“Seminar Nasional Kebudayaan:”Manifestasi Kearifan Budaya Lokal dalam Nuansa Kontemporer” Bersama PMII Rayon Ibnu Aqil”

Kamis,13 Mei 2010

Seiring perkembangan zaman yang semakin maju ini maka semakin banyak ber-munculan teknologi-teknologi yang semakin canggih sehingga dalam berinteraksi untuk mendapatkan informasi manusia tidak dibatasi lagi oleh sekat-sekat budaya,ras,suku maupun Negara.Memang di satu sisi sangat membantu manusia di era globalisasi ini untuk mendapatkan informasi yang cepat,simple dan jelas namun sebaliknya di satu sisi akan mengancam budaya-budaya local yang sudah menjadi budaya serta merupakan salah satu aset bangsa ini.Saya kira ini merupakan PR-Kita bersama untuk mengatasi problem yang melanda bangsa ini,sebagai generasi penerus bangsa saya sangat prihatin dengan semakin sedikitnya pemuda yang akan bangga akan kelebihan bangsa ini mereka lebih bangga dengan budaya asing yang notabenebiasanya tidak sesuai dengan adat ketimuran,seharusnya kita harus bangga dengan adanya budaya yang unik di negeri ini,karena Indonesia adalah merupakan salah satu Negara yang mempunyai keunikan budaya di dunia,so,sebagai pemuda kalau bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi.

Nach berkaitan dengan masalah itu hari kamis ini saya tertarik untuk menghadiri “Seminar Nasional Ke-Budayaan”,acara yang bertempat di gedung Humaniora & budaya Lantai 3 UIN Maliki Malang ini di selenggrakan oleh PMII Rayon “Perjuangan”:Ibnu Aqil,Kom:Sunan Ampel Malang,seminar ini merupakan sebagai salah satu peringatan HARLAH PMII yang di lrayakan oleh rayon Ibnu Aqil,acara yang bertemakan “Manifestasi Kearifan Budaya Lokal Dalam Nuansa Kontemporer” ini di hadiri oleh tiga orang pemateri yang cukup kompeten di bidangnya yaitu:

  • Prof.Dr.Kacung Marijan (Beliau adalah seorang guru besar dari Universitas Airlangga dan seorang pakar Ilmu Politik)
  • Bpk.Agus Sunyoto (Beliau adalah seorang Budayawan)
  • Drs.Misbahul Amri,M.A (dosen Cultural Studies Fakultas Humaniora & budaya)

Nach beliau adalah pemateri yang tidak perlu di pertanyakan kemampuannya dalam hal keilmuan.aku berangkat ke gedung humbud ini sekitar pukul 07.30 hal ini di karenakan informasi yang aku terima acara seminar ini di mulai pada pukul 07.30 namun meskipun begitu ternyata aku sampai disana acara di mulai pada pukul sekitar 08.00.acara di awalai dengan tampilan grup music telas-ria yang merupakan grup music di lingkungan PMII Kom:UIN Malang ada yang unik dalam penampilan music ini yaitu ada beberapa lagu dari berbagai jenis music baik jawa,dangdut serta pop yang merupakan sesuai dengan tema yang di angkat yaitu tentang kearaifan budaya local.selanjutnya acara dilanjutkan dengan tampilan tarian serta puisi yang di tampilkan oleh temen2 PMII Rayon Aqil yang mengangkat salah satu budaya bangsa yaitu tari dari Madura.Ada sekitar 60-an pengunjung yang hadir dalam acara seminar ini semuanya Nampak terhibur dengan adanya hiburan yang di sajikan oleh panitia pelaksana.

Sekitar pukul 09.40 AM acara seminar baru di buka oleh MC,Serta di lanjutkan bacaan ayat suci al-quran dan sambutan serta menyanyikan lagu Indonesia raya,serta doa yang di pimpin oleh bapak KH.Hamzawi.doa-pun berakhir akhirnya acara seminar nasional kebudayaan ini resmi di buka.Seminar ini di awali dengan pemaparan masing2 nara sumber berkaitan dengan tema kita kali ini yaitu tentang manifestasi budaya local.untuk pemateri pertama yaitu bapak kacung marijan beliau membatasi ruang lingkup pemaparannya dalam 2 kategori yaitu berkaitan dengan local wisdom dan globalisasi putinput religion (Khususnya Gerakan Islam Di Indonesia).

Beliau mengatakan bahwa gobalisasi adalah bukanlah merupakan suatu fenomena yang baru,kenapa?hal ini dikarenakanketika orang tau pertama kali jika bumi ini bulat maka orang akan mencoba menemukan teknologi yaitu salah saatunya pesawat untuk membuktikan bahwa apakah benar bumi itu bulat”Kata Bpk Kacung yang merupakan ketua PBNU ini.Orang Indonesia adalah salah satu bangsa yang pandai sekali memodifikasi globalisasi dengan budaya local,ini bisa di lihat dari fenomena masyarakat yaitu mengaitkan agama dengan konteks budaya sehingga islam dapat diterima di masyarakat tanpa melalui pertumpahan darah sehingga masyarakat melihat islam bukan sebagai agama pedang,tetapi sebagai agama yang benar-benar agama rohmatal lil alamin sebagai rohmat seluruh alam..Memang aneh bangsa ini kita suka dengan budaya asing namun tidak jarang kita itu kurang respon terhadap budaya local di negeri ini sehingga otomatis lambat laun akan semakin menipisnya pemuda yang bangga terhadap budaya sendiri,saya sendiri berpendapat tidak masalah sich kita mengadopsi dengan budaya asing akan tetapi kita harus menfilter jangan hanya mengambil budaya yang negative saja dengan mengabaikan budaya yang positif.

Waktu pemaparan materi untuk bapak kacung marijan pun berakhir selanjutnya di lanjutkan oleh pemateri yang kedua yaitu bapak Drs.Misbahul Amri,M.A beliau adalah salah seorang yang hidup di lingkungan keluarga seniman ini bisa di lihat dari Bapak beliau yang juga seorang dalang serta lingkungan masyarakat beliau yang juga kebanyakan memiliki jiwa seni tinggi ini bisa terlihat dari kebiasaan masyarakat jika seorang pria tidak bisa menari tayub maka itu bukanlah seorang laki2 yang suip.Beliau membedakan antara budaya dan adab karena kita sering mengenal dengan yang namanya budaya nyontek dan korupsi namun kita tidak pernah mendengar dengan yang namanya adab menyontek maupun adab korupsi.

Untuk pemateri yang ketiga yaitu bapak Agus sunyoto beliau adalah seorang budayawan yang cukup ahli dibidangnya,.ada yang mengatakan jika munculnya pendidikan di awalai dengan munculnya paham positivisme yaitu suatu paham yang mengatakan bahwa jika tuhan itu ada karena adanya angan-angan manusia jadi seandainya tidak ada manusia maka tuhan itu tidak ada,sehingga sering terjadi perbedaan pandangan persepsi di dalam ruang lingkup pendidikan,hal ini dapat kita contohkan sebagai berikut ada tiga guru di lingkungan sekolah A yaitu guru Agama,Biologi dan Fisika,ketika suatu saat seorang guru agama menerangkan jika manusia tercipta dari nabi adam dan siti hawa,selang beberapa waktu muncul guru IPA yang menerangkan bahwa manusia muncul diawali dengan kera selanjutnya berevolusi hingga menjadi manusia sekarang,tetapi beda lagi dalam fisika bahwa alam semesta terjadi dengan sendirinya akibat ledakan besar.Nach tentu siswa akan bingung dengan pemaparan seperti itu atau tidak..?manusia dari tanah atau kera?

Nach dalam pendidikan-pun kita sering di doktrin untuk bermental buruh,jika kamu sudah lulus n dapat ijazah maka cari kerja sana,,,maka dari itu seakan-akan sekolah adalah jaminan untuk sukses padahal banayak orang yang gak sekolah-pun sukses,samapai2 ada ceerita anecdot yang berkaitan dengan ini:

Suatu hari ada seorang pria meninggal di sebuah rumah sakit setelah di periksa oleh dokter spesialis maka pria ini di nyatakan meninggal dunia,akhirnya ia-pun di masukkan dalam peti untuk di makamkan,namun anehnya dalam perjalanan orang yang meninggal ini tiba2 bangun lagi sontan pembawa keranda kaget dan menanyainya…Lho kenapa kok bangun ?kata pembawa keranda.”Saya tidak mati tapi ketiduran?kata si mayit.”Udah tutup lagi aja khan pria ini dah di nyatakan mati oleh seorang DOKTER SPESIALIS…!!!!HAH…..

Waktu-pun berlalu setelah ada pemaparan dari ketiga pemateri selanjutnya adanya Tanya jawab sekitar 2 sesi Tanya jawab,sekitar jam 12-an acara udah selesai akupun kembali ke pondok-ku untuk melakukan katifitas-ku namun sebelumnya aku mampir dulu ke tempat panitia acara ini guna untuk mengambil sertifikat dan PIN,dah dulu ya aku mau sleeping dulu ini khan udah malem….coz aku nulis curhat-ku ini baru tanggal 16-may-10 jam 10.44 PM.

Sukses ya….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.