‘’Bukan Miskin! Tetapi Memiskinkan Diri’’

‘’Indonesia tanah hang subur,kabeh rakyat wes podo makmur,murah sandang kelawan pangan Indonesia sa’iki wes aman’’ itulah sepenggal lagu osing (lagu bahasa suku osing banyuwangi) yang pernah aku dengarkan ketika aku berjalan-jalan menyusuri kota banyuwangi,memang lagu itu seakan-akan membuat aku bngkit lagi agar bangga menjadi warga Negara Indonesia.

Tentunya semua orang pasti tahu bahwa Indonesia mempunya potensi sumber daya alam yang sangat melimpah maka tidaklah heran jika orang jawa biasa menyebut-nya ‘’tanah gemah ripah loh jinawi sugih sandang sugih papan,aman tentrem kerto rahardjo’’.

Namun ketika kita bicara fakta dilapangan apakah semua itu benar-benar terjadi?masyarakat kita sejahtera dengan melimpahnya SDA yang ada?Ternyata TIDAK.Memang ada beberapa permasalahan yang menyebabkan distribusi pendapatan ini tidak sampai di kalangan bawah yaitu di samping para pengambil kebijakan-nya yang lebih berpihak pada asing dan individu,sehingga inilah yang menyebabkan terjadinya kesenjangan ini.disamping itu jika melihat dari factor-faktor yang ada maka tidaklah heran jika terjadi kesenjangan yang cukup signifikan antara si kaya dan si miskin tersebut.

Jika kita melihat dari kacamata masyarakat bawah ternyata disamping pejabat yang tidak berpihak pada rakyat memang ada banyak sekali masyarakat yang mampu tetapi lebih pede orang lain melekatkan masyarakat tidak mampu kepada dirinya dalam hal ini terlihat ketika terjadi pembagian zakat,beras raskin sampai BLT-pun orang akan bangga jika mendapat kan Bantuan-bantuan tersebut.dan bahkan ada banyak orang yang malah menjadikan mengemis menjadi sebuah pekerjaan.

Ironis memang ketika pemerintah gencar-gencarnya mengkampanyekan wajib pendidikan 12 tahun (meskipun di atas juga terjadi penyelewengan) tetapi masyarakat bawah lebih menerima ‘’Take it easy’’ tanpa menghiraukan himbauan pemerintah.Hal ini memang logis mereka tidak mau meninggalkan pekerjaan mengemis ini karena memang penghasilan dari menegemis juga lumayan besar di banding pedagang-pedagang keliling bahkan ada yang melebihi pegawai negeri.Ini bukan sebuah pendapat atapun asas praduga coba sahabat blogger melakukan riset kepada para pengemis yang ada di jalanan,masjid2 maupun dekat wilayah kampus.

Mereka hanya berbekal kaus seadanya dengan modal meminta belas kasihan sambil mengadahkan tangan keatas kadang-kadang sambil membawa sebuah wadah.

Suatu saat aku merasa penasaran dengan aktifitas para pengemis yang semakin lama-semakin menjadi-jadi terutama para pengemis yang berada di sekitar kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang dengan berjalan cukup santai aku mencoba menanyai seorang ibu yang bernama Mrs.XXX dia mengemis bersama tiga orang anak yang bisa dikatakan masih kecil ya kira-kira masih dalam jenjang pendidikan sekolah dasar.

Aku memang tidak basa-basi langsung to the point untuk mencari tahu siapa sebenarnya ibu tersebut,ternyata dia adalah salah satu warga malang juga yang memang menggantungkan pekerjaan dari mengemis maka tidaklah heran jika setiap hari selalu dating ke sekitar kampus ini dengan segmentasi pasar para mahasiswa dan beberapa pengguna jalan yang lewat…ha ha …ternyata cukup kreatif juga ya…

Namun,ketika aku mencoba bertanya tentang penghasilan harian dari seorang pengemis sungguh mencengangkan batinku karena rata-rata penghaslan mereka bisa sampai 50-100 Ribu rupiah loew perhari…wow…suatu penghasilan yang sangat fantastic….he he he..sahabat blogger mau?maka tidaklah heran jika banyak warga yang lebih menjdai pengemis dari pada berdagang karena hanya modal baju seadanya dengan mengadahkan tangan ke atas?cukup dech…

Oleh karena itu saya selaku mahasiswa katanya sich agent of change,agent of control agent of social hanya berharap dan bertindak setidaknya dalam mengambil kebijakan seorang wakil rakyat harus lebih berpihak pada masyarakat luas…hal yang lebih awal di bangun yaitu merubah mental-mental pengemis menjadi mental-mental pengusaha so,agar supaya Indonesia yang katanya tanah gemah ripah loh jinawi ini bener-bener bias terwujud…amien….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.