Tak terasa bulan Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita, bulan suci yang melatih dan mendidik kita dalam mengendalikan hawa nafsu, bulan yang membersihkan diri kita dari segala dosa dan kemaksiatan. Semoga puasa dan amal ibadah yang kita kerjakan dibulan Ramadhan diterima Allah SWT, serta memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan kita, yaitu mengembalikan kita kepada fitrah, suci bersih dari segala dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW; “Barangsiapa yang berpuasa dibulan Ramadhan, dan mengerjakan amal ibadah didalamnya karena iman dan mencari ridha Allah, maka Allah SWT akan membebaskannya dari segala dosa-dosanya sehingga dia kembali suci bersih seperti bayi yang baru dilahirkan.” (HR. Ahmad).
Begitu matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan, kegembiraan dan kebahagiaan menyambut hari kemenangan datang begitu luar biasa kepada kaum muslimin dan muslimah, terutama mereka yang dapat menyelesaikan puasanya dengan baik. Takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang, bersahut-sahutan membahana seakan membelah langit dunia. Dikota-kota besar hingga ke desa-desa terpencil, kaum muslimin dan muslimah memadati masjid-masjid dan surau-surau semua merayakan hari kemenangan. Kaum muslimin dan muslimah bersyukur kepada Allah SWT, karena baru saja menyelesaikan ibadah puasa, ibadah yang mengandung nilai-nilai pendidikan dalam mengendalikan dan menundukkan hawa nafsu, ibadah yang membentuk jiwa kita teguh dan kuat dalam membentuk watak disiplin.
Betapa haru dan syahduhnya hati kita saat ini, karena kita merasakan Allah SWT begitu dekat dengan kita, sehingga tanpa terasa membuat kita meneteskan airmata. Airmata kemenangan juga keharuan karena berpisah dengan Ramadhan yang mungkin tahun depan belum tentu akan kita jumpai lagi. Seperti inilah yang selalu dialami Rasulullah SAW beserta sahabat-sahabat dekat Beliau tatkala menyambut Idul Fitri dan berpisah dengan Ramadhan.
Marilah kita syukuri hari kemenangan ini bukan dengan berpesta pora dan bukan pula membuang-buang dan menghamburkan nikmat Tuhan secara sia-sia dan mubazir. Semoga kita tidak termasuk orang yang terjebak dalam pesta sesaat dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri dengan penampilan-penampilan zahiriyah yang penuh dengan kemewahan dan glamour, sebab penampilan yang demikian justru akan menghilangkan makna Idul Fitri tersebut.
FROM:http://iwandj.blog.co.uk/2008/10/05/hikmah-idul-fitri-bagian-i-4823197/
Filed under: KE-ISLAM-AN



