Minggu,30 Januari 2011
Saya adalah seorang putra daerah yang tinggal di salah satu desa di wilayah kabupaten banyuwangi. Di daerahku kerukunan antar umat beragama sangat terjalin dengan baik karena memang inilah kehidupan yang sangat kita harapkan di negara multi culture seperti indonesia ini.Karena seringnya berhubungan dengan pemeluk agama lain maka tidaklah heran jika aku sering mengetahui secara langsung keanekaragaman ibadah pemeluk agama lain (Luar Islam) jadi secara otomatis hubunganku dengan teman-teman agama lain semakin terjalin.
Dengan semakin terjalinnya komunikasi antar pemeluk agama tersebut aku kadang-kadang kagum dengan pemeluk agama lain yang lebih taat kepada tuhannya dalam pengabdian kepada sang Pencipta.Memang sebagai seorang muslim kita juga harus meyakini bahwa islam adalah agama yang benar menurut Allah.Namun,ketika kita melihat faktanya di lapangan kita sering menemui pemeluk agama lain baik hindu,budha maupun kristen lah yang sering bersikap lebih islami dalam artian mereka benar-benar menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam ya meskipun agama mereka juga mengajarkannya.Tetapi kita sering membangga-banggakan ajaran islam namun anehnya toch yang benar-benar mengimplementasikan semua itu hanya segelintir orang yang lain biasanya hanya islam KTP.
Beberapa waktu lalu saya mendatangi rumah salah satu tetanggaku yang kebetulan mengadakan acara kebaktian gilir di rumahnya,beliau beragama kristen katolik disana saya hanya sekedar sekedar bantu-bantu menyiapkan makanan atau yang lainnya karena memang di desaku gotong royong seperti ini sudah menjadi sebuah tradisi meskipun tidak ikut merayakan tetapi ikatan tali silaturahim antar pemeluk agama sangat di junjung tinggi.
Dalam agama kristen di sekitar wilayahku kebaktian merupakan sebuah ritual keagamaan yang sudah menjadi kewajiban jadi tidaklah heran jika kebaktian ini di jadikan sebuah ibadah rutin dengan cara bergiliran dari rumah kerumah dan ketepatan pada malam itu tetanggaku yang beragama kristen sedang menerima acara keagamaan ini.
Hal yang aku kagumi dari mereka ketika acara kebaktian di buka oleh seorang romo/pemimpin agama dalam agama kristen (kyai/ustadz jika dalam islam) seluruh jemaat diam seribu bahasa mendengarkan penuh hikmat apa petuah yang di sampaikan oleh romo tentang ajaran-ajaran tuhan yesus (ajaran kristus) mereka berdoa begitu khusyu’ penuh hikmat sampai-sampai banyak jemaat meneteskan air mata penuh haru.Mereka begitu taat dan patuh dengan pemimpin mereka ikatan emosional mereka begitu terjalin dengan baik.
Ketika acara selesai aku kembali kerumah selalu meikirkan peristiwa tersebut yang aku pandang bukan ajarannya tetapi tentang kekhusyu’annya dalam pengabdian tuhan.Karena aku sering melihat orang muslim sendiri khususnya di daerahku ketika acara pengajian di buka bukan mendengarkan dengan khusuk tetapi masih sempat-sempatnya ngobrl kesana-kemari membicarakan hal yang tidak perlu pengajian di anggap sebuah lawakan maupun guyonan,padahal kitapun juga tahu bahwa dalam beribadah kita sebenarnya selalu di awasi oleh allah tetapi semua itu di anggap sebagai angin lalu yang menguap begitu saja.Maka tidaklah heran jika setelah acara pengajian tidaklah membekas dalam diri kita kecuali hanya sebuah guyonan belaka
Memang saya juga harus mengakui Sebagai seorang muslim saya sering melihat banyak saudara-saudara kita sesama muslim masih sibuk menghujat membidah-bidahkan bahkan saling mengkafir-kafirkan sesama saudaranya seakan-akan surga itu miliknya sendiri dan orang lain tidak berhak untuk menerima taubat dan ampunan.Sehingga akibatnya orang islam selalu sibuk dengan masalah-masalah internal yang saya rasa tidak usah terlalu dipermasalahkan karena ketika masalah ini terlalu di besar-besarkan akibatnya kita tidak akan pernah dakwah kepada orang luar islam karena hanya sibuk mengurusi masalah-masalah internal.
Memang fenomena di atas bukanlah fenomena kehidupan yang langka di sekitar kita namun itu semua sering kita jumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.Oleh karena itu mulai sekarang mari kita saling introspeksi diri jangan selalu menyalah-nyalahkan orang lain padahal sebenarnya mungkin saja kita lebih buruk dari mereka.So,bukan berarti kita diam saja dengan semua itu karena DAKWAH adalah kewajiban kita namun sebelum kita melangkah lebih jauh kita harus introspeksi diri.Karena memang realita yang terjadi seperti itulah banyak orang-orang non islam lebih disiplin dan tertib dari pada kita sementara sebagaian dari kita masih sibuk dengan kegiatan hujat menghujat sesama saudara muslim.Kita punya dalil kebersihan adalah sebagaian dari iman tapi kita sering melihat banyak musola2 yang kurang terurus sehingga tampak terlihat sangat kotor.Mudah-mudahn kita semua sadar akan semua itu dan mudah2an islam yang rohmatal lil-alamin bisa terwujud.
Filed under: ARTIKEL-KU




Bagus pak d tempatku ad 5 tempat ibadah saling bersampingan
Hidup akan lebih harmonis jika saling rukun…