Pengertian filsafat
Sebagaiman pendapat umu, bahwa filasafat adalah pengetahuan tentang kebijaksanaan, prinsip-prinsip mencari kebenaran, atau berfikir rasional dan logis, mendalam dan bebas untuk memperoleh kebenaran. Kata ini berasal dari Yunani, Philos yang berarti cinta dan Sophia yang berarti kebijaksanaan.
Ilmu adalah bagian dari pengetahuan.demikian pula seni dan agama. Jadi dalam pengetahuan tercakup didalamnya ilmu, seni dan agama.filsafat sebagaimana pengertiannya semula dikelompokkan kedalam bagian pengetahuan tersebut. Sebab pada pemulanya filsafat identik dengan pengetahuan baik identik dengan teoritik ataupun praktik. Akan tetapi lama kelamaan ilmu-ilmu khusus menemukan khasnya sendiri-sendiri kemudian memisahkan diri dari filsafat[1]
Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang objek tertentu, termasuk didalamnaya ilmu, sehingga pengetahuan ilmiah meerupakan a higher level of knowledge dalam perangkat-perangkat kita sehari-hari, maka filasaft ilmu tidak dapat dipisahkan dari filasafat pengetahuan .
Sebenarnya filsafat ilmu adalah kelanjuta dari perkembangan filsafat pengetahuan, adalah juga merupakan cabang filsafat. Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahap sekarang ini filsafat ilmu juga mengarah pada pandangan strategi pengembangan ilmu, yang menyangkut juga etika dan heuristic, bahkan sa,pai pada dimensi kebudayaan untuk menangkap arti dan makna bagi kehidupan manusia.[2]
- Filsafat dan Agama
Dalam membangun tradisi filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama , menanggapi, dan meneruskan karya-karya pendahulunya sesuai dengan latar belakang budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun.
Oleh karena itu, filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang budayanya. Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori besar menurut wilayah dan menurut latar belakang agama. Menurut wilayah bisa dibagi menjadi: Filsafat Barat, Filsafat Timur, dan Filsafat Timur Tengah. Sementara latar belakang agama dibagi menjadi: Filsafat Islam, Filsafat Budha, Filsafat Hindu, dan Filsafat Kristen
Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre. Dalam tradisi filsafat Barat, dikenal adanya pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu. Yaitu:
1) Ontologi membahas tentang masalah “keberadaan” (eksistensi) sesuatu yang dapat dilihat dan dibedakan secara empiris, misalnya tentang keberadaan alam semesta, makhluk hidup, atau tata surya.
2) Epistemologi mengkaji tentang pengetahuan (episteme secara harafiah berarti pengetahuan). Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan. Dari epistemologi inilah lahir berbagai cabang ilmu pengetahuan (sains) yang dikenal sekarang.
3) Aksiologi membahas masalah nilai atau norma sosial yang berlaku pada kehidupan manusia. Dari aksiologi lahirlah dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup manusia: etika dan estetika.
4) Etika membahas tentang perilaku menuju kehidupan yang baik. Di dalamnya dibahas aspek kebenaran, tanggung jawab, peran, dan sebagainya.
5) Estetika membahas mengenai keindahan dan implikasinya pada kehidupan. Dari estetika lahirlah berbagai macam teori mengenai kesenian atau aspek seni dari berbagai macam hasil budaya.
- Struktur Dasar ilmu pengetahuan dan berfikir filosofis
Pengetahuan yang dipeoses menurut metodeilmiah merupakan pengetahuan yang memenuhi syarat keilmuan, dan dapat disebut pengetahuan ilmiah. Ilmu pada dasarnya meruipakan kumpulan pengetahuan yang bersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan serangkaian tindakan untuk menguasai gejala tersebut berdasarkkan penjelasan yang ada.
Struktur ilmu menggambarkan bagaimana ilmu itu tersistimatisir dalam suatu lingkungan (boundaries), di mana keterkaitan antara unsur-unsur nampak secara jelas. Menurut Savage & Amstrong, struktur ilmu merupakan A scheme that has been devided to illustrate relationship among facts, concepts, and generalization. Dengan demikian struktur ilmu merupakan ilustrasi hubungan antara fakta, konsep serta generalisasi, keterkaitan tersebut membentuk suatu bangun struktur ilmu, sementara itu menurut H.E. Kusmana struktur ilmu adalah seperangkat pertanyaan kunci dan metoda penelitian yang akan membantu memperoleh jawabannya, serta berbagai fakta, konsep, generalisasi dan teori yang memiliki karakteristik yang khas yang akan mengantar kita untuk memahami ide-ide pokok dari suatu disiplin ilmu yang bersangkutan.
Dengan demikian nampak dari dua pendapat di atas bahwa terdapat dua hal pokok dalam suatu struktur ilmu yaitu :
- A body of Knowledge (kerangka ilmu) yang terdiri dari fakta, konsep, generalisasi, dan teori yang menjadi ciri khas bagi ilmu yang bersangkutan sesuai dengan boundary yang dimilikinya
- A mode of inquiry, atau cara pengkajian/penelitian yang mengandung pertanyaan dan metode penelitian guna memperoleh jawaban atas permasalahan yang berkaitan dengan ilmu tersebut.
Kerangka ilmu terdiri dari unsur-unsur yang berhubungan, dari mulai yang konkrit yaitu fakta sampai level yang abstrak yaitu teori, makin ke fakta makin spesifik, sementara makin mengarah ke teori makin abstrak karena lebih bersifat umum.
Struktur ilmu pengetahuan dari:
- Fakta dan Konsep
- Generalisasi dan Teori
- Proposisi dan Asumsi
- Definisi/Batasan
- Paradigma
- 1. Ciri Berfikir Filosofis
Beberapa cirri berfikir kefilsafatan/filosofis dapat dikemukakan sebagai berikut:
- Radikal, artinya berpikir sampai ke akar-akarnya, hingga sampai pada hakikat atau substansi yang dipikirkan.
- Sistematik, artinya berfikir yang logis, sesuai aturan, langkah demi langkah, berurutan, penuh kesadaran, dan penuh tanggung jawab.
- Universal, artiya pemikiran filsafat menyangkut pengalaman umum manusia atau berfikirs ecara menyeluruh tidak terbatas pada bagian tertentu tetapi mencakup seleuruha Apek.
- Spekulatif, berfikir spekulatif terhadap kebenaran yang perlu pengujian untuk memberikan bukti kebenaran yang difikirkannya.
- A. OBJEK KAJIAN FILSAFAT ILMU
- Ontologi
Ontology merupakan azas dalam menetapkan batas ruang lingkup wujud yang menjadi objek dan penelaahan serta penafsiran tentang hakikat realitas.[3]. ontology meliputti permasalahan apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan it, yang tidak terlepas dari pandanga tentang apa dan bagaimana tentang itu.
Louis O. Kattsoff membagi otology dalam tiga bagian, antara lain :
- Ontology bersahaja, disebabkan segala sesuatudipandang dalam keadaan sewajarnya dan apa adanya.
- Ontologi Kuantitatif dan Ontologi Kualitatif, dikarenakan dipertanyakanya mengenai tunggal atau jamaknya. Serta pernyataan apa yang merupakan jenis kenyataan itu
- Ontology monistik, jika dikatakan bahwa kenyataan itu tunggal danya keanekaragaman, perbedaan dan perubahan dianggap semua belaka[4].
Ada beberapa pertanyaan ontologism yang menimbulkan munculnya beberapa aliran dalam filsafat, Misalnya:
- Apakah yang ada itu ?:Aliran Monisme, aliran dualisme, aliran pluralisme, aliran agnotisime.
- Bagaimanakah yang ada itu ?:Zero (490-430 SM), bergos Russel
- Dimanakah yanh ada itu ?:berpendapatr bahwa yang ada itu berada dalam alam ide, adi kodrati, universal, tetap abadi dan abstrak.
[1] Franz magnis Suseno, 1991:18 dan van Peursen, 1989 :1
[2] Ibid, 1989:96
[3] Jujun, 1986 :6
[4] Hery, 17-18
Filed under: Makalah Semester-2




visit in my blog irchams1993.blogpsot.com???? don’t forget
Ok brow..mksh
How do I study philosophy with easy and fun?
Belajar filsafat di blog mass
salam kenal dari Pontianak