Matahari di pantai Pulau Merah serasa berada tepat di atas ubun-ubun. Teriknya menyengat kulit. Keluarga Sunarto malah tak beranjak dari kawasan wisata di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, itu. Dengan kaki telanjang, ia bersama anak dan istrinya berkejar-kejaran dengan ombak.
Pengunjung lainnya menikmati panorama laut sembari duduk di bawah rerimbunan pohon pandan duri. Daunnya yang lebat, panjang menjulur, menghalau panas. Yang terasa hanya semilir angin yang memancing rasa kantuk, diiringi deburan ombak serta empasan gelombang.
Semakin siang, pengunjung kian bertambah. Saat itulah keelokan pantai Pulau Merah mencapai klimaksnya. Salah satu dari tujuh bukit yang berjejer di tengah laut, menjulang ratusan meter dari permukaan laut, memantulkan warna kemerah-merahan saat ditimpa sinar matahari. Itu sebabnya pantai ini terkenal dengan nama pantai Pulau Merah.
Keelokan pantai serasa lengkap dengan warna pasir yang kekuning-kuningan serta ditaburi aneka kerang berwarna-warni. Pengunjung biasanya memunguti kerang untuk dibawa pulang. ”Pantai ini masih sangat alami,” ujar Sunarto, warga Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, yang saban bulan melancong ke pantai ini.
Filed under: AKTIFITAS-KU




hay co,,,
kamu suka nulis2 jg y????
aku suka kamu