“Perjalanan Spiritual-ku Bersama Tokoh Islam Kejawen Ki-Bonander di Desa Gambor Kecamatan Srono Banyuwangi”


Selasa,14 September 2010

Alhamdulillah pada suasana lebaran ini saya bisa berpetualang mencari jejak-jejak spiritual islam kejawen yang merupakan salah satu aliran yang cukup banyak pengikutnyaa khususnya di bumi belambangan bahkan aku adalah salah satu dari pengagum aliran islam kejawen ini.Nach dalam lebaran kali ini aku mencoba berkunjung ke salah satu tokoh islam kejawen di bumi blambangan Banyuwangi ini.Salah satu tokoh islam kejawen tersebut biasanya lebih akrab di panggil oleh masyarakat dengan nama Ki.BONANDER.Beliau bermukim di desa gambor masuk kecamatan srono kabupaten banyuwangi.

Memang aku sengaja memanfaatkan moment lebaran ini untuk bersilaturahim ke rumah saudara,temen serta beberapa guru-guru spiritualku.Saat itu aku berangkat kesan bersama salah seorang temenku sekitar pukul 12.04 aku sudah sampai disana tetapi meskipun begitu saat itu kita belum bisa menemui ki bonandir memang karena saat itu beliau sedang keluar bersama menantunya untuk membeli batako di luar guna untuk membangun pagar rumah bagian belakang.memang sich jika kita datang kesana anda tidak akan menemukan kemewahan yang ada disana toch rumahnya hanya berukuran Sekitar 7 X 4 Meter dengan rumah yang berlantai tanah dengan suasana angin yang sepoi-sepoi karena memang dekat dengan area persawahan.

Namun saya datang kesana memang bukan untuk melihat kemewahan-nya tetapi untuk melihat kesederhanaannya,wejangannya serta keihlasannya dalam menjalankan kehidupan di dunia ini.Disamping itu beliau adalah salah seorang tokoh islam kejawen yang cukup di segani baik di masyyarakat gambor sendiri maupun di luar daerah banyuwangi ini.Tidaklah heran jika banyak orang yang berguru kesana mulai dari rakyat sampai pejabat-pun tidak ketinggalan untuk datang kesana.

Mereka datang untuk menuntaskan problem/masalah yang di hadapi mulai dari pengobatan terkena SANTET,Naik pangkat,Membuka pintu rejeki serta beberapa orang yang ingin mencalonkan lurah,bupati sampai gubernur.Memang di kalangan masyarakat banyuwangi khususnya membicarakan ilmu klenik seperti ini bukan maslah yang tabu karena memang disana hal-hal seperti ini sudah melekat di beberapa masyarakat banyuwangi mulai santet,jaran goyang sampai ilmu-ilmu kanuragan lainnya,meskipun begitu bukan berarti kita langsung mengambil kesimpulan bahwa seluruh warga banyuwangi bisa ilmu beginian.

Nach ketika aku tiba disana aku di sambut oleh istri mbah bonandir serta menantu beliau dan beberapa cucunya serta murid-murid beliau atau yang lebih di kenal dengan nama siswo.Karena memang dalam ilmu kejawen jika ada seorang murid yang ingin belajar ilmu sejati di namakan dengan siswo tetapi aku juga lupa siapa nama-nya siswo tersebut Cuma aku ingat daerah asalnya saja yaitu di kota malang bagian selatan.Beliau berguru kepada ki bonandir sudah sekitar satu bulanan.Aku tidak heran jika banyak orang-orang luar banyuwangi berguru ilmu seperti itu di wilayahku karena memang banyuwangi sejak dahulu terkenal dengan lmu-ilmu yang berbau klenik.

Alhamdulilah setelah menunggu cukup lama akhirnya aku bisa bertemu dengan ki bonandir seperti adat masyarakat pada umumnya ketika bertemu langsung berjabat tangan aku-pun juga melakukannya dengan beliau.Seperti biasa aku langsng ngobrol dengan beliau aku datang kesana memang bukan untuk mencari jodoh,melancarkan usaha,membuka aura serta mencari ilmu kanuragan tetapi memang aku kesana sekedar untuk menjalin tali silaturahim dengan beliau di hari yang fitri ini.Memang aku telah lama tidak berkunjung kesana karena biasanya aku sering datang kesana ya sekedar untuk mendengarkan wejangan-wejangan beliau terkait dengan rahasia ilmu islam kejawen.

Sebagaian orang biasa menyebut orang yang bermata pencaharian seperti ini di sebut paranormal bahkan ada yang menyebut dukun serta ada yang mengatakan siapa yang mendatangi dukun sholatnya tidak diterima selama 40 hari/malam.Yach kalau masalah itu tergantung dari persepsi orang masing-masing kok,ketika saya datang kesana saya selalu mendapatkan beberapa petuah kehidupan kejawen mulai harus taat kepada orang tua karena memang dalam istilah kejawen orang tua itu adalah pengeran kang katon/tuhan yang kelihatan.

Melihat petuah-petuah yang di ajarkan selama ini sesuai dengan apa yang aku pelajari di pesantren dulu so,nyantai aja lah…ya meskipun ada beberapa petuah yang tidak sesuai sich..tetapi setidaknya aku bisa memfilter sendiri gitu…okelah sobat met ketemu lagi di lain waktu kapan-kapan di sambung lagi……

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.