NII,Penipuan Berkedok Agama

CUCI OTAK ATAS NAMA AGAMA

Seminggu terakhir, Malang diguncang “gempa” munculnya kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang sebenarnya bukanlah hal baru. “Gempa” itu muncul setalah sahabat-sahabat PMII cabang Malang mengungkap adanya upaya pencucian otak dengan modus agama pada beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Perkembangan isu ini terus berlanjut. Semua media yang terbit di Malang memburu setiap informasi yang berkaitan dengan NII itu. Bukan tanpa alasan media menelusuri kebenaran apakah orang-orang yang ada di balik dugaan pencucian otak itu orang NII atau bukan.

Tentu, media ingin membuktikan apa benar di Malang yang terkenal damai dan tentram ini jadi sarang NII laiknya beberapa kota di Jawa Barat. Apalagi sampai kini masih ada mahasiswa UMM yang belum diketahui keberadaannya dalam kasus yang melibatkan kekerasan agama ini.

Dalam konteks sosial, melabelkan agama sebagai salah satu varian potensial pemicu kekerasan, dalam banyak aspek tidaklah rasional. Karena tidak satupun agama secara normatif mengajarkan perilaku kekerasan itu, baik kekerasan terhadap sesama pemeluk agama maupun antarpemeluk agama. Pesan-pesan ideal masing-masing ajaran agama tersebut pada hakikatnya lebih menekankan sikap damai, kasih sayang, toleran, solider, egaliter, dan keadilan.

Namun demikian, fakta sosiologis selalu menunjukkan praktik yang sebaliknya, yaitu adanya  perilaku keagamaan maupun keberagamaan yang timpang. Ketimpangan tersebut, tidak menutup kemungkinan berakar dari faktor cara pemahaman agama yang sangat literalis dan skripturalis. Sebuah pemahaman keagamaan yang  memicu munculnya  kelompok-kelompok konservatisme, puritanisme, dan radikalisme, yang oleh kalangan islamist disejajarkan dengan gerakan fundamentalisme Kristen awal abad 20-an.

Fenomena kekerasan atas nama agama ini tidak saja terjadi dalam kawasan lokal di Indonesia, tetapi hampir menyeluruh kawasan dunia. Di Eropa misalnya, kita kenal dengan ethnic cleansing islam yang dilakukan oleh pemeluk Kristen Bosnia dan Kroasia. Di Irlandia, konflik terjadi antara pemeluk Kristen Katolik dan Kristen Anglikan. Di Benua Asia, konflik terjadi antara Agama Hindu dan Agama Islam dalam hal ini  di India. Sementara di benua Afrika, terjadi konflik internal di kalangan Kristen Rwanda. Konflik Islam dan Nasrani di Filipina, Yaman, Sudan dan Indonesia, dan lebih fatal lagi konflik terjadi antar tiga pemeluk agama yang berbeda, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi tepatnya di Libanon.

Dalam konteks keindonesiaan, kekerasan antar pemeluk agama juga terjadi pada gejala-gejala kekerasan yang terdapat di Purwokerto awal November 1995, Akhir Nopember 1995 dan April 1997 di Pekalongan, Tasikmalaya, September 1996, Situbondo, Oktober 1996, Rengas Dengklok, Januari 1997, Sampang dan Bangkalan Mei 1997, Medan, April 1996, Tanah Abang, Agustus 1997, Mataram, September 1997, Flores dan Subang, Agustus 1997, Konflik antara FPI versus Ahmadiyah, FKBP versus FPI sekitar tahun 2010.

Demikian juga peristiwa terorisme, seperti pembajakan atas nama jihad Garuda Indonesia Penerbangan 206-1981, Bom Candi Borobudur 1985, Bom Kedubes Filipina 2000, Bom Bursa Efek Jakarta 2000, Bom malam Natal 2000, Bom Plaza Atrium 2001, Bom Gereja Santa Anna dan HKBP 2001, Bom Tahun Baru 2002, Bom Bali 2002, Bom McDonald’s Makassar 2002, Bom Kompleks Mabes Polri 2003, Bom Bandara Soekarno-Hatta 2003, Bom JW Marriott 2003, Bom Palopo 2004, Bom Kedubes Australia 2004, Bom Bali 2005, Bom Tentena 2005, Bom Palu 2005, Bom Jakarta 2009, dan Bom Cirebon 2011. Semua peristiwa di atas acapkali dianggap sebagai fenomena kekerasan atas nama agama oleh perkembangan sosial di sekitarnya.

Selain latar belakang cara pemahaman keagamaan di atas, banyak teori lain yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa kekerasan atas nama agama ini tumbuh subur di Indonesia, baik teori ekonomi (kemiskinan), psikologi (marginalisasi),  pendidikan (keterbelakangan), politik (pemerintah yang KKN), sosial (globalisasi), maupun budaya (sekuler).

Bukan Isu Tunggal

Atas dasar ini, kekerasan atas nama agama bukanlah isu tunggal melainkan sebagai isu plural dan global. Ia tidak saja berkembang di Indonesia, tetapi juga berkembang di dunia luas. kekerasan atas nama agama yang melahirkan gerakan sosial teroris ini, kini bukan dianggap sebagai hal baru khususnya di mata masyarakat Indonesia dan dunia pada umumnya.

Sebab efek gerakan terorisme ini  bagi masyarakat secara umum tidaklah sederhana. Dari hasil pembacaan secara psikologis gerakan terorisme agama telah menyebabkan rasa tidak aman dan sikap ketakutan secara masal bagi bangsa Indonesia. Sedangkan secara politis gerakan terorisme agama ini juga telah merugikan upaya-upaya diplomasi secara internasional, secara ekonomis terorisme dituding telah menggagalkan langkah-langkah perdagangan secara internasional, sementara itu, cost dan resistensi sosial yang  harus ditanggung  dari gerakan terorisme ini sangatlah tinggi, belum lagi ketika gerakan teorisme ini telah mengancam eksistensi empat (4) pilar suatu bangsa, yaitu Pancasila, UUD ’45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mengingat sedemikian resistennya kekerasan atas nama agama bagi masyarakat Indonesia secara luas, maka dipandang perlu untuk segera dicari berbagai langkah upaya deradikalisasi agama secara solutif dan implementatif, yaitu antara,

Pertama, di tingkat antar lembaga, sangat perlu kerja integratif antara lembaga pendidikan, ormas-ormas keagamaan, pemerintah dan semua yang terkait dalam upaya menanggulangi dan meminimalisir gerakan kekerasan atas nama agama.

Kedua, di tingkat regulator, sangat perlu mengkaji ulang UU tindak pidana teroris No. 15 pasal 45 2003 tentang kriminalisasi atau perluasan objek hukum dan perbaikan mekanisme hukum.

Ketiga, di tingkat lembaga pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama perlu didorong untuk memberikan materi pelajaran multikulturalisme, anti terorisme, anti militanisme, anti ekstrimisme, dan Islam rahmatan li al-‘alamin di semua jenjang pendidikan.

Keempat, para elit semua sektor wajib mengoptimalkan berbagai ruang budaya sebagai media terciptanya pola hidup egaliter, gotong royong, toleransi, rukun, saling menghormati dan menghargai masing-masing perbedaan, dan

Kelima, Mengatasi akar-akar permasalahan yang dapat menumbuhkan tindak kekerasan dan kekerasan atas nama agama, baik yang berupa persoalan ekonomi, budaya, politik, social maupun psikologis.

Malang, 20 April 2011

HA. Muhtadi RidwanPemerhati Perilaku Sosial Keagamaan

Mengabdi di rakyat kecil dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Alamat;

email : read_one_feuinmlg@yahoo.co.id

web   : http/www//muhtadiridwan.com

blog   : http://blog.uin-malang.ac.id/muhtadiridwan

2 Tanggapan

  1. ajip………………………
    kryax bagus mua awak ska ma semuax
    terus lanjut
    saya ikrarkan bahwa SAYA DAN SEGENAP
    POLRI
    TNI AU
    TNI AD
    TNI AL
    ………………………………………………………………………………………….
    Presiden
    Wakil Presiden
    Menteri Agama
    Menteri Badan Usaha Milik Negara
    Menteri Pertahanan
    Menteri Dalam Negeri
    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
    Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
    Menteri Kehutanan
    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
    Menteri Kelautan dan Perikanan
    Menteri Kesehatan
    Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
    Menteri Keuangan
    Menteri Keuangan
    Menteri Komunikasi dan Informatika
    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
    Menteri Lingkungan Hidup
    Menteri Luar Negeri
    Menteri Pekerjaan Umum
    Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal
    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
    Menteri Pemuda dan Olahraga
    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
    Menteri Pendidikan Nasional
    Menteri Perdagangan
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
    Menteri Perhubungan
    Menteri Perindustrian
    Menteri Pertahanan Republik
    Menteri Pertanian
    Menteri Perumahan Rakyat
    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
    Menteri Riset dan Teknologi
    Menteri Sekretaris Negara
    Menteri Sosial
    Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

    Gubernur
    Walikota
    Bupati
    Camat
    Lurah
    Ketua RW
    Ketua RT
    Hansip

    Hacker
    Phreaker
    Cracker
    Scammer
    Defacer
    Script kiddies
    Hacker wannabe
    Newbie
    Spammer
    Junker
    Liker

    Kaskuser
    Facebookers
    NMers

    Tukang ngaduk
    Tukang gorengan
    Tukang bakso
    Tukang pompa
    Tukang jahit
    Tukang palak
    Tukang gali kubur

    Dokter
    Suster
    Insinyur
    Hakim
    Jaksa
    Pengacara

    Manager Hotel
    Manager Restoran
    Manager Sea food
    Manager Supermarket

    Satpam Hotel
    Satpam Moll
    Satpam Kantor
    Satpam Apartemen
    Satpam Indomaret
    Satpam Discotick
    Satpam Ding dong

    Mpok Romlah
    Mpok Encum
    Mpok Jenab
    Mpok Ati
    Mpok Dom dom
    Mpok Cuneh

    Bang Toang
    Bang Toing (adenya bang toang)
    Bang Ale
    Bang Satimin
    Bang Midun
    Bang Kotan

    Engkong Riman
    Engkong Injih
    Engkong Malih
    Engkong Bokir
    Ceu inah
    Ceu anih (bukan adenya ceu inah.. ga tau siapanya)
    Ceu Lia
    Ceu Romlah
    Pak Carik
    Bu Carik
    Ketua RT
    Ketua RW
    Sekretaris
    Bendahara
    Hansip
    Satpol PP
    Satpam
    Ibu kost
    Penjaga warnet
    Tukang Sapu
    Bakul Mie ayam
    Bakul Bakso
    Tukang Sate
    Bakul cilok
    Bakul gereh
    Bakul pindang
    Bakul es dawet
    Bakul srabi
    Bakul sego megono
    Bakul rujak
    Bakul siomay
    Bakul Lobes
    Bakul kentang
    Bakul mlinjo
    Bakul emping
    Bakul alfamart
    Bakul indomaret
    Supir angkot
    Supir truk
    Supir bus
    Supir m0ntor mabur
    Tukang becak
    Tukang gebyok
    Tukang nebas jengkol
    Suzanna
    Nyi lanjar
    Nyi pelet
    Nyi blorong
    Mak lampir
    Tukang parkir
    Tukang ledeng
    Tukang sedot WC
    Wong ngarit
    Wong angon wedhus
    Pengemis
    Pengamen
    dan Seluruh Kampung

    MENYUKAI TULISAN ANDA !!!
    …………
    …………
    …………

    MENYUKAI TULISAN ANDA….
    ´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶
    ´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶´´´´´´´´´´¶¶
    ´´´´´´¶¶¶¶¶´´´´´´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´¶¶
    ´´´´´¶´´´´´¶´´´´¶¶´´´´´¶¶´´´´¶¶´´´´´¶¶
    ´´´´´¶´´´´´¶´´´¶¶´´´´´´¶¶´´´´¶¶´´´´´´´¶¶
    ´´´´´¶´´´´¶´´¶¶´´´´´´´´¶¶´´´´¶¶´´´´´´´´¶¶
    ´´´´´´¶´´´¶´´´¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
    ´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
    ´´´¶´´´´´´´´´´´´¶´¶¶´´´´´´´´´´´´´¶¶´´´´´¶¶
    ´´¶¶´´´´´´´´´´´´¶´´¶¶´´´´´´´´´´´´¶¶´´´´´¶¶
    ´¶¶´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶´´´´´´´´¶¶´´´´´´´¶¶
    ´¶´´´´´´´´´´´´´´´¶´´´´´¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´´´´¶¶
    ´¶¶´´´´´´´´´´´´´´¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
    ´´¶´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
    ´´¶¶´´´´´´´´´´´¶´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
    ´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´´¶¶´´´´´´´´´´´´¶¶

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.