Kamis,27 Januari 2011
Dalam liburan perkuliahan kali ini aku pulang kerumah untuk bertemu orang tuaku yang ada di kabupaten banyuwangi.Seperti biasa aktifitasku di rumah setiap sore aku mengajar di TPQ Abdul-qodir jaelani sumber mulyo pesanggaran banyuwangi namun pada hari kamis ini aku sengaja meliburkan karena memang lagi tidak enak badan.Oleh karena itu untuk refresh kesehatanku aku mencoba beristirahat di rumah.
Sekitar pukul 03.00 sore aku terkejut dengan suara musik yang cukup keras,suara musik tersebut berupa suara gendang dengan di padu suara dentingan besi yang saling di pukul satu dengan yang lain.Karena kerasnya suara itu aku mencoba keluar rumah ternyata sumber suara tersebut adalah dari pertunjukkan topeng monyet yang berada di pinggir jalan dekat rumahku.Langsung saja aku mencoba melihat pertunjukkan ini karena memang disana sudah banyak orang berkumpul untuk menonton pertunjukkan seru ini.
Ada banyak atraksi dalam pertunjukkan topeng monyet kali ini mulai monyet naik sepeda,sky,memainkan reyog sampai monyet melakukan gerakan sholat unik memang sehingga tidaklah heran jika banyak pengunjung yang melihat acara ini bahkan para pengguna jalan-pun tidak luput untuk melihat pertunjukkan seru ini.
Hal yang membuat aku heran adalah pada saat-saat terakhir pertunjukkan seekor monyet membawa sebuah kotak/sejenis kotak amal yang di edarkan kepada para penonton untuk mendapatkan saweran dari penonton mereka biasanya memberikan saweran seikhlasnya.Dengan penuh keikhlasan para penonton yang kebetulan sebagaian besar memang masyarakat dusun kanal 3 ini cukup antusias memberikan sodaqoh ini.Memang tidak ada yang salah jika kita melihat sekilas dari tingkah laku mereka.
Namun yang membuat aku heran yaitu kenapa jika masjid sekitar lingkungan-ku membutuhkan dana mereka begitu sulit untuk menyumbangkan sebagaian rejekinya,tetapi ketika acara topeng monyet berlangsung mereka sungguh antusias untuk ikut sumbangsih memberikan sumbangan dengan penuh keihlasan.So,Mereka lebih senang sodaqoh kepada pertunjukan seperti itu dari pada untuk pembangunan sarana ibadah.Saya berbicara seperti ini bukan berusaha untuk memfitnah namun ini semua adalah salah satu fakta yang terjadi khususnya di lingkunganku sendiri atau mungkin di daerah-daerah lain yang lebih suka mengeluarkan duit untuk kegiatan maksiat dari pada untuk acaran keislaman.
Filed under: ARTIKEL-KU



