Budaya Dasar:HAKIKAT MANUSIA DAN BUDAYA

Pada dasarnya manusia diciptakan didunia ini dilengkapi Tuhan dengan akal dan pikiran, untuk menjadikan mereka Kholifah dimuka bumi dan diberikan kemampuan. (Supartono, Rafael Raga Maran, 1999:36)

Substansi kebudayaan sendiri merupaka wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk atau berupa sisitem pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan ( Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Jakarta:kencana,2007:38)

Manusia diberi kemampun untuk berupaya menjelaskan alam semesta yang dapat menemukan dirinya sendiri, dan dapat memahami keberadaan diri dan sifatnya. Dalam kehidupannya juga manusia memiliki tiga fungsi sebagai makhluk tuhan, individu, dan social budaya, yang saling berkaitan, dimana kepada Tuhan manusia memiliki kewajiban untuk mengabdi kepadaNya. Sebagai individu yang memenuhi kebutuhan pribadinya, dan sebagai mahkluk sosial budaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan selaras dan saling membantu. Sebagai makhluk social manusia akan hidup bersama dengan manusia lain yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan, karena kebudyaan itu sendiri diperoleh manusia dari proses belajar pada lingkungan, juga hasil pengamatan langsung. Kebudayaan dapat diterima manusia dengan tiga bentuk (ibid. Halm:48):

  • Melalui pengalaman hidup, saat menghadapi lingkungan
  • Melalui pengalaman hidup, sebagai makhluk social
  • Melalui komunikasi simbolis

Yang pasti kebudayaan yang diterimapun berbeda- beda namun pada dasarnya sama,

  • Terwujud dan tersalurkan lewat prilaku manusia
  • Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati
  • Diperlukan manusia yang diwujudkan melalui tingkah laku
  • Berisi aturan yang berisi kewajiban, larangan dan pantangan.
  1. Manusia dan Makhluk Lain

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang paling sempurna bila dibandingkan dengan makhluk lain. Manusia punya sadar diri dan diberi kemampun bisa berfikir atas kemauanya. Akibat dari unsur kahidupan yang ada pada manusia berkembang dan  mangalami perubahan-parubahan dari segi fisiologis maupun perubahan dari segi psikologis. Selain itu manusia dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya yang teriakat oleh hukum-hukum alam. Manusia juga dipengaruhi atau ditentukkan oleh kemampun yang ada dalam diri manusia itu sendiri, manusia sebagai mahkluk hidup, merupakan mahkluk dinamis dalam pengertian bahwa manusia dapat mengalami perubahan prilaku dari waktu-kewaktu. Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Pada tumbuhan misalnya, walaupun tumbuhan juga bisa berkembangbiak seperti manusia dan  tergantung juga kepada keadaan yang ada diluarnya, namun juga dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan yang ada pada tumbuhan itu sendiri. Jika pada hewan, hewan juga mempunyai kemampuan seperti halnya tumbuhan yang dipengaruhi oleh keadaan sekitar, dan juga punya kekuatan yang melebihi diatas taraf tumbuhan, akan tetapi tidak punya kemampuan berfikir, berkemauan, dan kata hati, seperti manusia yang mempunyai semuanya yang mehubungkan manusia dengan Tuhannya. (pengantar Psikologi, Prof. Dr. Bimo Walgito,1989:43)

  1. Aspek- Aspek Manusia

Aspek manusia dibagi menjadi 2 yang pertama adalah aspek jasmani dan aspek ruhani. Perbedaannya disini kalau aspek jasmani dapat dilihat dan  dikonfirmasikan denagan alat.tapi kalau aspek ruhani manusia hanya bisa diakses melalui fikiran  dan perasaan. Instrumen aspek keruhanian manusia adalah:

  1. a. Akal merupakan aspek fikir manusia yang kerjanya berfikir dan alt pemecah masalah.
  2. b. Hati merupakan pusat kendali sistem ruhani, yaitu alat untuk memahami realita dan pemutus tindakan.
  3. c. Hati Nurani merupakan titik ketuhanan,yang nurani kejujurannya sangat konsisiten dan tidak mau diajak kompromi.
  4. d. Syahwat merupakan penggerak tingkah laku,bersifat netral dan halal sepanjang prosedurnya masih benar.
  5. e. Hawa Nafsu merupakan syahwat kepada sesuatu yang rendah, haram, merusak, dan yang berdosa.( http//:mubarok-institute.blokspot.com)
  1. Daya Manusia

Daya sendiri adalah kemempuan, jadi daya manusia adalah segala kemampuan yang dimiliki manusia. Dimuka telah dijelaskan manusia dikaruniai sesuatu yang lebih, yaitu akal dan budi yang telah menyebabkan manusia memiliki cara dan pola hidup yang berdimensi ganda, yakni kehidupan yang bersifat material dan kehidupan yang bersifat spiritual. Akal dan budi sangat berperan dalam usaha menciptakan kedua jenis kehidupan itu,untuk menciptakan kebahagiaan jasmani, dengan cara menciptakan benda-benda baru sesuai dengan yang dihajatkan yang selama ini serlalu didorong oleh rasa keinginan dan kebutuhan.

Selain itu manusia memiliki kemampuan istimewa yang tidak dimiliki makhluk lain  misanlya:

  1. Semua unsur alam, termasuk makhluk-makhluk lain dapt dikuasai manusia dan dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya
  2. Manusia mampu mengatur perkembangan hidup makhluk lain dan menhindarkanyadari kepunahan
  3. Manusia mampu mengubah apa yang ada dialam ini yang secara ilmiah tidak bermanfaat menjadi bermanfaat baik bagi keperluan hidup manusia, maupun kehidupan pada umumnya.

Dan banyak hal lain kemampuan yang dimiliki manusia. Sebaliknya sesuai dengan sifatnya sebagai benda ciptaan atau makhluk manusia pasti tidak luput dari yang namanya kelemahan.( Drs. Djoko. Widagdho, dkk.1991:32)

  1. Tipologi Manusia

Setiap manusia pasti mempunyai sifat tipologi dengan proporsinya yang berbeda-beda, yang membuat manusia memiliki pola-pola tertentu dalam membangunan hubungan dengan orang lain dan juga merespone hubungan-hubungan tesebut.jenis tipologi tersbut Antara lain:

  1. Extrovert merupakan orang-orang yang senada dengan kebudayaan dimana dia berada
  2. Introvert merupakan orang-orang yang cenderung menutup diri dari lingkungan sosial
  3. Intuition merupakan prilaku yang menitik beratkan pada dorongan naluri dan firasat.
  4. Sensation merupakan orang yang inderawan yang lebih menyukai hal yang kongkrit, nyata, dan factual.
  5. Thinking merupakan  orang yang lebih menitik beratkan pada pertimbangan pemikiran dalam melakukan sesuatu.
  6. Feeling merupakan prilaku yang suka membuat keputusan kehidupan atas kejadian-kejadian dengan dasar empati, dan nilai pribadi.
  7. Judging merupakan prilaku yang lebih suka medasarkan diri pada nilai
  8. Perceiving prilaku yang ingin mengetahui lebih banyak sebelum memutuskan sesuatu.

Namun demikian tipologi-tipologi diatas tidak bersifat mutlak dan absolut yang artinya sangat memungkinkan tipologi ini terbuka terhadap perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi disekitarnya.

TUGAS

Ringkasan  Materi kuliah Ilmu Budaya Dasar

”Memahami Hakikat Manusia dan Budaya”

Dosen Pembimbing:

Romi Faslah, M, Si.

Oleh:

Ach. Muzajjad (08510054)

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

MARET 2009

4 Tanggapan

  1. i like your artikel

  2. ya pasti donk…

  3. manusia diciptakan oleh sang khalik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.