‘’Diskusi Rutinan PMII Rayon Hatta UIN MALIKI Malang ‘’Aswaja Sebagai Manhaj Al-Fikr’’

Kamis,11 November 2010

Diskusi Sudah menjadi tradisi dan merupakan kegiatan rutinan PMII Rayon ekonomi moch hatta UIN MALIKI Malang nach dalam diskusi kali ini kita mengambil tema’’aswaja sebagai manhaj al-fikr’’ saya kira ini adalah sebuah tema yang cukup unik dan sangat bagus untuk di diskusikan karena memang aswaja merupakan manhaj berfikir PMII,ketika kita berbicara aswaja maka kita akan teringat dengan hadits nabi yang mengatakan umat islam akan terpecah menjadi 73/72 golongan hanya satu yang masuk surge yaitu golongan ahlus sunah wal jamaah.memang ketika kita memahami hadits ini secara tekstual kita akan saling mengklaim bahwa diri kitalah yang sebenarnya paling benar dengan saling menyalahkan orang-orang yang tidak sepaham.

Dalam diskusi kali ini terlihat sangat seru karena adanya perbedaan konsep bid’ah antara ketua rayon ekonomi moch hatta/sahabat ariel dengan sahabat-sahabat pmii yang lain,cak peh selaku fasilitator juga memberikan sebuah pengantar bagaimana implementasi konsep aswaja itu terhadap PMII memang ketika kita bicara bid’ah dengan konsep ASWAJA maka akan timbul kerancuan pemikiran yang tidak akan menemui titik temu.

Ketika kita bicara tahlil ada sebagaian orang yang mengatakan itu bid’ah dengan konsep dalil hadits nabi ‘’kullu bid’atin dhollalah’’ setiap hal yang baru adalah bid’ah dan setiap bidah adalah sesat dan kesesatan pasti di neraka.tetapi bagi orang yang sepaham dengan tahlilan mereka sebenarnya memaknai sesuatu dengan cara kontekstual jadi dalam menyikapi sesuatu sebenarnya ini lebih realistis.

Nach terus adakah hubungan antara ahlus sunah waljamaah dengan PMII?jika kita melihat uraian di atas maka akan sangat jelas jika aswaja adalah hanya sebuah metode berfikir atau lebih kita kenal sebagai manhaj al-fikr bukanlah sebuah madzab dan tentunya banyak kasus dan contoh yang ada dalam realita masyarakat yang sangat mendukung konsep ini.

So,ketika aswaja dijadikan sebagai manhaj al-fikr maka secara otomatis kita akan lebih toleran terhadap sebuah pendapat yang berbeda degan kita asalkan itu terjadi bukan dalam ranah AQIDAH.Nach dalam diskusi kali ini saya berharap seluruh sahabat-sahabat PMII khususnya rayon hatta bisa lebih mengerti konsep manhaj al-fikr dalam PMII untuk di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

‘’DZIKIR,FIKIR DAN AMAL SHOLEH’’

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.