“Study Hadits Ekonomi:Apakah Perbedaan Konsep Ekonomi Sosialis Dan Syariah??

1.1       Latar Belakang Masalah

Perkembangan ekonomi Islam dalam tiga dasawarsa belakangan ini mengalami       kemajuan yang sangat pesat, baik dalam bentuk kajian akademis di perguruan tinggi           maupun secara praktik operasional. Dalam bentuk kajian, ekonomi Islam telah     dikembangkan di        berbagai universitas, baik di negeri-negeri Muslim maupun di      negara-negara Barat, seperti di Eropa, Amerika Serikat dan Australia. Di Inggris terdapat             beberapa universitas yang telah mengembangkan kajian ekonomi Islam(Islamic       economics), seperti University of Durham, University of Portsmouth, Markfield Institute          of Higher Education, University of Wales Lampeter, dan Loughborough University. Di            Amerika          Serikat, pengembangan kajian ekonomi Islam dilakukan di Harvard University. Di Australia, University of Wolonggong juga melakukan hal yang             sama.Sedangkan ekonomi sosialispun telah berkembang di tengah-tengah masyarakat        kita sehingga tidaklah heran jika terjadinya persaingan antara ekonomi islam dan ekonomi sosialis.tetapi hingga sekarang banyak masyarakat yang belum mengetahui   perbedaan yang mendasar antara ekonomi syariah dan ekonomi sosialis

Oleh karena itu melalui makalah ini penulis akan memaparkan tentang ekonomi      islam baik tentang masalah pengertian,perbedaan yang menyangkut masalah kedua jenis          system ekonomi tersebut dan akhirnya penulis memberikan judul makalah ini adalah            “Ekonomi Sosialis dan ekonomi Syariah”.

1.2       Rumusan Masalah

Dalam makalah ini penulis memberikan rumusan masalah sebagai berikut:

1)      Bagaimanakah sejarah awal munculnya ekonomi sosialis?

2)      Apa sajakah prinsi-prinsip Dasar ekonomi sosialis.?

3)      Apakah Pengertian Ekonomi Islam?

4)      Apakah Tujuan Ekonomi Islam?

5)      Apakah Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam?

6)      Apakah Keunggulan Ekonomi Syariah?

7)      Apakah perbedaan ekonomi islam dan ekonomi sosialis?

BAB II

EKONOMI SOSIALIS

2.1       Sejarah Ekonomi Sosialis

Sosialisme berakar dari paham sosialis yang lahir pada abad ke-18,inti dari aliran    ini adalah lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat umum dari pada kepentingan       individu,aliran ini berprinsip tentang urgensi pemerintah dalam dunia perekonomian          dimana tidak diakui adanya kepemilikan individu.Resources dan semua factor produksi      tanah,industry dan infrastuktur yang ada merupakan hak kepemilikan negarapada abad ke        20 sistem sosialisme telah menyebar di bagian besar wilayah eropa   timur.Keberlangsungan system ini di tandai dengan adanya revolusi rusia pada tahun        1917 lewat sebuah gerakan antikapitalis yang terinspirasi oleh konsep sosialis karlmarx.

Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang    cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan   campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur         tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai           hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng,          dan lain sebagainya. Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar             dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku.             Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh          masyarakat.[1]

Sosialisme muncul sebagai antithesis dari kapitalisme.ia lahir didorong oleh            fenomena kemelaratan kaum buruh dan petani yang terkena dampak revolusi industry            yang telah menyebar ke seantero eropa,Sosialisme mengajak umat manusia      meninggalkan kepemilikan individu atas alat-alat produksi.Ciri Utama sosialisme yaitu           berada pada hilangnya kepemilikan individu atas alat-alat produksi dan sangat             mengandalkan peran pemerintah sebagai pelaksana perekonomian dan meninggalkan         pasar.

Faham ini digagas oleh Karl Marx, keresahannya tehadap kehidupan yang terjadi   pada masanya yang dikuasai oleh faham kapitalism, dimana kesenjangan antara orang       miskin dan orang kaya sangat tajam membuatnya mengagas penyemarataan hak dalam    perekonomian. Yang kita kenal sekarang ‘ekonomi sosialis. Sebagaimna istilah      Marx,borjuisme (orang kaya) pada masa itu sangat berperan kuat dalam pemiskinan             masarakat Proletar[6]. Dibanyak tempat dijumpai pemiskinan ekonomi oleh orang-orang    bermodal (capital) atas kaum proletar itu sendiri. [2]

Selain itu,yang menyebabkan tumbangnya faham kapitalisme oleh faham    sosialisme yang digagas oleh Marx ketika daya beli kaum proletar melemah yang       menyebabkan barang-barang produksi tidak laku,maka barang-barang produksi tersebut         hanya menumpuk digudang-gudang borjuis tertentu. Maka,lahirlah revolusi besar-   besaran, dimana Marx mampu mempersatukan kaum buruh (proletar) untuk menuntut        orang borjuis berbagi kekayaan dan keadilan.Kemudian muncul istilah masyarakat tampa            kelas, yang semuanya sama kaya-sama miskin, tidak ada buruh tidak ada majikan.

Rumusan strategi ekonomi sosialis :

1. Penghapusan hak milik pribadi atas factor produksi.

2. Sifat, cakupan dan ragam industri mengacu pada kebutuhan social.

3. Perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan oleh Negara.

4. Distribusi pendapatan oleh Negara.

2.2       Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis

Afsalur Rahman dalam Economic Doctrines of Islam juga mengatakan,bahwa        prinsip dasar ekonomi sosialis itu ada tiga antara lain:

1)      Pemilikan harta oleh negara; Seluruh bentuk dan sumber pendapatan menjadi milik negara atau masyarakat keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaat produksi tidak diperbolehkan. Dengan demikian individu secara langsung tidak mempunyai hak pemilikan.

2)      Kesamaan ekonomi; Sistem ekonomi sosialis menyatakan (walaupun sulit ditemui di negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

3)      Disiplin Politik; Untuk mencapai tujuan di atas, keseluruhan negara diletakkan di bawah  peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak pemilikan hartya dihapuskan sama sekali.[3]

BAB III

EKONOMI ISLAM

3.1       Pengertian Ekonomi Islam

Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi        kehidupan manusia dan alam semesta. Kegiatan perekonomian manusia juga diatur dalam         Islam dengan prinsip illahiyah. Harta yang ada pada kita, sesungguhnya bukan milik          manusia, melainkan hanya titipan dari Allah swt agar dimanfaatkan sebaik-baiknya demi    kepentingan umat manusia yang pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah swt         untuk dipertanggungjawabkan. Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan         didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun        Islam.Bekerja merupakan suatu kewajiban karena Allah swt memerintahkannya,     sebagaimana firman-Nya dalam surat At Taubah ayat 105:

“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, karena Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu.”

Karena kerja membawa pada keampunan, sebagaimana sabada Rasulullah Muhammad      saw:

Barang siapa diwaktu sorenya kelelahan karena kerja tangannya, maka di waktu sore itu   ia mendapat ampunan.

(HR.Thabrani dan Baihaqi)

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-    masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah berbeda             dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari   kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang    miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam   merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah.[4]

3.2       Tujuan Ekonomi Islam

Pandangan islam terhadap  masalah kekayaan berbeda dengan pandangan islam     terhadap masalah pemanfaatan kekayaan.Menurut islam,sarana-sarana yang memberikan        kegunaan (utility) adalah masalah tersendiri,sedangkan perolehan kegunaan adalah       masalah tersendiri,sedangkan perolehan kegunaan adalah masalah lain.karena     itu,kekayaan dan tenaga manusia,dua-duanya merupakan kekayaan,sekaligus sarana yang bisa memberikan kegunaan.[5]

Segala aturan yang diturunkan Allah swt dalam system Islam mengarah pada         tercapainya             kebaikan, kesejahteraan, keutamaan, serta menghapuskan kejahatan,            kesengsaraan,dan        kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. Demikian pula dalam hal ekonomi, tujuannya adalah     membantu manusia mencapai kemenangan di dunia dan di   akhirat.Seorang fuqaha asal    Mesir bernama Prof.Muhammad Abu Zahrah mengatakan     ada tiga sasaran hukum Islam             yang menunjukan bahwa Islam diturunkan sebagai   rahmat bagi seluruh umat manusia,             yaitu:

1)      Penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya

2)      Tegaknya keadilan dalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud mencakup aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah.

3)      Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya).Para ulama menyepakati bahwa maslahah yang menjad puncak sasaran di atas mencaku p lima jaminan dasar:

  • Keselamatan keyakinan Agama (al-din)
  • kesalamatan jiwa (al nafs)
  • keselamatan akal (al aql)
  • keselamatan keluarga dan keturunan (al nasl)
  • keselamatan harta benda (al mal)

3.3       Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam

Secara garis besar ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dasar:

1)      Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah swt kepada manusia.

2)      Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.

3)      Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama.

4)      Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja.

5)      Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang.

6)      Seorang mulsim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti.

7)      Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab)

8)      Islam melarang riba dalam segala bentuk.

3.4       Keunggulan Ekonomi Syariah

Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu.Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual,          sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis          yang ekstrim[1], ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan             yang boleh dan tidak boleh di transaksikan.

Ekonomi dalam Islam harus mampu   memberikan kesejahteraan bagi seluruh          masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan    dan kekeluargaan serta mampu           memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usahaTidak banyak      yang dikemukakan dalam Al Qur’an, dan hanya prinsip-       prinsip yang mendasar saja.    Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan         Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku        sebagai            produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem     ekonomi.Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam   harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain   itu,ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

1. Kesatuan (unity)

2. Keseimbangan (equilibrium)

3. Kebebasan (free will)

4. Tanggungjawab (responsibility)

Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat     individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah         semata,dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Didalam menjalankan kegiatan           ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa             berarti”kelebihan”. Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang- orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya    orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli            itu sama dengan riba,padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan[6]

3,5       Perbedaan Antara Konsep Ekonomi Sosialis Dan Islam

KONSEP ISLAM SOSIALIS
Sumber Kekayaan Sumber kekayaan dari Allah SWT Sumber kekayaan sangat langka
Kepemilikan Sumber kekayaan Titipan Allah SWT Sumber kekayaan di dapat dari pemberdayaan tenaga kerja
Tujuan Gaya Hidup perorangan Untuk mencapai kemuliaan dunia akhirat Ke setaraan penghasilan di antara kaum buruh

Table di atas menerangkan 2  konsep sistim perekonomian yaitu:Islam dan Sosialis.Sementara Islam mempunyai suatu konsep yang berbeda mengenai kekayaan,            semua kekayaan di dunia adalah milik  dari ALLAH SWT yang di titipkan kepada kita, dan kekayaan yang kita miliki harus di peroleh dengan cara cara yang halal, untuk     mencapai Al-falah (makmur dan success)  dan Sa’ada Haqiqiyah (kebahagian yang abadi baik di dunia dan akhirat.  Dalam Islam yang ingin punya property atau perusahaan harus mendapat kan nya dengan  usaha yang keras untuk mencapai yang nama nya Islamic   Legal Maxim, yaitu  mencari keuntungan yang sebanyak banyak nya yang sesuai dengan          ketentuan dari prinsip prinsip syariah.

Yang sangat penting  dalam transaksi Ekonomi Islam adalah tidak ada nya             unsur Riba (interest) Maisir (judi) dan Gharar (ke tidak            pastian). Riba di peroleh         dengan cara pertukaran uang misal nya selembar uang yang bernilai 10.000,- di     tukar    dengan uang recehan rp. 500,- dengan nilai  total 9.500,- (banyak terjadi di terminal bis,           di mana kenek bis perlu uang receh untuk  uang kembali pada penumpang yang tidak    punya uang pas , sesuai dengan tarif bis nya) di mana kalau dalam ekonomi konvensional selisih rp 500 itu terhitung sebagai untung/laba. Sedang kan dalam ekonomi syariah yang      selisih rp 500,- itu masuk dalam katagory riba. Yang seharu nya dilakukan adalah         selembar uang rp 10.000 di tukar dengan receh re 500 dengan total             nilai rp.10.000 juga,    tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, karena kelebihan atau       kekuarangan nya itu        adalah Riba.

Riba juga bisa di dapat dari cara meminjam kan uang yang di kenakan bunga.         (interest).Maisir (judi) semua pasti tahu judi itu adalah taruhan, spekulasi atau zero sum       game transaksi jenis ini juga di larang.. Gharar adalah melakukan transaksi yang tidak          pasti seperti membeli ikan yang masih berenang di laut. Tidak pasti berapa banyak ikan         yang bisa di tangkap untuk di beli dan tidak ada kepastian berapa harga nya, kalau jumlah             ikan nya saja tidak dapat di pastikan.

Dalam Islam setiap masalah di putuskan dalam konsultasi bersama (Dewan-Sura)             berdasarkan pendapat yang terbanyak. Peran Pemerintah dalam ekonomi Islam adalah       mengatur sistim zakat, dan observasi pasar yang di lakukan oleh lembaga yang bernama       Al-Hisbah,lembaga ini yang mengawasi semua kegiatan transaksi ekonomi syariah.     Ketua Lembaga Al-Hisbah di sebut Muhtasib. Menurut Imam Al-Ghazali bahwa seorang           Muhtasib harus lah seorang yang mempunyai Ilmu, integritas  dan status sosial yang             sangat tinggi. Ibnu Taimiyyah mengatakan kalau seorang muhtasib harus lah ber ilmu         tinggi pada bidang Hukum Islam, baik hati dan sangat penyabar.

Sejarah terbentuk nya Al-Hisbah terjadi pada saat terbentuk nya kota Madinah      sebagai kota suci ummat Islam. Sebagai kepala pemerintahan, Nabi Muhammad SAW,          selalu mengadakan kunjungan ke pasar, untuk mengawasi jalan nya process perdagangan,      agar tidak terjadi nya penipuan. Nabi Muhammad  SAW adalah seorang Mushtasib yang        pertama dalam sejarah ekonomi Islam.

Lain hal nya dengan konsep ekonomi sosialis, di mana sumber kekayaan itu            sangat langka dan harus di peroleh lewat pemberdayaan tenaga kerja (buruh), di semua           bidang, pertambangan, pertanian, dan lain nya. Dalam system Sosialis, semua Bidang    usaha di miliki  dan di produksi oleh Negara. Tidak terciptanya market (pasar) dan tidak         terjadi nya supply and demand, karena Negara yang menyediakan semua kebutuhan             rakyat nya secara merata. Perumusan  masalah dan keputusan di tangani langsung oleh      negara.[7]

BAB IV

PENUTUP

4.1       Kesimpulan

  • Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang    cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
  • Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam.
  • Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu.Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim[1], ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan      yang boleh dan tidak boleh di transaksikan.

DAFTAR PUSTAKA


[1] Abidin basri,2007:12-13

[2] Antonio,2009:38-39

[3] Mikael,2008:26-27

[4] http://islampeace.clubdiscussion.net

[5] Eko,2008:12

[6] http://hsnpoetry.blogspot.com/

[7] http://organisasi.org

About these ads

3 Tanggapan

  1. Salam, Teko Lare Osing

    Kang, kadong reko kepingin moco-moco hang ono hubungane ambi Ekonomi lan Keuangan Syariah tulisane LARE OSING…bukaen baen

    http://nuris2007.multiply.com

    Kang Cacas,

  2. suip…ide yang bagus….

  3. tugasnya negara memang harus mengatur tatanan kerakyatan,nah klo yg namanya kekayaan alam tidak dikuasai oleh negara artinya siapa aja boleh memanpaatkannya itu pasti akan cendrung siapa yg kuat dia yg dapat tak ubahnya jaman purba,nah klo yg lemah gimana dia akan tersingkir ketika tersingkir pd akhirnya mengapdi pd yg kuat. klo sudah mengapdi sudah pasti penindasan dan penghisapan akan terjadi..tapi klo kekayaan alam diatur oleh negara tdk ada kesempatan individu tuk memperbudak kaum lemah…

Tidak Ada Kata PENSIUN Untuk Seorang SENIMAN

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: