki, Prof Dr H Imam Suprayogo menuturkan sosok Gus Dur memiliki kenangan tersendiri untuk kampusnya. Pada tahun 1970 lalu, Gus Dur setiap minggu datang ke kampus yang dulu bernama IAIN Malang itu. Sebab Gus Dur adalah dosen yang mengajar doctoral di Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang.
“Gus Dur adalah dosen UIN Malang dan tidak pernah berhenti menjadi dosen sampai sekarang,” ucapnya.
Imam mengisahkan dulu dirinyalah yang menjadi juru ketik Gus Dur. Dan mantan Ketua Umum PBNU itu pula yang meresmikan asrama mahasiswa Ma’had Aly UIN Maliki. Ia berharap dengan memakai nama tokoh sebesar Gus Dur maka mahasiswanya yang belajar dan membaca buku di perpustakaan bisa menjadi sebesar Gus Dur.
“Gus Dur adalah wali terakhir setelah Sunan Drajat, mahasiswa sering berziarah ke makam beliau. Dan malam ini (kemarin) kami akan mengirimkan doa tahlil untuk beliau,” pungkasnya.
Saat orang menyebut tokoh dunia maka salah satunya adalah Gus Dur, dan saat orang menyebut perpustakaan kelas dunia yang diingat adalah Perpustakaan KH Abdurrahman Wahid UIN Maliki Malang. Perpustakaan ini merupakan satu-satunya perpustakaan perguruan tinggi Islam di bawah naungan DEPAG yang pertama kali mengimplementasikan sistem maangemen mutu dan berhasil meraih ISO 9001:2000. Dan kini bertransformasi menjadi perpustakaan kelas dunia (worldclass university library). (oci/adv/eno)

http://www.malang-post.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.